Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teori evolusi adalah salah satu toeri yang masih hangat dipertentangkan hingga saat
ini. Banyak teori yang dikemukakan para ahli, tetapi tampaknya belum ada satu pun teori yang
dapat menjawab semua fakta dan fenomena tentang sejarah perkembangan makhluk hidup.
Meskipun berada dalam 1 spesies, tidak ada satu individu pun di muka bumi ini yang sama
persis dengan individu lain. Hal ini disebabkan karena adanya variasi.
Variasi individu dalam suatu populasi umumnya terjadi pada seluruh organisme yang
bereproduksi secara seksual. Adanya variasi memberikan keuntungan makhluk hidup untuk
dapat bertahan hidup Evolusi dapat dilihat dari dua segi yaitu sebagai proses historis dan cara
bagaimana proses itu terjadi. Sebagai proses historis evolusi itu telah dipastikan secara
menyeluruh dan lengkap sebagaimana yang telah dipastikan oleh ilmu tentang suatu kenyataan
mengenai masa lalu yang tidak dapat disaksikan oleh mata. Hal ini berarti bahwa evolusi itu
ada dan merupakan suatu kenyataan yang telah terjadi.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa petunjuk adanya evolusi?
2. Apa saja perbandingan yang terjadi pada evolusi?

c. Tujuan
1. Mengetahui petunjuk adanya evolusi
2. Mengetahui perbandingan yang terjadi pada evolusi

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Petunjuk Adanya Evolusi


Sebuah fosil (dari Bahasa Latin Klasik : Fossilis ; secara harfiah berarti: "diperoleh
dengan menggali") adalah sisa-sisa, jejak, atau jejak benda apa pun yang pernah hidup
dari zaman geologis masa lalu. Contohnya termasuk tulang, cangkang, exoskeletons , jejak
batu binatang atau mikroba , benda yang disimpan dalam damar , rambut, kayu yang
membatu , minyak, batu bara, dan sisa-sisa DNA . Totalitas fosil dikenal sebagai catatan fosil .
Paleontologi adalah studi tentang fosil: usia, metode pembentukan, dan
signifikansi evolusi . Spesimen biasanya dianggap fosil jika usianya lebih dari 10.000
tahun. Fosil tertua berusia sekitar 3,48 miliar tahun hingga 4,1 miliar tahun. Pengamatan
pada abad ke-19 bahwa fosil tertentu dikaitkan dengan lapisan batuan tertentu menyebabkan
pengakuan skala waktu geologis dan usia relatif dari fosil yang berbeda. Perkembangan
teknik penanggalan radiometrik pada awal abad ke-20 memungkinkan para ilmuwan untuk
secara kuantitatif mengukur usia absolut batuan dan fosil yang mereka tempati.
Ada banyak proses yang mengarah ke fosilisasi, termasuk permineralisasi , gips dan
cetakan, mineralisasi autigenik , penggantian dan rekristalisasi, adpression, carbonization , dan
bioimmuration.

2
Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak fosil yang berasal dari makhluk hidup
yang telah punah. Namun, terdapat juga beberapa fosil dari makhluk hidup yang ternyata masih
ada atau mirip dengan yang masih ada sekarang.
Fosil biasanya ditemukan secara kebetulan dan jarang sekali ditemukan fosil dalam
keadaan utuh. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan jarang ditemukannya fosil dalam
keadaan utuh, yaitu:
1. pengaruh angin, aliran air, dan bakteri pembusuk;
2. terdapat beberapa organisme atau bagiannya yang tidak dapat membatu;
3. terjadi lipatan batuan bumi akibat gempa bumi, tanah longsor, dan letusan gunung
berapi;
4. hewan-hewan pemakan bangkai yang sering membawa bagian tubuh bangkai ke tempat
lain.
Salah satu fosil yang ditemukan dalam keadaan lengkap adalah fosil kuda. Fosil kuda ini
ditemukan pada hampir semua periode geologi. Perhatikan Gambar berikut.

3
Dalam gambar Evolusi Kuda diatas, terlihat pohon filogenetik dan penampakan kuda
berdasarkan gambaran pelukis terhadap fosil yang ditemukan. Pohon filogenetik adalah pohon
yang memperlihatkan kekerabatan (filogeni) makhluk hidup. Dari gambar tersebut terlihat
bahwa ukuran kuda cenderung membesar dari waktu ke waku. Berdasarkan pohon filogenetik
tersebut juga, banyak cabang dari pohon kekerabatan kuda ini yang akhirnya punah.

B. Perbandingan Yang Terjadi Pada Evolusi


1. Embriolog Perbandingan
Embriologi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari pembentukan,
pertumbuhan, dan perkembangan embrio dalam kandungan. Embrio hewan bersel
banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio, berawal dari zygot, blastula,
gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk bermacam-macam alat
tubuh. Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan ontogeni yang
serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi. Contoh: adanya

4
rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai
dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi,
selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.(Anonimous a, 2008).

2. Variasi dalam suatu keturunan


Dalam suatu kehidupan tidak ditemukanya mkhluk yang sama persis dengan
individunya yang sejenis. Menurut Darwin variasi dalam suatu keturunan disebabkan
oleh factor lingkungan (suhu, tanah, iklim, dan makanan). Oleh karena itu adanaya
variasi menunjukkan adanya evolusi menuju kearah terbentuknya spesies-spesies baru.
3. Perbandingan Biokimia
Mempelajari Biokimia sangatlah menguntungkan terlebih untuk mengetahui kedekatan
kerabatnya, sehingga kita dengan mudah mengetahui asal-usul berdasarkan ilmu
tersebut. Dalam proses ini menggunakan DNA sebagai pewaris sifat manusia.
4. Organ Tubuh yang Tersisa (Organ Vestigial)
Beberapa organisme seperti manusia mempunyai bagian-bagian tubuh yang tersisa
akibat beradaptasi dengan lingkungannya misalnya tulang ekor, umbai cacing, dan lain-

5
lain. Sehingga hal ini beranggapan manusia merupakan evolusi dari nenek moyang
yang terdahulu.
5. Domestikasi atau Seleksi Buatan
Hal ini merupakan pembudidayaan tentang makhluk hidup. Sehingga setelah
disilangkan, kita dapat memilih varietas yang unggul. Menurut Charles Darwin Semua
jenis burung dara berasal dari satu nenek moyang yaitu berasal dari burung dara batu
atau burung dara liar, yang berubah secara berangsur-angsur karena adanya seleksi
alam.

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebuah fosil (dari Bahasa Latin Klasik : Fossilis ; secara harfiah berarti: "diperoleh
dengan menggali") adalah sisa-sisa, jejak, atau jejak benda apa pun yang pernah hidup
dari zaman geologis masa lalu.
Ada banyak proses yang mengarah ke fosilisasi, termasuk permineralisasi , gips dan
cetakan, mineralisasi autigenik , penggantian dan rekristalisasi, adpression, carbonization , dan
bioimmuration.
Perbandingan Yang Terjadi Pada Evolusi
1. Embriolog Perbandingan
2. Variasi dalam suatu keturunan
4. Perbandingan Biokimia
5. Organ Tubuh yang Tersisa (Organ Vestigial)
6. Domestikasi atau Seleksi Buatan

7
DAFTAR PUSTAKA

https://sains-biology.blogspot.com/2011/10/petunjuk-petunjuk-adanya-evolusi.html
https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Evolusi-
2007/konten6.html