Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Forum Didaktik Vol 1 No 2 Edisi September 2017 ISSN 2548-8198

PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PENDIDIKAN MATEMATIKA


UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MEMBUAT
DAN MENGGUNAKAN MEDIA BELAJAR MATEMATIKA SD

Yusuf Suryana1, Karlimah2, Ika Fitri Apriani3


Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya
suryanaku58@gmail.com1, karlimah@upi.edu2, vanperis88@gmail.com3

Abstrak
Mahasiswa PGSD harus mendapat pengalaman belajar yang ideal dari mulai
merencanakan sampai melaksanakan pembelajaran matematika yang baik untuk
siswa SD. Belajar dengan berbasis proyek pendidikan matematika merupakan alat
dalam penelitian ini. Sasaran akhir perkuliahan antara lain berupa media
pembelajaran matematika untuk siswa SD yang relevan dengan kebutuhan di
lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian
dilaksanakan di UPI Kampus Tasikmalaya dan SD mitra. Subjek penelitian adalah
mahasiswa PGSD semester IV tahun akademik 2016/2017. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek pada mata
kuliah pendidikan matematika, mahasiswa telah mampu merencanakan, membuat
dan mempraktikan media belajar matematika SD dengan baik.
Kata Kunci: media belajar, pembelajaran berbasis proyek, pendidikan
matematika

PENDAHULUAN untuk memiliki; 1) penguasaan


Mahasiswa PGSD adalah calon teoretis secara mendalam dan
guru SD yang diharapkan memiliki mampu membuat formulasi
kompetensi pedagogik, kepribadian, penyelesaian masalah, 2)
sosial, dan profesional kemampuan menentukan dan
(Permendiknas No. 16 Tahun 2007). mengaplikasikan keahlian serta
Sesuai dengan itu secara spesifik pemanfaatan IPTEKS sebagai bentuk
diarahkan oleh kualifikasi level 6 adaptasi dan penyelesaian masalah,
KKNI yang memiliki empat 3) kemampuan menentukan
parameter generik (Peraturan keputusan dan petunjuk berdasar
Pemerintah Republik Indonesia No. analisis informasi untuk memberikan
8 Tahun 2012). Keempat parameter alternatif solusi secara mandiri dan
itu mendeskripsikan mahasiswa kelompok, dan 4) tanggungjawab

1
pada pekerjaan dan capaiannya berhubungan dengan bangun
secara mandiri dan kelompok datar, bangun ruang, pecahan,
(Permendikbud No. 73 Tahun 2013). perbandingan, skala, bilangan
Salah satu mata kuliah yang rasional, irasional, pengukuran,
memfasilitasi kemampuan dan pengolahan data.
mahasiswa calon guru sekolah dasar 4. Terampil melakukan penilaian
adalah pendidikan matematika. materi-materi pembelajaran
Tujuan mata kuliah Pendidikan matematika SD yang
Matematika adalah mahasiswa berhubungan dengan bangun
diharapkan dapat menjelaskan dan datar, bangun ruang, pecahan,
menerapkan konsep matematika skala, perbandingan, bilangan
dalam kehidupan sehari-hari. Secara rasional, irasional, pengukuran,
khusus mahasiswa diharapkan dapat: dan pengolahan data sebelum
1. Menguasai materi-materi pembelajaran, selama proses
pembelajaran matematika SD pembelajaran, ataupun setelah
yang berhubungan dengan konsep selesai pembelajaran.
geometri, bangun ruang, bangun Berdasarkan pengalaman
datar, pecahan, perbandingan, peneliti yang bertugas sebagai dosen
skala, bilangan rasional, bilangan Pendidikan Matematika, perkuliahan
irasional, pengukuran, dan yang dilakukan selama ini terasa
pengolahan data. monoton. Mahasiswa diberi tugas
2. Terampil mengerjakan materi- untuk menyusun makalah dengan
materi pembelajaran matematika materi tertentu dan dipresentasikan
SD yang berhubungan dengan di depan kelas. Setiap pertemuan
materi bangun datar, bangun akan tampil satu kelompok
ruang, pecahan, perbandingan, mahasiswa. Selain presentasi,
skala, bilangan, rasional, mahasiswa juga diberi tugas-tugas
irasional, pengukuran, dan dan dikumpulkan di akhir
pengolahan data. perkuliahan. Hal ini mengakibatkan
3. Terampil membuat alat peraga dosen kurang mengetahui sejauh
materi-materi pembelajaran mana tingkat penguasaan konsep dan
matematika di SD yang keterampilan mahasiswa tentang

