Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

S
PRE - POST OP Cf. ANGKLE DAN Cf.
ANTEBTRACHII
DIBANGSAL BINAHONG RSUD PANDAN ARANG

DISUSUN OLEH :
ANDRIAN KURNIAWAN
P.1905001

PROGRAM STUDI PROFESI NERS XIV


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KLATEN
Tahun Ajaran 2019/2020
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S
PRE – POST OP Cf. ANGKLE DAN Cf. ANTEBTRACHII
DIBANGSAL BINAHONG RSUD PANDAN ARANG

Hari/tanggal : Senin, 13 Januari 2020


Jam : 09.00 WIB
Ruang : Binahong
Perawat : Andrian Kurniawan

I. IDENTITAS
PASIEN
a. Nama : Tn. S
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. Umur : 57 tahun
d. Agama : Islam
e. Status Perkawinan : Menikah
f. Pekerjaan : PNS Pertanian
g. Pendidikan terakhir : SMA
h. Alamat : Paingan, Musuk, Boyolali
i. No.CM : 0602xxxx
j. Diagnostik Medis : Cf. Angkle, Cf. antebrachii

PENANGGUNG JAWAB
a. Nama : Ny.S
b. Umur : 56tahun
c. Pendidikan : SMP
d. Pekerjaan : IRT
e. Alamat : Paingan, Musuk, Boyolali

II. RIWAYAT KEPERAWATAN


a. Riwayat Kesehatan Pasien
Riwayat Penyakit Sekarang
A. Keluhan utama
Pasien mengatakan nyeri pada kaki kanan, tangan kiri.

B. Kronologi penyakit saat ini


Pasien mengatakan habis jatuh dari pohon rambutan, tangan kiri
tulang retak dan kaki kanan luka robek sampai tulang kemudian
dibawa ke IGD dan sudah dilakukan tindakan pemasangan infus RL
20 tpm, perawatan luka, terapi yang di berikan yaitu Inj claneksi,
ceftriaxone dan ketorolac, setelah selesai pindah ke bangsal binahong
pukul 23.30 untuk dilakukan perawatan pre operasi.
C. Riwayat Penyakit Masa Lalu
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit

b. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


Genogram

Keterangan :
: Meninggal

: Laki-laki

: Perempuan
: Tinggal Serumah
: Garis Perkawinan
: Garis Keturunan
Penjelasan :
Pasien mengatakan di dalam keluarga tidak ada yang memiliki riwayat
penyakit menular maupun keturunan dan tidak ada riwayat tindakan
operasi yang di alami keluarga Tn.

III.PENGKAJIAN BIOLOGIS
A. RASA AMAN DAN NYAMAN
Pasien mengeluh kaki kanan dan tangan kirinyeri
P = Paliatif/provokatif Nyeri kaki kanan dan tangan
kiri post jatuh
Q = Quality Seperti di tusuk-tusuk
R = Regio/tempat Kaki kanan dan tangan kiri
S = Skala 5
T = Time/Waktu Hilang timbul

B. AKTIFITAS ISTIRAHAT – TIDUR


1. AKTIFITAS
a. Sebelum sakit
Pasien mengatakan aktivitas sebelum sakit tidak ada
gangguan dan dapat melakukan aktivitas mandiri
b. Saat sakit
Pasien tidak pernah melakukan olahraga, hanya terbaring di
rumah sakit. Saat beraktivitas pasien di bantu oleh keluarga
seperti makan, minum, mandi karena kaki kanan dan tangan
kiri terluka.
SKORE
AKTIFITAS
0 1 2 3 4
Mandi √
Berpakaian/berdandan √
Mobilisasi di tempat √
tidur
Pindah √
Ambulasi √
Makan/ minum √

