Anda di halaman 1dari 5

2.1.

3 Perencanaan Asuhan Kebidanan Kehamilan

1. Diagnosa kebidanan: G1/>1PAPIAH, UK 28‒40 minggu, janin hidup,

tunggal,intrauterin, situs bujur, habitus fleksi, posisi punggung kanan/pungung kiri,

presentasi kepala, kesan panggul normal keadaan umum ibu dan janin baik dengan

risiko rendah sampai dengan risiko sangat tinggi (Manuaba, 2012), prognosa baik.

Tujuan : Ibu dan janin sehat selama proses kehamilan sampai


melahirkan.

Kriteria hasil : Kesadaran ibu composmentis, vital sign dalam batas normal,
IMT normal, TFU sesuai usia kehamilan, kadar Hb>12 gr%,
Reduksi urine negatif, protein urine negatif (Romauli, 2011:
172)
DJJ 120-160 x/mt kuat dan teratur, TBJ 2500-4000 gr, ada
gerakan janin, situs membujur, habitus fleksi, presentasi kepala
(Manuaba, 2012: 130).

Intervensi Asuhan Kebidanan menurut (Kemenkes RI, 2016) :

No Intervensi Rasional

1 Lakukan pemeriksaan kehamilan dan Pemeriksaan kehamilan yang


payudara secara teliti dan cermat cermat dan teliti dapat mendeteksi
menggunakan teknik inspeksi, palpasi, adanya resiko, kemajuan status
auskultasi dan perkusi sesuai usia kehamilan dan untuk membuat
kehamilan keputusan asuhan yang tepat

2 Berikan tindakan kebidanan segera Pemenuhan kebutuhan dasar klien


apabila klien mengalami masalah merupakan hak sehingga bidan
kebutuhan dasar harus memberikannya dalam
bentuk asuhan

3 Berikat pengobatan sesuai Kewenangan bidan dalam


kewenangan bidan pemberian terapi sudah diatur
oleh Pemerintah untuk
menghindari adanya malpraktik

4 Tanyakan kepada klien tentang Isian checklist kebutuhan


persiapan persalinannya; tabulin, persiapan persalinan dapat
tempat bersalin, pendonor, ambulan membantu bidan dan keluarga
siaga dan persiapan lainnya dengan untuk mengambil keputusan.
cara menceklist kebutuhan persalinan
yang harus disiapkan
5 Diskusikan dengan klien kemungkinan Pemahaman yang baik terhadap
resiko kehamilan sesuai usia resiko kehamilan, klien akan
kehamilan mampu mencegahnya dengan
melakukan tindakan yang tepat

6 Diskusikan dengan klien kesiapan Persalinan yang aman diperlukan


mental dan fisik menjelang persalinan kesiapan mental dan fisik, dan ini
hanya diperoleh dari bimbingan
dan motivasi petugas selama
home care

7 Kontrak pertemuan berikutnya untuk Kesepakatan hari dan waktu


perawatan kehamilan klien dalam memberikan asuhan dapat
meningkatkan mental dan fisik
klien karena adanya hubungan
saling percaya antara klien dan
petugas.

Intervensi asuhan kebidanan terhadap masalah kebutuhan dasar selama kehamilan

1. Masalah 1 : Konstipasi

Tujuan : Ibu setelah dilakukan penyuluhan, masalah konstipasi teratasi

Kriteria hasil : Ibu BAB 1-2 x/hari, konsistensi, lunak.

Intervensi Asuhan Kebidanan :

No Intervensi Rasional

1 Jelaskan pada ibu fisiologis konstipasi hasil pemeriksaan untuk


pengambilan keputusan tindakan
pada akhir kehamilan

2 Anjurkan ibu untuk minum air putih asupan cairan yang adekuat
membuat feses tetap lunak.
minimal 8 gelas/hari.
3 Minum air hangat (air putih, teh) saat Air hangat dapat menstimulasi
peristaltik usus sehingga gerakan
bangkit dari tempat tidur. meningkat dan mendorong
keluarnya feses.

4 Anjurkan makan-makanan berserat Makanan tinggi serat menjadikan

(sayuran dan buah). feses tidak terlalu padat, keras.

5 Menganjurkan untuk mengatur pola Pola yang teratur untuk

defekasi yang baik dan teratur. melakukan defekasi dan

kesadaran untuk tidak

mengacuhkan “dorongan” atau

menunda defekasi.

2. Masalah 2 : Nyeri Punggung bawah

Tujuan : Ibu dapat beradaptasi dengan keluhan nyerinya dan dapat


beraktifitas dengan nyaman

Kriteria hasil : Nyeri punggung berkurang berdasarkan skala bourbonis

Intervensi Asuhan Kebidanan :

No Intervensi Rasional

1 Latih suami untuk melakukan massage Nyeri kehamilan disebabkan


ringan di area punggung menggunakan karena tarikan otot dan syaraf
oil atau body lotion karena perpindahan central of
gravity. Dengan massage akan
memberikan rasa nyaman karena
respon nyeri dialihkan

2 Latih ibu untuk duduk dan berbaring Kehamilan membawa efek body
dengan benar mecanic berubah karena center of
gravity berubah, apabila cara
duduk dan berbaring salah akan
menimbulkan nyeri.

3 Jelaskan pada ibu penyebab nyeri 1. Nyeri kehamilan terjadi karena


punggung yang dialami perubahan pusat gravitasi di
punggung
2. Nyeri adalah persepsi
tergantung pada tingkat
kepekaan seseorang
4 Ukur keberhasilan tindakan Skala Bourbonis sangat sederhana
menggunakan skala Bourbounis dan mudah dikerjakan oleh
petugas dan suami

3. Masalah 3 : Sering buang air kecil (BAK)

Tujuan : Ibu dapat beradaptasi dengan keluhan nyerinya dan dapat


beraktifitas dengan nyaman

Kriteria hasil : Ibu memahami mengenai sering BAK dan dapat


mengatasi, tindakan perawatan untuk mengatasi
perubahan eliminasi urin (Manurung, 2011:184).
Tidak terjadi gagal ginjal akibat infeksi (Lisnawati,
2013:167).

Intervensi Asuhan Kebidanan :

No Intervensi Rasional

1 Jelaskan penyebab terjadinya sering pembesaran uterus menyebabkan


kapasitas kandung kemih
BAK berkurang serta meningkatkan
frekuensi berkemih

2 Kurangi asupan cairan 2 jam sebelum agar istirahat ibu tidak

tidur malam hari terganggu

3 Membatasi minum kopi, teh dan soda kopi dan teh mengandung diuretic

yang menambah frekuensi


berkemih sehingga

mengakibatkan dehidrasi.

4 Kosongkan kandung kemih saat terasa keluhan berkemih sering timbul


karena kandung kemih tertekan
ingin berkemih oleh kepala yang sudah mulai
turun

5 Anjurkan ibu memakai pakaian yang mempertahankan tingkat cairan

longgar dan perfusi ginjal.