Anda di halaman 1dari 14

Nama: Adinda Balqis

Kelas : X IPA 5
Materi : Renang

Renang

Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalamberenang. Gaya
renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu,gaya punggung, dan gaya dada.
Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan
tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke
babak final.
Bersama-sama dengan loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, danpolo air,
peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernamaFederasi Renang
Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia(PRSI) adalah induk organisasi
cabang olahraga renang di Indonesia.

RENANG

Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang
dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di
lomba-romba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang
Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti
gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting
seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896.
Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill
memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional dibentuk pada 1908. Gaya
kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu
merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan
pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java
Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan
pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam
kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor
100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai
wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21
Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya.
Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952

Fasilitas dan peralatan

Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m.
Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan
panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari
1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi
balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.

Lintasan

Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan
lintasan terakhir. Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang
dengan panjang lintasan.

Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya
sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena
gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk
lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuninguntuk lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di
kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8
lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan).
Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3,
6, 2, 7, 1, dan 8.
Pengukur waktu

Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu
otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.

Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh
pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American
Games 1967 di Winnipeg, Kanada.Balok start
Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor
pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.
Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x
0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.

Peraturan perlombaan dalam renang


Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start
di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.
Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke
dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start,
sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan.
Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.
Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start
(bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi
start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start.
Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba. Hingga
tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.
Nomor perlombaan

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin,
dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada). Nomor-
nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:
 Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra)
 Gaya kupu-kupu: 100 m, 200 m
 Gaya punggung: 100 m, 200 m
 Gaya dada: 100 m, 200 m.
 Gaya gantiperorangan: 200 m dan 400 m
 Gaya ganti estafet: 4 x 100 m
 Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m
 Marathon 10 km.
Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:
 Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
 Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
 Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
 Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
 Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
 Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m
 Gaya ganti estafet: 4×100 m.
Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian
untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas.
Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan
pendek 25 m.
Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-
masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan
perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.

Macam-macam gaya renang dan penjelasannya :

1. Renang Gaya Dada / Katak (Pengertian, Teknik Dasar)


Pengertian Renang Gaya Dada / Katak
Renang gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi badan/dada menghadap ke
permukaan air, kedua kaki menendang ke arah luar sedangkan kedua tangan dibuka melebar ke
samping sepeti gerakan membelah air agar badan lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru
gerakan katak waktu berenang sehingga gerakan gaya dada sering juga disebut gaya katak.
Renang gaya dada dibandingkan dengan gaya lainnya merupakan gaya yang paling lambat daya
lajunya.
Renang gaya dada sering disebut dengan istilah breast stroke.
Teknik Renang Gaya Dada / Gaya Katak

1. Latihan Gerakan Meluncur


Gerakan meluncurkan merupakan teknik yang harus dikuasai oleh setiap perenang. Langkah
pertama ini penting untuk kita ketahui dan kita kusai karena meluncur dapat menghilangkan rasa
takut ketika berada di dalam air, dapat menyesuaikan suhu, dan juga tentunya dapat
menghilangkan resiko terkenanya cidera. Berikut cara meluncur saat akan melakukan renang.

1. Pertama yaitu berdirlahi di pinggir kolam dengan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
2. Posisi badan dibungkukan sehingga tampak sejajar dengan permukaan air, lalu kedua belah
tangan diluruskan dan mengapit telingga.
3. Tolakan kaki yang berada di dinding kolam kuat-kuat, lalu tubuh atau badan akan meluncur ke
depan.
4. Kedua lengan dan kedua kaki lurus ke depan.
5. Posisi badan berada di permukaan air (stream line) dengan tubuh lurus dan jagalah
keseimbangan.

2. Latihan Gerakan Kaki

Untuk berlatih gerakan kaki pada renang gaya dada dapat Anda simak langkah-langkah berlatih
gerakan kaki saat renang gaya dada berikut.

1. Posisi badan terlungkup atau tengkurap.


2. Berpeganganlah pada dinding kolam reanang.
3. Posisi kepala berada di permukaan air dan kedua kaki dalam posisi lurus.
4. Kedua kaki ditarik ke arah samping lalu kedua kaki diluruskan kembali, seperti pada kaki katak
ketika sedang berenang.
5. Saat kedua kaki diluruskan buatlah lecutan pada saat kaki ditutupkan.
6. Kondisi kedua kaki rileks.
7. Lakukanlah secara terus menerus dan berulang ulang sampai Anda menguasainya dengan baik.
3. Latihan Gerakan Tangan
Untuk mengetahui cara melatih gerakan tangan pada renang gaya dada dapat Anda simak berikut
ini.

