Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REPORT

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA

Disusun Oleh Kelompok 5 :

Nama : NIM :

1. Wanri R Simanullang 5161121029


2. Angge AAE Sagala 5163121003
3. Eko Mahendra Pohan 5163121010
4. Enosta Sembiring 5161121009
5. Rama Mildayana 5161121019

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Segenap puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmatNya sehingga tugas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan ini dapat
selesai tepat pada jadwal yang telah ditetapkan dosen pengampuh mata kuliah pendidikan
kewarganegaraansesuai dengan kontrak mata kuliahpendidikan kewarganegaraan.

Kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampuh Ahmad Bengar Harahap


yang telah memberikan bimbingan dan arahan hingga critical book report ini tersusun
sebagaimana sesuai dengan petunjuk dan arahan dari dosen pengampuh.

Kami berharap semoga critical book report ini bermanfaat bagi yang
membutuhkannya dan dapat menambah ilmu bagi yang membaca.

Medan, 31 maret 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . .i
DAFTAR ISI . .ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang . .................................................................................................... .1
2. Rumusan Masalah . .1
3. Tujuan Penulisah .................................................................................................... .1
BAB II PEMBAHASAN . .2
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan ............................................................................................................ .16
2. Saran ...................................................................................................................... .16

ii
BAB I

PENDAHULUAN

I. LATARBELAKANG
Dalam pembuatan critical book report ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang
diberikan oleh dosen pengampuh mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Selain itu
juga critical book report ini dilakukan untuk membandingkan dua buah buku atau lebih
yang berbeda dengan mengulas isi yang terdapat dalam kedua buku tersebut.

II. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalahnya yaitu:

1. Apaitu hak dan kewajiban?

2. Apa yang menjadi hak warga negara?

3.Apa yang menjadi kewajiban warga negara?

4.Apa peranan hak dan kewajiban warga negara dalam meminimalisasi kemacetan?

III. TUJUAN

Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk :


a. Memenuhi salah satu tugas terstruktur mata kuliah pendidikan kewarganegaraan.
b. Mengetahui tentang konsep warga negara
c. Mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban warga negara.

1
BAB II

PEMBAHASAN

IDENTITAS BUKU

Buku yang dipakai sebagai bahan untuk Critical Book Report adalah:

 Buku I
Nama Penulis : Apiek Gandamana,S.Pd.,M.Pd.dkk
Judul Buku : Pendidikan Kewarganegaraan untuk Pergururan Tinggi
Kota Terbit : Medan, Indonesia
Tahun Terbit : 2018

 Buku II

Nama Penulis : Paristiyanti Nurwardani, dkk


Judul Buku : Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi
Penerbit : Direktorat Jendral Pembelanjaran dan Kemahasiswaan
Kota Terbit : Jakarta, Indonesia
Tahun Terbit : 2016

1.1.RINGKASAN BUKU
 Buku I

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

A. Konsep Warga Negara dan Penduduk


Dalam UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI dinyatakan dalam Pasal
1 ayat 1, bahwa warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 26 ayat 1 UUD 1945 mengatur siapa saja yang termasuk warga negara Republik
Indonesia. Pasal ini dengan tegas menyatakan, bahwa yang menjadi warga negara
adalah orang-orang bangsa Indonesia dan orang-orang bangsa lain yang bertempat

2
tinggal di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanah airnya, bersikap setia kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia dan disahkan oleh undang-undang sebagai
warga negara. Selanjutnya, Pasal 26 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan syarat-syarat
untuk menjadi warga negara Indonesia ditetapkan oleh undang-undang.
Dalam Pasal 26 ayat 2 UUD 1945 dinyatakan, bahwa penduduk ialah “warga negara
Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia”. Berdasarkan
pengertian warga negara dan penduduk ini, dapat disimpulkan, bahwa terdapat
perbedaan antara warga negara dn penduduk. Warga negara memerlukan
penetapan/pengesahan dari peraturan perundang_undangan agar disahkan sebagai
warga negara, sementara penduduk tidak perlu penetapan berdasarkan peraturan
perundang-undangan, hanya saja jika sudah bertempat tinggal di Indonesia, seseorang
itu sudah dianggap sebagai penduduk Indonesia.Artinya, warga negara sudah pasti
penduduk, sebaliknya penduduk belum tentu warga negara.

