Anda di halaman 1dari 13

DISCOVERY LEARNING MODUL KOMPLEMENTER

Disusun oleh :

Nurfika Mustika D
11151040000023

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulisa ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan ilmiah dalam bentuk makalah tanpa suatu halangan yang berarti hingga akhirnya
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas DL pada Modul Komplementer Program
Studi Ilmu Keperawatan. Dalam makalah ini Penulis mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungannya dalam pembuatan makalah
ini. Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen penanggung jawab modul
Komplementer yang telah memberikan kesempatan kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini, untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Penulis
berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun pembaca.

Ciputat, 10 September 2018


DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2
BAB I ........................................................................................................................................................ 4
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 4
BAB II ....................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 5
Pemanfaatan Akupuntur di Sarana Pelayanan Kesehatan ................................................................. 5
Standar Pelayanan Medik Herbal ....................................................................................................... 6
Definisi Yankestrad ............................................................................................................................. 7
Pengobatan Tradisional ...................................................................................................................... 7
Jenis Pelayanan Kesehatan Tradisional............................................................................................... 8
Wewenang dan Perizinan Hattra dan Yankestrad .............................................................................. 9
BAB III .................................................................................................................................................... 12
PENUTUP ............................................................................................................................................... 12
Daftar Pustaka....................................................................................................................................... 13
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sarana pengobatan umumnya ditempuh oleh seorang yang sakit/tidak sehat dengan
menjalani pengobatan baik secara medis (konvensional) maupun secara tradisional
(nonkonvensional). Medis memiliki makna yang berhubungan dengan kedokteran.
Pengobatan medis ditangani tenaga medis yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah
diakui oleh ilmu pengetahuan di bidang kedokteran, sedangkan pengobatan tradisional
(nonkonvensional) merupakan pengobatan yang bersifat turun-temurun dan diakui oleh
kalangan masyarakat.

Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pemanfatan akupuntur di sarana yankes?


2. Apa saja standar pelayanan medik herbal?
3. Apa yang dimaksud dengan pengobatan tradisional?
4. Apa itu penyelenggaraan komplementer dan alternatif di sarana yankes?
5. Apa itu yankes empiris dan yankes integrasi?
6. Apa saja perbedaan wewenang dan perizinan hattra dan nakestrad?

Tujuan

7. Mahasiswa mengetahui pemanfatan akupuntur di sarana yankes.


8. Mahasiswa mengetahui standar pelayanan medik herbal.
9. Mahasiswa mengetahui pengobatan tradisional.
10. Mahasiswa mengetahui penyelenggaraan komplementer dan alternatif di sarana
yankes.
11. Mahasiswa mengetahui yankes empiris dan yankes integrasi.
12. Mahsiswa mengetahui perbedaan wewenang dan perizinan hattra dan nakestrad.
BAB II