Keterangan :
Skore 0 : Aktifitas secara mandiri
Skore 1 : Aktifitas dibantu sebagian
Skore 2 : Aktifitas perlu dibantu orang lain
Skore 3 : Aktifitas perlu dibantu orang lain dan alat
Skore 4 : Aktifitas tergantung keseluruhan / tidak mampu
Kesimpulan: skore pasien 2 yaitu aktivitas perlu di bantu orang
lain

2. TIDUR
a. Sebelum sakit
Sebelum sakit pasien mengatakan waktu tidurnya mulai jam
20.00 WIB dan bangun jam 04.00 WIB
b. Saat sakit
Pasien mengatakan susah untuk tidur karena nyeri yang di
alami oleh pasien dan batuk, tidur kurang lebih hanya 4-6 jam.

3. ISTIRAHAT
a. Sebelum sakit
Pasien mengatakan sebelum sakit tidak ada gangguan istirahat,
tidak pernah meluangkan waktu untuk melakukan istirahat,
untuk kegiatan mengisi waktu luang pasien hanya duduk , liat
TV, dan berbaring saja.
b. Saat sakit
Pasien mengatakn saat sakit ini pasien hanya tidur berbaring
karena kaki kanan dan tangan kiri di perban post op dan
istirahat mengalami gangguan karena merasa nyeri di bagian
kaki kanan dan tangan kiri yang terbungkus perban.
4. CAIRAN
a. Sebelum sakit
Pasien mengatakan bahwa ia selalu meminum air putih kurang
lebih 2500 cc per hari, terkadang di tambah 2-3 gelas teh
hangat gelas 200 cc

b. Saat sakit
Saat di rawat ini pasien mendapat asupan cairan dari infus dan
minuman dari ahli gizi kurang lebih 700 cc dan pasien masih
minum air putih 600 cc dari rumah yang di bawakan
keluarganya.

5. NUTRISI
a. Sebelum sakit
Pasien mengatakan setiap hari makan 3x sehari tidak menentu.
Untuk lauk pauk keluarga pasien mengatakan lauk pauk dengan
keluarga pasien mengatakan lauk pauk dengan seadanya
terkadang enak terkadang biasa saja. Untuk pemenuhan nutrisi
lainnya pasien tidak atau jarang makan buah atau minum susu.
Pasien mengatakan tidak memiliki alergi terhadap makanan.

b. Saat sakit
Pada saat sakit pasien mengatakan hanya makan makanan yang
di berikan oleh ahli gizi saja.

6. ELIMINASI: URINE DAN FESES


a. Sebelum sakit
1) Feses
Pasien mengatakan tidak ada masalah dalam buang air besar
dengan frekuensi 1x sehari setiap pagi dengan konsistensi
lembek, bau khas, warna kuning kecoklatan.
2) Urine
Pasien mengatakan tidak ada masalah dalam buang air kecil
dengan frekuensi 4-6x sehari dengan pancaran kuat. Pasien
mengatakan kurang lebih 250 cc sekali buang air kecil
dengan bau khas(amoniak) dengan warna kuning bening.
b. Saat sakit
1) Feses
Pada saat sakit pasien mengatakan belum buang air besar
semenjak di rawat di rumah sakit
2) Urine
Pasien terpasang DC kateter dan urine bag terisi kurang
lebih 700cc/ hari.

7. KEBUTUHAN OKSIGENASI DAN KARBONDIOKSIDA


a. Sebelum sakit
Pasien mengatkan sebelum sakit tidak mengalami gangguan
pernafasan.
b. Saat sakit
Pasien tampak terpasang 02 kanul nasal 3 lpm.

8. PERSONAL HYGIENE
a. Sebelum sakit
Pasien mengatakan mandi 2x sehari terkadang tidak
keramas.pasien terbiasa keramas 2 hari sekali.pasien
mengatakan tidak menggosok gigi karena gigi pasien ompong.
b. Saat sakit
Pasien mengatakan tetap mandi 2x sehari namun dengan
bantuan keluarga dengan di lap air hangat di tempat tidur.

