Anda di halaman 1dari 17

MANAJEMEN DAN FUNGSI PROSES MANAJEMEN DALAM

KAITANNYA DENGAN ORGANISASI DAN MANAJER

Disusun oleh :

1.Nyoman Padmi Damayanti (1807531095)

2.I Gede Adi Semara Putra (1807531109)

3.I Gusti Ayu Shinta Suryani (1807531109)

Universitas Udayana

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manajemen sangat berkaitan erat dengan organisasi karena dalam menjalankan

sebuah organisasi dibutuhkan aturan atau sistem sehingga dapat mewujudkan tujuan

dari organisasi tersebut. Aturan – aturan itulah yang sering kita sebut dengan

manajemen. Menurut ahli ekonomi Mary Parker Follet, manajemen sebagai seni dalam

menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Hal ini berarti bahwa para manajer untuk

mencapai tujuan organisasinya harus melalui kerjasama orang lain untuk melaksanakan

berbagai tugas yang mungkin dilakukan. Dalam fungsi manajemen terdapat beberapa

fungsi yang saling terkait dimana salah satunya yaitu pengorganisasian yang berfungsi

untuk mengorganisasikan anggota dari organisasi tersebut sehgingga dapat

menjalankan tugasnya dengan baik. Kebanyakan organisasi dikatakan gagal apabila

manajemen yang diterapkan didalamnya tidak sesuai dengan tujuan awal yang

disepakatidalam pembentukan organisasi tersebut. Maka dapat dikatakan organisasi

dan manajemen saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain.

1.2 Rumusan masalah

a) Apa yang dimaksud dengan organisasi?

b) Apa Saja Karakteristik dari organisasi?

c) Apa yang dimaksud dengan organisasi tradisional dan organisasi modern?

d) Apa pengertian dari manajer?


1.3 Tujuan

a) Untuk mengetahui tentang pengertian organisasi serta karakteristik dari organisasi.

b) Untuk mengetahui tentang pengertian organisasi tradisional dan organisasi modern.

c) Untuk mengetahui tentang pengertian manajer.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian organisasi

Kata “organisasi” mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama

menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan,

rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian

kedua berkenan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana

kegiatan organisasi di alokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan

organisasi dapat tercapai dengan efisien.

Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi,

sumber daya- sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.

Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi dan

pembagian kerja.

Namun menurut Stephen p robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan

sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat

diidentifikasi, yang bekerja atas dasar relatif terus menerus untuk mencapai suatu

tujuan bersama atau sekelompok tujuan.


2.2 Karakteristik organisasi

Menurut Stephen p robbins, karakteristik dibagi menjadi 7 bagian

1. Inovasi dan keberanian mengambil resiko yaitu sejauh mana karyawan

diharapkan di dorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil resiko.

2. Perhatian terhadap detail yaitu sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan

presisi, analis, dan perhatian pada hal-hal detail.

3. Berorientasi pada hasil yaitu sejauh mana manajeman berfokus lebih pada hasil

ketimbang teknik atau proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.

4. Berorientasi kepada manusia yaitu sejauh mana keputusan-keputusan

manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di

dalam organisasi.

5. Berorietasi pada tim yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasi

pada tim ketimbang individu.

6. Agresivitas yaitu sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang

santai.

7. Stabilitas yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan

dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.

2.3 Organisasi tradisional dan modern

 Teori organisasi modern ini muncul pada tahun 1950, sebagai akibat

ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori modern

sering disebut dengan teori “analisa system” atau “teori terbuka”. Teori organisasi
modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling

bergantung dan tidak bisa dipisahkan.

