Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENALAN ALAT EKOLOGI

Disusun Oleh :
Ajeng Suwastikasari
4401417075
Rombel 3

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2018
I. Judul Praktikum : Pengenalan Alat Praktikum Ekologi
II. Tanggal : 7 Maret 2019
III. Tujuan : 1. Mengetahui alat-alat Ekologi beserta fungsi dan cara kerjanya.
2. Melakukan pengamatan langsung dengan menggunakan salah satu
alat Ekologi.
IV. Landasan Teori

Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik atau interaksi antara makhluk hidup
dengan lingkungannya, makhluk hidup dengan makhluk hidup lain, dan lingkungan dengan
lingkungan lain. Unit utama ekologi adalah ekosistem. Ekosistem merupakan bagian dari
lingkungan, ekosistem memiliki komponen-komponen tertentu yang memiliki fungsi oleh karena
itu disebut sebagai suatu system. Komponen-komponen tersebut antara lain abiotik, biotik, fisika,
kimiawi, dan sebagainya. Contoh faktor biotik adalah makhluk hidup baik itu manusia, hewan,
ataupun tumbuhan. Contoh faktor abiotik yaitu suhu, kelembaban, iklim, curah hujan, dan
sebagainya. Beberapa contoh faktor abiotik tersebut adalah sesuatu yang harus diukur oleh karena
itu diperlukan alat-alat khusus yang tepat untuk mengukur faktor-faktor abiotik. Ekologi juga
berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi,
komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang
menunjukkan kesatuan. Praktikum ekologi berbeda dengan praktikum lain di bidang studi Biologi.
Ekologi merupakan ilmu lapangan dimana mahasiswa dituntut untuk melakukan pengamatan dan
percobaan di luar ruangan (Resosoedarmo, 1986).
Dalam kegiatan praktikum Ekologi, pengumpulan data banyak melibatkan pengukuran.
Pengukuran cuplikan tersebut biasanya melibatkan alat-alat tertentu. Supaya alat yang kita gunakan
dapat mengukur dengan benar, sehingga diperoleh data yang representative, maka alat yang
digunakan harus dikenali dan diketahui prosedur operasinya. Alat - alat yang digunakan dalam
ekologi mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu perlu adanya pengenalan
alat-alat yang meliputi fungsi atau kegunaan alat, cara pemakaian dan prinsip kerja. Sehingga
ketika praktikum di lapangan mahasiswa mampu menggunakan alat-alat dengan benar dan tepat.
Kesesuaian dan cara pemakaian alat akan sangat berpengaruh pada data yang diambil
(Wirakusumah, 2003).

Pada ekosistem terestrial, tanah merupakan faktor lingkungan yang amat penting. Tanah
merupakan substrat alami bagi tumbuhan, habitat bagi detritus dan mikroba. Didalamnya mineral
dan zat organik terkumpul.Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa dimanfaatkan bila kondisi fisika-
kimia tanah diluar toleransi organisme yang ada didalamnya atau diatasnya. Faktor fisika-kimia
tanah mempengaruhi sebaran organisme tanah baik secara vertikal (hewan tanah dan mikroba),
maupun horizontal (vegetasi). Oleh karenanya dalam analisis ekosistem terestrial perlu untuk
mengumpulkan data fisika-kimia tanah. Beberapa pengukuran yang dapat dilakukan dalam
pengukuran fisika-kimia tanah diantaranya adalah suhu tanah, pH tanah, tekstur tanah, profil
tanah, kecepatan angin, kelembaban tanah, dan lain-lain (Indriyanto, 2006).

