Anda di halaman 1dari 4

KD 3.

2 Memahami Teknik dan Gaya Lagu Daerah dengan Dua Suara


atau lebih Secara Berkelompok
1. Pengertian Bernyanyi
Menyanyi adalah melantunkan suara dengan nada-nada yang beraturan, biasanya
menyanyi diiringi dengan alat musik, baik itu menyanyi secara single/sendirian
maupun menyanyi dalam kelompok.

2. Teknik Penyajian musik dan contohnya :


1. Penyajian musik tunggal, yakni bentuk penyajian music yang menampilkan
seorang musikus dalam memainkan alat musik tertentu.
2. Penyajian kelompok music terbatas, Yang dimaksud adalah penyajian kelompok
musicseriosa dalam bentok duct alat music, bentuk-bentuk trio, kuartet, atau
kuintet alat music sampai dengan bentuk ensambel terbatas.
3. Penyajian music orchestra yang dihadiri oleh penikmat yang jumlahnya jauh lebih
besar
4. Penyajian music elektrik, yakni penyajian kelompok music dengan
menggunakanperiengkapan atau alat-alat music elektrik berkekuatan tinggi
Contoh bentuk penyajian karya musik antara Iain:
Vokal : acapella, nasyid, dan lain-lain
Instrumen: drum band, musik instrumental, dan lain-lain.
Campuran : musik band, musik dangdut, dan lain-lain.

3. Teknik Bernyanyi Dua Orang atau lebih :

a) Artikulasi, merupakan cara pengucapan kata demi kata maupun huruf demi hurup
dengan jelas dan benar

b) Pernapasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya yang


kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan
keperluan. Udara yang digunakan saat bernyanyi lebih banyak daripada pada saat
bernafas sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan mengisi paru-paru sebanyak
mungkin saat menyanyi. Teknik permapasan dalam menyanyi dibagi menjadi tiga,
yaitu teknik pernapasan dada, perut, dan diafragma.

c) Phrasering, adalah aturan penggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah
dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Untuk mendapatkan
phrasering yang haik, seorang penyanyi harus memahami arti sebuah kalimat,
memahami tujuan/ pesan sebuah lagu, serta memahami bahwa susunan nada dan
syair lagu adalah satu keatuan yang utuh Dalam menyanyikan kalimat lagu secara
utuh, tidaklah sesederhana "membaca kalimat karena disamping harus memahami
kalimat yang diucapkan dengan sejelas mungkin, seorang penyanyi juga harus
memahami tanda-tanda dinamika, tekaman nada, susunan nada, dan lain lain yang
harus dikerjakan bersamaan dengan pemenggalan kalimat
d) Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang bernyanyi, bisa dengan
duduk atau berdiri yang terpenting saluran pernapasan tidak terganggu. Sikap
badan sangat mempengaruhi produksi suara seseorang saat menyanyi, baik
penyanyi solo maupun penyanyi kelompok. Sikap tubuh pada saat menyanyi yang
benar, baik pada saat bernyanyi dengan posisi duduk maupun posisi berdiri, antara
lain :
 Bernyanyi pada sikap duduk
a. Posisi duduk yang tegap, rileks, dada ke depan
b. Posisi kedua kaki di depan dan menempel pada lantai
c. Busungkan dada agar tulang rusuk berkembang dan rongga dada bertambah
besar
 Bernyanyi pada sikap berdiri
A. Posisi kedua kaki harus siap menjadi tumpuan saat berdiri, rilekskan badan
dan jangan tegang karena dapat mempengaruhi produksi suara.
B. Posisi kedua bahu datar dan busungkan dada agak ke depan agar suara yg
keluar lebih maksimal, dan rilekskan kedua lengan.
C. Renggangkan kedua kaki dengan santai, lalu salah satu kaki agak sedikit maju
kedepan.
D. Kedua lutut harus rileks dan mudah digerakkan.

e) Resonansi, adalah usaha untuk memperindah suara dengan memfungsikan rongga-


rongga udara yang ikut bervibrasi/ bergetar di sekitar mulut dan tenggorokan.
Kualitas dan kuantitas suara hasil penguatan resonansi akan membedakan warna
suara satu instrumen dengan instrumen lainnya. Sebagai contoh, Violin
menghasilkan suara tipis dan tinggi, berbeda dengan contra bass yang
menghasilkan suara tebal dan besar. Warna suara dari kedua instrumen jelas
berbeda karena secara fisik keduanya memiliki ruang resonansi yang berbeda
jauh. Demikian pula pada setiap manusia pasti memiliki perbedaan, baik bentuk,
ukuran maupun kualitasnya. Namun, pada saat bernyanyi semua memiliki fungsi
yang sama yaitu rongga resonan menguatkan dan memperbesar getaran suara dari
sumbernya (pita suara).

f) Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi
gelombang atau suara yang bergetar teratur, biasanya diterapkan diakhir sebuah
syair lagu. Tidak semua syair lagu menggunakan vibrato, adakalanya syair lagu
itu polos atau dikurangi. Vibrato yang berlebihan dapat mengubah nada dan vocal,
sedangkan vibrasi yang di buat-buat dapat memberi kesan seperti kedinginan.

g) Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah sebagian melodi


lagu secara profesional, tanpa merubah melodi pokoknya. Beberapa penyanyi
sering membuat variasi pada lagu yang dibawakan secara spontanitas tanpa
persiapan terlebih dahulu, hal ini dinamakan improvisasi vokal. Adapun syair lagu
yang dibawakan tidak berubah meskipun lagu telah diimprovisasi. Yang berubah
adalah panjang pendeknya nilai not dan aksen setiap suku kata
h) Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau secara tepat.
Ketepatan intonasi dalam setiap lagu merupakan dambaan setiap penyanyi.