2
Jurnal Forum Didaktik Vol 1 No 2 Edisi September 2017 ISSN 2548-8198

Pendidikan Matematika SD. Oleh langsung proses perkuliahan


karena itu, peneliti bermaksud menggunakan model pembelajaran
menerapkan suatu model yang berbasis proyek (Project Based
memberikan fasilitas belajar yang Learning). Teknik pengumpulan data
tepat, supaya menghasilkan calon dalam penelitian ini menggunakan
guru yang mumpuni. Salah satu wawancara, observasi dan angket.
model pembelajaran inovatif tersebut Pada tahap awal penelitian, peneliti
adalah model pembelajaran berbasis menyampaikan orientasi dan program
proyek. Pembelajaran berbasis perkuliahan berbasis proyek
proyek (project based learning) pengembangan ragam media belajar
merupakan model pembelajaran yang matematika di SD. Peneliti pun
memberikan kesempatan kepada memberi petunjuk kepada mahasiswa
guru untuk mengelola pembelajaran tentang beberapa proyek yang akan
di kelas dengan melibatkan kerja dilaksanakanakan pada mata kuliah
proyek (Wena, 2011:144). Pendidikan Matematika. Mekanisme
Melalui pembelajaran berbasis dalam pembelajaran berbasis proyek
proyek, mahasiswa diharapkan dapat ini adalah mahasiswa melakukan
menghasilkan produk pembelajaran observasi langsung terhadap
matematika berupa media belajar pembelajaran matematika di SD.
matematika SD buatan sendiri yang Berdasarkan hasil observasi tersebut,
representatif. Hasil penelitian Beres maka ditemukan beberapa materi
(2011: 49) mengungkapkan bahwa matematika terpilih, diantaranya
pembelajaran berbasis proyek materi nilai tempat, luas daerah
membuat peserta didik lebih trapesium, bilangan bulat, KPK,
termotivasi dalam pembelajaran. perkalian, membandingkan pecahan,
dan FPB. Berdasarkan beberapa
METODE materi terpilih tersebut, maka
Penelitian ini termasuk ke dibentuklah 7 kelompok mahasiswa.
dalam penelitian deskriptif kualitatif. Masing-masing kelompok terdiri dari
Penelitian ini dilaksanakan pada 5 mahasiswa.
mahasiswa semester IV tahun ajaran
2016/2017. Peneliti membimbing

3
Tahap Pelaksanaan Penelitian
Data yang diperoleh dalam
penelitian ini kemudian dianalisis
Pertemuan 1 : Menyampaikan orientasi dan
dengan meliputi kegiatan: program perkuliahan berbasis
a. Reduksi Data proyek pengembangan ragam
media belajar matematika di
b. Penyajian Data SD