1. Letakan kedua kaki pada dinding kolam.


2. Luruskan kedua tangan dan posisi kepala keluar dari permukaan air.
3. Tariklah kedua tangan secara bersama ke arah dada bawah sambil telapak tangan mengayuh air.
4. Pada latihan gerakan tangan ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan bantuan papan
peluncur.

4. Latihan Mengambil Nafas


Untuk melakukan pernafasan pada renang gaya dada ini dapat Anda lakukan pada saat kedua
tangan di tarik ke bagian samping, lalu kepala diangkat ke atas sambil mengambil udara. Untuk
mengeluarkannya dapat Anda keluarkan di dalam air secara perlahan-lahan.

2. RenangGaya Punggung(Pengertian, Teknik Dasar)

Pengertian Renang Gaya Punggung

Renang Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap permukaan
air. Gerakan kaki dan tangan serupa degnan gaya bebas, tetapi dengan posisi tubuh telentang
di permukaan air kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggir seperti
gerakkan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau
membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya
melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Seaktu berlomba, perenang memperkirakan
dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.

Renang Gaya Punggung disebut juga dengan Back Crawl Stroke,


Teknik Dasar Renang Gaya Punggung
Teknik dasar renang gaya punggung atau prinsip-prinsip mekanis renang gaya punggung sama
seperti yang terdapat pada renang gaya lainnya. Teknik renang gaya punggung dapat dibagi
menjadi seperti berikut.

 Posisi Badan
 Gerakan Kaki
 Gerakan Lengan
 Gerakan Pengambilan Nafas
 Koordinasi Gerakan

1. Posisi Badan
1. Teknik Meluncur
Mengambang dengan posisi badan terlentang merupakan keunggulan dalam renang gaya
punggung ini. Untuk pemula mungkin sulit melakukan posisi tidur terlentang tersebut,
dikarenakan takut jika tenggelam. Justru posisi tubuh terlentang mengakibatkan posisi kepala
menghadap ke atas, sehingga dapat bernafas dengan leluasa.

Berikut merupakan cara latihan posisi meuncur renang gaya punggung.

– Kedua tangan memegang pada dinding tepi kolam.

– Kedua kaki dibengkokkan ke atas dan menumpu pada dinding kolam dengan kuat.

– Posisi kedua lutut berada di antara kedua lengan.

– Pegangan dilepaskan lalu kepala diluruskan ke belakang, dan pada waktu itu kedua kaki
mendorong dengan kuat, dan menjadikan tubuh terdorong ke belakang.

– Wajah tetap berada di atas permukaan airdan kedua lengan berada disisi badan atau tubuh.

– Lakukanlah berkali-kali sampai bisa meluncur dengan sikap terlentang dengan benar

1. Bentuk-bentuk posisi badan meluncur


1) Tahap Persiapan

– Terapung terlentang kedua belah tangan berada di samping tubuh.

– Tariklah ibu jari ke atas menyusur ke samping badan.


– Ibu jari menyentuh bahu.

– Putar pergelangan tangan Anda mengarah keluar.

2) Tahap Pelaksanaan

– Rentangkanlah lengan ke arah luar dan juga ke atas.

– Lengan diluruskan rata rata bahu atau tingginya sama dengan bahu.

3) Tahap Lanjutan

– Kedua lengan menempel di samping tubuh, badan rileks dengan merasakan luncuran.

– Meluncur dengan menggunakan pelampung, peganglah pelampung dengan kedua tangan lurus
di atas kepala.

– Meluncur tanpa pelampung, berdiri di dinding kolam dengan posisi badan menghadap
dinding, Lalu doronglah kedua kaki dengan kuat ke arah belakang dan kedua lengan ke arah
belakang.

2. Gerakan Kaki
Teknik gerakan kaki pada renang gaya punggung intinya sama dengan renang gaya bebas, hanya
saja renang gaya punggung dilakukan secara terlentang atau badan menghadap ke atas. Dengan
cara menggerakan kedua kaki secara bergantian ke arah atas dan juga ke bawah.

3. Gerakan Lengan
Teknik gerakan lengan pada renang gaya punggung dibedakan menjadi tiga yaitu.

-- Fase Menarik

Gerakan menarik pada renang gaya punggung dilakukan setelah telapak tangan masuk sekitar
beberapa inchi dari permakaan air hingga mencapai titik maksimal tekukan siku atau telapak
tangan berada di samping luar bahu.