Faktor lingkungan terestrial yang meliputi daerah daerah membutuhkan alat yang bisa
digunakan didarat untuk mengukur beberapa faktor lingkungan. Alat adalah benda yang digunakan
untuk mengerjakan sesuatu dengan tujuan membantu dan mempermudah pekerjaan yang akan
dilakukan. Alat yang digunakan dalam praktikum ekologi terestrial terdiri dari analisis biologi,
fisik, dan kimia. Analisis tersebut dilakukan secara otomatis ataupun manual seperti perangkat
digital Global Positioning System (GPS) dan Weather meter. Untuk itu, perlu pemahaman tentang
cara penggunaan alat dilingkungan terestrial. Hal tersebut yang melatar belakangi
faktor lingkungan terestrial (Hanum, 2009).
Ekosistem perairan (akuatik) ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa perairan.
terdapat beberapa jenis ekosistem perairan, diantaranya ekosistem air tawar dan air laut. Ekosistem
air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah
danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai. Ekosistem air laut dibedakan atas
lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang. (Laila, 2006)
V. Hasil Praktikum
 Ekologi Teresterial
a
No Nama Gambar Satuan Fungsi Cara kerja
1 Soil tester pH dengan Untuk mengukur Alat tersebut
moisture meter kadar keasaman tanah dan ditancapka
(untuk kelembaban tunggu beberapa
tanah. saat sambil
kelembapan
ditekan satu kali
biasanya dalam tombolnya dan
%) . langsunglepaskan
tekanan saat
sudah menancap
tanah.
Baca angka yang
tertera pada alat
tersebut (untuk
kelembapan
biasanya dalam
%) . Jika ingin
mengukur
pH,tombol pada
alat ini.
2 Alti Ketinggian Altimeter Mengukur ketinggian Dengan cara alat
Barometer Mdpl benda atau tempat di atas ini pada
tingkat yang tetap
Tekanan udara ketinggian di
Barometer alat yang digunakan (kalibrasi) dan
Hpa
untuk mengukur tekanan udara tekanan udara di
( distandarisasai)
dengan cara di
puter.

3 Meteran satuan panjang Untuk mengetahui panjang merentangkan


dalam sistem suatu area yang akan diteliti meteran ini dari
metrik (m,cm, ujung yang satu
km). ke ujung yang
berbeda yaknik
ke objek yang
akan diukur
4 Anemometer meter per detik digunakan untuk mengukur mengukur jumlah
(m/d), kilometer kecepatan angin dan juga putaran piringan
per jam (km/j), dapat menentukan arah mata dalam satuan
dan mil per jam angin, pengamatan cuaca dan waktu tertentu.
(mi/j) meteorologi,

5 Kompas satuan meter Untuk mengetahui arah mata dengan cara tarik
per sekon (m/s angin. menarik antara
−1
atau ms ). magnet pada
kompas dengan
kutub magnet
bumi. sehingga
kompas akan
selalu menunjuk
ke arah utara dan
selatan.

