Anda di halaman 1dari 5

PENCEMARAN UDARA OLEH

KENDARAAN BERMOTOR

DISUSUN OLEH:
MUHAMMAD AFIF
20130110246

TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2015
A. Pengertian
Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kondisi udara menjadi rusak
dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang berbahaya bagi
tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah
padat industri. Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu
daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di daerah tersebut.
Pencemaran udara oleh kendaraan bermotor adalah pencemaran yang
dihasilkan dari zat buang atau emisi dari kendaraan bermotor itu sendiri. Menurut World
Bank, 70% sumber pencemar berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Dengan
pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tinggi menyebabkan pencemaran udara
di Indonesia menjadi sangat serius. Saat ini terdapat lebih dari 20 juta unit kendaraan
bermotor di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 juta unit diantaranya berseliweran
di jalanan Jakarta. Kondisi demikian diperparah dengan tidak seimbangnya antara
pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar Indonesia berkisar antara 8
– 12% per tahunnya. Sedang pertambahan jalan raya hanya 3 – 5% saja per tahunnya.
Keadaan ini mengakibatkan kemacetan di jalanan yang akhirnya polusi udara juga
meningkat, apalagi emisi gas buang kendaraan bermotor pada keadaan langsam dan
merayap (macet) berbeda 12 kali lipat disbanding kendaraan yang berjalan normal atau
lancar.

Gambar A.1 Polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor


B. Zat pencemar
1. Karbon Monoksida (CO)
Formasi CO (Karbon Monoksida) merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara
dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin diesel.
Karbon Monoksida yang meningkat di berbagai perkotaan dapat mengakibatkan
turunnya berat janin dan meningkatnya jumlah kematian bayi serta kerusakan otak.
Karena itu strategi penurunan kadar Karbon Monoksida sangat tergantung pada
pengendalian emisi seperti penggunaan bahan katalis yang mengubah bahan
Karbon Monoksida menjadi Karbon Dioksida dan penggunaan bahan bakar
terbarukan yang rendah polusi bagi kendaraan bermotor.
2. Nitrogen Dioksida (NO2)
Zat ini bersifat racun, terutama terhadap paru-paru. Kadar NO 2 yang lebih tinggi
dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang dan 90% dari kematian
tersebut disebabkan oleh gajala pembengkakan paru-paru (Edema Pulmonari).
Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mangakibatkan 100% kematian pada binatang
yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Percobaan dengan pemakaian NO 2
dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan
dalam bernafas.

3. Sulfur Oksida (SOx)


Pengaruh utama polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem
pernapasan. Beberapa penelitian menunjukan bahwa iritasi tenggorokan terjadi
pada kadar sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa individu yang sensitif
iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm. SOx dianggap berbahaya bagi kesehatan terutama
terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem
pernapasan kadiovaskular.
4. Hidrokarbon (HC)
Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan
membentuk ikatan baru yang disebut Plycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH) yang
banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalu lintas. Bila PAH ini masuk dalam
paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel kanker.
5. Khlorin (Cl2)
Gas Khlorin adalah gas berwarna dengan bau yang sangat menyengat. Gas
khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia
pertama. Selain bau yang menyengat, gas khlorin dapat menyebabkan iritasi mata
dan pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan pernafasan dan bereaksi
dengan ion hydrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat
korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan pada pernafasan.
6. Partikel debu
Pada umumnya ukuran pertikel debu sekitar 5 mikron merupakan partikel udara
yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli yang
lama-kelamaan dapat mengganggu kerja alveoli itu sendiri.
C. Dampak pencemaran udara
1. Dampak kesehatan
Substansi pencemar yang ada di udara dapat masuk kedalam tubuh melalui
sistem pernafasan. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernafasan
atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat masuk hingga mencapai
paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah.
Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (Infeksi Saluran
Pernapasan Atas).
2. Dampak terhadap tumbuhan
Tumbuhan yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran yang tinggi
dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit. Partikel yang terdeposisi di
permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis, sehingga tanaman
menjadi terhambat pertumbuhannya.

Gambar C.1 Kerusakan tumbuhan akibat polusi udara

3. Hujan asam
PH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO 2 di atmosfer. pencemar udara
seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan yang membentuk asam dan
menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

 Mempengaruhi kualitas air permukaan


 Merusak tanaman
 Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga
mempengaruhi kualitas air tanah.

Gambar C.2 Kerusakan tumbuhan akibat hujan asam


4. Efek rumah kaca
Disebabkan oleh kadar CO2, CFC, dan NO2 di udara yang sangat berlebihan
dikarenakan gaya hidup manusia di dunia serba canggih dan serba menggunakan
bahan bakar minyak, karena jumlahnya yang begitu banyak maka jumlah energi yang
masuk kedalam bumi hanya sedikit yang dipantulkan kembali keluar angkasa yang
mengakibatkan suhu pada bumi naik. Suhu bumi yang naik ini lah yang disebut
dengan fenomena Global Warming (pemanasan global), dampak dari pemanasan
global adalah:

 Pencairan es di kutub bumi  Perubahan siklus hidup


 Naiknya permukaan air laut flora dan fauna
 Perubahan iklim regional  Tenggelamnya kota-kota di
dan global tepi laut

5. Kerusakan lapisan ozon


Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju
penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga
terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan
sinar UV-B matahari tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta
penyakit pada tumbuhan.
D. Cara mengurangi pencemaran udara
1. Gunakan bahan bakar yang ramah lingkungan untuk kendaraan kita
2. Kurangi penggunaan kendaraan
3. Untuk perjalanan yang relatif dekat, gunakan kendaraan tidak bermotor
4. Lakukanlah gerakan penanaman pohon untuk memperbnayak produksi oksigen

DAFTAR PUSTAKA
Ajim Nanang, 2013 “Pencemaran Udara oleh Asap Kendaraan Bermotor”,
www.mikirbae.com/2013/6

Shih Martin, 2012 “Pencemaran Udara”,


www.pollutiononmyearth.weebly.com/materi/Pencemaran_udara