4. Cara Mengaransemen Lagu

 Menentukan Melodi Pokok


Melodi pokok ditentukan terlebih dahulu untuk mengetahui jenis aransemen yang
akan digunakan. Aransemen dapat ditentukan dalam bentuk dua, tiga atau empat suara
dengan memecah melodi yang sudah ada atau harmoni dari lagu tersebut.

 Menentukan Akor Tentukan akor-akor yang akan digunakan. Dengan mengetahui


akor-akor yang akan digunakan dapat dibuat aransemen yang bervariasi. akor
dikembangkan menjadi bentuk bentuk aransemen musik. Sebelum pembahasan akor
lebih jauh, Anda kenali dulu Tangga Nada yang biasa digunakan dalam musik. Dari
sekian banyak tangga nada (Salendro Pentatonik, Arabic, Debussy, cromatic, dll) kita
kenali Tangga Nada Diatonis, yakni tangga 7 nada dalam 1 oktaf, yaitu:
a. Mayor Tangga nada berdasar nada do', dengan susunan : 1-2-3-4 -5-6-7-1.
Sifat lagu bertangga nada Mayor : terbuka, luas, romatik. haru, megah,
bersemangat, dll.
b. Minor Tangga nada berdasar nada la', dengan susunan: 6-7-1--2 -3-4-5-6.Sifat
lagu bertangga nada minor: tertutup, sedih, perih. marah, lirih, dll.

 Menentukan Irama/Ritme
Dalam tahap ini, seorang arranger dapat. menentukan irama/ritme yang dikehendaki.
Irama yang akan digunakan dapat mengubah ritme atau irama yang sudah digunakan.
Misalnya lagu daerah diaransemen dalam bentuk keroncong, secara tidak langsung
ritme yang digunakan akan berbeda dari sebelumnya.

 Menentukan Instrumen yang Sesuai


Tentukan instrumen yang akan digunakan untuk memainkan jenis aransemen yang
kalian buat. Kalian dapat memanfaatkan instrumen yang ada di sekolah kalian.

 Mencoba Hasil Aransemen Sesuai Bentuknya


Sebuah aransemen yang baik ialah hasil perkembangan atau proses yang panjang.
Salah satu cara untuk mengetahui hasil aransemen yang kalian buat ialah mencoba
sesuai jenis aransemen yang kalian buat secara bersama-sama Dengan cara ini, kalian
akan mengetahui bagian-bagian yang kurang pas untuk memperbaikinya.
5. Cara Menjadi Dirigen yang Baik
 memiliki sifat kepemimpinan
 memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
 sebaiknya sehat jasmani dan rohani
 simpatik
 menguasai cara latihan yang efektif
 memiliki daya imajinasi yang baik
 memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan bermain music

6. Walaupun terlihat amat simpel namun menjadi seorang dirigen harus memiliki
beberapa syarat antara lain
 Harus berwibawa
Dirigen harus memiliki sifat kewibawaan sebagai seorang pemimpin, karena
dia memimpin sekian banyak orang agar patuh terhadap aturan teknis maupun
naskah lagu dan sejatinya seorang pemimpin harus bisa memotivasi apa yang
ia pimpin jika ada permasalahan yang terjadi di dalam kelompok
 Kepekaan terhadap musik
Syarat berikutnya adalah mengenai kepekaan terhadap musik, karena dari situ
ia bisa langsung merasakan jika ada Pitch yang kurang pas bisa ia benahi
segera atau jika ada faktor kesulitan dalam sebuah lagu ia bisa memberikan
jalan keluar yang tepat
 Pengetahuan musik yang luas
Tak jarang seorang komponis merangkap menjadi dirigen karena luasnya
pengetahuan yang ia miliki mengenai musik, mulai dari akord, bentuk
aransemen, orkestrasi dan banyak lagi karena hal yang demikianlah yang
dibutubkan seseorang untuk menjadi dirigen
 Imajinasi yang baik
Dengan imajinasi yang baik seorang dirigen akan mampu membawakan musik
dengan lebih ekspresif mengungkapkan pesan-pesan yang ia bawakan lewat
musik menjadi tersampaikan kepada para penonton.
 Memiliki kesehatan yang baik
Seorang dirigen harus memiliki kesehatan jasmani yang prima, karna ialah
sebagai tumpuan para pemain musik agar musik bisa tersaji dengan rapih dan
harmonis selain itu ia pun harus berdiri lama serta melakukan berbagai
gerakan dalam memberikan arahan serta aba-aba dalam memimpin.
 Kemampuan mengorganisir
Yang terakhir adalah sikap mengorganisir anggotanya dengan baik, kapan
waktunya untuk latihan, kapan melakukan sharing demi perkembangan
kelompoknya dan bagaimana cara menata musik agar terciptanya musik yang
berkualitas

Nama : Naufal Surya Saputra


Kelas : VIII – 6
Mata pelajaran : Seni Budaya