B. Konsep Hak dan Kewajiban Warga Negara dan Negara


Jika dikaitkan dengan hak dan kewajiban warga negara, maka konsep hak warga
negara adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh seorang warga negara akibat
hubunganya dengan negara.Artinya, hak tersebut mutlak harus dipenuhi oleh
negara.Sementara itu, konsep kewajiban warga negara merupakan suatu hal yang
harus dilakukan leh seorang warga negara sebagai akibat dari hubungannya dengan
negara.Artinya, kewajiban ini mutlak dipenuhi oleh warga negara.
Dari penjabaran ini dapat disimpulkan, bahwa hak dan kewajiban warga negara
memiliki hubungan yang timbale balik dengan hak dan kewajiban negara.Hak yang
dimiliiki oleh warga negara berakibat pada kewajiban yang harus dipenuhi oleh
negara.Sebaliknya, hak negara berakibat pada kewajiban yang mutlak dipenuhi oleh
warga negara.

C. Hak dan Kewjiban Warga Negara dan Negara dalam UUD 1945
Dalam UUD 1945, hak dan kewajiban warga negara Indonesia serta hak dan
kewajiban negara Indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang
mencakup bidang: politik dan pemerintahan, social, keagamaan, pendidikan dan
pertahanan. Berikut penjabarannya :

3
1. Hak Warga Negara Indonesia
a. Pekerjaan dan penghidupan yang layak ( Pasal 27 ayat 2).
b. Berserikat dan berkumpul , mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan (
Pasal 28).
c. Membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah
(Pasal 28B yat 1).
d. Hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 28B ayat 2).
e. Mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, mendapat
pendidikan dan memperoleh manfaat dari IPTEK, seni danbudaya(Pasal 28C
ayat 1).
f. Memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk
membangun masyarakat, bangsa dan negaranya(Pasal 28C ayat 2).
g. Pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di hadapan hukum (Pasal 28D ayat 1).
h. Bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam
hubungan kerja (Pasal 28D ayat 2).
i. Memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (Pasal 28D ayat 3).
j. Status kewarganegaraan (Pasal 28D ayat 3).
k. Memeluk agama dan beribadat menuruti agamanya, memilih pendidikan dan
pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewargaan, memilih tempat tinggal
di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali (Pasal 28E ayat
1).
l. Kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai
dengan hati nuraninya (Pasal 28E ayat 2).
m. Kebebesan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (Pasal 28E ayat
3).
n. Berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan
lingkungan sosialnya, serta berhak mencari, memperoleh, memiliki,
menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan
segala jenis saluran yang tersedia (Pasal 28F).

4
o. Perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda
yang di bawah kekuasannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan
dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang
merupakan hak asasi (Pasal 28G ayat 1).
p. Bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat
manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain (Pasal 28G
ayat 2).
q. Hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan
lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan
kesehatan (Pasal 28H ayat 1).
r. Mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan
dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan (Pasal 28H
ayat 2).
s. Jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh
sebagai manusia yang bermartabat (Pasal 28H ayat 3).
t. Mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih
secara sewnang-wenang oleh siapa pun (Pasal 28H ayat 4).
u. Hidup, tidak disiksa, kemerdekaan pikiran dan hati nurani, beragama, tidak
diperbudak, diakui sebagai pribadi di hadapan hokum, tidak dituntut atas dasar
hokum yng berlaku surut(Pasal 28I ayat 1).
v. Bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak
mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang brsifat diskriminatif itu
(Pasal 28I ayat 2).
w. Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan
perkembangan zaman dan peradaban (Pasal 28I ayat 3).
x. Ikut serta dalam usaha pertahana dan keamanan negara (Pasal 30 ayat 1).
y. Mendapat pendidikan (Pasal 31 ayat 1).
2. Kewajiban Warga Negara Indonesia
a. Menjunjung hokum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal
27 ayat 1).
b. Menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Pasal 28J ayat 1).