9. SEX
Pasien sudah menikah dan memiliki 3 anak dan tidak mengalami
gangguan alat reproduksi

IV. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL


A. Psikososial
Pasien menganggap sakitnya adalah cobaan dari Allah SWT. Pasien
ikhlas menerimanya. Pasien senang terhadap keluarganya, keluarga
pasien sangat sayang terhadap pasien.
B. Hubungan sosial
Pasien sebelum di rawat, berhubungan dan berkomunikasi baik dengan
tetangga atau orang sekitar tempat tinggal, setelah sakit ini pasien
hanya bisa berinteraksi dengan keluarga dan warga RS saja.
C. Spiritual
Pasien muslim, sholat 5 waktu. Pasien selalu berangkat ketika ada
pengajian dan ceramah islam di desanya. Tetapi saat di rumah sakit ini
pasien tidak beribadah karena tidak memungkinkan menjalankan
ibadah sholat.

V. PEMERIKSAAN FISIK
A. KEADAAN UMUM
1. Kesadaran : Composmentis , GCS : 15 (E4M6V5)
2. Keadaan umum : sedang
3. Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Respirasi : 24 kali/menit
Suhu : 36oC
Nadi : 90 kali/menit

4. Pertumbuhan fisik : Postur tubuh tegap


TB : 163 cm BB : 60 Kg
5. Keadaan kulit
Warna kulit sawo matang, tidak sianosis, bersih, turgor kulit baik
(CRT <2 detik), kulit sedikit kering dan tidak terdapat oedema
serta kelainan kulit lainnya.

B. PEMERIKSAAN CEPALO KAUDAL


1. Kepala
a. Bentuk simetris, pertumbuhan rambut normal, kulit kepala
sedikit kering.
b. Mata bersih, penglihatan masih baik, pupil isokor, sklera tidak
ikterik, konjungtiva tidak anemis.
c. Telinga kanan dan kiri berbentuk simetris, bersih, tidak
terdapat sekret, pendengaran masih bagus dan tidak terdapat
nyeri telinga.
d. Hidung berfungsi dengan baik, penciuman masih bagus, tidak
terdapat polip, tidak terdapat sekret dan tidak nyeri hidung.
e. Mulut berfungsi dengan baik, kemampuan bicara normal,
bentuk bibir normal, mukosa lembab, dan susunan gigi rapi.
2. Leher
Bentuk normal, tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, tidak
terdapat benjolan pada kelenjar getah bening, tidak ada tonsil, dan
tidak terdapat nyeri telan.
3. Dada : Paru-paru dan jantung
Paru-paru
 Inspeksi : bentuk dada simetris, tidak terdapat kelainan
bentuk, tempat retraksi otot dada, nafas spontan, terdapat jejas
dan sinistra
 Palpasi : ekspansi dada saat bernafas simetris dan tidak
terdapat nyeri tekan
 Perkusi : sonor
 Auskultasi : suara nafas vesikuler, ada suara tambahan yaitu
whezing
Jantung
 Inspeksi : tidak terdapat pembesaran/tonjolan
 Palpasi : tidak terdapat massa, dan tidak nyeri tekan
 Perkusi : pekak
 Auskultasi : bunyi jantung lup-dup
4. Abdomen
 Inspeksi : terdapat jejas dan sinistra
 Auskultasi : bising usus 7 kali/menit
 Perkusi : tidak ada tanda distensi, tidak ada udara/ massa
 Palpasi : tidak terdapat massa dan nyeri tekan
5. Genetalia
Terpasang dower cateter, tidak terdapat kelaianan genetalia, tidak
teraba penumpukan urine.

6. Ekstremitas
Atas : ekstremitas atas lengkap, tidak terdapat kelainan jari,
tonus otot terlihat, tangan kiri susah di gerakan karena tulang retak
dan terbungkus perban.

