Anda di halaman 1dari 9

SMA KATOLIK W.

R SOEPRATMAN 020 SAMARINDA


Tanggal: 29 Januari 2020

Penelitian Sosial
Judul: Pengaruh aktivitas bermain
game online terhadap motivasi
belajar siswa
Peneliti

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Rumusan Masalah 3
1.3 Tujuan Penelitian 3
1.4 Manfaat Penelitian 3
1.5 Sistematika Penelitian 4

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Landasan Teori 5
2.2 Hipotesis 6

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Pemilihan Subjek Penelitian 7
3.3 Pengumpulan Data 8

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN


4.1 Analisis Data 9
4.2 Hasil Analisis 9

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan 11
5.2 Saran 11

DAFTAR
PUSTAKA 12

Page 2 of 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di Indonesia ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang.
Tuntutan masyarakat semakin kompleks dan persainganpun semakin
ketat, apalagi dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas,
untuk itu perlu disiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, salah
satu upaya meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui jalur
pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi
pengembangan sumber daya manusia karena pendidikan diyakini mampu
meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan
manusia produktif yang mampu memajukan bangsanya, (Kunaryo, 2000).
Pendidikan dalam arti luas didalamnya terkandung pengertian mendidik,
membimbing, mengajar dan melatih. Dalam keseluruhan proses
pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling
pokok.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan
sebagai berikut:
1. Bagaimakah gambaran tentang keadaan sosial ekonomi orang tua siswa kelas VIII
SMP N 2 Menes Kabupaten Pandeglang?
2. Bagaimanakah pengaruhnya kondisi sosial ekonomi orang tua siswa yang
berbeda terhadap prestasi belajar?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan mengadakan penelitian ini adalah:
1. Ingin mengetahui bagaimanakah kondisi sosial ekonomi orang tua siswa
Siswa kelas VIII SMP N 2 Menes dan pengaruhnya terhadap prestasi
Belajar.
2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang
tua siswa yang berbeda terhadap prestasi belajar.

1.4 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis
Dapat mengetahui kondisi sosial ekonomi orang tua siswa SMP N 2 Menes.
2. Manfaat Praktis
Dapat dipakai sebagai data dasar untuk menentukan pengembangan
sekolah di masa mendatang.
.

Page 3 of 9
1.5 Sistematika Penelitian
Sistematika penelitian terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan, bagian isi
penelitian,dan bagian akhir penelitian.
1. Bagian Pendahuluan Bagian ini memuat, judul, kata pengantar.
2. Bagian Pokok

 Bab I Pendahuluan

Bab ini menyajikan pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah,


permasalahan, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan
sistematika penelitan.

 Bab II Kajian pustaka

Bab ini membahas tentang landasan teori yang mencangkup pengertian


keadaan sosial ekonomi, prestasi belajar, kerangka berfikir, dan hipotesis.

 Bab III Metode penelitian.

Bab ini membahas mengenai penentuan obyek penelitian,,metode pengumpulan data,


dan analisis data.

 Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan .

Bab ini menyajikan tentang laporan hasil penelitian dan pembahasan dari
penelitian sehingga data yang ada mempunyai arti.

 Bab V Penutup meliputi : simpulan dan saran

Bab ini menyajikan kesimpulan hasil penelitian yang ditarik dari analisisanalisis data,
hipotesis dan pembahasan serta saran yang memuat
masukan-masukan dari penulis yang terkait dengan penelitian dan
diuraikan kelemahan penelitian.
3. Bagian Akhir
a. Daftar pustaka memuat tentang daftar buku yang digunakan sebagai acuan
yang relevan dengan penelitian

Page 4 of 9
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Landasan Teori

1. Kondisi Sosial Ekonomi

Keadaan sosial ekonomi setiap orang itu berbeda-beda dan


bertingkat, ada yang keadaan sosial ekonominya tinggi, sedang, dan
rendah.
Sosial ekonomi menurut Abdulsyani (1994) adalah kedudukan atau posisi
sesorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas
ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal, dan jabatan
dalam organisasi, sedangkan menurut Soerjono Soekanto (2001) sosial
ekonomi adalah posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan
orang lain dalam arti lingkungan peraulan, prestasinya, dan hak-hak serta
kewajibannya dalam hubunganya dengan sumber daya.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan
pengertian keadaan sosial ekonomi dalam penelitian inin adalah
kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan
tingkat pendidikan, tingkat pendapatan pemilikan kekayaan atau fasilitas
serta jenis tempat tinggal.

2. Faktor-faktor yang menentukan keadaan sosial ekonomi.

 Tingkat Pendidikan

Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 1, pada dasarnya jenjang


pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat
perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang
dikembangkan. Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem.