c. Verivikasi data Pertemuan 2 : Meninjau 7 kelompok kerja


mahasiswa yang terbentuk;
HASIL DAN PEMBAHASAN
mendiskusikan konteks
Tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran matematika
dan ruang lingkup materi
pembelajaran berbasis proyek pada yang dipelajari siswa SD
menurut kurikulum yang
mata kuliah Pendidikan Matematika
digunakan; menginventarisasi
dapat dilihat pada bagan berikut. topik/materi matematika SD
yang sarat akan penggunaan
media belajar
Tahap Persiapan Penelitian
Pertemuan 3 : Mendiskusikan rencana,
proses, dan media belajar
1. Membuat silabus dan SAP Model Belajar Berbasis
Proyek (Project-Based Learning) pengembangan yang representatif untuk
ragam media pembelajaran matematika SD topik/materi matematika
(2 pertemuan) yang terpilih; Menunjukkan
2. Membuat Lembar Proyek Mahasiswa tentang
RPP, dan mendemonstrasikan
pengembangan rencana dan media pembelajaran
matematika SD beberapa media belajar yang
(4 pertemuan) representatif
3. Membuat instrumen pembelajaran tentang
pengembangan rencana dan media pembelajaran Pertemuan 4 : Mendiskusikan dan
matematika SD ditinjau dari rencana dan hasil
mahasiswa observasi sebagai upaya mengembangkan merancang instrumen
rencana dan media pembelajaran matematika SD pembelajaran matematika
(format penilaian kemampua konsep matematika, yang representatif; membuat
penilaian rencana pembelajaran, dan penilaian media
pembelajaran matematika) (4 pertemuan) surat izin sebagai persiapan
observasi ke SD

Pertemuan 5-12 :Observasi ke SD untuk


menghimpun potret kegiatan
belajar matematika di kelas I-
VI; menginventarisir rencana
dan media belajar
matematika yang digunakan
pada pembelajaran
matematika di kelas I-VI;
mendiskusikan perbaikan
rencana dan media belajar
matematika yang tepat untuk
materi yang dimaksud;
mengerjakan
perbaikan/modifikasi rencana
dan media belajar
matematika; Remanfaat
rencana dan media belajar
matematika di SD

4 Pertemuan 13-16: Presentasi setiap kelompok


tentang temuan masalah,
rencana kerja, proses dan
hasil kerja, dan hasil
remanfaat rencana dan media
Jurnal Forum Didaktik Vol 1 No 2 Edisi September 2017 ISSN 2548-8198

Tahap Evaluasi & Pelaporan observasi langsung terhadap


Penelitian
pembelajaran matematika di SD.

1. Menyusun hasil analisis catatan proses perkuliahan Berdasarkan hasil observasi


Model Project-Based Learning
2. Menyusun hasil langkah kerja/proyek mahasiswa tersebut, maka ditemukan beberapa
dalam pengembangan ragam media pembelajaran
matematika SD materi matematika terpilih,
3. Mendeskripsikan hasil proyek pengembangan ragam
media pembelajaran matematika SD diantaranya materi nilai tempat, luas
daerah trapesium, bilangan bulat,
KPK, perkalian, membandingkan
Penelitian ini bertujuan untuk
pecahan, dan FPB. Berdasarkan
menghasilkan mahasiswa PGSD
beberapa materi terpilih tersebut,
yang terampil merencanakan dan
maka dibentuklah tujuh kelompok
baik dalam melaksanakan
mahasiswa. Masing-masing
pembelajaran matematika SD yang
kelompok terdiri dari lima
dilengkapi dengan media belajar
mahasiswa.
yang tepat. Penelitian ini
Media kelompok A diberi nama
dilaksanakan pada mahasiswa
KONITA (Kotak Nilai Tempat
semester IV tahun ajaran 2016/2017.
Ajaib). Media KONITA ini
Peneliti membimbing langsung
digunakan untuk membantu guru
proses perkuliahan menggunakan
dalam menyampaikan konsep nilai
model pembelajaran berbasis proyek
tempat di kelas II. Kelompok B
(Project Based Learning). Pada
membuat media pada materi luas
tahap awal penelitian, peneliti
daerah trapesium. Media Ini diberi
menyampaikan orientasi dan
nama RABDIUM (Resleting Ajaib
program perkuliahan berbasis proyek
Bangun Datar Trapesium).
pengembangan ragam media belajar
Kelompok C membuat alat peraga
matematika di SD. Peneliti pun
tentang materi Bilangan Bulat.
memberi petunjuk kepada mahasiswa
Media ini diberi nama CILON
tentang beberapa proyek yang akan
BILBUL (Kelinci Loncat Bilangan
dilaksanakanakan pada mata kuliah
Bulat). Kelompok D membuat media
Pendidikan Matematika. Mekanisme
untuk materi KPK. Media ini diberi
dalam pembelajaran berbasis proyek
nama Dekak KPK. Kelompok E
ini adalah mahasiswa melakukan
membuat media tentang materi

