Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

TERAPI BEKAM

NURFIKA MUSTIKA DEWI

NIM 11151040000023

PSIK A 2105

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2018
Pengertian Bekam
Bekam adalah sebuah pengobatan yang diisyaratkan Allah SWT melalui
Rasulullah SAW. Sebagai umatnya maka wajib mempelajari, mengamalkan dan
mendakwah metode pengobatab bekam, bekam (Al-Hijamah) merupakan metode
pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui kulit.
Bekam adalah pengobatan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi.
Nama lainnya bekam adalah canduk, chantuk, kop, mambakan, di Eropa dikenal
dengan istilah Cuping Theraupieutic method.

Sejarah Terapi Bekam


Bekam sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi, yaitu di kerajaan
Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, dan Persia.
Pada zaman Mesir kuno, dimana kehidupan masyarakat Mesir mempunyai aktivitas
berdagang yang tidak hanya antarsuku tapi juga menjangkau ke berbagai bangsa.
Perjalanan yang jauh dan cukup melelahkan, membuat kondisi tubuh terasa tidak
nyaman, maka masyarakat Mesir berupaya untuk mengurangi rasa sakit dibagian
anggota tubuhnya yang dirasa sakit, dengan mengeluarkan cairan-cairan darah yang
dianggap mempengaruhi keseimbangan atau metabolisme. Cara tersebut memberikan
efek positif terhadap anggota tubuh yang dirasa tidak nyaman. Tindakan ini merupakan
metode pembersihan darah yang tidak saja memberikan kenyamanan, keseimbangan
dan menjaga metabolisme tubuh. Akan tetapi, merupakan salah satu cara untuk
penyembuhan penyakit dengan cara pelepasan/pengeluaran darah dari anggota tubuh.

Manfaat Bekam
Pengobatan dengan cara bekam memeberi banyak manfaat kebaikan kepada
manusia yang melakukannya diantaranya menjaga kesehatan tubuh, menghilangkan
letih, lesu, lelah, meningkatkan daya tahan tubuh, alergi, perut kembung, asam urat,
kolesterol, jantung, migren, hipertensi, stroke, dan 72 macam penyakit. Ada juga
beberapa manfaat yang diperoleh diantaranya:
1. Membersihkan darah dari racun-racun sisa makanan dan dapat meningkatkan
aktifitas saraf tulang belakang.
2. Mengatasi gangguan tekanan darah yang tidak normal dan pengapuran pada
pembuluh darah.
3. Menghilangkan rasa pusing, kejang kejang, dan keram yang terjadi pada otot.
4. Sangat bermanfaat bagi penderita asma, pneumonia, dan angina pectoris.
5. Menghilangkan sakit bahu, dada, dan punggung.
6. Dapat menyembuhkan penyakit encok dan reumatik.
7. Dapat mengatasi gangguan kulit, radang selaput jantung dan radang ginjal.
8. Mengatasi keracunan dan luka bernanah serta bisul.
9. Meringankan rasa sakit dan masalah masuk angin.

Macam-macam Terapi Bekam


Terapi bekam terbagi dua, yaitu bekam kering dan bekam basah. Terapi bekam
kering dilakukan dengan penghisapan pada permukaan kulit di bagian tubuh tertentu
(khususnya daerah punggung) menggunakan kop vakum selama 3-4 menit. Terapi
bekam kering dilakukan pada mereka yang menderita kesulitan bergerak, mengalami
mimisan, gangguan buang air, haid tidak lancar, dan rasa mual. Terapi bekam basah
diawali dengan pengkopan pada daerah tubuh tertentu selama 3-4 menit. Setelah kop
dilepas, dilakukan pelukaan daerah yang sama menggunakan jarum steril, dilanjutkan
dengan pengkopan berikutnya untuk mengeluarkan darah.