Pendidikan adalah aktivitas dan usaha untuk meningkatkan kepribadian


dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rokhani (pikir, cipta,
rasa, dan hati nurani) serta jasmani (panca indera dan keterampilanketerampilan).
Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 3 Pendidikan bertujuan
untuk “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia
Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan
ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan
bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Untuk mencapai tujuan
tersebut, pendidikan diselenggarakan melalui jalur pendidikan sekolah
(pendidikan formal) dan jalur pendidikan luar sekolah (pendidikan non
formal).

 Pendapatan

Pendapatan adalah jumlah semua pendapatan kepala keluarga maupun


anggota keluarga lainnya yang diwujudkan dalam bentuk uang dan barang.

Page 5 of 9
Berdasarkan jenisnya, Biro Pusat Statistik membedakan pendapatan menjadi
dua yaitu:
1) Pendapatan berupa barang.
2) Pendapatan berupa uang.

2.2 Hipotesis

Dari paparan teoritis sebagaimana uraian diatas maka dapat


dirumuskan hipotesis bahwa ada pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP N 2 Menes.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pemilihan Subjek Penelitian


A. Populasi
Dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa kelas VIII SMPN 2 Menes tahun
ajaran 2013/2014. Yang terdiri dari dari 6 kelas dengan jumlah 240 orang tua siswa.

Tabel Pengambilan Sampel Penelitian


NO KELAS JUMLAH SISWA JUMLAH ORANG TUA
1 VIII A 40 Siswa 40 Orang Tua
2 VIII B 40 Siswa 40 Orang Tua
3 VIII C 40 Siswa 40 Orang Tua
4 VIII D 40 Siswa 40 Orang Tua
5 VIII E 40 Siswa 40 Orang Tua
6 VIII F 40 Siswa 40 Orang Tua
JUMLAH 240 Siswa 240 Orang Tua
Sumber: Buku Induk Siswa, Tahun Ajaran 2013

B. Sampel dan Tekhnik Sampling.


Penentuan sampel ditentukan sebesar 20% dari jumlah populasi,
karena jumlah populasinya lebih dari 100, (Arikunto, 2006). Agar di peroleh
sampel yang representatif, maka tekhnik sampling yang digunakan adalah
Proportional Random Sampling, dimana sampel ditarik dari populasi yang
telah dikelompokkan dengan jumlah seimbang atau proporsional.
Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 48 siswa, yaitu diambil 20% untuk
masing-masing kelas.

NO KELAS POPULASI SISWA SAMPEL SISWA SAMPEL ORANG TUA


1 VIII A 40 8 Siswa 8 Orang Tua
2 VIII B 40 8 Siswa 8 Orang tua
3 VIII C 40 8 Siswa 8 Orang Tua
4 VIII D 40 8 Siswa 8 Orang Tua
5 VIII E 40 8 Siswa 8 Orang Tua
6 VIII F 40 8 Siswa 8 Orang Tua
JUMLAH 240 24 siswa 24 Orang Tua

Page 6 of 9
C. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel, yaitu:
1. Variabel Bebas (X)
Variabel bebas dalam penelitian ini, adalah kondisi sosial ekonomi
orang tua siswa, yaitu:
a. Tingkat Pendidikan
b. Tingkat Pendapatan
c. Pemilikan Kekayaan atau Fasilitas
d. Jenis Tempat Tinggal.
2. Variabel terikat (Y)
` Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar, yaitu rata-rata
nilai raport kelas VIII SMP N 2 Menes, tahun pelajaran 2013/2014.

3.2. Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang dipakai,adalah:
1. Metode angket
Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk mengetahui kondisi sosial
ekonomi orang tua.
2. Metode dokumentasi
Metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui nilai raport semester 1 SMPN 2
Menes tahun ajaran 2013/2014.

BAB IV

PELAKSANAAN PENELITIAN

4.1. Analisis Data


Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel X dan
variabel Y, digunakan tekhnik analisis regresi linear satu variabel, dengan
persamaan sebagai berikut:
Y = a + bX
Y : Variabel terikat (Prestasi belajar)
a : konstanta
b : koefisien regresi variabel X
X : variabel bebas (Kondisi sosial ekonomi)
(Sugoyono, 2005)
Persamaan regresi linear berganda tersebut memiliki nilai positif
pada konstanta yaitu 62,526 menyatakan bahwa apabila kondisi sosial
ekonomi orang tua bernilai nol maka prestasi belajar siswa akan bernilai
62.526, Koefisien regresi variabel X adalah positif sebesar 0.224 (lihat
lampiran 5 halaman 84), menyatakan bahwa setiap kondisi sosial
ekonomi orang tua naik sebesar satu satuan maka akan menyebabkan
peningkatan atau kenaikan prestasi belajar sebesar 0,224 satu satuan.
Artinya pengaruh tersebut adalah pengaruh yang positif.

