Anda di halaman 1dari 14

DOSEN PEMBIMBING :

YENNI OKFRIANTI , STP.,MP


AYU PRAVITA SARI, M.Gz

PEDOMAN PRAKTIKUM
PENGEMBANGAN MAKANAN LOKAL

DISUSUN OLEH KELOMPOK 1

FEMI PUTRI ALDITA

LIDYA MARDIATI

MUHAMMAD AZIZ SIDIQ

SINTIA INNEKE
POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
VISKA MARTIASRI
PRODI D3 GIZI
Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan “ Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal “ .
Adapun tujuan penyusunan pedoman praktikum ini adalah untuk memberikan arahan kepada
mahasiswa/i Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang menempuh mata kuliah Pengembangan
Makanan Lokal dalam melaksanakan kegiatan praktik di laboratorium Gizi.

Kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan Pedoman Praktikum ini,
Kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga. Mohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam
penyusunan Pedoman Praktikum ini, semoga bermanfaat. Kami berharap saran dari semua pihak yang
dapat disampaikan langsung untuk perbaikkan Pedoman Praktikum edisi mendatang.

Bengkulu, 7 Juli 2018

Penulis

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


TATA TERTIB LABORATORIUM

1. Mahasiswa yang boleh mengikuti praktikum pengembangan makanan lokal ialah mereka yang telah
mengisi KRS untuk mata kuliah pengembangan makanan lokal.

2. Setiap peserta harus hadir tepat waktu. Apabila peserta terlambat lebih dari 10 menit , maka tidak
diperkenankan mengikuti praktikum .

3. Sebelum mengikuti praktikum, peserta diharuskan mengisi pre-test dan mempersiapkan diagram alir
dan prosedur analis yang akan dikerjakan.

4. Selama mengikuti praktikum,peserta harus menggunakan jas laboratorium.

5. Setiap kelompok praktikum diwajibkan mentabulasi data hasil pengamatan untuk dibahas oleh
masing-masing peserta di dalam lembar kerja praktikum.

6. Setiap peserta praktikum harus mengembalikan alat-alat yang telah dipakai dalam keadaan bersih
dan kering serta mengembalikkan ke semula.

7. Setiap mahasiswa harus bertanggung jawab terhadap kebersihan laboratorium sesudah praktikum
selesai.

8. Bagi mahasiswa yang memecahkan/merusak alat harus mengganti alat atau memperbaiki kerusakan
tersebut.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


PELAKSANAAN PRAKTIKUM

1. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok (kelompok A,B,C,D,dst).

2. Masing-masing kelompok diberi penugasan sesuai jadwal piket :

a. Petugas rekap (merekap bahan-bahan yang akan dibeli untuk kebutuhan praktik).

b. Petugas belanja ( membeli bahan-bahan yang sudah direkap).

c. Petugas curvei(menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan saat praktik).

d. Petugas bagi bahan (menyiapkan bahan-bahan untuk setiap anggota kelompok).

e. Petugas CS ( membersihkan laboratorium sesudah selesai praktik).

3. Sebelum melaksanakan praktikum , diadakan pre-test terlebih dahulu.

4. Pelaksanaan praktikum di laboratorium harus mentaati “Tata Tertib Laboratorium”.

5. Setelah melaksanakan praktikum, masing-masing kelompok menyampaikan hasil praktikum dan


membahaskan hasil praktikum.

6. Mahasiswa membuat laporan hasil praktikum.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


A. RESEP MASAKAN ASLI

PISANG SALE

Alat : Pisau Dapur, Nampan , Wajan, Baskom.

Bahan-Bahan : Tepung beras 500 gr, Pisang ambon matang 2 kg, atau secukupnya saja, Tepung terigu
250 gr , Gula pasir putih1/2 kg, Margarine secukupnya saja, Garam dapur halus 1 sdm, Minyak goreng 1
kg.