5
c. Tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan
maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak
dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai
dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban
umum dalam suatu masyarakat demokratis(Pasal 28J ayat 2).
d. Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30 ayat 1).
e. Untuk pertahanan dan keamanan negara melaksanakan rakyat semesta (Pasal
30 ayat 2).
f. Mengikuti pendidikan dasar (Pasal 31 ayat 2).
3. Hak Negara Indonesia
a. Hak untuk dijunjung tinggi atas kedaulatan hokum dan pemerintahan (Pasal 27
ayat 1).
b. Hak untuk dibela oleh setiap warga negara (Pasal 27 ayat 3).
c. Hak untuk dipertahan oleh warga negara (Pasal 30 ayat 1).
d. Hak untuk menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan
yang menguasai hajat hidup orang banyak (Pasal 30 ayat 1).
e. Hak untuk menguasai bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di
dalamnya (Pasal 33 ayat 3).
4. Kewajiban Negara Indonesia
a. Melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdasarkan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertian dunia
(Pembukaan UUD 1945, alinea IV).
b. Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia
adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah (Pasal 28I ayat 4).
c. Menjamin kemerdekaaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya
masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu
(Pasal 29 ayat 2).
d. Untuk pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui system
pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan
Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat
sebagai kekuatan pendukung (Pasal 30 ayat 2).
e. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut,

6
Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi,
dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara (Pasal 30 ayat 3).
f. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi,
melayani masyarakat, serta menegakkan hokum (Pasal 30 ayat 4).
g. Membiayai pendidikan dasar (Pasal 31 ayat 2).
h. Mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional, yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa (Pasal 31 ayat 3).
i. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen
dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan
dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan
nasional (Pasal 31 ayat 4).
j. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-
nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta
kesejahteraan umat manusia (Pasal 31 ayat 5).
k. Memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan
menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan
nilai-nilai budayanya (Pasal 32 ayat 1).
l. Menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya
nasional (Pasal 32 ayat 2).
m. Mempergunakan bumi dan air dan kekayaan alam untuk sebesar-esarnya
kemakmuran rakyat (Pasal 33 ayat 3).
n. Memelihara fakir miskin dan ayat-ayat yang terlantar (Pasal 34 ayat 1).
o. Mengembangkan system jaminan social bagi seluruh rakyat dan
memperdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan
martabat kemanusiaan (Pasal 34 ayat 2).
p. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan umum yang layak
(Pasal 34 ayat 3).

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa hak dan kewajiban negara terhadap warga
negara pada dasarnya merupakan kewajiban dan hak warga negara terhadap negara.Contoh :

7
a. Hak yang menimbulkan kewajiban
1) Hak warga negara untuk mendapatkan pengajaran menimbulka kewajiban bagi
negara dalam menyediakan sarana untuk proses pembelajaran.
2) Hak negara untuk dibela menimbulkan kewajiban bagi warga negara untuk
melakukan pembelaan negara.
b. Kewajiban yang menimbulkan hak
1) Kewajiban warga negara untuk menjungjung hokum dan pemerintahan dengan
tidak ada kecualinya menimbulkan hak bagi warga negara agar hokum dan
pemerintahannya dijunjung tinggi oleh warga negara.
2) Kewajiban negara untuk menyediakan fasilitas pelayanan kesehatn dan fasilitas
pelayanan umum yang layak menimbulkan hak bagi warga negara untuk
memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang
layak.

D. Kedudukan dan Peran Warga Negara dalam Negara


Berikut dijabarkan mengenai kedudukan warga negara dalam negara:
1. Dengan memiliki status sebagai warga negara, maka orang akan memiliki
hubungan hokum dengan negara. Hubungan itu berwujud status sebagai warga
negara, serta hak dan kewajiban sebagai warga negara.
2. Sebagai warga negara, maka ia memiliki hubungan timbale balik yang sederajat
dengan negaranya.
3. Secara teori, status warga negara meliputi status pasif, aktif, negative, dan positif.
4. Peran (role) warga negara juga meliputi peran yang pasif, aktif, negative, dan
positif (Cholisin, 2000).

Berkaitan dengan peran warga negara, dapat dijelaskan bahwa peran warga negara
dalam negara adalah sebagai berikut:

1. Peran pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundang-


undangan yang berlaku.
2. Peran aktif merupakan aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) serta
ambil bagian dalam mempengaruhi keputusan public.
3. Peran positif merupakan aktivitas warga negara untu memenuhi kebutuhan hidup.

8
4. Peran negative merupakan aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan
negara dalam persoalam pribadi.
E. Kewarganegaraan dan Pewarganegaraan
Menurut UU No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Pasal
1 ayat 2 menyatakan, bahwa “kearganegaraan adalah segala ikhwal yang berhubungan
dengan negara”. Artinya, segala sesuatu yang berkaitan dengan kewarganegaraan
akan selalu berhubungan dengan negara. Istilah kewargaan ini dibedakan menjadi dua
yaitu:
1. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis.
2. Kewarganegaraan dalam arti formil dam materiil.