– Fase Mendorong

Gerakan mendorong pada renang gaya punggung ini dilakukan saat akhir tarikan tangan.
Gerakan tangan mendorong ke belakang dan juga ke bawah.
– Fase Istirahat

Dimulai dari tangan keluar dari permukaan air dengan posisi ibu jari keluar terlebih dahulu.
Setelah tangan di atas bahu, (posisi lengan tegak lurus dengan posisi bahu), tangan diputar
keluar, kemudian masuk pada permukaan air dengan posisi jari kelingking masuk lebih dulu.
Pada proses istirahat ini harus dilakukan dengan cara rileks, seirama dengan lengan yang
bergerak menarik dan juga mendorong.

4. Gerakan Pengambilan Nafas


Geraka nafas pada renang gaya punggung lebih mudah dilakukan daripada renang gaya bebas,
renang gaya dada atau katak, maupun renang gaya kupu-kupu. Karena posisi tubuh saat berenang
gaya bebas menghadap ke atas jadi, kita dapat menghirup udara dengan leluasa. Gerakan nafas
pada renang gaya ini adalah dengan mengambil nafas atau udara pada saat istirahat dari salah
satu lengan dan mengeluarkannya saat istirahat dari lengan yang lainnya.

5. Koordinasi Gerakan
Koordinasi gerakan renang gaya punggung adalah rangkaian gerakan renang gaya punggung
yang terpadu yang terdiri dari gerakan meluncur, kemudian dilanjutkan dengan gerakan kaki,
gerakan lengan dan juga pernafasaan, sehingga dapat terbentuk renang gaya punggung yang
benar.

6. Start Renang Gaya Punggung


Pada renang gaya punggung ini teknik start juga berbeda dari gaya renang yang lain, karena pada
renang gaya ini posisi start dilakukan di dalam air. Untuk mengetahui caranya dapat Anda simak
berikut.

Teknik start pada renang gaya punggung yaitu.

– Posisi tangan dan juga kaki menggantung sebelum dimulai.

– Tarik kedua lengan hingga menekati dinding kolam lalu lanjutkan dengan gerakan menolak.

– Pada waktu yang sama saati kedua kaki ditolakan, kedua tangan diayun dan posisi kepala
menengadah.

– Pada ayunan lengan bergerak membuka ke samping.

– Setelah kaki menolak, posisi lengan harus sudah lurus.

– Saat tubuh atau badan masuk ke permukaan air, lentingkanlah tubuh sedemikian rupa.
– Posisi tubuh atau badan meluncuh di bawah permukaan air.

7. Pembalikan Renang Gaya Punggung


Cara untuk membalik pada renang gaya ini dilakukan dengan setengah salto. Berikut merupakan
teknik berbalik pada renang gaya punggung.

 Tangan kiri menyentuh pada dinding tepi kolam, lalu lutut dibengkokkan dan ditarik.
 Dengan bantuan dari tarikan tangan, lutut diarahkan pada lengan yang berada pada dinding
kolam.
 Dayangan oleh tangan dan tarikan yang dilakukan oleh lutut membentuk setengah salto
mengantarkan kedua lengan tiba di dinding kolam.
 Setelah tiba di dinding kolam, kedua lengan diluruskan ke atas kepala.
 Tolakan kaki dilakukan serentak dengan meluruskan kedua lengan.
 Lalu tubuh atau badan meuncur dari dinding kolam.

3.RenangGaya Kupu-kupu(Pengertian, Teknik Dasar)

Pengertian Renang Gaya Kupu-kupu

Renang Gaya Kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dimana posisi dada menghadap ke
permukaan air. Kemudian kedua belah lengan ditekan ke bawah secara bersamaan dan
digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sedangkan untuk kedua belah kaki
menendang ke bawah secara bersamaan dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-
lumba. Untuk mengambil nafas hal yang dilakukan adlaah udara dihembuskan dengan kuat-kuat
dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika
kepala berada di luar air

Renang Gaya kupu-kupu juga disebut dengan gaya lumba-lumba, karena gerakannya mirip
dengan gerakan lumba-lumba.
Teknik Dasar Renang Gaya Kupu-kupu