Bawah : ektremitas bawah lengkap. Tidak terdapat kelainan jari,


tidak terdapat edema, bentuk kaki normal, tidak terdapat verises,
kaki kanan terdapat luka jahit post op dan terbungkus perban.
Skala kekuatan otot :
5 1
1 5
Keterangan :
Skala 0 : otot sama sekali tidak mampu bergerak
Skala 1 : tampak kontraksi atau sedikit gerakan

Skala 2 : mampu menahan gerak yang ringan, dan menahan


gaya gravitasi saja

Skala 3 : mampu menahan gerak walau sedikit didorong


tetapi tidak mampu melawan tekanan
Skala 4 : kekuatan otot kurang dibandingkan sisi lain
Skala 5 : kekuatan otot utuh

VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG


A. Hasil laboratorium darah lengkap (13 Januari 2020)
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI
RUJUKAN
HEMATOLOGI
Hematologi Rutin
Lekosit 8320 /UL 4000-12000
Eritrosit 3.96 Juta/UL 3.7 ~ 5.7
Hemoglobin 12.7 gr/dl 11.5 ~ 13.5
Hematokrit 36 % 33.0 ~ 43.0
Trombosit 245 Ribu/UL 140 ~ 392
Index Eritrosit
RDW-CV 11.5 % 11.5 ~ 14.5
MCV 91.2 fl 80 ~ 100
MCH 32.0 pg 26 ~ 34
MCHC 35.0 % 32 ~ 36
Hitung Jenis
Neutrofil 75.60 H % 50 ~ 60
Limfosit 15.50 % 25 ~ 40
Monosit 7.70 % 2~8
Eosinofil 1.00 % 1~5
Basofil 0.20 % 0~1

B. Hasil Rontgen Thorax :


-Pulmo dan besar cor dalam batas normal
-sistema tulang yang tervisualisasi intak
C. Hasil USG :
Fatty Liver. Vesica Fellea, Lien, Pankreas, Ren, Vesica urinaria baik
Tak tampak Intra abdomeinal bleeding

VII. TERAPI YANG DIBERIKAN


A. Inj ketorolac /8jam
B. Inj ranithidine /12jam
C. Inj ATS
D. Inj cefazolin 1gr/12jam
E. Inj ceftri 1gr /12jam

VIII. ANALISA DATA


DATA ETIOLOGI MASALAH
KEPERAWATAN

Data Subyektif : Nyeri Akut Agen Cedera Fisik

 Pasien mengatakan
nyeri kaki kanan dan
tangan kiri post jatuh
P: Luka post jatuh
Q: Tertusuk-tusuk
R: Menetap
S: 5
T: Hilang timbul
Data Obyektif :

 Pasien tampak
merintih kesakitan
 TTV
TD: 130/80 mmHg
N : 90 x/menit
S : 36 °C
RR : 20 x/menit
 Terpasang nasal kanul
3 liter/menit
Data Subyektif : Hambatan molititas Intoleransi aktivitas
 Pasien mengatakan fisik
kesulitan melakukan
aktivitas karena nyeri
dan aktivitas di bantu
keluarga
Data Obyektif :
 Tangan kiri
terbungkus perban
 Kaki kanan
terbungkus perban dan
terpasang spalk
 Aktivitas pasien hanya
tiduran
 Pasien kesusahan
dalam mobilisasi
Data Subyektif Resiko infeksi Prosedur invasif

 Pasien mengatakan
tulang tangan kiri retak,
kaki kanan terdapat
luka robek post

Data Obyektif

 Pasien terpasang infus


 Pasien dc terpasang
kateter
 Terdapat luka di kaki
kanan

IX. PRIORITAS MASALAH


A. Nyeri akut b.d Agen Cedera Fisik
B. Hambatan mobilitas fisik b.d intoleransi aktivitas
C. Resiko infeksi b.d prosedur invasif