Sementara itu, sekaitan dengan pewarganegaraan, Pasal 1 ayat 3 UU No 12 Tahun


2006 menyatakan, bahwa “Pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk
memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan”. Secara
singkat dapat dikatakan, bahwa pewarganegaraan adalah cara memperoleh
kewarganegaraan, yang selanjutnya disebut dengan naturalisasi.

F. Asas Kewarganegaraan
a. Penentuan kewarganegaraan didasarkan pada sisi kelahiran dikenal dua asa yaitu
asa ius soli dan asas ius sanguinis.
b. Penentuan kewarganegaraan didasarkan pada aspek perkawinan mencakup asas
kesatuan hokum dan asas persamaan derajat.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa asas yang digunakan utuk menentukan


kewarganegaraan masing-masing warga negaranya berdasarkan UU No. 12 Tahun
2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, yaitu:

a. Asas ius sanguinis


b. Asas ius soli
c. Asas kewarganegaraan tunggal
d. Asas kewarganegaraan ganda terbatas

9
Di Indonesia, bagi orang asing yang ingin menjadi WNI melalui proses naturalisasi
diatur dalm Pasal 9 UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI.

G. Problem Status Kewarganegaraan


1. Apatride : istilah untuk seseorang yang tidak mempunyai status kewarganegaraan.
2. Bipatride : istilah untuk seseorang yang mempunyai status kewarganegaraan
ganda (dua kewarganegaraan).

 Buku II

BAGAIMANA HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA


DALAM DEMOKRASI YANG BERSUMBU PADA KEDAULATAN RAKYAT DAN
MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT ?

A. Menelusuri Konsep dan Urgensi Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan Warga
Negara
Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.Menurut teori
korelasi yang dianut oleh pengikut utilitarianisme, ada hubungan timbal balik antara
hak dan kewajiban.Menurut mereka, setiap kewajiban seseorang berkaitan dengan hak
orang lain, dan begitu pula sebaliknya.
B. Menanya Alasan Mengapa Diperlukan Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan
Warga Negara Indonesia
Pergerakan budaya rupanya mengikuti dinamika kehidupan social politik dimana
tatkala hegemoni kaum colonial mulai dipertanyakan keabsahannya maka terjadilah
perlawanan kaum tertindas dimana-mana menuntut hak-haknya yang dirampas.Sejak
itulah konsep hak mulai lebih mengemuka dan menggantikan konsep kewajiban yang
mulai meredup.
C. Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik tentang Harmoni Kewajiban dan Hak
Negara dan Warga Negara Indonesia
1. Sumber Historis
a. Magna Charta (1215)
b. Revolusi Amerika (1276)

10
c. Revolusi Perancis (1789)
2. Sumber Sosiologis
Ada satu pandangan bahwa Indonesia baru harus dibangun dari hasil perombakan
terhadap keseluruhan tatanan kehidupan masa lalu.Inti dari cits-cita tersebutadalah
sebuah masyarakat sipil demokratis yang mampu mengharmonikan kewajiban dan
hak negara dan warga negara. Tuntutan bukan hanya tentang pemenuhan hak-hak
individu dan kelompok masyarakat, melainkan juga kewajian untuk
mengembangkan solidaritas social (gotong royong) dalam rangka kemaslahatan
dan kebahagian hidup bangsa secara keseluruhan (Latif,2011).
3. Sumber Politik
Sumber politik yang mendasari dinamika kewajiban dan hak negara dan warga
negara Indonesia adalah proses dan hasil perubahan UUD NRI 1945 yang terjadi
pada era reformasi. Pada awal era reformasi ( pertengahan 1998), muncul berbagai
tuntutan reformasi di masyarakat.
D. Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan Harmoni Kewajiban dan
Hak Negara dan Warga Negara
1. Aturan Dasar Ihwal Pendidikan dan Kebudayaan, serta Ilmu Pengetahuan dan
Tenologi
Perubahan dunia itu pada kenyataannya berlangsung sangat cepat serta dapat
mengancam identitas bangsa dan negara Indonesia.Kita menyadari pula bahwa
budaya kita bukan budaya yang tertutup, sehingga masih terbuka untuk dapat
ditinjau kembali dan dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemajuan
zaman.Menutup diri pada era global berarti menutup kesempatan
berkembang.Sebaliknya kita juga tidak boleh hanyut terbawa arus globalisasi.
Karena jika hanyut terbawa arus globalisasi akan kehilangan jati diri kita. Jadi,
strategi kebudayaan nasional Indonesia yang kita pilih adalah sebagai berikut :
a. Menerima sepenuhnya unsur-unsur budaya asing yang sesuai dengan
kepribadian bangsa;
b. Menolak sepenuhnya unsur-unsur budaya asing yang tidak sesuai dengan
kepribadian bangsa;

