Anda di halaman 1dari 2

“Sanksi Apa Yang Dapat di Jatuhkan Bagi Kekerasan Dalam Pacaran”

Selamat Siang Pejuang Keadilan


Sepertinya pada jaman milenial ini, pacaran sudah menjadi hal yang dianggap wajar
oleh anak-anak SMP, SMA bahkan SD sekalipun. Tujuan yang diinginkan dari pacaran
adalah melangkah kepernikahan. Sehingga wajar jika dalam pacaran ditemukan
ketidak cocokan, saling cemburu, saling curiga. Namun jika sudah menjurus kepada
kekerasan fisik seperti penganiayaan, pemukulan, pembunuhan, dan kekerasan
psikologis berupa ancaman, tekanan menggunakan perkataan yang kasar sehingga
menimbulkan ancaman bagi diri korban maka hal tersebut adalah suatu tindakan
melawan hukum dan dapat dikatakan sebagai Kekerasan Dalam Pacaran (KDP),
sehingga perlu adanya tindakan tegas dengan melaporkan hal tersebut kepada pihak
kepolisian dan juga orang tua pelaku agar sebagai pelajaran untuk tidak melakukan
hal serupa.
Sanksi yang dapat dijatuhkan bagi pelaku Kekerasan Dalam Pacaran yang usianya
diatas 18 tahun diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ,namun jika pelaku
berusia dibawah 18 tahun maka Undang-Undang yang digunakan adalah Undang-
undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.
Adapun pasal-pasal yang diatur dalam KUHP adalah sebagai berikut:
 Pasal 351 ayat (1) KUHP, penganiayaan diancam dengan pidana penjara
paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat
ribu lima ratus rupiah.
 Pasal 351 ayat (2) KUHP, jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat,
maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.
 Pasal 351 ayat (3) KUHP, jika mengakibatkan kematian, maka yang bersalah
diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
 Pasal 351 ayat (4) KUHP, Dengan penganiayaan disamakan sengaja
merusak kesehatan.
 Pasal 352 KUHP, yang mengatur tentang penganiyaan yang tidak
menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan jabatan atau
pekerjaan, diancam karena penganiayaan ringan, dan diancam pidana penjara
paling lama 3 bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus
rupiah.
 Pasal 354 KUHP, yang mengatur jika penganiayaan berat yang dilakukan
dengan direncanakan terlebih dahulu, diancam pidana penjara paling lama 12
tahun, namun jika mengakibatkan kematian, maka diancam pidana penjara
paling lama 15 tahun.
Bagi pelaku yang berusia dibawah 18 tahun maka Sanksi yang diberikan
berdasarkan Pasal 71 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem
Peradilan Anak yang berbunyi :
1) Pidana pokok bagi Anak terdiri atas:
a. pidana peringatan;
b. pidana dengan syarat:
1. pembinaan di luar lembaga;
2. pelayanan masyarakat; atau
3. pengawasan.
c. pelatihan kerja;
d. pembinaan dalam lembaga; dan
e. penjara.
2) Pidana tambahan terdiri atas:
a. perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana; atau
b. pemenuhan kewajiban adat.
3) Apabila dalam hukum materiil diancam pidana kumulatif berupa penjara dan
denda, pidana denda diganti dengan pelatihan kerja.
Hukuman tersebut diberikan oleh Hakim atas pertimbangan matang, dan sanksi
tersebut dijatuhkan, namun sanksi tersebut tidak boleh melanggar harkat dan
martabat serta masa depan anak.
Demikianlah pembahasan kita kali ini, jangan takut untuk melapor karena kejahatan
besar berawal dari kejahatan kecil yang dibiarkan terus menerus, sudah sepantasnya
kita melindungi dan memperhatikan lingkungan sekitar agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan kepada orang yang kita sayangi.

Anda dapat berkonsultasi seputar masalah hukum melalui media yang telah kami
sediakan, fanpage, personal facebook, instagram, nomor telepon yang telah kami
sediakan, atau anda bisa langsung bertatap muka dengan kami di kantor YLBH
Lingkar Solidaritas Keadilan Nusantara (Jl. Pondok Duta Raya No. 04, RT. 010 RW. 08,
Kel. Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa-Barat, 16451)