4.2. Hasil Analisis


Keadaan sosial ekonomi keluarga dapat ditinjau dari segi tingkat
pendidikan keluarga, jenis pekerjaan orang tua siswa, pemilikan kekayaan atau
fasilitas orang tua, kondisi fisik tempat tinggal, dan kondisi lingkungan tempat

Page 7 of 9
tinggal. Tingkat pendidikan dalam penelitian ini meliputi pendidikan yang
ditempuh oleh orang tua siswa baik pendidikan formal maupun pendidikan
nonformal. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pendidikan orang tua dalam kondisi
yang sangat baik.

Pada umumnya pendapatan yang cukup atau tinggi akan lebih mudah
memenuhi segala kebutuhan sekolah dan keperluan lain, berbeda dengan
keluarga yang mempunyai penghasilan relatif rendah, pada umumnya
mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah, begitu juga dengan keperluan
lainnya. Tingkat pendapatan akan dikatakan cukup atau tinggi
dalam penelitian ini apabila pendapatan mencapai lebih dari 1 juta perbulan.
Kepemilikan kekayaan atau fasilitas orang tua berhubungan dengan
fasilitas yang dapat menunjang siswa dalam belajar karena siswa akan
termotivasi apabila orang tua memberikan segala sesuatunya dalam kaitanya
dengan fasilitas belajar agar dapat meningkatkan hasil belajarnya. Orang tua
yang memiliki kondisi soial ekonomi cukup dalam kategori baik dibuktikan
dengan kepemilikan keadaraan berupa sepeda motor dan sepeda, dengan ke
dua kendaraan tersebut akan dapat mempercepat gerak dalam menyelesaikan
segala sesuatunya dan berbeda dengan orang tua yang tidak memiliki
kendaraan apapun berarti mereka masih tergolong dalam kondisi sosial
ekonomi yang tidak baik.
Kondisi keluarga dikatakan sangat baik dalam penelitian ini dengan
kaitannya kondisi fisik tempat tinggal, bahwa keluarga di sekitar tempat
tinggal responden yang rumahnya terbuat dari bambu dan jenis lantainya
masih dari tanah tidak ada. Sebagian besar 71% responden memiliki jenis
tempat tinggal sudah permanen dan lantainya sudah dikeramik bahkan ukuran
rumah yang dimiliki sebagian besar 96% sudah termasuk luas yaitu 45m².
Keadaan sosial ekonomi yang rendah dapat menghambat ataupun mendorong
siswa dalam belajar, dan sebaliknya keadaan sosial budaya yang tinggi dapat
menciptakan siswa semangat untuk belajar di sekolah. Berdasarkan hasil
penelitian dan perhitungan dapat diketahui besarnya pengaruh mencapai
55,066 signifikan 0,000 > 4,05 bahwa hipotesis yang menyatakan ada pengaruh
positif yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi dan prestasi belajar”diterima”.

Page 8 of 9
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan
Bahwa :
Pengaruh yang ditimbulkan dari kondisi sosial ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar sebesar 55,066 adalah signifikan, sehingga
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar geografi siswa kelas VIII SMP N 2 MENES. Jika kondisi
sosial ekonomi orang tua tinggi maka prestasi belajar anak akan tinggi pula,
namun sebaliknya apabila kondisi sosial ekonomi orang tua rendah maka
prestasi belajar anak juga rendah, karena kurangnya dukungan sarana dan
prasarana yang menunjang kebutuhan belajar anaknya, hal ini dapat
menghambat motivasi anak untuk belajar.

5.2 Saran
1. Karena adanya hubungan antara kondisi sosial ekonomi orang tua
dengan prestasi belajar anak, maka bagi orang tua yang kondisi sosial
ekonominya kurang mampu atau rendah dalam hal ini tingkat
pendapatannya selalu berusaha untuk meningkatkan pendapatannya,
misalnya dengan menari pendapatan tambahan lain agar pemenuhan
kebutuhan pendidikan anaknya dapat tercukupi sehingga dapat
memotivasi anak untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya.

2. Bagi siswa yang berprestasi dan kondisi sosial ekonomi orang tuanya
kurang mampu diharapkan sekolah bisa mempehatikannya terutama
masalah pendidikan, memberikan beasiswa atau program orang tua asuh
yang bersedia membantu memenuhi biaya pendidikan anak tersebut
sehingga kebutuhan anak untuk pendidikan dapat tercukupi dan
diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik.

TERIMAKASIH

Page 9 of 9