Anda di halaman 1dari 10

Perubahan Evolusi

Terkendala, konversi minyak tanah ke gas di Baubau


Minggu, 21 April 2019 17:14 WIB

Kabag Perekonomian Setda Kota Baubau, La Ode Ali Hasan di Baubau, Minggu mengaku Pemkot
Baubau sebelumnya sudah bersurat ke Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH
Migas) untuk penerapan konversi minyak tanah ke gas elpiji.

"Kita sudah pernah bersurat ke BPH Migas. Tapi jawabannya BPH Migas itu yakni harus ada beberapa
persyaratan tertentu, dan hari ini Pemkot belum bisa penuhi persyaratannya itu, termasuk pangkalan gas,"
ujar La Ode Ali.

Ali Hasan, pangkalan gas yang dipersyaratkan BPH Migas itu harus dikelola oleh pihak ketiga. Karena
itu pihaknya kini masih mencari investor yang siap untuk menangani pangkalan gas tersebut.

berharap ke depan masyarakat Kota Baubau bisa beralih penggunaan dari minyak tanah ke gas. Karena
berdasarkan hitungan pemakaian, gas lebih hemat dibanding minyak tanah.

itu penyaluran gas ini bisa lebih tertib, beda halnya dengan minyak tanah hari ini yang terkadang harus
mengantri cukup lama. Dan biasanya itu warga mendapatkan kuota minyak tanah tidak sesuai dengan
yang dibutuhkan karena stok yang terbatas,”tutupnya.
Perubahan Revolusi

Bank Mandiri tingkatkan wawasan nasabah hadapi revolusi industri 4.0


Senin, 5 Agustus 2019 19:03 WIB

Bank Mandiri akan menyelenggarakan kegiatan customer gathering bertajuk "Signature Event Beyond
Wealth 2019" untuk mempersiapkan nasabah high net worth individuals (HNWI) perseroan dalam
menghadapi revolusi Industri 4.0 tersebut.

PT Bank Mandiri (Perseroan) Tbk mendorong para nasabahnya untuk meningkatkan wawasan dalam
menghadapi revolusi industri 4.0 mengingat perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh
terhadap bisnis keuangan dan investasi.

"Perubahan tren pasar dampak dari revolusi industri 4.0 akan mempengaruhi pola bisnis dari nasabah-
nasabah kami, kemudian mempengaruhi juga perilaku konsumen dan nasabah," kata Direktur Bisnis dan
Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi di Jakarta, Senin.

Untuk itu, Bank Mandiri akan menyelenggarakan kegiatan customer gathering bertajuk "Signature Event
Beyond Wealth 2019" untuk mempersiapkan nasabah high net worth individuals (HNWI) perseroan
dalam menghadapi revolusi Industri 4.0 tersebut.
Perubahan Besar

Harus Ada Perubahan Sistem Pendidikan

INDOPOS - Portal Harian Indopos Edisi Nasional

Harus Ada Perubahan Sistem Pendidikan

By Ahmad Nugraha on Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:55

INDOPOS.CO.ID – Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai sistem
pendidikan merupakan pangkal permasalahan sulitnya generasi milenial untuk bersaing dalam dunia
kerja. Menurut dia, harus perubahan dalam sistem pendidikan. Pasalnya, sistem pendikan yang masih
digunakan saat ini adalah warisann yang sudah sangat lama.

“Pendidikan yang sekarang kita rasakan merupakan produk pelajaran 30 tahun lalu. Jadi harus segera
dirubah mulai dari sekarang,” kata pengamat sosial, dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, Kamis
(11/10).

Devi menambahkan, sistem pendidikan yang harus dibangun saat ini adalah yang mampu melahirkan
sumber daya manusia yang berkompeten. Sehingga bisa diharapkan juga melahirkan para pekerja yang
profesional. “Karena hanya bisa di mulai dari pendidikan agar bisa menciptakan tenaga profesional
kedepannya,” ujarnya.

Salah satunya kata Devi, dengan cara membuat banyak program studi yang layak di sekolah-sekolah.
Termasuk merubah sejumlah mata pelajaran untuk seluruh siswa. “Sepeti menambah pendirian sekolah-
sekolah berbasis profesional,” ujarnya.

Oleh karena itu, Devi tak menampik kondisi saat ini membuat banyak usia produktif masih banyak yang
menganggur. Mereka tak mendapatkan tempat di banyak perusahaan. Hal itu disebabkan karena kalahnya
persaingan. “Yang dibutuhkan saat ini adalah keahlian atau keterempilan seseorang, bukan soal yang
lain,” imbuhnya.
Devi mencontohkan, Indonesia terbilang sudah tertinggal dengan sejumlah negara berkembang lainnya.
Seperti Singapura, sistem pendidikan di negara itu sudah di desain dengan memperbanya kosentrasi kelas.
“Di Singapura itu sejak SMP siswanya sudah di proyeksi untuk seperti apa kedepannya,” ucapnya.