PEMBAHASAN

Pemanfaatan Akupuntur di Sarana Pelayanan Kesehatan


Akupunktur berasal dari kata acus yang berarti jarum dan punktura yang berarti
penusukan. Akupunktur merupakan suatu metode terapi dengan penusukan pada titik-titik di
permukaan tubuh untuk mengobati penyakit maupun kondisi kesehatan lainnya. Akupunktur
merupakan stimulasi terhadap titik anatomis tertentu pada tubuh dengan berbagai macam
teknik melalui penyisipan jarum besi yang tipis menembus kulit menggunakan tangan atau
dengan stimulasi listrik.
Terapi analgesia akupunktur mendapat dukungan dari berbagai organisasi kesehatan,
seperti World Health Organization (WHO), National Institutes of Health (NIH), dan
American Academy of Medical Acupuncture (AAMA). WHO mensponspori praktisi kesehatan
negara barat untuk mengikuti kursus akupunktur di Sekolah Pengobatan Tradisional Cina
Nanjing pada tahun 1978. WHO dan NIH menyatakan bahwa akupunktur berguna sebagai
penatalaksanan berbagai keluhan nyeri dari berbagai penyakit, seperti carpal tunnel
syndrome, facial tics, fibromialgia, sakit kepala, osteoarthritis, tendinitis, dan tennis elbow.
Kedua organisasi ini pun mengungkapkan bahwa akupunktur tidak bermasalah jika
dikombinasikan dengan obat-obatan standar penyakit.
AAMA membuat daftar berbagai keadaan nyeri yang dapat ditangani oleh akupunkur,
antara lain nyeri akibat olahraga, nyeri leher, sciatica, nyeri akibat kompresi saraf, nyeri
akibat penyakit medulla spinalis, whiplash, splash, dan nyeri regangan. Selain itu, pihak
asuransi di berbagai negara ikut mendukung penerapan terapai akupunktur medik. Pihak
asuransi bersedia membayar seluruh atau sebagian biaya perawatan akupunktur sesuai
perjanjian polis.
Perkembangan akupunktur kian hari kian pesat. Berbagai macam teknik akupunktur
terus bermunculan, antara lain akupunktur elektrik (teknik akupunktur yang menggunakan
impuls listrik yang sangat kecil melalui jarum akupunktur untuk menstimulasi titik
akupunktur tertentu di permukaan tubuh.), moxibustion (teknik akupunktur dengan
menggunakan panas pada titik akupunktur tertentu), dan cupping (teknik stimulasi titik
akupunktur dengan menggunakan pengisapan melalui logam, kayu, botol gelas yang di
dalamnya dibuat hampa udara).
Kegunaan berbagai teknik akupunktur ini disesuaikan dengan tujuan terapi medis.
Akupunktur jarum dapat digunakan untuk mengurangi stress, nyeri sendi dan gangguan
sistem muskuloskeletal lainnya, nyeri punggung, nyeri bahu, nyeri leher, nyeri lutut, nyeri
rahang, sindrom pramenstruasi, dan gejala menopause. Akupunktur ini juga dipercaya dapat
mengobati gangguan emosi karena seluruh ekspresi kehidupan, termasuk keadaan fisik,
emosi, spiritual, dan mental berasal dari aliran energi yin dan yang.
Akupunktur dapat menghilangkan frustasi, kaku otot, keram perut dan kaki,
kelelahan, lemah, sensasi kolaps, dan kesulitan bernapas akibat gangguan emosi melalui
stimulasi titik khusus untuk melepaskan emosi yang berlebihan. Akupunktur pun dapat
mengobati kecemasan dan depresi pasien gangguan muskuloskeletal sehingga mencegah
timbulnya nyeri kronik dan perburukan nyeri akibat produksi hormon stress, kortisol yang
berlebihan.
Akupunktur sekarang dipertimbangkan sebagai pengganti obat-obatan analgesik di
masa yang akan datang. Akupunktur dipertimbangkan cukup aman jika dikerjakan oleh
praktisi akupunktur yang berpengalaman. Selain itu, efek samping akupunktur lebih sedikit
dibandingkan dengan obat-obatan penghilang nyeri standar, seperti obat-obatan antiinflamasi
nonsteroid dan suntikan steroid yang digunakan untuk menangani penyakit muskuloskletal
yang menimbulkan nyeri hebat, seperti fibromyalgia, nyeri miofasial, osteoartritis, dan tenis
elbow.

Standar Pelayanan Medik Herbal


1. Permenkes RI Nomor 61 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional
Empiris.
2. UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. 3.
3. Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.
4. PP Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Yankestrad.
5. PP Nomor 72 Tahun 2012 Tentang SKN.
6. Permenkes Nomor 1787/Menkes/Per/XII/2010 Tentang Iklan Dan Publikasi Yankes.
7. Permenkes Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional.
8. Permenkes Nomor 90 Tahun 2013 Tentang SP3T.
9. Permenkes Nomor 64 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemenkes.
10. Kepmenkes Nomor 381/Menkes/SK/III/2007 Tentang Kebijakan Obat Tradisional
Nasional.
Definisi Yankestrad
Pelayanan kesehatan tradisional/Yankestrad adalah gabungan pengetahuan,
keterampilan dan praktek yang berdasarkan teori, keyakinan dan pengalaman dari
kebudayaan tertentu, baik yang dapat dijelaskan maupun tidak dan yang digunakan dalam
pemeliharaan kesehatan serta pencegahan, diagnosis, perbaikan atau pengobatan penyakit
fisik dan mental (Traditional Medicine, WHO). Yankestrad adalah pengobatan dan atau
perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun
temurun secara empiris yang dapat dipertanggung jawabkan dan diterapkan sesuai norma
yang berlaku di masyarakat (UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan).