Ciri-ciri organisasi modern :

 Kadang disebut analis system organisasi

 Organisasinya terus berkembang

 Penggunaan staff lebih intensif

 Kecendrungan spesialisasi

 Memiliki prinsip-prinsip organisasi

 Memiliki unsur-unsur organisasi yang lebih lengkap

 Organisasi dan lingkungannya harus dilihat sebagai suatu yang saling

ketergantungan

Prinsip-prinsip organisasi modern

A. Adanya pembagian pekerjaan yaitu kualitas anggota organisasi penting dalam

pembagian pekerjaan diperhatikan kualitas fisiknya, moral, pendidikan mental,

pengalaman, keimanan, dan ketakwaan kepada tuhan

B. Disiplin yaitu ketaatan untuk mengikuti aturan yang menjadi tanggung

jawabnya

C. Kewenangan dan tanggung jawab yaitu setiap pekerja diberikan kewenangan

untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan, wewenang tersebut diproleh pada

pembagian tugas karena itu menuntut pertanggung jawaban.


D. Memberikan prioritas kepada kepentingan umum sebagai syarat utama anggota

organisasi, karena sangat dipengaruhi oleh rasa senang dalam bekerja bagi

setiap pekerja

E. Penggajian pegawai karena sebagai ketentuan kelancaran tugas dan membuat

manusia termotivasi untuk bekerja

F. Pusat kewenangan akan berdampak pemusatan pertanggungjawaban dalam

rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan

G. Mekanisme kerja dimaksudkan ada yang bertanggungjawab secara keseluruhan

H. Keamanan merupakan syarat yang utama karena dengan terjaminnya keamanan

maka seseorang akan merasa aman

I. Inovasi pengembangan inisiatif dari para pekerja dalam suatau kegiatan agar

berkembang dan mengalami perubahan

J. Semangat kebersamaan baik pegawai atau karyawan harus mempunyai rasa

kesatuan dengan umatnya

K. Menggunakan teknologi canggih demi mengubah cara kerja yang lama menjadi

lebih modern

Contoh Organisasi modern

1. Organisasi Budi Utomo.pada tanggal 20 MEI 1908 di YOGYAKARTA

2. Organisasi serikat Islam (SI)

3. Partai komunis Indonesia (PKI)

4. Partai nasional Indonesi (PNI)


 Teori organisasi tradisional telah mempengaruhi filsafat manajemen dari tahun

1900 sampai 1950. Menurut organisasi tradisioanl, organisasi dipandang sebagai

sebuah system tertutup dimana semua variable diperhatikan dan berada dibawah

pengendalian pihak manajemen. Teori manajemen itu membawa hasil nyata dalam

praktik yang terjadi kenaikan produktivitas yang berarti, yang sangat dibutuhkan

pada masa lalu. Tetapi teori organisasi tradisional mengabaikan factor manusia.

Akibat dari semua itu buruh makin banyak absen, kualitas yang dihasilkan makin

merosot dan para pekerja makin terasingi dari pekerjaan mereka. Di dalam teori

organisasi tradisional ini manajemen hanya menanggapi gejala gejala nya saja

tetapi tidak dengan sebab-sebabnya yang akan menimbulkan munculnya masalah.

Ciri ciri organisasi tradisional :

 Spesialisasi yang mendalam

 Hirarkhi otoritas yang kuat

 Peraturan-peraturan dan control yang pelik

 Impersonalitas (tidak dipentingkannya kepribadian)

Prinsip-prinsip organisasi tradisional :

A. Prinsip kesatuan pemerintah dengan arti tidak boleh adanya anggota suatu

organisasi yang mempunyai lebih dan seorang atasan dalam fungsi tertentu.

B. Prinsip kekecualian menyatakan bahwa keputusan yang timbul berulang kali

harus ditangani dengan rutin oleh manajer dengan tingkat yang lebih rendah
C. Rentan pengawasan yaitu terdapat adanya pembatasan terhadap jumlah

bawahan yang dapat di supervise oleh atasan adakalanya “span of control”

dinyatakan orang sebagai “the span of responsibility” pengertian ini

menyatakan bahwa tidak ada pemimpin yang dapat melakukan supervise secara

efectif, interaksi dan hubungan supervisor dan bawahannya, merupakan

aktivitas siapa yang harus di integrasi olehnya dan kepada siapa ia harus

mendelegasikan tanggungjawab tertentu.

