Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

HIV AIDS

Dosen Pengampu : Ibu Suparmi, S.pd, S.Tr. Keb, M.Kes

Disusun Oleh :

Nama : Gilang Arista Ramadhani

NIM : P1337424316013

Kelas : III

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG


PRODI DIII KEBIDANAN PURWOKERTO

TAHUN AKADEMIK 2018/2019


SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Pokok bahasan : Pendidikan Kesehatan HIV AIDS


2. Hari/Tanggal : Jumat 24 Agustus 2018
3. Tempat : SMA N 1 Jember
4. Waktu : 60 menit
5. Sasaran : Siswa siswi SMA kelas 3
6. Tujuan Umum :
Setelah mengikuti program penyuluhan diharapkan siswa siswi SMA
N 1 Jember kelas 3 dapat memahami dan mengerti apa yang dimaksud
dengan HIV AIDS.
7. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukannya penyuluhan sasaran dapat :

a. Menjelaskan pengertian HIV AIDS


b. Menjelaskan penyebab HIV AIDS
c. Menjelaskan tanda dan gejala pada HIV AIDS
d. Menjelaskan cara pencegahan HIV AIDS
e. Menjelaskan cara pengobatan HIV AIDS
8. Materi : (terlampir)
9. Media :
a. Leaflet
b. Lembar balik
c. Power point dengan LCD dan Proyektor
10. Metode :
a. Ceramah
b. Tanya jawab
11. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Peyuluhan Kegiatan Peserta
Salam, perkenalan dan penyampaian Menjawab salam,
10 menit maksud dan tujuan pemberian mendengarkan dan
penyuluhan. memperhatikan.
Penyampaian pokok materi tentang
Penyakit Parotitis :
a. Menjelaskan pengertian
HIV AIDS
b. Menyebutkan penyebab
Klien memperhatikan,
HIV AIDS
20menit menyimak dan
c. Menyebutkan tanda dan
mendengarkan.
gejala HIV AIDS
d. Menjelaskan pencegahan
HIV AIDS
e. Menyebutkan pengobatan
HIV AIDS

Klien mendengarkan,
memperhatikan dan
15 menit Evaluasi dan Tanya jawab.
mengajukan pertanyaan
yang kurang jelas.

10 menit Kesimpulan, penutup, dan salam Menjawab salam.

12. Evaluasi

1. Apa pengertian HIV AIDS?


2. Apa penyebab timbulnya HIV AIDS ?
3. Apa tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh HIV AIDS?
4. Bagaimana tindakan pencegahan pada HIV AIDS?

13. Referensi

Jenny Page,Maylani Louw, Delene Pakkiri, Monica Jacobs.2006. Working


with HIV/AIDS. Cape town : Juta Legal and Academic Publishers.

Purwoastuti,Endang. (2015). Panduan Materi Kesehatan Reproduksi Dan


Keluarga Berencana. Yogyakarta : PustakaBaru
A. Pengertian HIV AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune


Deficiency Syndrome (HIV AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi
yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat
infeksi virus atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang
spesies lainnya. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus
yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang
yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik
ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat
memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-
benar bisa disembuhkan (Endang,2015)
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui
kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran
darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air
mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat
terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi
darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama
kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan
cairan-cairan tubuh tersebut.