X. RENCANA KEPERAWATAN
DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI
KEPERAWATAN KRITERIA HASIL (NIC)
(NOC)
Nyeri akut b.d agen Setelah dilakukan a. Kaji nyeri secara
cedera fisik tindakan keperawatan komprehensif
selama 3x jam shift b. Berikan posisi
diharapkan nyeri nyaman
berkuang dengan c. Ajarkan teknik
kriteria hasil relaksasi nafas
a. Pasien mampi dalam
mengidentifikasi d. Kolaborasi dengan
penyebab nyeri dokter dalam
b. Pasien mampu pemberian terapi
mengontrol nyeri obat
c. Pasien
menyatakan
nyaman setelah
nyeri berkurang
Hambatan mobilitas Setelah dilakukan a. Monitor vital sign
fisik berhubungan asuhan keperawatan pasien
dengan intolerasi selama 3 x jam shift b. Kaji kemampuan
aktifitas diharapkan hambatan pasien dalam
mobilitas fisik dapat mobilisasi
teratasi. c. Ajarkan pasien
Tingkat Ketidak- bagaimana merubah
nyamanan posisi dan berikan
Kriteria Hasil : bantuan k/p
a. Aktivitas pasien
meningkat
b. Mengerti tujuan
dari peningkatan
mobilitas

Resiko infeksi b.d Setelah dilakukan a. Monitor tanda dan


prosedur invasif tindakan keperawatan gejala infeksi
selama 3x jam shift b. Pertahankan teknik
diharapkan tidak aseptik
terjadi infeksi dengan c. Edukasi tentang
kriteria hasil resiko infeksi
a. Tidak ada tanda d. Kolaborasi dengan
dan gejala infeksi dokter dalam
b. Menunjukan pemberian terapi obat
kemampuan untu
mencegah
timbulnya infeksi
c. Lekosit dalam
batas normal
XI. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO. TGL/ IMPLEMENTASI EVALUASI TTD
DX. WAKTU HASIL
2 13/1/20  Memonitoring S:
09.00 tanda-tanda vital Ps mengatakan
bersedia dilakukan
pemeriksaan
O : K/U sedang,
CM
TTV
-TD : 130/80 mmHg
-S : 36oC
-RR : 24 x/menit
-HR : 90 x/menit

1  Mengkaji nyeri S:
komprehensif Ps mengatakan nyeri
di kaki kanan dan
tangan kiri
P: luka robek di kaki
kanan, Q: tertusuk-
tusuk, R: menetap,
S: 5, T: hilang
timbul
O:
-Ps tampak merintih
kesakitan
-terdapat luka robek
tertutup perban

1 09.10  Memberikan S:
posisi nyaman Pasien mengatakan
sedikit lebih nyaman
O:
Posisi pasien semi
flowler

2 10.00  Mengkaji S: Ps mengatakan


kemampuan hanya bisa tiduran
mobilisasi pasien O: pasien tampak
kesulitan mobilisasi
3 10.30  Mengkaji tanda S:
dan gejala infeksi Ps mengatakan tidak
ada keluhan pusing,
atau demam
O:
tidak ada tanda dan
gejala infeksi
1
11.00  Mengajarkan S: Pasien
relaksasi nafas mengatakan nyaman
dalam setelah nyeri
berkurang stlh
relaksasi
O:
pasien mampu
relaksasi nafas
dalam

3
 Pertahankan S: -
teknik aseptik O: cuci tangan
sebelum dan
sesudah tindakan
3
12.00  Mengedukasi S: ps mengatakan
tentang resiko sudah mengerti
infeksi O: ps tampak paham

1,3  Kolaborasi terapi S:


obat Ps mengatakan
bersedia
O:
Inj keto/ 8jam (+)
Inj ceftri 1gr/ 8jam
(+)

2 13.00  Mengajarkan S: pasien


merubah posisi mengatakan
bersedia
O: pasien belum
mampu merubah
posisi secara
mandiri
2 14/1/20  Memonitoring S:
20.30 tanda-tanda vital Ps mengatakan
bersedia dilakukan
pemeriksaan
O : K/U sedang,
CM
TTV -TD : 120/80
mmHg, S : 36,5oC,
RR : 22 x/menit, HR
: 80 x/menit

1 21.00  Mengkaji nyeri S:


komprehensif Ps mengatakan nyeri
berkurang
P: luka robek di kaki
kanan, Q: tertusuk-
tusuk, R: menetap,
S: 4, T: hilang
timbul
O:
-Ps tampak merintih
kesakitan
-terdapat luka robek
tertutup perban

S: Ps mengatakan
2 21.30  Mengkaji hanya bisa tiduran
kemampuan O: pasien tampak
mobilisasi pasien kesulitan mobilisasi

3  Mengkaji tanda S:
dan gejala infeksi Ps mengatakan tidak
ada keluhan pusing,
atau demam

O:
tidak ada tanda dan
gejala infeksi

3 22.00  Pertahankan S: -
teknik aseptik O: cuci tangan
sebelum dan
sesudah tindakan

1,3  Kolaborasi terapi S:


obat Ps mengatakan
bersedia
O:
Inj keto/ 8jam (+)
Inj ceftri 1gr/ 8jam
(+)

2 22.15  Mengajarkan S: pasien


merubah posisi mengatakan
bersedia
O: pasien belum
mampu merubah
posisi secara
mandiri
2 16/1/20  Memonitoring S:
20.30 tanda-tanda vital Ps mengatakan
bersedia dilakukan
pemeriksaan
O : K/U sedang,
CM
TTV
-TD : 120/90 mmHg
-S : 36,7oC
-RR : 22 x/menit
-HR : 80 x/menit

1 21.00  Mengkaji nyeri S:


komprehensif Ps mengatakan nyeri
post OP
P: luka jahit di kaki
kanan ±7cm post op,
Q: tertusuk-tusuk,
R: menetap, S: 2, T:
hilang timbul
O:
-Ps tampak merintih
kesakitan
-terdapat luka jahit
tertutup perban

2 21.30  Mengkaji S: Ps mengatakan


kemampuan bisa miring kanan
mobilisasi pasien kiri - duduk
O: pasien tampak
sedang duduk

3  Mengkaji tanda S:
dan gejala infeksi Ps mengatakan tidak
ada keluhan pusing,
atau demam
O:
tidak ada tanda dan
gejala infeksi

3 22.00  Pertahankan S: -
teknik aseptik O: cuci tangan
sebelum dan
sesudah tindakan
1,3  Kolaborasi terapi S:
obat Ps mengatakan
bersedia
O:
Inj keto/ 8jam (+)
Inj ceftri 1gr/ 8jam
(+)
2
22.15  Mengajarkan S: pasien
merubah posisi mengatakan
bersedia
O: pasien mampu
merubah posisi
secara mandiri
XII. EVALUASI KEPERAWATAN
TANGGAL NO. EVALUASI PROSES TTD
DX
13/1/20 1 S: Andrian
- Ps mengatakan nyeri di kaki kanan dan
tangan kiri
P: luka robek di kaki kanan,
Q: tertusuk-tusuk,
R: menetap,
S: 5,
T: hilang timbul
-Pasien mengatakan sedikit lebih nyaman
-Pasien mengatakan nyaman setelah nyeri
berkurang stlh relaksasi
-Ps mengatakan bersedia
O:
- Ps tampak merintih kesakitan
- Terdapat luka robek tertutup perban
- Posisi pasien semi flowler
- Pasien mampu relaksasi nafas dalam
- Inj keto/ 8jam (+)
A : masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
- Kaji nyeri komprehensif
- Kolaborasi terapi obat

2 S: Andrian
-Ps mengatakan bersedia dilakukan
pemeriksaan
- Ps mengatakan hanya bisa tiduran
- pasien mengatakan bersedia
O: K/U sedang, CM
-Pasien tampak kesulitan mobilisasi
-pasien belum mampu merubah posisi
secara mandiri
TTV
-TD : 130/80 mmHg
-S : 36oC
-RR : 24 x/menit
-HR : 90 x/menit
A: Masalah belum teratasi
P: lanjtkan intervensi
- kaji VS pasien
- kaji kemampuan mobilisasi pasien
- ajarkan pasien merubah posisi
3 S: Andrian
- Ps mengatakan tidak ada keluhan pusing,
atau demam
- ps mengatakan sudah mengerti
- Ps mengatakan bersedia
O:
-Tidak ada tanda dan gejala infeksi
-Cuci tangan sebelum dan sesudah
tindakan
-Ps tampak paham
-Inj ceftri 1gr/ 8jam (+)
A: maslah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
-monitor tanda dan gejala infeksi
-pertahankan teknik aseptik
- kolab terapi obat
14/1/20 1 S: Andrian
- Ps mengatakan nyeri post OP
P: luka jahit di kaki kanan,
Q: tertusuk-tusuk,
R: menetap,
S: 2,
T: hilang timbul
-Pasien mengatakan sedikit lebih nyaman
-Ps mengatakan bersedia
O:
- Ps tampak merintih kesakitan
- Terdapat luka jahit ±7cm tertutup perban
- Inj keto/ 8jam (+)
A : masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
- Kaji nyeri komprehensif
- Kolaborasi terapi obat
2 S: Andrian
-Ps mengatakan bersedia dilakukan
pemeriksaan
- Ps mengatakan bisa miring kanan kiri -
duduk
- pasien mengatakan bersedia
O: K/U sedang, CM
-Pasien tampak kesulitan mobilisasi
-pasien belum mampu merubah posisi
secara mandiri
TTV
-TD : 120/80 mmHg
-S : 36,5oC
-RR : 24 x/menit
-HR : 80 x/menit
A: Masalah belum teratasi
P: lanjtkan intervensi
- kaji VS pasien
\
- kaji kemampuan mobilisasi pasien
- ajarkan pasien merubah posisi
3 S:
Andrian
- Ps mengatakan tidak ada keluhan pusing,
atau demam
- ps mengatakan sudah mengerti
- Ps mengatakan bersedia
O:
-Tidak ada tanda dan gejala infeksi
-Cuci tangan sebelum dan sesudah
tindakan
-Ps tampak paham
-Inj ceftri 1gr/ 8jam (+)
A: maslah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
-monitor tanda dan gejala infeksi
-pertahankan teknik aseptik
- kolab terapi obat

16/1/20 1 S: Andrian
- Ps mengatakan nyeri berkurang
P: luka robek di kaki kanan,
Q: tertusuk-tusuk,
R: menetap,
S: 4,
T: hilang timbul
-Pasien mengatakan sedikit lebih nyaman
-Ps mengatakan bersedia
O:
- Ps tampak merintih kesakitan
- Terdapat luka robek tertutup perban
- Inj keto/ 8jam (+)
A : masalah teratasi sebagian
P:-
2 S:
-Ps mengatakan bersedia dilakukan Andrian
pemeriksaan
- Ps mengatakan hanya bisa tiduran
- pasien mengatakan bersedia
O: K/U sedang, CM
-Pasien tampak sedang duduk
-pasien mampu merubah posisi secara
mandiri
TTV
-TD : 120/90 mmHg
-S : 36,7oC
-RR : 20 x/menit
-HR : 80 x/menit
A: Masalah teratasi
P: -
S:
3
- Ps mengatakan tidak ada keluhan pusing,
Andrian
atau demam
- ps mengatakan sudah mengerti
- Ps mengatakan bersedia
O:
-Tidak ada tanda dan gejala infeksi
-Cuci tangan sebelum dan sesudah
tindakan
-Ps tampak paham
-Inj ceftri 1gr/ 8jam (+)
A: maslah teratasi
P: -