Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

KEJAHATAN BEGAL YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH


UMUR DI KOTA MAKASSAR

Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur Mata kuliah Wawasan dan


Problematik Pendidikan Biologi yang diampu oleh:
Prof. Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd

Penyusun:
S3 Pendididkan Biologi
Offering B

Arman Abu Bakar NIM 190341964002

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN BIOLOGI
2019
Kata Pengantar

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena
atas segala Berkat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul, dapat
diselesaikan dengan baik. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas
kelompok pada mata kuliah Wawasan dan Problematik Pendidikan Biologi pada
Program Pascasarjana Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bimbingan dan bantuan berbagai
pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada:
1. Prof. Dr.Susriyati Mahanal, M.pd, selaku pembimbing Mata Kuliah Wawasan
dan Problematik Pendidikan Biologi yang telah memberikan bimbingan kepada
penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
2. Teman-teman mahasiswa kelas B angkatan 2019 yang banyak menginspirasi,
memberikan masukan, saran, dan dorongan sehingga makalah ini dapat
terselesaikan.
Penulis juga menerima segala kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan dari semua pihak demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Akhirnya
penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Malang, Agustus 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .........................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 4

A Latar Belakang ......................................................................................... 4

B Rumusan Masalah ....................................................................................6

C Tujuan .......................................................................................................7

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3

A. Pengertian begal ......................................................................................8

B. Perkembangan pencurian dan kekerasan (Begal) di kota Makassar .......8

C. Faktor penyebab terjadinya pencurian dengan kekerasan ..................... 10

D. Upaya pemerintah dalam mengatasi begal di makassar ........................ 12

BAB III PENUTUP ............................................................................................... 15

A. Kesimpulan ........................................................................................... 15

B. Saran ......................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 16

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kejahatan merupakan problematika yang membayangi umat manusia.
Timbulnya kejahatan salah satunya disebabkan karena kebutuhan akan benda-
benda materil terbatas, sementara cara untuk memperoleh benda itu juga terbatas.
Sudah menjadi kondrat alamiah, apabila kebutuhan satu telah dipenuhi maka
kebutuhan selanjutnya akan segera timbul, begitu seterusnya tanpa henti. Dengan
demikian manusia berusaha untuk memenuhinya dengan berbagai cara tidak
terkecuali dengan cara-cara melanggar hukum. Berkaitan dengan kejahatan, maka
kekerasan merupakan pelengkap dari bentuk kejahatan itu sendiri. Sebagai salah
satu perbuatan manusia yang menyimpang dari norma pergaulan hidup manusia,
kejahatan merupakan masalah sosial, yaitu masalah-masalah di tengah masyarakat
sebab pelaku dan korbannya adalah anggota masyarakat juga (Alam, 2010).
Kejahatan akan terus bertambah dengan cara berbeda-beda bahkan dengan
peralatan yang semakin canggih dan modern sehingga kejahatan akan semakin
meresahkan masyarakat saat ini. Masalah kejahatan merupakan masalah abadi
dalam kehidupan manusia, karena ia berkembang sejalan dengan berkembangnya
tingkat peradaban umat manusia yang semakin kompleks. Sejarah perkembangan
manusia sampai saat ini telah ditandai oleh berbagai usaha manusia untuk
mempertahankan kehidupannya, dimana kekerasan sebagai salah satu fenomena
dalam usaha mencapai tujuan suatu kelompok tertentu dalam masyarakat atau
tujuan yang bersifat perseorangan untuk mempertahankan hidup tersebut. Berkaitan
dengan kejahatn, maka kekerasan merupakan pelengkap dari bentuk kejahatan itu
sendiri.
Kejahatan terhadap barang dan harta benda yang semula hanya dikenal
dalam bentuk pencurian atau penipuan, sekarang marak dengan kejahatan
perampokan dan pembegalan khususnya terhadap pengendara sepeda motor, dan
begal merupakan bentuk kejahatan jalanan (street crime) yang menjadi perhatian
serius masyarakat serta aparat penegak hukum. Beberapa waktu belakangan ini