11
c. Menerima secara selektif unsure budaya asing yang belum jelas apakah sesuai
atau bertentangan dengan kepribadian bangsa.
2. Aturan Dasar Ihwal Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial
a. Pasal 33 Ayat (1) UUD NRI 1945 : menegaskan asas kekeluargaan;
b. Pasal 33 Ayat (2) UUD NRI 1945 : menegaskan bahwa cabang-
cabangproduksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup
orang banyak harus dikuasai negara;
c. Pasal 33 Ayat (3) UUD NRI 1945 : menegaskan bahwa bumi dan air dan
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara.

Maka daam Pasal 34 UUD NRI 1945 upaya memajukan kesejahteraan umum
lebih dijabarkan lagi, ke dalam fungsi- fungsi negara untuk :

a. Mengembangkan system jaminan social bagi seluruh rakyat;


b. Memperdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu;
c. Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak;
d. Menyediakan fasilitas pelayanan umum yang layak.
3. Aturan Dasar Ihwal Usaha Pertahanan dan Keamanan Negara
Pasal 30 Ayat (2) UUD NRI 1945 menegaskan sebagai berikut:”Usaha pertahanan
dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian
Negara Republik Indonesia, sebagai komponen utama, dan rakyat sebagai
kekuatan pendukung”.
4. Aturan Dasar Ihwal Hak dan Kewajiban Hak Asasi Manusia
Aturan dasar perihal hak asasi manusia telah diatur secara detail dalam UUD NRI
Tahun 1945.
E. Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan Warga
Negara
1. Agama
Paham Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi pandangan dasar dan bersifat primer
yang secara substansial menjiwai seluruh wawasan kenegaraan bangsa Indonesia.
Itulah sebabnya Pasal 29 Ayat (1) UUD NRI menegaskan bahwa negara berdasar

12
atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Maknanya adalah bahwa Ketuhanan Yang Maha
Esa (jiwa keberagaman) harus diwujudkan dalam kerangka kehidupan bernegara
yang tersusun dalam UUD NRI 1945.
2. Pendidikan dan Kebudayaan
Pendidikan adalah salah satu bentuk upaya pembudayaan. Jika kita menengok
fungsi-fungsi negara dalam lingkup pembangunan negara cakupannya meliputi
hal-hal berikut ini :
a. Fungsi minimal: melengkapi sarana dan prasarana umum yang memadai.
b. Fungsi madya: menangani masalah-masalah eksternalitas.
c. Fungsi aktivis: menetapkan kebijakan industrial dan redistribusi kekayaan.
3. Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Rakyat
Sesuai semangat Pasal 33 Ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 asas perekonomian
nasional adalah kekeluargaan. Asas kekeluargaan dapat diartikan sebagai kerja
sama yang dilakukan lebih dari seorang dalam menyelesaikan pekerjaan, baik
untuk kepentingan pribadi, maupun kepentingan umum. Hasil pekerjaan bersama
memberikan manfaat yang dapat dinikmati secara adil oleh banyak
orang.Tujuannya adalah agar pekerjaan dapat cepat selesai dan memberi hasil
lebih baik.
4. Pertahanan dan keamanan
Berdasarkan aturan dasar ihwal pertahanan dan keamanan Negara Pasal 30 Ayat
(2) UUD NRI Tahun 1945 bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara
dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI
POLRI sebagai komponen utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

13
PEMBAHASAN DAN HIPOTESIS KELOMPOK 5 TENTANG HAK NEGARA
DAN WARGA NEGARA.
1. PENJELASAN DEFENISI KONSEP TEORI PADA KEDUA BUKU

Pada kedua buku menjelaskan materi sebagai pengantar awal dari topik hak dan
kewajiban warga negara. Namun, pada buku kedua lebih memaparkan subbabdaripada hak
dan kewajiban warga negara sedangkan pada buku pertama memaparkan sedikit materi.