5
perkalian yang diberi nama Pohon
Perkalian. Kelompok F membuat
sebuah media yang dinamakan Roda
Pecahan. Roda pecahan ini
digunakan untuk membantu guru
dalam menyampaikan materi
membandingkan pecahan. Kelompok
Gambar 3. CILON BILBUL
G membuat sebuah media pada
(Kelinci Loncat Bilangan Bulat)
materi FPB yang diberi nama Magic
Board FPB. Berikut adalah beberapa
gambar media yang dibuat oleh
mahasiswa:

Gambar 4 DEKAK KPK

Gambar 1 Media KONITA


(Kotak Nilai Tempat Ajaib)

Gambar 5 Pohon Perkalian

Gambar 2 Media RABDIUM


(Resleting Ajaib Bangun Datar
Trapesium)
Gambar 6 Roda Pecahan

6
Jurnal Forum Didaktik Vol 1 No 2 Edisi September 2017 ISSN 2548-8198

Berikut adalah data penilaian


terhadap media pembelajaran
matematika yang dibuat mahasiswa.
Tabel 1. Data Penilaian Media
Belajar Matematika
NILAI KELOMPOK
INDIKATOR
A BC D E F G
Gambar 7 Magic Board FPB Kemenarikan
tampilan secara 4 3 4 4 3 3 4
Ketujuh kelompok
keseluruhan
mahasiswa diminta untuk menyusun
Pemilihan warna
rencana pembelajaran beserta media 3 2 4 4 3 3 5
menarik
yang akan digunakan dalam
Kemudahan untuk
pembelajaran matematika. Setiap 5 4 4 5 4 5 3
dimanipulasi
minggu mahasiswa mem-
Kemungkinan bisa
presentasikan hasil proyek di depan
digunakan dalam
kelas. Tim peneliti melakukan 4 4 3 3 4 4 3
jangka waktu yang
penilaian terhadap kemampuan
relatif lama
mahasiswa dalam menyusun rencana
Dapat dilihat oleh
pembelajaran (RPP), kemampuan
siswa yang duduk di
konsep matematika, media belajar 2 4 3 3 2 3 3
barisan paling
matematika, buku petunjuk
belakang
penggunaan media, dan penilaian
Kebaruan dalam
terhadap praktik pembelajaran
penyusunan media 3 5 4 4 4 5 4
dengan menggunakan media yang
pembelajaran
telah dibuat. Setelah mahasiswa
Bentuk media
mempresentasikan hasil kerjanya,
bersifat sederhana,
terdapat beberapa saran/masukan
sistematis dan 3 3 4 4 4 4 4
untuk memperbaiki produk yang
mudah dipahami
telah dibuat. Instrumen penelitian
anak
yang digunakan berupa angket.
Media tidak
4 3 3 3 3 3 3
membutuhkan

7
perawatan khusus digunakan berulang-
Media pembelajaran ulang
memudahkan siswa 3 2 2 5 5 4 3 Jumlah

68
58
57
75
68
70
69
memahami konsep
Rata-Rata Nilai

3,78
3,22
3,17
4,17
3,78
3,89
3,83
Media dapat
Persentase

75,6
64,4
63,4
83,3
75,6
77,8
76,6
membuat siswa lebih
4 3 3 4 4 3 4
aktif dalam proses
pembelajaran Secara umum diperoleh
Penggunaan media informasi bahwa kelompok A
4 3 2 4 4 4 4
mudah dan praktis mencapai kemampuan 75,56%,
Penyimpanan media kelompok B mencapai 64,44%,
4 3 3 4 4 4 4
mudah dan praktis kelompok C mencapai 62,22%,
Media pembelajaran kelompok D mencapai 83,33%,
dapat membantu kelompok E mencapai 74,44%,
guru dalam 4 2 3 5 5 5 4 kelompok F mencapai 77,78%, dan
menyampaikan kelompok G mencapai 75,56%.
konsep dengan jelas Berdasarkan hasil pengamatan,
Kesesuaian media kelompok D memiliki nilai tertinggi
dengan materi yang 5 3 3 5 4 4 5 dengan memperoleh nilai akhir 4,17
disampaikan (83,3%).
Ketepatan pemilihan Setelah mahasiswa membuat
4 3 3 5 4 4 4
bentuk media dan merevisi media pembelajaran,
Pemilihan media tahap selanjutnya yaitu
sesuai dengan melaksanakan pembelajaran
5 4 3 4 4 4 4
perkembangan anak matematika dengan menggunakan
SD media tersebut. Kegiatan
Penggunaan media pembelajaran yang dilaksanakan
dapat menghemat dengan menggunakan media
waktu dalam 3 3 2 4 3 3 3 pembelajaran berpengaruh kepada
menyampaikan perkembangan kognitif siswa. Dalam
materi tahapan perkembangan kognitif
Produk media dapat 4 4 4 5 4 5 5 manusia tumbuh melalui empat

8
Jurnal Forum Didaktik Vol 1 No 2 Edisi September 2017 ISSN 2548-8198

tahapan, salah satu dari empat media belajar matematika yang


tahapan tersebut adalah anak yang representatatif.
berusia 7-12 tahun berada pada Saran
operasi konkret yang sesuai dengan Pembelajaran berbasis proyek dapat
siswa SD di mana masih dijadikan sebagai model alternatif
memerlukan bantuan benda-benda untuk dilaksanakan pada perkuliahan
konkret untuk dimanipulasi sehingga Pendidikan Matematika. Proyek
membantunya dalam berpikir sebaiknya dikembangkan, tidak
abstrak. Selain itu, terdapat tiga hanya untuk membuat media
proses belajar yang dilewati oleh pembelajaran, tetapi juga untuk alat
siswa, yaitu: pertama, enactive yaitu evaluasi.
tahap dengan secara langsung siswa Daftar Pustaka
terlibat dalam memanipulasi objek; Beres, P.J. 2011. Project based
kedua, iconic yaitu tahap learning and its effect on
pembelajaran siswa memanipulasi
motivation in the adolescent
dengan gambaran dari objek-objek mathematics classroom.
yang dimanipulasikan; ketiga, Education and Human
simbolik yaitu tahap pembelajaran Development dari
siswa memanipulasi simbol-simbol http://digitalcommons.brockpor
(Bruner, dalam Subarinah, 2006, t.edu/ehdtheses/39
hlm. 3).
Subarinah, S. 2006. Inovasi
pembelajaran matematika.
PENUTUP
Jakarta: Depdiknas.
Simpulan
Implementasi model pembelajaran Surat Keputusan Menteri Pendidikan
berbasis proyek terbukti dapat Nasional Republik Indonesia
memberi kontribusi pada ranah Nomor 045/U/2002 tentang
teoretis dan praktik pembelajaran Kurikulum Inti Pendidikan
pendidikan matematika untuk Tinggi.
mahasiswa PGSD, meningkatkan Surat Peraturan Menteri Pendidikan
kemampuan membuat rencana Nasional Republik Indonesia
pembelajaran matematika SD dan Nomor 16 Tahun 2007 tentang

9
Standar Kualifikasi Akademik
dan Kompetensi Guru

Surat Peraturan Menteri Pendidikan


dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 73 Tahun
2013 tentang Penerapan
Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia Bidang Pendidikan
Tinggi.

Wena, Made. 2011. Strategi


Pembelajaran Inovatif
Kontemporer. Jakarta: Bumi
Aksara.

10
Jurnal Forum Didaktik Vol 1 No 2 Edisi September 2017 ISSN 2548-8198

11