4
kata begal atau perampasan dijalan menjadi sangat populer di masyarakat. Bukan
hanya menjadi perbincangan dikalangan masyarakat, namun kata begal juga sering
ditemui di media sosial. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang begitu pesat,
menggoda pelaku untuk melakukan aksinya dan bahkan terkadang berujung maut
(Muliadi & Sulistyani, 2016).
Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar 1945, mengatur setiap tingkah laku warga negaranya agar tidak
terlepas dari segala peraturan-peraturan yang bersumber dari hukum. Ini berarti
agar hukum senantiasa harus ditegakkan, dihormati, dan ditaati oleh siapapun tanpa
ada pengecualian.Istilah begal itu sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
kata “begal” merupakan kata kerja, sinonim kata begal adalah kata penyamun,
membegal berarti merampas di jalan atau menyamun. Pembegalan berarti proses,
cara, perbuatan membegal, perampasan dijalan atau penyamun (Susanto, 2010).
Begal merupakan bentuk kejahatan yang sangat meresahkan dan semakin
marak terjadi di mana pun dan dilakukan oleh siapa pun baik dalam skala luas atau
sempit, kejahatan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar yang mempunyai tingkat
kriminalitas tinggi, melainkan telah terjadi di wilayah Kota Makassar. Pelaku
mengikuti korbannya yang melintas di lokasi kejadian dan menodongkan senjata
tajam serta merampas sepeda motor korban bahkan pelaku dalam melaksankan
aksinya tidak segan untuk melukai korbannya. Korban aksi begal di Kota Makassar
pun bermacam-macam mulai dari pria, wanita, karyawan, PNS, tukang ojek, hingga
pelajar.
Hal yang menarik perhatian adalah kejahatan begal di Kota Makassar ini
telah melibatkan anak sebagai pelakunya, ini menjadi contoh bahwa aksi kekerasan
sudah menjalar ke generasi muda. Perubahan usia pelaku begal yang sebelumnya
banyak dilakukan oleh orang dewasa, belakangan menjadi banyak dilakukan pelaku
berusia muda dan berstatus sebagai pelajar ini menunjukkan adanya pergeseran tren
dan perubahan perilaku anak usia pelajar. Jumlah anak di bawah umur yang terlibat
dalam kasus kriminalitas menunjukkan peningkatan. Tidak hanya dari sisi jumlah,
secara kualitas kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur mengalami
peningkatan. Jika dahulu anak di bawah umur hanya terlibat kasus perkelahian

5
antarteman atau tindak pencurian ringan, kini banyak kasus pembegalan yang
melibatkan anak.
Kasus begal Di Kota Makassar yang melibatkan anak di bawah umur ialah
4 orang berinisial MNH (17), N (17), TW (18), AR (16) yang bertindak sebagai joki
dan eksekutor, Mereka telah melakukan aksinya sejak bulan Desember 2018 lalu
hingga bulan April 2019 dan terdapat setidakya total 24 TKP. Salah satu korbannya
ialah seorang ibu yang mengalami patah tulang kaki karena terjatuh dari motor saat
anak di bawah umur itu menarik tas korban di jalan Perintis Kemerdakaan kota
Makassar (Himawan, 2019)
Gaya hidup anak yang semakin beragam akibat pengaruh globalisasi dan
modernisasi juga turut mempengaruhi banyak terjadinya kejahatan begal yang
dilakukan oleh anak saat ini, ataupun disintegrasi moral dimana norma agama,
kesusilaan, adat istiadat, maupun norma lain yang ada dan hidup dalam masyarakat
tidak lagi diperhatikan dan ditaati oleh para anak-anak, ini tentunya harus
mendapatkan perhatian serius karena pada akhirnya akan semakin meresahkan
masyarakat, Kasus di atas membuktikan bahwa saat ini kebanyakan anak bukan lagi
sebagai korban tindak kejahatan, melainkan pelaku dari tindak kejahatan itu sendiri.
Berdasarkan paparan latar belakang tersebut diatas, maka disusunlah
makalah ini dengan judul Kejahatan Begal yang Dilakukan oleh Anak Di Bawah
Umur Di Kota Makassar.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka rumusan
masalah yang dapat diajukan pada makalah ini adalah:
1. Apakah pengertian begal?
2. Bagaimanakah perkembangan pencurian dengan kekerasan di kota
makassar?
3. Apakah faktor penyebab terjadinya kejahatan begal?
4. Apa solusi yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan
kejahatan begal oleh anak di bawah umur di Kota Makassar?