Proses Pembuatan : Kupas semua pisang. iris semua pisang dengan bentuk memanjang. Lalu jemurlah
irisan pisang tadi dibawah panas matahari selam 3-5 hari, dengan sesekali dibalikan. Buat adonan dalam
wadah yang berisi tepung terigu, tepung beras, margarine, gula pasir putih dan juga sedikit garam,
Aduklah adonan tadi hingga tercampur rata, Masukan pisang yang sudah diiris kedalam adonan tepung,
Masukan kedalam penggorengan dengan minyak yang sudah panas, agar sale matang sempurna,
Tunggulah dan sesekali balik sampai olahan sale berubah agak coklat keemasan, Angkat hasil gorengan
tadi, Pisang Sale siap untuk disajikan.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


BUNGO SESILO

Alat : Pisau Dapur, Nampan , Wajan, Baskom.

Bahan : 100 gr bunga papaya,5 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 10 buah cabe rawit, 1 buah
tomat, Gula dan garam secukupnya, 3sdm minyak kelapa sawit.

Proses Pembuatan : Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu, lalu kemudian masukkan
tomat dan cabai, tumis lagi hingga harum. Masukkan bunga pepaya, gula dan garam secukupnya. Angkat
dan sajikan

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


GULAI IKAN PALAU

Alat : Pisau Dapur, Nampan , Wajan, Baskom.

Bahan : 2 ekor ikan palau , ½ kg santan, 1 batang serai, 1 ruas jahe keprek, 1 ruas lengkuas keprek,1
ruas kunyit, 4 siung bawang merah, 2 siung bawang putih., Garam secukupnya.

Proses Pembuatan : Bersihkan ikan palau, Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum.Masukkan
santan dengan api sedang, aduk sampai mendidih agar santan tidak pecah. Masukkan ikan hingga
matang dan garam secukupnya. Tunggu hingga matang lalu, tiriskan.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


LEMANG TAPAI

Alat : Bambu 5 cm , Pisau dapur , Baskom, tungku api.

Bahan : 500 beras ketan putih, 200 gram santan,4 siung bawang putih ditumbuk halus, Garam
secukupnya.

Proses Pembuatan : Rendam beras ketan dalam air bersih selama setengah jam. Angkat beras ketan dari
rendaman, lalu masukkan ke dalam ruas bambu yang telah dilapisi daun pisang. Sisakan ruas bambu
kira-kira 5 cm. Campur santan, tumbukan bawang putih dan garam. Masukkan santan ke dalam ruas
bambu yang telah berisi beras ketan hingga agak penuh. Matangkan dengan didekatkan pada api. Putar
sesekali agar matangnya merata. Angkat bila matang. Lemang siap dihidangkan bersama tape ketan
hitam.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


REBUNG ASAM

Alat : Pisau dapur, nampan, wajan , baskom.

Bahan : ½ kg rebung, 200 gr santan, 2 cm jahe, 2 cm lengkuas, 3 lbr daun salam, 1 btg serai, 2 btg daun
bawang, 3 btr asam kandis, 3 siung bawang putih, 3 bh bawang merah, 7 bh cabai keriting, 2 cm kunyit,1
sdm garam.

Proses Pembuatan : Rebus santan sambil diaduk hingga mendidih. Masukkan bumbu halus dan bumbu
yang dimemarkan. Masukkan rebung masam. Setelah matang tambahkan daun bawang, aduk sebentar
lalu angkat dan hidangkan.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


B. RESEP MASAKAN MODIFIKASI

PISANG SALE COKLAT

Alat : Pisau Dapur, Nampan , Wajan, Baskom.

Bahan-Bahan : Tepung beras 500 gr, Pisang ambon matang 2 kg, atau secukupnya saja, Tepung terigu
250 gr , Gula pasir putih1/2 kg, Margarine secukupnya saja, Garam dapur halus 1 sdm, Minyak goreng 1
kg, 50 gr Coklat Bubuk(dicairkan) ,20 gr meses.