Alat-alat Untuk Bekam


Berbagaai macam alat-alat yang diperlukan untuk melakukan pengobatan terapi bekam.
Menurut Ridho (2012), alat-alat yang digunakan yaitu;
1. Cupping set
2. Lancing device
3. Lancet
4. Sarung tangan
5. Masker
6. Tensi meter
7. Stetoskop
8. Kassa steril
9. Kapas
10. Alkohol
11. Bak sampah medis

Cara Sterilisasi Alat Bekam


a. Kop yang habis dipakai dan terkena darah, bersihkan dengan menyemprot alkohol
70% ke dalam gelas kop dengan alat semprot.
b. Setelah bersih rendamlah pada baskom yang sudah berisi air yang sudah dicampur
dengan cairan clorin. Perbandingan air dengan clorin adalah 9:1.
c. Rendam selama 10 menit.
d. Angkat dan bersihkan dengan sabun atau pembersih yang lain.
e. Cuci dibawah air mengalir.
f. Keringkan dalam rak yang usdah tersedia.
g. Masukkan dalam sterilisator ozon.
h. Bisa juga menggunakan desinfektan tingkat tinggi

Titik Titik Bekam


Menurut santoso (2012) dibawah ini adalah titik-titik bekam berdasarkan penyakitnya:
a. Ummu mughis (puncak kepala)
Titik tersebut berada di ubun-ubun dan bermanfaat untuk mengatasi penyakit vertigo
migrain, sakit kepala menahun.
b. Al-Akhdain (dua urat leher)
Titik ini adalh dua urat disamping kiri dan kanan leher. Posisissnya dibawah garis
batas rambut kepala belakang, sejajar dengan cervical 3-7. Manfaatnya untuk
mengatasi hipertensi, stroke, sakit bagian kepala dan wajah.
c. Al-Kaahil (punduk)
Titik ini berada di ujung atas tulang belakang, bermanfaat untuk masalah penyakit
sekitar kepala dan saraf serta 72 penyakit.
d. Al-katifain (bahu kiri dan kanan)
Titik berada di pundak atau bahu kiri dan kanan, bermanfaat untuk penyakit
hipertensi, nyeri bahu, stroke, sakit leher.
e. Al-Warik (pinggang)
Posisinya; pertemuan oto gluteuss maximus dengan gluteus medis bawah kiri dan
kaanan. Titik ini bermanfaat untuk masalah gangguan ginjal, sakit pinggang, haid
tidak lancar, susah buang air kecil.
f. Ala-Dzohril Qadami (betis)
Titik ini berda dibetis kiri dan kanan. Mengatasi gangguan asam urat, kesemutan,
pegal-pegal, stroke.