6
C. Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian begal.
2. Untuk mengetahui perkembangan pencurian dengan kekerasan di Kota
Makassar
3. Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kejahatan begal.
4. Untuk mengetahui solusi yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi
permasalahan kejahatan begal oleh anak di bawah umur di Kota Makassar?

7
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Begal
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud dengan
begal adalah penyamun. Membegal berarti merampas di jalan atau menyamun.
Sedangkan Pembegalan berarti proses, cara, perbuatan membegal, perampasan di
jalan atau penyamunan. Dan ini sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak
berani memakai perhiasan kalau berpergian (KKBI, 2019).
Secara terminologi kata begal dapat diartikan sebagai sebuah aksi kejahatan
(kriminal) seperti perampokan atau perampasan yang dilakukan oleh seseorang
disertai kekerasan dengan menggunakan senjata tajam dan menggunakan
kendaraan bermotor bahkan biasa sampai melakukan pembunuhan terhadap korban
dan korban yang disasar biasanya pengendara sepeda motor. Jadi Begal merupakan
suatu perbuatan merampas, merampok dengan cara paksa menggunakan kendaraan
bermotor dan senjata tajam.

B. Perkembangan pencurian dan kekerasan di kota Makassar.


Kota Makassar merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di
Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, terlihat dari banyaknya
pembangunan yang dilakukan, seperti kota-kota besar lainya khususnya di
Indonesia, Kota Makassar memiliki segudang permasalahan, salah satu
permasalahan yang paling menonjol adalah masalah kriminalitas yaitu begal. Fakta
menunjukkan bahwa kriminalitas begal sudah termasuk dalam kategori
extraordinary crime yang sangat meresahkan masyarakat, terlihat dari hasil survey
PT Duta Politika Indonesia (2015) untuk menilai kondisi keamanan di Kota
Makassar.
Hasil survey menyatakan bahwa ada sekitar 7,7 persen responden menilai
sangat buruk, 43,9 persen responden yang menilai buruk, 25,7 persen responden
menilai baik, 14,1 persen responden menilai sedang, 1,1 persen responden menilai

8
sangat baik dan ada sekitar 7,5 persen responden yang tidak tahu/tidak jawab
(Abidin, 2018).
Data pencurian dengan kekerasan di kota Makassar yang terdiri dari kasus
yang diselesaikan sebagaimana yang penulis dapatkan dari hasil penelitian di
POLRESTABES Makassar yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Jumlah kasus Kriminalitas Begal di Kota Makassar Tahun 2011-2016
No Tahun Jumlah Kasus
1 2011 29
2 2012 79
3 2013 93
4 2014 223
5 2015 190
6 2016 140
Jumlah 754
Sumber: Polrestabes Kota Makassar, Media Online dan Hasil Observasi
Badan pusat statistika menerbitkan jumlah kejadian kejahatan terhadap hak/
milik dengan penggunaan kekearasan menurut Polda, Tahun 2017 yang tertera pada
gambar sebagai berikut:

Sumber: bsp.go.id 2018.

9
C. Faktor Penyebab Terjadinya Pencurian dengan Kekerasan/ begal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pencurian dengan kekerasan
(begal) antara lain:
1. Faktor Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu hal yang penting di dalam kehidupan
manusia, maka keadaan ekonomi dari pelaku tindak pidana pencurianlah yang
kerap kali muncul melatarbelakangi seseorang melakukan tindak pidana pencurian.
Para pelaku sering kali tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, atau bahkan tidak
punya pekerjaan. Karena desakan ekonomi yang menghimpit, yaitu harus
memenuhi kebutuhan keluarga, membeli sandang maupun pangan, atau ada sanak
keluarganya yang sedang sakit, maka sesorang dapat berbuat nekat dengan
melakukan tindak pidana pencurian.
2. Faktor Pendidikan
Pendidikan juga berpengaruh terhadap terjadinya pencurian dengan
kekerasan, dimana tingkat pendidikan pelaku rata-rata hanya tamat sekolah dasar.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal yang minim di dalam
masyarakat dapat menimbulkan dampak terhadap masyarakat tersebut, yaitu
mereka merasa dan bersikap rendah diri serta kurang kreatif sehingga tidak ada
kontrol terhadap pribadinya sehingga mudah melakukan tindakan-tindakan
kejahatan utamanya pencurian dengan kekerasan. Dengan pendidikan yang minim
pola pemikiran mereka mudah dipengaruhi oleh keadaan sosial sehingga pergaulan
dalam lingkungannya mudah mengekspresikan tingkah laku yang kurang baik lewat
perbuatan yang merugikan masyarakat.
Sehubungan dengan pendidikan yang minim itu maka pola pikir mereka
mudah terpengaruh karena kadang-kadang mereka bisa mengekspresikan tingkah
laku yang tidak baik lewat perbuatan yang merugikan masyarakat.
Jadi melalui bekal pendidikan yang diperoleh dengan baik dapat merupakan
proses pembentukan nilai-nilai atau perilaku mereka. Memang jika faktor
pendidikan dikaitkan dengan latar belakang kejahatan yang dilakukan itu rata-rata
yang berpendidikan rendah yang berpendidikan sekolah dasar yang banyak
melakukan kejahatan pencurian dengan kekerasan.