Pengobatan Tradisional
Pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan
yang sudah berkembang sejak dulu di Indonesia bahkan sebelum keberadaan pengobatan
modern. Pemerintah menerbitkan berbagai peraturan untuk berupaya melindungi warga
negara dan sekaligus memberikan rasa aman. Perlindungan dan rasa aman tersebut juga
diberikan bagi pemberi pelayanan kesehatan.
pengobatan tradisional merupakan sarana penyembuhan yang mendukung pemerintah
dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Pengobatan tradisional
pada prinsipnya merupakan salah satu upaya pengobatan dan/atau perawatan cara lain di luar
ilmu kedokteran. Metode pengobatan tradisional meskipun di luar ilmu kedokteran namun
tetap dipercaya dan diminati oleh masyarakat, hal ini karena tidak semua lapisan masyarakat
dapat menerima pengobatan secara medis yang pada umumnya menggunakan obat-obatan
melalui proses kimia. Pemerintah menerbitkan aturan melalui Kepmenkes No.
1076//MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional. Peraturan
tersebut dibentuk oleh Pemerintah, hal ini membuktikan bahwa pengobatan tradisional
mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Pengobatan tradisional sebagai alternatif pengobatan di luar cara medis hanya dapat
dilakukan oleh pengobat/orang yang ahli di bidangnya. Menurut rumusan Pasal 1 Angka 16
UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang dimaksud dengan pengobatan tradisional
adalah pengobatan dan/atau perawatan dengancara dan obat yang mengacu pada pengalaman
dan keterampilan turun temurunsecara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Klasifikasi dan jenis sebagaimana dimaksud meliputi:
a. Pengobat tradisional ketrampilan terdiri dari pengobat tradisional pijat urut, patah
tulang, sunat, dukun bayi, refleksi, akupresuris, akupunkturis, chiropractor dan
pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
b. Pengobat tradisional ramuan terdiri dari pengobat tradisional ramuan Indonesia
(Jamu), gurah, tabib, shinshe, homoeopathy, aromatherapist dan pengobat tradisional
lainnya yang metodenya sejenis.
c. Pengobat tradisional pendekatan agama terdiri dari pengobat tradisional dengan
pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Budha.
d. Pengobat tradisional supranatural terdiri dari pengobat tradisional tenaga dalam
(prana), paranormal, reiky master, qigong, dukun kebatinan dan pengobat tradisional
lainnya yang metodenya sejenis.

Jenis Pelayanan Kesehatan Tradisional


Pelayanan kesehatan tradisional terdiri dari 3 jenis yaitu :

1. Yankestrad Empiris
Penerapan kesehatan tradisional yang manfaat dan keamanya terbukti secara empiris.
Ketentuan :
a. Dapat dipertanggung jawabkan dan digunakan secara rasional.
b. Dalam rangka upaya promotif perventif.
c. Digunakan dalam pendekatan holistik dan alamiah untuk menyeimbangkan
kembali antara kemampuan adaptasi dengan penyebab gangguan kesehatan.
d. Tidak bertentangan dengan norma agama (klenik,mistik/menggunakan bantuan
gaib) dan norma yang berlaku di masyarakat.
e. Tidak bertentangan dengan program pemerintah dalam upaya kesehatan
masyarakat
SDM KEILMUAN PENDIDIKAN UPAYA PENDAFTARAN TEMPAT
KESEHATAN DAN
PERIZINAN
Penyehat Terbukukti Kursus Promotif dan STPT berlaku dua Mandiri atau
tradisional secara empiris Magang pada prefentif tahun dan dapat berkelompok
hattra diperbaharui
2. Yankestrad Komplementer
Penerapan kesehatan kesehatan tradisional yang memanfaatkan ilmu biomedis dan biokultural dalam
penjelasnya serta manfaat dan kemananya terbukti secara ilmiah. Jenis Yankestrad
Komplementer ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat rekomendasi dari tim, yang
terdiri dari Kemkes, OP, praktisi dan pakar Kestrad.
SDM KEILMUAN PENDIDIKAN UPAYA PENDAFTARAN TEMPAT
KESEHATAN DAN
PERIZINAN
Tenaga Biokultural dan Minimal D3 di Promotif STR TKT dan SIP Mandiri atau
kesehatan biomedis bidan yankestrad preventif kuratif TKT berkelompok
tradisional dan rehabilitatif

3. Yankestrad Integrasi
Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang mengkombinasikan pelayanan kesehatan konvensional
dengan pelayanan kesehatan tradisional komplementer, baik bersifat pelengkap atau
pengganti
SDM KEILMUAN PENDIDIKAN UPAYA PENDAFTARAN TEMPAT
KESEHATAN DAN
PERIZINAN
Dilakukan Kombinasi Minimal D3 Promotif STR dan SIP Fasilitas yankes
bersama yankes preventif kuratif
nakes konvensional dan rehbilitatif
yankestrad
komplementer

Wewenang dan Perizinan Hattra dan Yankestrad


Penyehat Tradisional (Hattra) Syarat dan ketentuan :
a. Hattra hanya dapat menerima klien sesuai keilmuan dan keahlian.
b. Bila berhalangan praktik tidak dapat digantikan oleh Hattra lainya.
c. Bila tidak mampu memberikan pelayanan , wajib mengirimkan klien ke fasilitas
pelayanan kesehatan.
d. Wajib memiliki STPT .
e. Tidak melakukan intervensi tubuh yang bersifat invasif.
f. Hanya dapat memiliki 1 STPT dan 1 tempat praktik.
g. Izin praktik perseorangan melekat pada STOT Hattra.
h. Setiap panti sehat harus memiliki izin sarana.
i. Wajib menaati kode etik hattra