Meski begitu, Devi mengaku, jenjang pendidikan di Indonesia termasuk mahal. Tapi setidaknya,
pendidikan dasar yang digagas pemerintah dengan program pendidikan gratis itu bisa membuat seluruh
siswa memiliki modal. “Seperti penguasaan tekhnologi, bahasa inggris, dan pengetahuan antar budaya,”
ujarnya.

Devi berharap, pemerintah bisa memfasilitasi pendidikan yang dibutuhkan sekarang. Setidaknya sudah
mulai dilakukan perubahan mata pelajaran. Agar kedepan, para generasi bangsa mampu bersaing dengan
pekerja asing. “Karena pada dasarnya, jika ada kurikulum yang dirubah maka ada pula perubahan di
hasilnya,” tandasnya. (dny)
Perubahan Kecil

Biar Malu Karena Enggak Ketinggalan Zaman, Jangan Pakai Tren Fashion
2018 Ini di 2019!
Kinanti Nuke Mahardini

Minggu, 9 Desember 2018 | 12:00 WIB

CewekBanget.ID - Tren fashion memang selalu berganti dan berputar seiring berjalannya waktu.

Ada beberapa item fashion yang jadi tren di tahun 2018 ini akan mulai ditinggalkan di tahun 2019
mendatang.

Tren tas berukuran mini akan terus berlanjut di tahun 2019 yang akan datang. Tapi, model waist bag akan
mulai ditinggalkan nih!

Coba beralih menggunakan tas mini berbahan nylon untuk menyempurnakan keseluruhan tampilan kita
agar terlihat lebih kece dan trendy!
Perubahan Dikehendaki

Pemerintah Galakkan Lagi Program Keluarga Berencana


Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia

Rabu, 26/04/2017 21:18

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menggalakkan lagi program Keluarga Berencana (KB). Dengan
harapan, tidak hanya menurunkan angka kelahiran, tapi juga mewujudkan bonus demografi berkualitas.

Moto dua anak cukup yang digunakan untuk mewujudkan keluarga berencana masih berlaku. Pasangan
suami istri dinilai dapat memberikan kualitas hidup yang baik melalui program keluarga berencana.
Dengan mendukung penggunaan pil KB, pemerintah meminta supaya pasangan suami istri tidak
berpedoman banyak anak banyak rezeki.

"Perkembangan program keluarga berencana saat ini bukan saja untuk menurunkan angka kelahiran,
tetapi mewujudkan bonus demografi yang berkualitas," ungkap Kepala Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty saat ditemui di sela-sela peluncuran
kontrasepsi Andalan di Penang Bistro, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/4).
Perubahan Tidak Dikehendaki

Oleh Hairil Hiar pada 24 Jul 2019, 06:32 WIB

Liputan6.com, Halmahera Hujan deras mengguyur daratan Gane, Pulau Halmahera selama lebih dari 7
jam. Akibatnya, Desa Doro, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi
Maluku Utara diterjang banjir bandang, pada Selasa (23/7/2019) siang.

Pelaksana tugas Kepala Desa Doro, Mustafa Din menyebutkan banjir datang secara tiba-tiba, sekitar
pukul 13.00 WIT. Kondisi ini membuat warga panik dan berlarian untuk mencari tempat yang aman.

Menurut Mustafa, banjir setinggi 50 sentimeter berasal dari 5 sungai yang menuju ke Sungai Doro,
sehingga airnya meluap masuk ke wilayah desa.

"Banjir datang tiba-tiba, sehingga warga yang meihat langsung toki (memukul) tiang listrik. Warga yang
panik, mengungsi tanpa membawa apa pun," kata Mustafa, kepada Liputan6.com, Selasa sore.

Tamrin, salah seorang warga Desa Doro menyebutkan banjir bandang terjadi karena hujan lebat yang
mengguyur desa setempat. "Hujan dari pagi hingga sore ini masih terus terjadi, hingga akhirnya Kali
Doro meluap," katanya.

Saat dihubungi Liputan6.com, Tamrin menyatakan air yang merendam desa setempat belum juga surut.
Banyak rumah warga yang tergenang banjir, sehingga memaksa mereka untuk mengungsi di rumah-
rumah warga lain yang tidak terkena banjir.

Ia mengaku, tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang ini. Kerusakan akibat banjir juga belum
diketahui pasti. "Saat ini saya masih mengontrol dan memastikan warga aman," katanya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Ichwan Iskandar Alam
mengatakan anggota BPBD dan TNI di Desa Saketa saat ini sedang menyalurkan bantuan korban di
lokasi banjir. "Kita masih data seluruhnya akibat banjir bandang ini," ucapnya.
Perubahan Struktur

Melihat Potensi Warung Tradisional Berinovasi Memanfaatkan Teknologi


Yenny Yusra @pjyenn

30-11-2018

Sesi #SelasaStartup kembali hadir dan kali ini mengupas peranan teknologi meningkatkan bisnis UKM di
Indonesia dengan pemberdayaan pemilik warung tradisional. Warung Pintar, yang diinisiasi East
Ventures, memiliki visi menaikkan kelas warung tradisional untuk mampu bersaing dengan gerai ritel
modern.