1. Posisi Badan
Dalam renang kita perlu ingat bahwa badan harus diusahakan sedatar mungkin dengan
permukaan air. Pada renang gaya ini terjadi gerakan naik dan turun secara vertikal sesuai dengan
irama kaki dan dan pukulan dolphin. Pada renang gaya bebas, renang gaya dada, dan juga renang
gaya punggung tidak dijumpai gerakan naik dan turun seperti pada gerakan renang gaya kupu-
kupu. Dengan adanya gerakan naik dan turun pada renang gaya kupu-kupu maka tahanan depan
akan bertambah, jadi untuk membentuk posisi yang datar seperti renang gaya yang lain tidak
mungkin. Namun demikian haruslah menjaga tahanan depan yang dihasilkan dari renang gaya
kupu-kupu ini sekecil mungkin, dengan berusaha agar posisi badan atau tubuh sedatar mungkin.

Perlu untuk diketahui bahwa ada 2 hal yang dapat menghasilkan posisi tubuh yang streamline.

 Ketika waktu akan bernafas usahakan kepala naik sedikit saja asalkan bagian mulut telah keluar
dari permukaan air dan cukup untuk menghirup udara. Ketika telah mengambil udara dengan
cukup, dengan cepat kepala tunduk kembali untuk menjaga badan tetap streamline.
 Ketika melakukan tendangan dari kedua kaki yang merupakan pukulan dolphin, diusahakan
untuk tidak terlalu dalam, karena pukulan yang dalam malah mengakibatkan penambahan
tahanan depan saja. Tendangan kedua kaki dilakukan dengan menekuk kedua kaki Anda pada
persendian lutut kemudian diluruskan kembali dengan cukup keras. Pada saat menekuk kedua
kaki diusahakan sedkit saja jangan terlalu dalam. Jika terlalu dalam maka tendangan kaki tidak
terlalu efisien dan tahanan depan menjadi besar dengan begitu akan menghasilkan badan atau
tubuh yang tidak streamline.
2. Gerakan Kaki
Pada gerakan renang gaya kupu-kupu sebenarnya sama dengan gerakan kaki pada renang gaya
bebas. Bedanya hanya pada renang gaya bebas gerakan kaki digerkan secara bergantian,
sedangkan pada renang gaya kupu-kupu gerakan kaki digerakkan secara bersamaan.

Berikut merupakan urutan gerakan kaki pada renang gaya kupu-kupu.

 Posisi atau keadaan kaki lurus samapai dengan telapak kaki.


 Gerakan kaki ke atas dilakukan dengan kaki membengkokan kaki pada persendian lutut.
Bengkoknya kaki ini tidak besar sehingga hanya sebagian jari-jari kaki saja yang ke luar
permukaan air.
 Tendangan kaki ke bawah dilakukan dengan keras terutama pada punggung kaki. Dilakukan
dengan cara meluruskan kedua belah kaki dari sikap membengkok.
 Tendangan kaki ini masih berjalan, terlihat sikap kaki lurus dari sikap yang bengkok.
 Setelah tendangan kaki ke arah bawah selesai atau berakhir. Maka kaki digerakkan ke arah atas
dari posisi kaki yang lurus, kemudian ditekuk pada persendian lutut.
3. Gerakan Lengan
Gerakan lengan pada renang gaya kupu-kupu harus digerakan secara bersamaan atau serentak
antara lengan kanan dan kiri.
Gerakan lengan pada renang gaya kupu-kupu dapat dibagi menjadi 2 yaitu gerakan recovery dan
gerakan mendayung.

 Gerakan Recovery
Gerakan recovery pada lengan adalah gerakan yang dimulai dari akhir gerakan mendayung dan
berakhir ketika akan mendayung. Setelah tangan keluar dari permukaan air lalu tangan mulai
dilemparkan ke depan pada posisi yang rendah dalam bentuk parabola yang datar. Lakukanlah
gerakan tersebut dengan rileks. Kedua tangan masuk ke air pada titik sedkit di luar bahu. Pada
gerakan recovery lengan ini dilakukaan secara serempak dan simetris antara lengan kanan dan
kiri.

 Dayungan Lengan
Gerakan mendayung pada renang gaya punggung terdiri dari gerakan menarik (pull) dan juga
gerakan mendorong (push). Setelah tangan masuk ke dalam air kemudian mulailah dengan
lengan ke arah lurus lalu gerakan berubah arah dengan memutar ke arah dalam. Ketika berputar
ke dalam lengan ditekuk kurang lebih 135 derajat pada sudut siku. Gerakan ke dalam ini masih
termasuk ke dalam gerakan tarikan (pull). Untuk gerakan selanjutnya yaitu lengan berubah arah
yaitu memutar keluar. Gerakan lengan memutar tersebut merupakan gerakan dorongan dari
lengan. Kemudian jika kita melihat akhir dari dorongan gerakan telapak tangan pada renang gaya
kupu-kupu ketika mendayung adalah sebagai berikut.