10
3. Faktor Lingkungan
Baik buruknya tingkah laku seseorang anak sangat dipengaruhi oleh
lingkungan dimana orang tersebut berada, pada pergaulan yang diikuti dengan
peniruan suatu lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan
tingkah laku anak. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan keluarga dan
lingkungan masyarakat itu sendiri.
Pergaulan dengan teman-teman dan tetangga merupakan salah satu
penyebab terjadinya pencurian dengan kekerasan. Hal itu menunjukkan bahwa
dalam memilih teman harus memperhatikan sifat, watak, serta kepribadian
seseorang. Hal ini dapat dilihat pada kasus kenakalan remaja yang menjadi pelaku
pencurian dengan kekerasan sebab faktor kenakalan tak terkontrol yang
menyebabkan mereka mencoba-coba untuk melakukan kriminal.
Baik buruknya tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan
pergaulan, apabila bergaul dengan orang baik maka perbuatan mereka pasti baik
pula dan apabila bergaul dengan orang yang suka melakukan perbuatan buruk maka
besar kemungkinan akan dipengaruhinya.
4. Faktor Lemahnya Penegakan Hukum
Pihak penegak hukum kadang-kadang menyimpang dari nilai-nilai hukum
yang hidup dalam masyarakat, sehingga ada pelaku kejahatan pencurian dengan
kekerasan yang mendapat hukuman yang terlalu ringan. Dan akibatnya begitu
keluar dari lembaga permasyarakatan maka pelaku mengulangi perbuatan jahat
tersebut, contohnya saja kasus OG (18) asal JL Cilalang Jaya, dan NN (18) asal JL
Laikang kota Makassar yang merupakan residivis begal, setelah bebas telah
melakukan kasus yang sama (Amri, 2019).

11
D. Upaya pemerintah dalam mengatasi begal di Makassar.
Upaya pemerintah setempat dalam menanggulangi permasalahan kejahatan
begal adalah sebagai berikut:

1. Sektor Ekonomi
Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar menggelar bimbingan teknis
(Bimtek) bagi pemuda dan wanita untuk mewujudkan program gerakan sadar
koperasi Angkatan II, di Hotel Yasmin Makassar. Saat ini gerakan Koperasi dan
UKM di Kota Makassar telah banyak menunjukkan kemajuan yang berarti.
Kemajuan tersebut semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk
menggunakan koperasi sebagai pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan
lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan.

Sumber: Rakyatku.com

2. Sektor Pendidikan
Pemerintah kota makassar telah memprogramkan deposito Pendidikan di
2018 melalui Dinas Pendidikan yang merupakan solusi berakhirnya Pendidikan
gratis 12 tahun di kota Makassar. Deposito Pendidikan ini bertujuan untuk
menguatkan anak-anak agar mereka tidak putus sekolah, sehingga anak-anak di
kota Makassar dapat menyelesaikan Pendidikannya minimal di tingat Sekolah
Menengah Atas.
Selanjutnya Pemerintah kota Makasar telah meresmikan sepuluh Sekolah
Menengah Pertama (SMP) yang bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional

12
(Hardiknas) 2 Mei 2019, ini bertujuan agar pemerataan Pendidikan dan menjamin
anak-anak di kota Makassar tidak putus sekolah.
3. Faktor Lingkungan
Salah satu program andalah wali kota makassar dalam memberantas begal
ialah dengan program lorong garden (Longgar) merupakan salah satu program
unggulan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dalam

Sumber: Merdeka.com

menghijaukan kota Makassar. Program Lorong Garden ini menjadi tolak ukur
apakah masyarakat kota Makasssar hidup dengan lingkungan sosial yang sehat. Hal
utama yang telah dilakukan adalah restorasi tata ruang kota Makassar agar menjadi
kota yang berstandar dunia. Dengan adanya program ini akan sangat mendukung
pemberantasan begal berbasis multikomunitas.