Hadir sebagai pembicara COO Warung Pintar Harya Putra yang membahas lebih lanjut seperti apa
kondisi kepemilikan warung tradisional saat ini dan bagaimana teknologi bisa membantu mereka
menjalankan bisnis lebih baik lagi.

Kondisi warung tradisional

Sejak dulu, warung tradisional sudah hadir di berbagai kawasan, menawarkan produk makanan, minuman
hingga kebutuhan rumah tangga untuk masyarakat umum. Konsepnya yang sederhana, mengandalkan
relasi antar pemilik warung dan pembeli, menjadikan warung tradisional rutin dikunjungi pembeli.

Meskipun demikian, faktanya saat ini dari sekitar dua juta lebih warung tradisional yang tersedia di
Indonesia, kebanyakan belum dilengkapi dengan jumlah produk secara konsisten, sistem inventori yang
akurat, manajemen finansial yang efisien, hingga kegiatan pemasaran.

Beberapa kekurangan tersebut menjadikan warung tradisional menjadi kuno dan terlihat enggan berubah
dan berinovasi. Warung Pintar kemudian mencoba menjembatani kebutuhan pemilik warung dengan
supplier yang relevan hingga meningkatkan layanan.

“Kita melihat warung tidak akan pernah bisa bersaing dengan gerai ritel modern jika tidak adanya
perubahan. Dengan alasan itulah kami mulai mengembangkan layanan,” kata Harya.

Peranan dan penerapan teknologi

Tidak bisa dipungkiri teknologi pada akhirnya menjadi sangat penting agar warung tradisional bisa
bertransformasi menjadi lebih baik. Harya melihat minat besar masyarakat Indonesia yang ingin menjadi
pemilik bisnis atau entrepreneur, bisa di-cater dengan penerapan teknologi. Warung tradisional pun bisa
memanfaatkan teknologi tersebut dengan implementasi IoT dan data analytics. Warung Pintar ingin
membantu pemilik warung menjadi lebih cerdas menjalankan usaha memanfaatkan teknologi
Perubahan Proses

Purwakarta Wajibkan Sekolah Tangani Sampah Plastik


Friday, 19 Jul 2019 17:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, mewajibkan sekolah


menangani persoalan sampah plastik. Pasalnya, sampai saat ini sampah plastik menjadi ancaman bagi
lingkungan. Selain itu, jajanan para pelajar juga menjadi penyumbang tingginya sampah yang sulit didaur
ulang tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, mengatakan, persoalan sampah plastik ini
sudah sangat parah. Bahkan, Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia setelah
Cina. Karena itu, perlu adanya kesadaran kolektif untuk mengatasi persoalan ini. "Karena itu, mulai tahun
ajaran baru ini, sekolah wajib mengatasi persoalan sampah plastik di masing-masing lingkungannya," ujar
Purwanto, kepada Republika.co.id, Jumat (19/7).

Salah satunya, sudah disosialisasikan melalui kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Ke
depan, dari mulai kepala sekolah, guru sampai penjaga sekolah, harus menjadi agen perubahan akan
kebersihan lingkungan.

Apalagi, lanjut Purwanto, saat ini sudah ada guru yang melahirkan karya sederhana, tapi hasilnya sangat
luar biasa. Yaitu, penyulingan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Guru tersebut, Ahmad
Sudarna merupakan pendidik di SDN 1 Karoya, Kecamatan Tegalwaru.

Karena itu, SDN 1 Karoya ini, akan menjadi pilot project sekolah yang mengolah sampah plastik
menjadi produk dengan nilai ekonomis. Di Kecamatan Tegalwaru ini, ada 24 sekolah SD dan SMP.
SDN 1 Karoya akan ditunjuk sebagai pabrik pengolah sampahnya. Sedangkan, 23 sekolah lainnya
merupakan bank sampahnya. Jadi, sampah-sampah plastik dari 23 sekolah itu, akan didistribusikan ke
SDN 1 Karoya untuk dijadikan BBM. "Jika ini berhasil, maka akan diterapkan di seluruh sekolah yang
ada di 17 kecamatan," ujar Purwanto.

Untuk sekolah lainnya, di luar Kecamatan Tegalwaru, bisa berpartisipasi. Dengan cara, memilah-milah
sampah plastik dan sampah organik. Jika, sudah banyak sampah plastik itu bisa disalurkan ke SDN 1
Karoya .

"Atau, jika sekolah lain sudah punya komitmen dan ada SDM yang bersedia mengolah sampah, maka kita
akan berikan alat pengolahannya hasil ciptaan dari Guru Sudarna tersebut," ujar Purwanto.