Setelah telapak tangan mulai masuk ke dalam permukaan air gerakanlah ke arah luar untuk
kemudian ke arah dalam dan selanjutnya keluar lagi hingga gerakan mendayung selesai. Gerakan
pada telapak tangan akan membentuk seperti bentuk lubang kunci. Selama gerakan dayungan
telapak tangan menyesuaikan gerakannya, pada saat gerakan keluar telapak tangan menghadap
keluar, Ketika saat putaran ke dalam telapak tangan yang tadinya menghadap keluar menjadi
menghadap ke dalam dan saat gerakan memutar keluar maka telapak tangan memutar dari yang
tadinya menghadap ke dalam menjadi menghadap keluar. Kecepatan untuk gerakan dimulai dari
arah pelan ke arah keras, sehingga ketika dorongan harus dilakukan dengan sekeras-kerasnya.
Jika kita memperhatikan sebenarnya gerakan lengan pada gaya kupu-kupu sama seperti gerakan
lengan pada gaya bebas baik itu gerakan recovery maupun gerakan mendayung. Yang
membedakan keduanya adalah, jika pada gerakan lengan gaya bebas dilakukan secara bergantian
antara lengan kanan dan kiri, akan tetapi pada gerakan lengan renang gaya kupu-kupu ini
dilakukan secara serempak dan juga simetris antara lengan kanan dan kiri.

Urutan gerakan lengan pada renang gaya kupu-kupu adalah sebagai berikut.

Lengan saat akhir dayungan untuk persiapan recoveryLengan saat pelaksanaan recovery dengan
cara melemparkan lengan ke arah samping permukaan air.

 Lengan saat akhir recovery dimana kedua tangan masuk ke dalam permukaan air di depan kepala
pada garis bahu.
 Kedua lengan masuk ke dalam permukaan air dengan posisi sikap tunduk.
 Kedua lengan mulai untuk melakukan tarikan ke arah luar.
 Kedua lengan mulai bergerak ke arah dalam masih termasuk dalam tarikan menekuk lengan pada
persendian siku.
 Kedua lengan mulai dengan dorongan ke arah dalam.
 Kedua lengan saat akhir dayungan dimana posisi kedua ibu jari menyentuh paha.

4. Pernapasan
Proses pernafasan pada renang gaya kupu-kupu sama dengan prose pernafasan pada renang gaya
dada yaitu dengan mengangkat kepala ke depan. Pengangkatan kepala ini dilakukan pada saat
aakhir dari gerakan tarikan dan mulai dari gerakan dorongan lengan. Pada saat melakukan
pernafasan diusahakan kepala naik sedikit saja asalkan cukup untuk menghirup udara.
Pengambilan nafas ini dilakukan dengan cara menarik nafas lewat mulut dengan cepat,
secepatnya setelah mengambil nafas yang cukup, kepala dengan cepat diturunkan kembali agar
tidak tahanan depan tidak bertambah. Pengeluaran udara dilakukan di dalam air dan dikeluarkan
dari hidung dengan cepat.

5. Koordinasi Gerakan
Pada renang gaya kupu-kupu harus ada persesuaian antara geraan lengan dan kaki. Khususnya
pada sikap tubuh yang naik turun secara vertikal lengan, meliuk-liuk seperti ikan dolphin yang
berenang. Pada 1 kali putaran lengan terjadi 2 kali putaran pada kaki, keras dan juga lemah.
Ketika permulaan tarikan dilakukan tendangan kaki yang pertama (keras) dan pada saat
dorongan lengan dilakukan tendangan kaki yang kedua (lemah).

4. Renang Gaya Bebas (Pengertian, Teknik Dasar, Tips)

1. Pengertian Renang Gaya Bebas

Renang gaya bebas adalah renang yang dilakukan dengan sikap tubuh telungkup dan gerakan
kedua kaki menyerupai gerakan katak. Untuk berenang diperlukan penguasaan teknik dasar.
Misalnya, meluncur, menggerakkan lengan dan tungkai, serta pengambilan napas. Ciri khas gaya
bebas adalah seluruh anggota badan berada dalam satu garis lurus. Gerakan kedua lengan berada
pada permukaan air. Gaya ini merupakan gaya tercepat dalam renang.