4. Penegakan Hukum
Memberikan penghukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan
dalam hukum pidana dengan berorentasi pada pembinaan dan perbaikan anak
pelaku begal bertujuan agar anak dapat kembali kemasyarakat minimal tidak akan
mengulangi kejahatan yang telah dilakukan.
Serta berbagai unsur yang berkaitan dengan mekanisme peradilan pidana
serta partisipasi masyarakat seperti mengaktifkan dan memperketat pos siskamling.
Kepolisian berkunjung ke sekolah untuk memberikan penyuluhan, himbauan
berhati-hati mengendari sepeda motor, melakukan sweeping, strong point dan

13
menggandeng media massa menyampaikan pentingnya menaati hukum yang
berlaku dan informasi kejahatan yang sedang marak terjadi.

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan makalah diatas, disimpulkan bahwa kejahatan begal
yang ada di Kota Makassar bukan karena penanganan yang tidak ada oleh
pemerintah setempat, namun hal ini dikarenakan oleh beberapa hal, diantaranya :
1. Faktor ekonomi
2. Faktor pendidikan
3. Faktor lingkungan
4. Faktor penegakan hukum
Sedangkan usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal itu
semua adalah sebagai berikut:
1. Pemberdayaan masyarakat melalui bibingan teknis pemuda (bimtek) untuk
gerakan sadar koperasi dan UKM.
2. Deposito dana pendidikan gratis untuk anak-anak yang kurang mampu, dan
pembangunan sekolah-sekolah untuk pemerataan pendidikan.
3. Program lorong garden agar terciptanya lingkungan hidup dan lingkungan
sosial yang sehat
4. Memberikan penghukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan
dalam hukum pidana dengan berorentasi pada pembinaan dan perbaikan
anak pelaku begal bertujuan agar anak dapat kembali kemasyarakat minimal
tidak akan mengulangi kejahatan yang telah dilakukan

B. Saran

Permasalahan begal merupakan tanggung jawab pemerintah dan


masyarakat, serta kembali kepada lingkungan keluarga dan sosial.

15
DAFTAR PUSTAKA

Badan Perencanaan Kabupaten Merauke. 2004. Peraturan Daerah Kabupaten


Merauke Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
Bappekab Kabupaten Merauke.
Alam A.S. 2010 Pengantar Kriminologi, Pusat Refleksi, Jakarta
Muladi, dan Diah Sulistyani. 2016. Kompleksitas Perkembangan Tindak Pidana
dan Kebijakan Kriminal. Bandung: PT. Alumni.
Susanto, Anthon F. 2010. Teori-Teori Hukum, Bandung: Refika Aditama.
Abidin, Muhammad Rais& Uca Sideng. The Spatial Distribution of Robberies in
Makassar City. UNM Geographic Journal, Volume 1 Nomor 2 Maret
2018 hal.85-95
Statistik kriminal. 2018, Badan Pusat Statistik, Jakarta.
https://makassar.kompas.com/read/2019/06/17/16461421/polisi-tangkap-11-
komplotan-begal-sadis-di-makassar-4-di-bawah-umur. Penulis
Kontributor Makassar Himawan. Diakses tanggal: 26 Agustus 2019
https://makassar.tribunnews.com/2019/05/20/baru-bebas-dua-pembegal-ini-
ditembak-tim-resmob-panakkukang. Penulis Darul Amri. Diakses
tanggal: 26 Agustus 2019
http://news.rakyatku.com/read/144121/2019/03/19/wujudkan-gerakan-sadar-
koperasi-diskop-dan-ukm-makassar-gelar-bimtek-bagi-pemuda.
Diakses tanggal 26 Agustus 2019
https://makassar.merdeka.com/kabar-makassar/program-penataan-lorong-
makassar-ini-diyakini-bisa-kendalikan-inflasi-1610314.html. Diakses
tanggal 26 Agustus 2019.

16