Anda di halaman 1dari 2

Pendahuluan

Kesehatan, seringkali dipersepsikan oleh manusia hanya dari segi fisik saja. Padahal sehat juga berarti
tentang kesehatan mental. Ironisnya, persoalan kesehatan mental masih dianggap tidak penting jika
dibandingkan dengan kesehatan fisik. Berdasarkan riset fenomena yang terjadi di kawasan Indonesia,
Asia bahkan seluruh dunia masalah utama yang sering terjadi pada remaja adalah mental health. World
Health Organization (WHO) menerbitkan bahwa peristiwa self harm hingga bunuh diri terjadi di usia 15-
29 tahun. Tidak sedikit pula untuk anak di bawah itu yang kehilangan kasih sayang orang tua dan para
lansia yang hari tuanya terabaikan. Bahkan, bunuh diri adalah masalah kesehatan global. Seluruh usia,
jenis kelamin dan wilayah dunia terpengaruh. Dalam beberapa tahun belakangan, angka bunuh diri global
telah turun 9,8 persen di tahun 2010-2016 namun malah naik di wilayah amerika sampai 6 persen. Di
Asia sendiri, Jepang, Korea dan Thailand berada pada urutan tinggi untuk angka bunuh diri. Tercatat
diseluruh dunia ada 1 orang yang bunuh diri dalam 40 detik, dan tidak dapat dicegah oleh siapapun.
Dalam hal ini masalah yang kita liat di beberapa negara khususnya Indonesia bahwa mental health sangat
di pandang remeh oleh kebanyakan orang. Body shamming dan perkataan lainnya yang menyinggung
sangat berakibat fatal sehingga membuat orang-orang tersebut mengarah ke self harm bahkan bunuh diri.
Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan “kami menyerukan kepada semua
negara agar menggabungkan strategi pencegahan bunuh diri yang terbukti menjadi progam pendidikan
dan kesehatan nasional’ Solusi yang kita butuhkan dalam fenomena ini adalah mental health control,
yaitu sebuah jasa yang lebih close up daripada sekedar terapi di psikologi/psikiater. Jasa yang disediakan
oleh mental health control yaitu membantu dan membimbing para pasien bukan hanya dari para ahli
psikologi ataupun dokter jiwa tetapi dari para employed yang juga memiliki pengalaman ataupun
kejadian-kejadian serupa yang menyangkut mental health.

Purpouse
1. Menyelamatkan generasi muda dengan kehidupan lebih cerah.
2. Mengurangi angka kematian pada remaja akibat depresi dan bunuh diri
3. Meraih bonus demografi tanpa gangguan mental.

Benefit
For Government, terciptanya sumber daya manusia yang memiliki mental sehat untuk pekerjaan yang
lebih produktif.
For communities, terciptanya lingkungan yang sehat tanpa saling menganggu, menyinggung hingga
menyakiti. Terutama lingkungan anak muda, jiwa gotong royong akan lebih memancar di lingkungan
masyarakat dengan anak muda yang ceria dan sehat.

Costumer Segmen
Target dalam bisnis ini yaitu remaja broken home atau para korban pelecehan yang berusia 15-29 tahun,
disini kami menargetkan memasang emergency call di tempat-tempat rawan seperti jembatan, atap
gedung dan tidak menutup kemungkinan juga untuk 24 hours call yang bisa dihubungi darimana saja.
Bahkan kami akan mencari peluang hingga masuk ke sekolah dan universitas untuk bimbingan konseling
rutin. Costumer bisa mencurahkan segalanya tanpa harus janjian terapi, dan kami akan membantu dengan
sagala sisi karena para costumer service pun terjamin adalah para orang-orang yang telah berhasil
melewati masa terpuruknya maupun ada dari psikolog dan dokter kejiwaan.

Value proposition
Jasa mental health control ini sangat di peruntukkan bagi yang menderita depresi berat yang memiliki
suicide think.

Channels