Proses Pembuatan : Kupas semua pisang. iris semua pisang dengan bentuk memanjang. Lalu jemurlah
irisan pisang tadi dibawah panas matahari selam 3-5 hari, dengan sesekali dibalikan. Buat adonan dalam
wadah yang berisi tepung terigu, tepung beras, margarine, gula pasir putih dan juga sedikit garam,
Aduklah adonan tadi hingga tercampur rata, Masukan pisang yang sudah diiris kedalam adonan tepung,
Masukan kedalam penggorengan dengan minyak yang sudah panas, agar sale matang sempurna,
Tunggulah dan sesekali balik sampai olahan sale berubah agak coklat keemasan, Angkat hasil gorengan
tadi, Taburi coklat bubuk yang telah dicairkan dan meses keatas pisang sael, Pisang Sale siap untuk
disajikan.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


BUNGO SESILO CUMI TERI MEDAN

Alat : Pisau Dapur, Nampan , Wajan, Baskom.

Bahan : 200 gr bunga papaya, 50 gr cumi-cumi, 10 gr teri medan, 50 gr bawang Bombay, 20 gr wortel,
20 gr daun jeruk, 50 gr saos tiram, 20 gr bawang merah, 20 gr bawang putih, 50 gr minyak sayur, 50 gr
cabe merah, 20 gr cabe rawit, 10 gr daun bawang, 10 gr gula pasir.

Proses Pembuatan : Bunga pepaya dicuci sampai getahnya tidak lengket lagi. Rebus dengan garam
secukupnya. Rebus sampai layu, bilas 3x.tiriskan Panaskan minyak tumis bombay, bawang putih, daun
jeruk, cabe, masukkan teri medan. Lalu masukkan wortel, cumi, bunga pepaya dan daun bawang. Oseng
semua sampai layu, beri saos tiram. Tes rasa. Sajikan

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


GULAI IKAN DENCIS

Alat : Pisau Dapur, Nampan , Wajan, Baskom.

Bahan : 1 ekor ikan dencis, 1 ikat kacang panjang , ½ kg santan, 1 batang serai, 1 ruas jahe keprek, 1
ruas lengkuas keprek,1 ruas kunyit, 4 siung bawang merah, 2 siung bawang putih., Garam secukupnya.

Proses Pembuatan : Bersihkan ikan palau, Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum.Masukkan
santan dengan api sedang, aduk sampai mendidih agar santan tidak pecah. Masukkan ikan hingga
matang dan garam secukupnya. Masukkan kacang panjang hingga layu. Tunggu hingga matang lalu,
tiriskan.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


LEMANG PANDAN TAPAI

Alat : Bambu 5 cm , Pisau dapur , Baskom, tungku api.

Bahan : 500 beras ketan putih, 200 gram santan,4 siung bawang putih ditumbuk halus, Garam
secukupnya ,1 lembar daun pisang, 1 ikat daun pandan(diambil sarinya).

Proses Pembuatan : Rendam beras ketan dalam air bersih selama setengah jam. Angkat beras ketan dari
rendaman. Masukkan beras ketan ke dalam ruas bambu yang telah dilapisi daun pisang. Sisakan ruas
bambu kira-kira 5 cm. Campur santan, tumbukan bawang putih dan garam. Masukkan santan ke dalam
ruas bambu yang telah berisi beras ketan hingga agak penuh. Matangkan dengan didekatkan pada api.
Putar sesekali agar matangnya merata. Angkat bila matang. Lemang siap dihidangkan bersama tape
ketan hitam.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal


REBUNG ASAM TEMPOYAK

Alat : Pisau dapur, nampan, wajan , baskom.

Bahan : ½ kg rebung, 200 gr santan, 2 cm jahe, 2 cm lengkuas, 3 lbr daun salam, 1 btg serai, 2 btg daun
bawang, 3 btr asam kandis, 3 siung bawang putih, 3 bh bawang merah, 7 bh cabai keriting, 2 cm kunyit,1
sdm garam, 100 gr tempoyak.

Proses Pembuatan : Rebus santan sambil diaduk hingga mendidih. Masukkan bumbu halus dan bumbu
yang dimemarkan. Masukkan tempoyak. Masukkan rebung masam. Setelah matang tambahkan daun
bawang, aduk sebentar lalu angkat dan hidangkan.

Pedoman Praktikum Pengembangan Makanan Lokal