Langkah Melakukan Terapi Bekam


1. Mendata Pasien dan Melakukan Anamnesis (Wawancara)
Catatan data pasien sangatlah penting untuk merekam identitas, diagnosis penyakit,
terapi yang sudah diberikan serta mengetahui perkembangan penyakitnya. Data yang
perlu dicatat antara lain adalah:
a. Identitas pasien, meliputi: Nama lengkap, umur, jenis kelamin, alamat dan status
perkawinan.
b. Identitas keluarga, meliputi: kedudukan dalam keluarga, pekerjaan dan alamat
tinggal. Beberapa penyakit berkaitan erat dengan pekerjaan/lokasi pemukiman.
Tujuan melakukan anamnesis (wawancara) adalah untuk mengetahui maksud
pasien berobat, serta mendalami penyakit dan keluhan yang dialami.
2. Melakukan pemeriksaan dan menentukan Diagnosa penyakit
Pemeriksaan ini berguna untuk membuktikan apa yang dikeluhkan pasien tersebut
sesuai dengan kelainan fisik yang ada. Adakalanya pasien mengeluhkan sesuatu tetapi
tidak ditemukan kelainan fisik apapun dan begitu juga sebaliknya. Pemeriksaan fisik
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pemeriksaan umum, meliputi: tekanan darah, nadi, temperatur tubuh, pernafasan,
lidah iris (iridology), telapak tangan dan lain-lain. Yang terpenting adalah bisa
mengetahui penyakit yang di derita pasien.
b. Dari organ yang dikeluhkan pasien. Perhatikan perubahan warna kulit, bentuk,
tekstur atau perubahan lainnya yang kasat mata. Amati pula ekspresi wajah,
bentuk dan sikap serta cara berjalan pasien.
c. Palpasi (Perabaan, penekanan) atau perkusi (pengetukan) disekitar tubuh yang
mengalami keluhan. Auskultasi, yakni pemeriksaan dengan menggunakan
stetoskop untuk mengetahui adanya kelainan pada rongga dada (jantung dan paru-
paru) serta rongga perut (lambung, usus, dan lain-lain).
d. Jika diperlukan lakukanlah pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium darah,
urin dan tinja, rontgen (radiologi) dan sebagainya.
e. Setelah diketahui keluhannya melalui anamnesis dan telah dilakukan pemeriksaan
maka dapat diambil kesimpulan mengenai penyakit yang dialami oleh pasien
(diagnosa). Diagnosa penyakit ini sebagai modal dasar untuk menentukan langkah
selanjutnya mengenai jenis terapi apa yang cocok dilakukan, titik bekam mana
yang akan dipilih serta herbal penunjang apa yang memang diperlukan.
3. Menentukan Titik Bekam
Dalam menentukan titik bekam terdapat beberapa versi ada yang berdasarkan lokasi
keluhan, berdasarkan titik akupuntur dan ada yang mendasarkan pada anatomi dan
patofisiologi organ yang bermasalah.
4. Mempersiapkan peralatan dan Pasien
a. Mempersiapkan peralatan bekam dan ruangan
Yang paling utama adalah menyiapkan agar alat-alat yang digunakan bisa steril
mengingat banyak penyakit yang dimungkinkan bisa menular melalui perantara
alat bekam seperti pasien hepatitis dan HIV-AIDS. Menggunakan ruangan yang
bersih, cukup penerangan, cukup ventilasi dan aliran udara.
b. Mempersiapkan pasien
Pasien perlu dipersiapkan terlebih dahulu baik secara fisik maupun mental. Pasien
perlu mendapatkan penjelasan mengenai dasar terapi bekam sebagai tehnik
pengobatan yang dituntunkan Rasulullah Shallallaahu „alaihi wasallam, cara
membekam, manfaat, efek samping yang mungkin terjadi baik ketika sedang
dibekam maupun setelahnya, kontraindikasi (pantangan) bekam, serta proses
kesembuhan dan yang lainnya.
5. Melakukan Bekam
Bekam dapat dipelajari oleh semua orang, akan tetapi harus mengikuti tata cara yang
benar yang dianjurkan untuk berbekam. Cara-cara untuk melakukan bekam yaitu:
a. Mempersiapkan alat – alat untuk berbekam.
b. Sebelum berbekam dianjurkan untuk berdoa sesuai agama dan kepercayaan.
c. Memukul-mukul bagian tubuh yang akan dibekam dengan sebat rotan agar
peredaran darah lancar.
d. Mensterilkan bagian tubuh yang akan dibekam dengan desinfektan.
e. Menghisap kulit dengan menggunakan gelas bekam.
f. Menusuk-nusuk bagian tubuh yang akan dibekam dengan jarum.
g. Menghisap kembali bagian tubuh yang telah ditusuk.
h. Diamkan selama kurang lebih 5-9 menit sampai darah kotor keluar.
i. Membersihkan dan membuang darah yang tertampung dalam gelas bekam.
j. Membersihkan bekas luka bekam
Daftar Pustaka

1. Adiguna, Parjan. (2014). Titik-titik ajaib penumpas penyakit. Yogyakarta: Genius


Publisher.
2. Akbari, A., Ali, M.A., Ramezani, M., & Mahdi. (2013). The Effect of Hijama (Cupping)
& various Blood Factors in Patients Suffering from Diabetes Type II. Switzerland
Research Park Journal, 102, 788-793.
3. Andari, Rizki. (2013). Pengaruh Bekam Basah terhadap Gula Darah Puasa pada Pasien
Diabetes Mellitus di Semarang. Jurnal Media Medika Muda, Vol 2 No 1.