6 PFF(Point Panjang pasak Untuk mengukur dominasi pada Dengan cara


Frame @ 1 meter, (ada pohon. pasak di
Frekuensi) 10 pasak) tancepkan pada
Persen (%) tumbuhan.
7 HT frekuensi Mhz alat komunikasi genggam yang Ketika seseorang
kecepatan dapat mengkomunikasikan dua ingin berbicara,
cahaya (km orang atau lebih dengan mereka akan
menggunakan gelombang
/detik) menekan tombol
radio.
PTT pada
perangkat
mereka.
Perangkat mereka
tidak akan
mengeluarkan
suara karena
pengeras suara
mereka berubah
fungsu menjadi
mikrofon
8 Gps koordinat lokasi Global Position System) adalah Agar dapat
bumi dengan untuk menentukan letak di menentukan
DDD° MM' permukaan bumi dengan posisi 3-D Anda
SS.S" 31 satelit bantuan penyelarasan (garis lintang,
aktif di orbit 55 (synchronization) sinyal satelit bujur, dan
derajat ke yang mengirimkan sinyal ketinggian) untuk
khatulistiwa. gelombang mikro ke Bumi. posisi yang lebih
Satelit akurat, penerima
mengorbit GPS harus
sekitar 20.000 mendapat sinyal
km dari dari 4 satelit atau
permukaan lebih. Umumnya,
bumi dan penerima GPS
mengelilingi akan melacak 8
Bumi dua kali atau lebih satelit,
per hari. tapi itu tergantung
pada waktu dan di
mana Anda
berada di bumi.
9 Lux meter satu lumen per untuk penerangan dan daya Geser tombol
meter (m) persegi pancar cahaya, mengukur flux ”off/on” kearah
cahaya per satuan
On.
luas. digunakan dalam fotometri
Pilih kisaran
sebagai ukuran intensitas, seperti
yang dirasakan oleh mata range yang akan
manusia, cahaya yang hits atau diukur pada
melewati permukaan. tombol Range.
Arahkan sensor
cahaya dengan
menggunakan
tangan pada
permukaan
daerah yang akan
diukur kuat
penerangannya.
Lihat hasil
pengukuran pada
layar panel.
10 Termohigro mengukur suhu yaitu alat untuk mengukur suhu Meletakkan
barometer (temperatur) udara dan kelembapan yang thermohygrometer
adalah derajat baik ruangan tertutup maupun pada tempat yang
Celcius (C) di luar ruangan. ingin di ukur
kelembaban dan
suhu udaranya.
Tunggulah tiga
sampai lima
menit.
Mengamati skala
yang ada pada
thermohygrometer
analog
11 Klinometer sudut vertikal alat sederhana untuk letakkan ujung
dalam %, mengukur sudut elevasi antara klinometer tepat
didepan mata.
dengan jarak garis datar dan sebuah garis
arahkan ujung
datar meter (m) yang menghubungkan sebuah klinometer ke
titik pada garis datar tersebut puncak benda
dengan titik puncak (ujung) ukur jarak sudut
sebuah objek. ukur jarak
pangkal benang
penunjuk sudut
ukur jarak
pengamat ke
akan diukur
kitinggiannya.
 Ekologi Akuatik
No Nama Gambar Satuan Fungsi Cara kerja
1 Ekman Grab meter per Alat ini biasa cara menurunkannya
sekon (m/s digunakan untuk secara perlahan dari atas
atau ms−1) mengambil sampel boat agar supaya posisi
sedimen pada grab tetap berdiri sewaktu
perairan dangkal. sampai pada permukaan
dasar perairan. Pada saat
penurunan alat, arah dan
kecepatan arus harus
diperhitungkan supaya
alat tetap konstant pada
posisi titik sampling.
Grab Sampler yang
berukuran besar
memerlukan peralatan
tambahan lainnya seperti
winch (kerekan) yang
sudah terpasang pada
boat/kapal survey
berukuran besar. Alat ini
menggunakan satu atau
dua rahang/jepitan untuk
menyekop sedimen. Grab
diturunkan dengan posisi
rahang/jepitan terbuka
sampai mencapai dasar
perairan dan sewaktu
diangkat keatas rahang
ini tertutup dan sample
sedimen akan terambil.
2 Water sample kecepatan Untuk pengambilan Water sampler
arus lebih sample di perairan dimasukkan ke dalam air
dari sungai secara vertikal
feet/detik maupun horizontal.
(m/detik) Setelah semua water
sampler berada di dalam
air, tutup water sampler
dengan messenger, dan
angkat ke atas
3 Plangton net ukuran mesh untuk menyaring air Plang ton net di turunkan
size µm. inci serta plakton yang sampai kedalaman yang
dan diameter berada didalamnya. diinginkan.

4 PH meter pH diukur adalah untuk Bagian bawah ph meter


dari skala 0 mengukur pH (kadar ini dicelupkan di air ,
sampai 14 keasaman atau kemudian mencatat
basa) suatu cairan PHnya yang tertera di
depan alat tersebut.

5 Jala surber Berukuran cm alat untuk mengambil jala tersebut diletakkan


x cm sampel (benthos) dengan bagian mulut jala
pada daerah yang melawan arus aliran air,
berarus air kuat dan dan daerah yang dibatasi
dasar perairan oleh alat ini dibersihkan
berpasir halus (sedikit (diaduk) sehingga benthos
berlumpur). yang melekat pada dasar
perairan dapat hanyut dan
tertangkap oleh jala.
6 Jaring serokan Berukuran Alat ini digunakan Dengan cara memegang
meter untuk menyerok alat ini kemudian
menyerokan ke dalam air
untuk menyerok.
O
7 Thermometer c dan % Mengukur suhu Menggantungkan
lingkungan. termometer di udara
dengan tali, membiarkan
beberapa menit kemudian
hasilnya dilihat

8 Salinometer gram per alat untuk mengukur isi dengan air sampel
kilogram (ppt) salinitas dengan yang akan diukur
atau promil cara mengukur salinitasnya
(‰) kepadatan dari air Salinitas akan terbaca
yang akan dihitung pada skalanya
salinitasnya

9 Refratometer Brix(%) Alat untuk Contoh air


menghitung kadar laut yang diteteskan ke
garam atau kadar alat dan dibaca nilainya
gula. di skala pada alat
teropong yang telah
dilengkapi dengan kaca
pembesar.