1. Teknik Dasar Renang Gaya Bebas


Teknik dasar yang harus dikuasai dalam renang gaya bebas adalah sebagai berikut

1. Posisi tubuh di kolam


Posisi tubuh pada waktu renang gaya bebas harus rata-rata air (streamline) mulai dari kaki
hingga kepala

2. Latihan meluncur
Cara melakukannya sebagai berikut.

3. Berdiri di pinggir kolam dan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
b. Badan dibungkukkan ke depan sejajar dengan permukaan air dan kedua lengan diluruskan.
c. Tolakan kaki yang menempel pada dinding kolam sekuat-kuatnya dan pertahankan agar badan
tetap lurus.
d. Pertahankan posisi kaki dan tangan tetap lurus sejajar dengan permukaan air sampai berhenti.
Usahakan jangan mengambil napas selama dalam keadaan meluncur.
e. Lakukan berulang-ulang sampai memiliki kecepatan dan jauh ke depan.
3. Gerakan kaki

Cara melakukannya sebagai berikut.


a. Latihan gerakan kaki dapat dilakukan secara bersama-sama pada waktu latihan meluncur.
b. Atau dengan cara berdiri menghadap dinding kolam, kedua tangan berpegangan pada dinding
kolam.
c. Kedua kaki diluruskan ke belakang dengan posisi badan telungkup.
d. Kaki digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian dalam keadaan lemas (rileks).
e. Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha.

4. Gerakan tangan

a. Latihan di tempat
Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Berdiri dengan badan dibungkukkan dan kedua tangan lurus.
2) Kemudian tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air sampai berada di bawah badan.
3) Pada waktu tangan sampai di bawah badan, siku cepat dibengkokkan dan tangan diangkat.
4) Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
5) Lakukan secara berulang-ulang.

b. Latihan sambil meluncur


Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Kedua tangan dilemparkan ke depan secara bergantian kemudian tangan mendayung.
2) Pada waktu tangan mendayung, tubuh sedikit miring.
3) Agar tubuh dapat melaju lurus ke depan, tangan masuk ke kolam pada satu detik.
5. PernapasanMengambil napas renang gaya bebas dilakukan dengan cara berikut.
a. Mengambil napas dengan memiringkan kepala hingga mulut di atas permukaan air, kemudian
muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan napas.
b. Mengambil napas hanya boleh memiringkan kepala ke satu arah, yaitu ke kanan atau kiri saja.
c. Gerakan mengambil napas dilakukan bersamaan tangan mendayung.

6. Koordinasi gerakan kaki dan lengan Cara


melakukannya sebagai berikut.
a. Meluncur di kolam renang.
b. Gerakkan kedua kaki ke atas dan ke bawah bergantian dengan pusat gerakan di pangkal paha.
c. Tarik lengan kanan ke bawah dada dengan siku ditekuk, kemudian melanjutkan dengan
mendorong lengan kanan ke belakang sampai lurus. Telapak tangan menghadap ke belakang di
samping paha.
d. Tarik lengan kanan ke atas dengan siku ditekuk, kemudian masukkan telapak tangan ke depan
sampai lurus.
e. Tarik lengan kiri ke bawah seperti gerakan lengan kanan.
f. Gerakan lengan kanan dan kiri secara bergantian.

7. Koordinasi gerakan lengan dan pernapasan Latihan


koordinasi gerakan lengan dan mengambil napas dilakukan dengan cara berikut.
a. Posisi awal dengan meluncur disusul gerakan tangan.
b. Gerakan lengan dilemparkan ke depan secara bergantian.
c. Pada waktu mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk mengambil napas, kemudian
muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan udara.
d. Gerakan ini dilakukan secara terus-menerus.

8. Koordinasi teknik dasar renang gaya bebas

Latihan koordinasi teknik dasar renang gaya bebas sebagai berikut.


a. Posisi awal dengan meluncur.
b. Melakukan gerakan kaki dengan dipukulkan naik-turun secara bergantian.
c. Gerakan lengan dilempar ke depan secara bergantian.
Pada saat melakukan putaran tangan gaya bebas, pastikan anda juga memutar pinggang dan bahu
dalam satu gerakan, agar anda mendapatkan jangkauan yang maksimal, serta memudahkan anda
dalam melakukan gerakan tangan, serta memudahkan anda untuk menolehkan kepala pada saat
bernafas.