Kedua buku menjelaskan konsep definisi yang sama bahwa hak dan kewajiban warga
negara merupakan wujud dari hubungan warga negara dengan negara dimana hak yang
dimiliki warga negara berakibat pada kewajiban yang harus dipenuhi oleh negara.

2. PENJELASAN TEOREMA/SIFAT KEDUA BUKU DALAM


MEDIA/GRAFIK,GAMBAR.
Pada buku pertama menampilkan gambar atau grafik yang sedikit dari setiap
penjelasan teorema materinya sedangkan pada buku kedua lebih banyak memuat gambar,
garfik maupun tabel dari setiap penjelasan materi nya sehngga kita lebih mudah untuk
memahami setiap materi dari buku tersebut.

3. PENJELASAN TEOREMA/SIFAT KEDUA BUKU DALAM VARIASI SOAL


Pada pertama diakhir penjelesan semua materi dimuat soal untuk mengasah
kemampuan kita setelah memahami isi buku tersebut namun jumlah soal yang diberi tidak
banyak hanya terdapat 2 soal saja sedangkan pada buku kedua sama sekali tidak memuat soal
diakhir materi.

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KEDUA BUKU


--Kelebihan dari buku pertama yaitu:
 Bahasa yang digunakan mudah dipahami
 Didukung dengan soal latihan
--Kekurangan dari buku pertama yaitu:
 Tampilan buku yang kurang menarik
 Tidak memuat gambar atau tabel.

14
--Kelebihan dari buku kedua yaitu:
 Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
 Didukung skema, gambar dan tabel agar mudah memahami bagian dari materi
 Keruntutan dari subtopik yang dibahas beraturan
--Kekurangan dari buku kedua yaitu:
 Tidak memuat soal latihan pada buku
5. Peranan Negara dan Warga Negara dalam meminimalisasi kemacetan lalulintas sesuai
dengan topic yang dibahas.
Peranan Negara Peranan Warga Negara
Penyediaan sarana transportasi umum Penggunaan jalur satu arah.
yang layak. Hal ini dilakukan untuk Penggunaan jalur satu arah pada
menarik para penggunan jalan raya agar jalan raya ini sangatlah diperlukan
beralih dari kendaraan pribadi ke untuk menanggulangi masalah
kendaraan umum. kemacetan lalu lintas. Karena jika
jalan dijadikan satu arah
memungkinkan kendaraan dapat
berjalan lebih rapi.
Memperbanyak armada kendaraan masal Pembatasan pemilikan kendaraan
yang memadai. Misalnya saja busway pribadi. Hal ini menjadi perlu
seperti yang ada di Jakarta. Atau dilakukan karena penyebab
mungkin juga kereta bawah tanah. Hal ini kemacetan adalah adanya banyak
perlu dilakukan agar pengguna jalan raya kendaraan pribadi yang menumpuk
mau menggunakan sarana transportasi di jalanan. Hal ini dikarenakan
umum. mudahnya orang memperoleh
kendaraan pribadi. Jika pemilikan
kendaraan pribadi ini dapat
dilakukan, maka ini akan dapat
menekan angka kemacetan
transportasi lalu lintas di jalan raya.
Meningkatkan kapasitas jalan, misalnya:
memperlebar jalan, menambah lajur lalu
lintas jika memungkinkan, mengurangi
konflik di persimpangan dengan
membatasi arus belok kanan

15
BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap buku memiliki versi
tersendiri dalam menjelaskan materi dari topik yang dibahas.Setiap buku memiliki kelebihan
dan kekurangan masing-masing.Kelebihan tersebut bisa berupa isi dari buku tersebut yang
membahas topik secara jelas namun kekurangannya ada yang membahas topik hanya secara
garis besarnya saja. Buku kedua lebih lengkap dibandingkan buku pertama hanya saja soal
diakhir materi yang tidak dimuat.

2. SARAN
Adapun saran dari kami sebagai penulis untuk kedua buku yaitu pada buku yang
pertama lebih banyak lagi memuat soal-soal sehingga dari setiap materi yang dijelaskan dapat
mengasah kemampuan kita setelah membaca buku tersebut. Dan untuik buku yang kedua,
menambah gambar, grafik, maupun tabel dari setiap penjelasan materi agar lebih
memudahkan untuk memahami penjelasan dari materi serta memuat soal-soal diakhir materi.

16