10 Sechi Dick Dengan satuan Untuk mengukur Secchi disk dimasukkan


Cm sedalam atau sejauh kedalam air hingga tidak
mana cahaya masuk terlihat, ukur tali yang
kedalam perairan terendam.
11 Sedgwick Dengan satuan Untuk mengitung Pengamatan dilakukan
Rafter N cell / ml populasi pada dengan menggunakan
plangton. mikroskop,.
Penghitungan dilakukan
dengan menggunakan
sedgwik rafter, kemudian
ditutup dengan gelas
penutup. Penghitungan
dilakukan dengan
menghitung jumlah
plankton yang terdapat
dalam sedgwick rafter.
Apabila sampel terlalu
padat, dilakukan
pengenceran dengan
destilled water.

12 Thermohidro Kelembapan Alat yang digunakan gantung


(dlam %) untuk menghitung thermohygrometer pada
sekala pengukuran pada suatu tempat yang akan
menenjukan suhu udara dan diukur kelembaban dan
temperature kelembapan. temperaturnya.Tunggu 5
udara (◦C). menit – 10 menit.Baca
skala yang tertera pada
thermohygrometer, skala
bagian atas

VI. Pembahasan

Dalam praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam alat yang ada di laboratorium
beserta fungsi dan cara kerjanya. Para mahasiswa mendengarkan penjelasan mengenai berbagai alat yang
digunakan untuk praktikum ekologi dan mencatatnya. Dalam ekologi dikenal adanya alat dalam ekosistem
teresterial (darat) dan alat dalam ekosistem akuatik (air) . Alat-alat yangdiperkenalkan pada praktikum kali
ini merupakan alat yang dapat dikelompokkandalam dua jenis tersebut. Definisi dari alat teresterial adalah
alat-alat yang digunakanuntuk mengetahui nilai suatu besaran melalui kegiatan pengukuran dalam
keadaan di daratan . Sedangkan definisi dari alat akuatik adalah alat yang digunakan untuk mengambil
data yang berupa di dalam perairan dengan menduga keadaan suatu populasi yang akan diteliti
dandigunakan dalam proses praktikum. Contoh alat ukur yang diperkenalkan dalam praktikum kali ini
antara lain: Contoh alat teresterial adalahsoil tester, alti Barometer, meteran,anemometer, kompas,pff,ht,
gps,lux meter, termohigro barometer, klinometer.alat dalam ekosistem akuatik antaralain contoh:
termohidro, enkmangrab,water sampler,plangton net, ph meter, jala surber ,sedwick refter, jarring
serokan,thermometer,rafrakto meter,secchi disk. Alat ekosistem teresterial dan alat ukur akuatik dalam
ekologi sangatlah penting untuk diketahui dan dicermati dengan sebaik-sebaiknyasehingga dapat
memberi kemudahan dalam pengukuran saat melakukan penelitian.

VII. Kesimpulan

Pengetahuan tentang alat - alat laboratorium ekologi perlu dipelajari oleh setiap mahasiswa atau praktikan
agar dapat menggunakan alat dengan baik sesuai dengan fungsi dan cara kerja alat ketika alat tersebut
dibutuhkan. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium memerlukan perlakuan
khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Perlakuan yang salah dalam membawa, menggunakan
dan menyimpan alat dan bahan di Laboratorium dapat menyebabkan kerusakan alat dan bahan, serta
terjadinya kecelakaan kerja. Cara memperlakukan alat dan bahan di Laboratorium secara tepat dapat
menentukan keberhasilan dan kelancaran kegiatan.Adapun perlakuan terhadap alat-alat di laboratorium
seperti:

a. Membawa alat sesuai petunjuk penggunaan.

b. Menggunakan alat sesuai petunjuk penggunaan.

c. Menjaga kebersihan alat

d. Menyimpan alat

Bila hal-hal di atas tersebut sudah dapat kita lakukan diharapkan praktikum ekologi yang berlangsung
dapat berjalan dengan baik karena kedisiplinan para praktikan dalam menggunakan alat.
VIII. Daftar pustaka

Resosoedarmo, S., K. Kartawinata, A. Soegiarto. 1986. Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Rosdakarya.

Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara

Irshady. 2011. Ekologi. UGM Press.Yogyakarta

Maloratsky Leo G. 2002. An Aircraft

Campbell, Neil A. 2004. Biologi campbell edisi kelima jilid III. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Wirakusumah, Sambas. 2003. Dasar - Dasar Ekologi. Jakarta: UI Press.

Laila, khusucidah. 2006. Pengenalan Alat-alat Laboratorium. Semarang: Universitas Negeri Semarang.