D. Prinsip skalar yang menyatakan bahwa otoritas serta tanggungjawab harus

mengalir dalam bentuk garis yang tidak terputus putusdari manajer tinggi ke

manajer rendah

E. Depertementasi yaitu aktivitas-aktivitas yang dibagi dan dibentuk kedalam

kelompok khusus

Contoh Organisasi Tradisional

1. Pabrik Tahu yang masih menggunakan sumber daya manusia.

2.4 Pengertian manajer

Secara umum “manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas

bawahan dan sumber daya- sumber daya organisasi lainnya. Seperti halnya manajemen

dapat diketemukan di semua organisasi manusia, manajer ada di dalam semua tipe

organisasi. Ada bayak tipe manajer dengan tanggung jawab dan tugas yang berbeda

beda. Dalam bab ini akan dibahas bermacam-macam tipe manajer yang ada, fungsi-

fungsi yang dilaksanakan, kegiatan-kegiatan manajer dan berbagai keterampilan yang

dibutuhkan oleh para manajer. Manajer adalah seseorang yang karena pengalaman,
pengetahuan, dan keterampilannya diakui oleh organisasi untuk memimpin, mengatur,

mengelola, mengendalikan, dan mengembangkan kegiatan organisasi dalam rangka

mencapai tujuan organisasi.

Tigkatan manajer :

1. Manejemen lini pertama (first-line management), merupakan manajemen

tingkatan paling rendah yang bertugasmemimpin dan mengawasi karyawan

non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.Mereka sering disebut

penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer

departemen, atau mandor (foreman).

2. Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua

manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak

dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk

manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer

pabrik, atau manajer divisi.

3. Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive

officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum

dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO

(Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief

Financial Officer).
Peran manajer :

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada

sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian

mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu :

1. Peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat

seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak

buah, pemimpin, dan penghubung.

2. Peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar

informasi, serta peran sebagai juru bicara.

3. Peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan,

pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Keterampilan manajer:

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer

membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk

membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide

serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana

kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide
menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses

perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga

meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan

keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang

lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif

harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya.

Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat

karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada

atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan

manajemen atas, menengah, maupun bawah.

3. Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada

tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan

untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program

komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.


Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua

keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:

1. Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang

manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana.

2. Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan

menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat

keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi

kelompok manajer atas (top manager).


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.

Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu,

terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai

organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi

(organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).


Daftar pustaka :

 T. Hani Handoko, 2016, Manajemen, Edisi 2, Yogyakarta, BPFE

 Robbins, Stephen P. & Mary Coulter, 2016, Manajemen, Edisi 6 jilid 1 dan 2,

Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, PT. Prenhalilindo.

 http://ayuetikas.blogspot.com/2014/08/pengorganisasian.html
Contoh Kasus :

Organisasi Papua Merdeka

Apa itu OPM?

Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah istilah umum bagi gerakan prokemerdekaan

Papua yang mulanya adalah reaksi orang Papua atas sikap pemerintah Indonesia sejak

1963.

Dari catatan polisi, sejumlah kasus yang didalangi Egianus Kogoya antara lain

penyekapan belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga

medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga.

Pada 25 Juni 2018, kelompok ini menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air pada 25

Juni 2018, yang saat itu disewa Brimob Polri yang sedang bertugas mengamankan

pilkada. Dua orang terluka akibat insiden tersebut.

Pada Desember 2017, pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi diserang kelompok

Egianus Kogoya. Pekerja proyek bernama Yovicko Sondakh meninggal dan seorang

aparat luka berat.

Namun pada 2014 dibentuklah Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat atau

ULMWP yang terdiri dari Otoritas Nasional Papua Barat (WPNA), Koalisi Nasional

untuk Pembebasan Papua Barat (WPNCL) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
"Pembangunan konektivitas infrastruktur menjadi pintu masuk untuk penyelesaian

masalah sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua. Saya memahami itu sebagai

pemenuhan HAM untuk aspek sosial, budaya dan juga ekonomi," ujar Adriana.