Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan Diagnostik

1. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang khas pada meningitis adalah analisa cairan
otak. Lumbal fungsi tidak dapat dikerjakan pada pasien dengan peningkatan
tekanan intra kranial. Analisis cairan otak diperiksa untuk mengetahui jumlah
sel, protein, dan konsentrasi glukosa. Kadar gllukosa darah dibandingkan
dengan kadar glukosa cairan otak. Normalmya, kadar glukosa cairan otak
adalah 2/3 dari nilai serum glukosa dan pada klien meningitis kadar glukosa
cairan otak menurun dari nilai normal (Muttaqin, 2008).
2. Counter Immuno Electrophoresis (CIE)
CIE digunakan secara luas untuk mendeteksi antigen bakteri pada cairan
tubuh, umumnya cairan serebrospinal dan urine (Muttaqin, 2008).
3. Radiologi
Untuk mengkonfirmasi diagnosis dan pemberian antibiotic secepat mungkin
pada pasien yang dicurigai meningitis
a. Pada Meningitis Serosa dilakukan foto dada, foto kepala, bila mungkin
dilakukan CT Scan.
b. Pada Meningitis Purulenta dilakukan foto kepala (periksa mastoid, sinus
paranasal, gigi geligi) dan foto dada.
4. CT Scan daan MRI
Dapat membantu dalam melokalisasi lesi, melihat ukuran/letak ventrikel;
hematom daerah serebral, hemoragik atau tumor
5. Glukosa Serum, LED, LDH serum, dan Leukosit meningkat
6. Lumbal Fungsi
Biasa untuk analisa jumlah sel dan protein cairan cerebrospinal, dengan syarat
tidak ditemuka peningkatan TIK
a. Pada Meningitis Serosa terdapat tekanan yang bervariasi, cairan jernih, sel
darah putih meningkat, glukosa dan protein normal, kultur (-).
b. Pada Meningitis Purulenta terdapat tekanan meningkat, cairan keruh,
jumlah sel darah putih dan protein meningkat,glukosa menurun, kultur (+)
beberapa jenis bakteri.