Anda di halaman 1dari 13

Sistem pencernaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Human gastrointestinal tract (Digestive System)

Stomach colon rectum diagram

Latin Tractus digestorius (mulut sampaianus),

canalis alimentarius (kerongkongansampai usus besar),

canalis gastrointestinales (lambungsampai usus besar)

Sistem Sistem pencernaan

Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah


sistem organdalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energidan
nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu
hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.
Secara spesifik, sistem pencernaan berfungsi untuk mengambil makanan, memecahnya
menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam aliran darah,
kemudian membersihkan tubuh dari sisa pencernaan [1].
organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok:

Diagram sistem pencernaan manusia bagian perut

Saluran pencernaan
Saluran pencernaan merupakan saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot.
Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih kecil dan
menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalam nya
adalah : mulut,faring, esofagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan
akan dibuang keluar tubuh melalui anus.

 Organ pencernaan tambahan (aksesoris)


Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam
melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar
pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar
pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan
makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar
ludah, hatidan pankreas.
Diagram sistem pencernaan

1. Kelenjar ludah

2. Parotis

3. Submandibularis (bawah rahang)

4. Sublingualis (bawah lidah)

5. Rongga mulut

6. Amandel

7. Lidah

8. Esofagus

9. Pankreas

10. Lambung

11. Saluran pankreas

12. Hati

13. Kantung empedu

14. duodenum

15. Saluran empedu

16. Kolon

17. Kolon transversum

18. Kolon ascenden

19. Kolon descenden

20. Ileum

21. Sekum

22. Appendiks/Umbai cacing

23. Rektum/Poros usus

24. Anus
Sistem pencernaan

1.Mulut adalah suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air padahewan. Mulut
biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari sistem
pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Mulut terdiri dari gigi dan lidah.

Bagian-bagian yang terdapat dalam mulut:

 Gigi (dens),

Gigi fungsinya untuk menggigit, mengunyah, mencabik. Gigi terdiri dari gigi seri, taring, susu dan
geraham.

 Lidah (lingua) adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat
membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Berfungsi untuk:

1. sebagai indera pengecap/perasa

2. mengaduk makanan di dalam rongga mulut

3. membantu proses penelanan

4. membantu membersihkan mulut

5. membantu bersuara/berbicara

 Ludah (saliva) dihasilkan oleh kelenjar ludah

Di dalam lidah terdapat enzim amilase yaitu enzim yang mengubah zat tepung menjadi zat gula.

2.Faring, dari bahasa Yunani, pharynx, adalah tenggorok atau kerongkongan yang merupakan
bagian dari sistem pencernaan dan sistem pernapasan. Istilah ini terutama dipakai dalam
kalangan ilmu kedokteran. Faring adalah tabung fibromuskular yang terdapat persis didepan
tulang leher yang berhubungan dengan rongga hidung, rongga telinga tengah, dan laring.

Pada umumnya faring dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Faring nasal yang berhubungan dengan
rongga hidung, Faring oral yang berhubungan dengan rongga paru-paru, dan Faring laryngeal
yang berhubungan dengan epiglotis dari laring serta menuju ke Esofagus.
Fungsi[sunting | sunting sumber]

Fungsi utama faring adalah sebagai saluran alat pencernaan yang membawa makanan dari
rongga mulut hingga ke esofagus. Hubungan faring dengan rongga hidung dan laring ini
membuat faring menjadi cukup penting dalam produksi suara, serta memungkinkan manusia
untuk bernapas menggunakan mulut serta jika diperlukan secara medis memasukkan makanan
melalui hidung.

3. Esofagus (dari bahasa Yunani: οiσω, oeso - "membawa", dan έφαγον, phagus - "memakan")
atau kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebratayang dilalui sewaktu makanan
mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui esofagus dengan
menggunakan proses peristaltik.

Esofagus bertemu dengan faring – yang menghubungkan esofagus dengan rongga mulut – pada
ruas ke-6 tulang belakang. Menurut histologi, esofagus dibagi menjadi tiga bagian: bagian
superior (sebagian besar adalah otot rangka), bagian tengah (campuran otot rangka dan otot
polos), serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot polos).

Pada beberapa penyakit kronis seperti pada Sirosis Hati, pembuluh darah esofagus bisa
mengalami pelebaran yang di sebut varises esofagus.

4. Lambung
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Lambung:
1) Esofagus
2) Kardia
3) Fundus
4) Selaput lendir
5) Otot lapisan
6) Lambung mukosa
7) Tubuh perut
8) Pilorik antrum
9) Pilorus
10) Usus dua belas jari (duodenum)

Lambung (bahasa Inggris: stomach; bahasa Belanda: maag) atau ventrikulus berupa suatu
kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan.
Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-
sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah

1. Kardia.

2. Fundus.

3. Pilorus.
1. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan itu sendiri .
2. Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat.
3. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari atau sering
disebut duodenum.
Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni :

1. Mucosa.

2. Submucosa.

3. Muscularis.

4. Serosa.
1. Mucosa ialah lapisan di mana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim,
asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar
perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang
dapat dikeluarkan.
2. Submucosa ialah lapisan di mana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk
menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang
diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut.
3. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini
dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan
ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan
4. gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam
lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut.
Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi
antara perut dengan anggota tubuh lainnya.
Di lapisan mucosa terdapat 3 jenis sel yang berfungsi dalam pencernaan, yaitu :

1. Sel goblet (goblet cell).

2. Sel parietal (parietal cell).

3. Sel chief (chief cell).


1. Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel
agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung.
2. Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung [Hydrochloric acid] yang berguna
dalam pengaktifan enzim pepsin. Diperkirakan bahwa sel parietal memproduksi 1.5 mol
dm−3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH 2.
3. Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak
aktif. Sel chief memproduksi dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna protein
yang dimiliki oleh sel tersebut yang dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.
Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah
lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan
menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI),
pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan
mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.

 Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih
kecil.

 Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan.

 Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai
kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh Ca 2+ dari susu sehingga dapat dicerna
oleh pepsin. Tanpa adanya renim susu yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam
lambuing dan usus tanpa sempat dicerna.

 HCl(Asam Klorida) merupakan enzim yang berguna untuk membunuh kuman dan bakteri
pada makanan.
Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti
bubur, disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur
pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Caranya, otot pilorus yang mengarah ke
lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam.
Sebaliknya, otot pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika
tersentuh kim. Jadi, misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan
membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang,
pilorus menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun.
Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka.
Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi,
makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut
dapat tercerna efektif. Setelah 2 sampai 5 jam, lambung kosong kembali.
Pada lambung terdapat kelenjar oksintik (bahasa Inggris: oxyntic gland) yang
memproduksi hormon GHS. Hormon lain yang disekresi antara lain adalah GHIH.

5. Pankreas adalah organ aksesoris pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama:
menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan
beberapa hormon atau fungsi endokrin. Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau
perut [1] dan bagian kaput/kepalanya menempel pada organ duodenum. Produk enzim akan
disalurkan dari pankreas ke duodenummelalui saluran pankreas utama.

Beberapa fungsi dari pankreas adalah:

 Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glukagon, yang menambah kadar
gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.

 Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana
mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga
merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam
sel-selnya.
5. Kantung empedu atau kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder)
adalahorgan berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang
dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kantung empedu
adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap - bukan karena warna jaringannya,
melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan
dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.

6. Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalamtubuh, terletak
dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawahdiafragma. Berdasarkan
fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu
fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan
menghasilkan amonia, urea, danasam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam
amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut
proses detoksifikasi.Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal.
[2]
Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan
melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal.
Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi olehjaringan mesenkimal secara
terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal.[3] Selama
masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan
proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.[4]Lumen lobus terbentuk
dari SEC dan ditempati oleh 3 jenis sel lain, seperti sel Kupffer, sel
Ito, limfosit intrahepatik seperti sel pit. Sel non-parenkimal menempati sekitar 6,5%
volume hati dan memproduksi berbagai substansi yang mengendalikan banyak fungsi
hepatosit.Filtrasi merupakan salah satu fungsi lumen lobus sinusoidal yang memisahkan
permukaan hepatosit dari darah, SEC memiliki kapasitas endositosis yang sangat besar
dengan berbagai ligan seperti glikoprotein, kompleks imun,transferin dan seruloplasmin.
SEC juga berfungsi sebagai sel presenterantigen yang menyediakan ekspresi MHC I dan
MHC II bagi sel T. Sekresiyang terjadi meliputi
berbagai sitokina, eikosanoid seperti prostanoid danleukotriena, endotelin-1, nitrogen
monoksida dan beberapa komponen ECM.Sel Ito berada pada jaringan perisinusoidal,
merupakan sel dengan banyakvesikel lemak di dalam sitoplasma yang mengikat SEC
sangat kuat hingga memberikan lapisan ganda pada lumen lobus sinusoidal. Saat hati
berada pada kondisi normal, sel Ito menyimpan vitamin A guna mengendalikan
kelenturan matriks ekstraselular yang dibentuk dengan SEC, yang juga merupakan
kelenturan dari lumen sinusoid.Sel Kupffer berada pada jaringan intrasinusoidal,
merupakan makrofagadengan kemampuan endositik dan fagositik yang
mencengangkan. Sel Kupffer sehari-hari berinteraksi dengan material yang
berasal saluran pencernaan yang mengandung larutan bakterial, dan mencegah aktivasi
efek toksin senyawa tersebut ke dalam hati. Paparan larutan bakterial yang tinggi,
terutama paparanLPS, membuat sel Kupffer melakukan sekresi berbagai sitokina yang
memicu proses peradangan dan dapat mengakibatkan cedera pada hati. Sekresi antara
lain meliputi spesi oksigen reaktif, eikosanoid, nitrogen monoksida, karbon
monoksida, TNF-α, IL-10, sebagai respon kekebalan turunan dalam fase infeksi primer.

7. Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di
antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas
jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua
belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dankantung empedu.

Enzim[sunting | sunting sumber]

Di dalam usus dua belas jari, dihasilkan enzim dari dinding usus. Enzim tersebut diperlukan
untuk mencerna makanan secara kimiawi:

 Enterokinase, untuk mengaktifkan peptidase, yaitu tripsinogen yang dihasilkan pankreas


menjadi tripsin, dan mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin;

 Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino dan gliserol

 Erepsin atau dipeptidase, untuk mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino;

 Disakarase, mengubah disakarida menjadi monosakarida , yaitu :

1. Maltose mengubah maltosa menjadi glukosa + glukosa

2. Sukrose mengubah sukrosa menjadi fruktosa + glukosa

3. Laktose mengubah laktosa menjadi galaktosa + glukosa

 Lipase, mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak;

Struktur[sunting | sunting sumber]

Di dalam usus penyerapan (ileum) terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut jonjot-
jonjot usus (vili). Vili berfungsi memperluas permukaan penyerapan, sehingga makanan dapat
terserap sempurna.

Pencernaan[sunting | sunting sumber]

Makanan yang berupa glukosa, asam amino, vitamin, mineral, air akan diserap pembuluh
darah kapiler di vili, dan diangkut ke hati ke vena porta. Di dalam hati, beberapa zat akan diubah
ke bentuk lain dan beberapa lainnya akan diedarkan ke seluruh tubuh.

Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh limfa.

8.Usus dua belas jari (bahasa Inggris: duodenum) adalah bagian dari usus halus yang terletak
setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong(jejunum) dengan panjang antara 25-
38cm. Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai
dari bulbo duodenaledan berakhir di ligamentum Treitz.

Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh
selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan.

Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus.
Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas
jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot.

Bagian-bagian[sunting | sunting sumber]

Usus dua belas jari dibagi menjadi empat bagian untuk mempermudah pemaparan.

Pars superior[sunting | sunting sumber]

Bagian pertama, yaitu pars suoerior dimulai dari akhir pilorus. Kemudian saluran akan membelok
ke lateral kanan. Bagian ini memiliki panjang 5 cm.

Pars ascendens[sunting | sunting sumber]

Bagian terakhir, pars ascendens berbentuk saluran menaik dan berakhir pada awal usus
kosong (jejunum).

9.Usus kosong
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Usus kosong
Diagram usus halus (terlabel small intestine)

Usus kosong atau jejunum (kadang-kadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua
dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) danusus penyerapan (ileum).
Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian
usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh
dengan mesenterium.
Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang
memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas
jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus
penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus
kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.
Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti "lapar" dalam bahasa Inggris modern. Arti
aslinya berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti "kosong".

10. Usus penyerapan (bahasa Inggris: ileum) adalah bagian terakhir dari usus halus.
Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak
setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum
memiliki pHantara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin
B12 dan garam-garam empedu.

11. Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu danrektum.
Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia,kolon terdiri dari kolon
menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon
sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntuhingga pertengahan kolon melintang sering
disebut dengan "kolon kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon
kiri".Fungsi usus besar yaitu

1. menyimpan dan eliminasi sisa makanan,[1]

2. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit,[1] dengan cara menyerap air [2]
3. mendegradasi bakteri. [1]

5.Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam istilah anatomiadalah suatu
kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus
besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian
besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum
yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.Usus buntu dalam
bahasa Latin disebut sebagai Appendix vermiformis, organ ini ditemukan
pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya organ ini dianggap
sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi
apendiks adalah sebagai organ imunologikdan secara aktif berperan dalam
sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) yang memiliki/berisi kelenjar limfoid.

4. Penyakit Usus Buntu[sunting | sunting sumber]


Appendicitis merupakan nama penyakit yang menyerang usus
buntu. Appendicitis terjadi ketika appendix, nama lain dariusus buntu telah meradang
dan membuatnya rentan pecah, ini termasuk darurat medis serius. Operasi dilakukan
untuk penyembuhan radang usus yang membengkak. Bila terjadi gejala usus
buntu dalam waktu tiga hari berturut-turut, penderita harap segera
menghubungi dokter atau datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis
sehingga bisa langsung dioperasi, akan tetapi jika gejala usus buntu dibiarkan lebih dari
satu minggu, maka perawatan medis serius sangat diperlukan untuk meredakan radang
usus yang terjadi sebelum penderita melakukan operasi penyembuhan.

12.Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada organ
ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan
apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi
rongga abdomen).

Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform appendix (atau
hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum.

Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing
berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks
selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda - bisa di retrocaecal atau di pinggang
(pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.

Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan), sebagian yang
lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam sistem limfatik.

Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.

Penyakit apendiks biasa bagi manusia adalah:

 Apendisitis
 Karkinoid

13.Rektum (Bahasa Latin: regere, "meluruskan, mengatur") adalah organ terakhir dariusus
besar pada beberapa jenis mamalia yang berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat
penyimpanan sementara feses. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material
di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk
melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus
besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode
yang lama, konstipasidan pengerasan feses akan terjadi.

Anus, dubur, atau lubang bokong (bahasa Latin: ānus) adalah sebuah bukaan
dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh
otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui prosesdefekasi (buang air besar) yang
merupakan fungsi utama anus