B. Penyebab HIV AIDS

HIV/AIDS ialah virus HIV. HIV kepanjangan dari Human (artinya


virus tersebut hanya dapat menimbulkan penyakit pada manusia tidak pada
binatang atau spesies lainnya), Immunodeficiency (artinya virus tersebut
menyerang sistem kekebalan tubuh), dan Virus (artinya penyebabnya adalah
virus yang memiliki sifat mudah memperbanyak diri tetapi hanya dapat hidup
dengan menumpang pada sel hidup lainnya).
Virus HIV, seperti virus lainnya, akan cepat mati bila berada di luar
tubuh. Virus membutuhkan sel inang / induk untuk dapat tubuh. Virus tersebut
hidup di dalam sel inang. Ia menyisip pada DNA dan materi genetika sel inang
untuk berkembang biak dan memperbanyak diri. Setelah virus berhasi
memperbanyak diri,sel inang akan dihancurkan dan virus tersebut menginfeksi
sel inang lainnya. Siklus tersebut terus berlanjut hingga jumlah virus semakin
banyak sedangkan sel inang yang mati pun semakin banyak.
Yang menjadi sel inang dalam tubuh manusia adalah sel T. Sel T
adalah sel yang memegang peranan amat penting bagi sistem kekebalan tubuh
manusia. Dengan adanya infeksi HIV, sel T di dalam tubuh semakin turun
hingga mencapai titik di mana sistem kekebalan tubuh secara signifikan turun.
Saat itulah terjadi AIDS. Pertahanan tubuh terhadap segala penyebab
penyakit, seperti bakteri, jamur, virus, melemah. Pada kondisi ini, bakteri,
jamur, dan virus apapun yang mengenai tubuh kita akan berpotensi besar
menimbulkan penyakit.
Virus HIV dipercaya pertama kali dibawa oleh hewan simpanse di
daerah Afrika Timur pada tahun 1800-an. Seperti disebutkan di atas, virus ini
hidup menumpang di dalam sel hidup. Tidak seperti virus flu yang mudah
mular, HIV tidak menular melalui udara. Sel yang terinfeksi berada dalam
cairan tubuh. Jika cairan tubuh penderita mengenai dan masuk ke dalam kita,
maka kita dapat terinfeksi.
Cairan yang dapat menularkan HIV ialah darah, semen (sperma), ASI
(air susu ibu),cairan vagina, dan lendir dinding anus. Dengan demikian,
transfusi darah, pemakaian jarum suntik bersama, dan hubungan seksual bebas
baik pada hubungan seksual berbeda jenis kelamin maupun sesama jenis dapat
menularkan HIV karena pada kegiatan tersebut terjadi pertukaran cairan
darah, semen, cairan vagina, ataupun cairan lendir anus. Cairan tubuh lainnya
seperi air liur, keringat,air mata, dan urin belum pernah dilaporkan dapat
menularkan HIV.
C. Tanda dan Gejala HIV AIDS
Tanda dan Gejala :

Tahap awal gejala HIV/AIDS tidak memberikan tanda dan gejala


yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3-6 minggu
tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut.
Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat
dalam beberapa tahun dan perlahan kekebalan tubuhnya menurun/lemah
hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Uji antibodi
HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang
beresiko terkena virus HIV.
Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit
AIDS diantaranya adalah :
1. Saluran pernapasan
Penderita mengalami napas pendek,henti napas sejenak,batuk,
nyeri dada dan demam seperti terserang infeksi virus lainnya (pneumonia).
Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga
sebagai TBC
2. Saluran pencernaan
Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti
hilangnya napsu makan, mual, muntah, kerap mengalami penyakit jamur
pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarea yang kronik.
3. Berat badan tubuh
Penderita mengalami hal yang di sebut juga wasting syndrom yaitu
kehilangan berat badan tubuh hingga 10 % di bawah normal karena
gangguan pada sistem protein dan energi di dalam tubuh seperti yang di
kenal sebagai malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi /
penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarea
kronik, kondisi letih dan tidak bertenaga
4. Sistem Persyarafan
Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan
kurang ingatan, sakit kepala, susan berkonsentrasi, sering tampak
kebingungan, dan respon anggota gerak melambat. Pada sistem
persyarafan ujung (peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan
pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu
mengalami tensi darah rendah dan impoten.
5. Sistem integument (jaringan kulit)
Penderita mengalami serangan virus cacar air (Herpes simpleks)
atau cacar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang
menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit
6. Saluran Kemih dan Reproduksi pada wanita
Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini
sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih,
menderita penyakit sifilis dan dibandingkan pria maka wanita lebih
banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah
penderita AIDS wanita banyak mengalami peradangan romngga (tulang)
pelvic dikenal sebagai istilah PID (pelvic innflamatory disease)dan
mengalami masa haid yang tidak teratur / abnormal (Endang, 2015)

D. Pencegahan HIV AIDS

Dengan ditemukan HIV pada waktu ini, sedang diusahakan


pembuatan vaksin. Namun melihat pengalaman pembuatan vaksin
hepatitis B yang memerlukan waktu + 17 tahun kiranya masih diperlukan
waktu yang lama. Cara transmisi virus AIDS ini berlangsung melalui
hubungan seksual, menggunakan jarum suntik bersama dan sebagian kecil
melalui transfuse darah. Oleh karena itu ada beberapa cara yang dapat
ditempuh untuk mengurangi penularan penyakit
1. Kontak seksual harus dihindari dengan orang yang menderita penyakit
AIDS
2. Para dokter harus ketat mengenai indikasi medis transfusi darah
3. Menghindari menggunakan obat bius intra vena
4. Melarang penggunaan jarum suntik bersama
5. Setelah melakukan tindakan medis kepada pasien, alat-alat dan bahan
yang digunakan disterilkan (stom). (Jeni,2010)
E. Pengobatan HIV AIDS
Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan penemuannya dalam
mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada
obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia
dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-
obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya
tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang diketahui
terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian