Anda di halaman 1dari 5

Gwyneth Yovela Gunawan 201906020083

Cynthia Veronica 201906020072

Crinum asiaticum L. (Bunga Bakung)

Taksonomi Tumbuhan

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Viridiplantae

Infrakingdom : Streptophyta

Super Divisi : Embryophyta

Divisi : Tracheophyta

Sub Divisi : Spermatophytina

Kelas : Magnoliopsida

Super Ordo : Lilianae

Ordo : Asparagales

Famili : Amaryllidaceae

Genus : Crinum

Spesies : Crinum asiaticum L.

(1)

Morfologi Tumbuhan

 Habitus:
Tanaman bunga bakung merupakan tanaman yang memiliki tangkai yang kuat
dan umbi polos di dalam tanah yang mudah busuk apabila terlalu banyak
terkena air. Tinggi tanaman ini sekitar 60 – 180 cm. Tanaman bunga bakung
merupakan tanaman tahunan yang akan berbunga sekali dalam setahun. Bunga
bakung banyak terdapat di dataran Eropa dan tersebar juga di dataran Asia.
Bunga bakung ini cukup mudah ditemui karena persebarannya yang cukup luas.
Bunga bakung yang umum ditemui ialah bunga bakung putih. Bunga bakung
ini dapat hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah. Habitat bunga bakung
ialah di daerah pegunungan, padang rumput, dan di rawa-rawa.

 Akar:
Tanaman ini merupakan monokotiledon sehingga akarnya
serabut dan berbentuk silindris. (2)

 Batang:
Tanaman bunga bakung tergolong dalam tanaman yang tidak
memiliki batang (berbatang semu). Batangnya sangat pendek
sehingga tidak terlihat dan hanya tampak seperti daun yang
keluar dari tanah. Namun, saat tanaman ini berbunga, batangnya
pun akan terlihat. Batang ini merupakan batang palsu yang
ditutupi oleh pelepah daun yang tua.(3)

 Daun:
Tanaman bunga bakung memiliki daun tunggal yang
panjangnya 32-120 cm, lebar 3-10 cm (2), berwarna hijau,
ujung daunnya runcing. Memiliki tulang daun sejajar, tepi
daun rata, daunnya berdaging, yaitu tebal serta berair.
 Bunga:
Bunga majemuk, berbentuk seperti corong, putih, pulik
panjang ±16 cm, benang sari melengkung keluar, tangkai sari
5-10 cm, dengan biji berukuran besar, bundar, gepeng dan
berlendir. Tanaman bunga bakung seperti payung dengan 10 –
50 bunga.(2)

 Modifikasi: Bulbus
Umbi terbentuk dari modifikasi akar dan batang. Ukuran
umbi ini berdiameter 5-10 cm, dikenal dengan nama
poison bulb karena mengandung racun. Tumbuhan bunga
bakung berkembang biak secara aseksual, dengan
menggunakan bagian-bagian vegetatif tumbuhan, yaitu
umbi lapis (bulbus) yang merupakan pertumbuhan calon
batang yang memendek, menebal dan membentuk lapisan-lapisan.(4)

 Kandungan Kimiawi:
Tanaman bunga bakung ini memiliki kandungan kimiawi berupa zat flavonoid,
saponin, serta tanin. Umbi dan biji dari tanaman ini mengandung criasiaticidine
A, 2 alkaloid yang diketahui (pratorimine dan lycorine), dan 49-hydroxy-7-
methoxyflavan.(5). Tanaman ini mengandung alkaloid sitotoksik yang
memiliki sifat antitumor dan bersifat antibakteri. (6)

 Perhatian:
 Semua bagian tanaman dapat beracun jika tertelan banyak
 Kontak langsung kulit pada tanaman dapat menyebabkan iritasi kulit atau
reaksi alergi(7)

 Manfaat & Cara Penggunaan:


 Jus umbi segar digunakan sebagai perangsang emetik
 Akar yang sudah disiapkan diberikan untuk membantu persalinan dan untuk
perdarahan postpartum
 Umbinya dikunyah sebagai penangkal luka panah beracun dan reptil
beracun, dan juga sebagai obat untuk penyakit yang disebabkan oleh makan
ikan beracun
 Tapal yang terbuat dari umbi yang dipanaskan, ditumbuk, segar digunakan
untuk meredakan osteodynia dan rematik.
 Jus umbi segar ditanam di telinga untuk mengobati otitis
 Tapal dari daun yang dipanaskan, ditumbuk, segar digunakan untuk
mengobati luka memar, terkilir, patah tulang dan keseleo.
 Rebusan daun kering digunakan sebagai pencuci dalam pengobatan wasir
 Jus dari daun yang diremas dioleskan pada luka. (6)
Daftar Pustaka

1. ITIS gov. Crinum Asiaticum [Internet]. [cited 2019 Nov 26]. Available from:
http://www.itis.gov

2. Yanto B. Deskripsi Tumbuhan Bakung Crinum Asiaticum [Internet].


biologionline. 2014. Available from:
https://www.biologionline.info/2014/11/deskripsi-tumbuhan-bakung-
crinum-asiaticum.html

3. ilmu dasar. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Bakung [Internet].


ilmudasar.com. 2012 [cited 2019 Nov 26]. Available from:
https://ilmudasar.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bunga-bakung/

4. Syahputra D. ( Crinum asiaticum ) TERHADAP BAKTERI Escherechia coli


, Staphylococcus aureus , DAN JAMUR Candida albicans SKRIPSI
FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
[Internet]. Repository.uma.ac.id. 2014 [cited 2019 Nov 26]. Available from:
http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/91

5. Min BS, Gao JJ, Nakamura N, Kim YH, Hattori M. Cytotoxic alkaloids and
a flavan from the bulbs of Crinum asiaticum var. japonicum. Chem Pharm
Bull. 2001;49(9):1217–9.

6. Ken Ferm TPD. Crinum Asiaticum [Internet]. tropical.theferns.info. [cited


2019 Nov 26]. Available from:
http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Crinum+asiaticum

7. Daves. Poison Bulb, Giant Crinum Lily, Grand Crinum Lily, Spider Lily
[Internet]. davesgarden.com. 2005 [cited 2019 Nov 26]. Available from:
https://davesgarden.com/guides/pf/go/93829/#b