Syarat untuk mendapatkan STPT

STPT hanya diberikan Hattra yang tidak melakukan intervensi terhadap tubuh yang
bersifat invasif serta tidak bertentangan dengan konsep dan ciri khas Yankestrad empiris. STPT
berlaku 2 tahun dan dapat diperpanjang. Persyaratanya yaitu :

a. Surat pernyataan mengenai metode atau tahnik pelayanan yang diberikan.


b. Fotokopi KTP yang masih berlaku.
c. Pas foto terbaru 4x6 2 lembar.
d. Surat keterangan lokasi praktik dari kelurahan atau kantor desa.
e. Surat pengantar dari Puskesmas.
f. Rekomendasi Dinkes Kabupaten/Kota (dilakukan setelah penilaian teknis).
g. Surat rekomendasi dari asosiasi terkait.

Syarat untuk memperpanjang STPT :

a. Fotokopy STPT yang masih berlaku.


b. Rekomendasi Dinkes Kabupaten/Kota (dilakukan setelah penilaian teknis).
c. Permohonan paling lambat 3 bulan sebelum jangka waktu STPT berakhir.

Tenaga Kesehatan Tradisional (Nakestrad) Syarat dan ketentuan :

a. Pemberian Yankestradkom harus sesuai dengan standar profesi, standar


pelayanan dan SPO.
b. Bila berhalangan praktik dapat digantikan oleh Nakestrad lain yang memiliki
kompetensi dan kewenangan yang sama.
c. Bila tidak mampu memberikan pelayanan wajib merujuk ke fasilitas pelayanan
kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan tradisional
d. Wajib memiliki STR TKT dari konsil (berlaku 5 tahun).
e. Wajib memiliki SIP TKT.
f. Pembaharuan SIP TKT dilaksanakan sepanjang STRTKT masih berlaku.
g. Wajib mematuhi etika profesi.
Persyaratan STRTKT DAN SIPTKT bagi Nakestrad : STRTKT Diterbitkan oleh
konsil/MTKI.

a) Ijazah Kestrad.
b) Sertifikasi kompetensi.
c) Surat keterangan sehat.
d) Pernyataan telah mengucapkan sumpah profesi.
e) Pernyataan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi
f) SIPTKT diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atas Rekomendasi
Pejabat Kesehatan yang berwenang di Kabupaten/Kota.
g) STRTKT.
h) Surat pernyataan memiliki tempat praktik atau surat keterangan dari Pimpinan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan
Pelayanan kesehatan tradisional/Yankestrad adalah gabungan pengetahuan,
keterampilan dan praktek yang berdasarkan teori, keyakinan dan pengalaman dari
kebudayaan tertentu, baik yang dapat dijelaskan maupun tidak dan yang digunakan dalam
pemeliharaan kesehatan serta pencegahan, diagnosis, perbaikan atau pengobatan penyakit
fisik dan mental (Traditional Medicine, WHO).
Pengobatan tradisional pada prinsipnya merupakan salah satu upaya pengobatan
dan/atau perawatan cara lain di luar ilmu kedokteran. Metode pengobatan tradisional
meskipun di luar ilmu kedokteran namun tetap dipercaya dan diminati oleh masyarakat, hal
ini karena tidak semua lapisan masyarakat dapat menerima pengobatan secara medis yang
pada umumnya menggunakan obat-obatan melalui proses kimia. Pemerintah menerbitkan
aturan melalui Kepmenkes No. 1076//MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan
Pengobatan Tradisional.
Daftar Pustaka

Dharmajono.2011. Menghayati Teori dan Praktek Akupuntur Jilid II. Jakarta: Trubus
Agriwidjaya.

Saputra, K dan Syarif Sudirman. Akupunktur untuk Nyeri Kanker. Dalam Akupunktur untuk
Nyeri dengan Pendekatan Neurosains. Jakarta: CV Sagung Seto. 2009; 44-45

Sidik, PH. Akupunktur Medik Dasar dalam Makalah One Day National Symposium of
Medical Acupuncture. Surakarta. Kasrat de Geneeskunde Fakultas Kedokteran Universitas
Sebelas Maret Surakarta. 2010; 3-5.

https://id.scribd.com/document/356143996/YANKESTRAD-pdf. Diakses pada tanggal 10


september 2018.