Anda di halaman 1dari 5

Pendidikan Sepanjang Hayat

Maya Praventy Setiawati


Universitas Negeri Padang Universitas Negeri Padang
Indonesia Indonesia
E-mail : mayapraventy213@gmail.com E-mail : setiawatipls@gmail.com

Abstrak—This article aims to describe how the Pakar pendidikan telah sepakat dalam melakukan
concept of lifelong education and implications in keharusan belajar sepanjang hayat dan telah
education. The concept of life long education is an berlangsung sejak lama. (Yuhety, Miarso, &
effort to empower, develop and humanize humans. Baslemah, 2008) mengatakan bahwa pendidikan
The methodology used to regulate this article is yang berlangsung sepanjang hayat adalah
Systematic Literature review. By gathering pendidikan dari buaian sampai liang lahad, selalu
sources and information then analyzing and memperbaharui diri, serta terus mengembangkan
producing new research. The result of this article kepribadian dan kemanusiaan. Dengan demikian
pendidikan dapat membimbing manusia untuk lebih
are based on the analysis of the researchers that
maju.
there are four in which it was claimed that
learning has four pillars. They are is learning to Implementasi pendidikan sepanjang hayat ini
know, learning to do, learning to live together and berlangsung pada lingkungan keluarga, sekolah,
learning to be. maupun masyarakat. Karena itu, pendidikan
sepanjang hayat ini merupakan tanggung jawab
Keywords— long life, education Bersama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Dengan latar belakang tersebut penulis membahas
I. PENDAHULUAN tentang bagaimana konsep pendidikan sepanjang
hayat dan implikasi pendidikan sepanjang hayat.
Pada dasarnya pendidikan sepanjang hayat sudah
ada sejak lama dan telah dipikirkan oleh pakar dari
zaman ke zamannya. Pendidikan sepanjang hayat II. METODE PENELITIAN
ini penting bagi peradaban manusia, dan dituntut Peneliti pada penelitian ini menggunakan metode
untuk mengikuti perkembangan zaman serta studi literatur dengan cara mengumpulkan literatur
mengikuti kemajuan peradaban tersebut agar tidak (bahan-bahan materi) yang bersumber dari buku,
ketinggalan zaman. (Wawan, 2016) Pendidikan jurnal, dan sumber – sumber lainnya terkait dengan
sepanjang hayat juga merupakan jawaban terhadap Pendidikan Sepanjang Hayat. Sebelum peneliti
kritik – kritik yang ada dalam sekolah. memulai untuk melakukan penelitian, peneliti
terlebih dahulu menyusun metode – metode atau
Pendidikan di sekolah hanya terbatas kepada
langkah – langkah yang sistematis untuk
tingkat pendidikan dari kanak – kanak sampai
memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian.
dewasa. Sedangkan pendidikan sepanjang hayat ini
Bahan -bahan sumber materi yang diperoleh dari
adalah pendidikan yang tidak ada batas nya baik
buku, jurnal atau sumber lainnya dikumpulkan
dari segi usia, waktu dan tempat. Adapun yang
terlebih dahulu. Setelah bahan materi terkumpul,
dimaksud dengan pendidikan sepanjang hayat ini
peneliti memilih bahan materi mana saja yang patut
adalah pendidikan yang berkelanjutan yang tidak
untuk diambil atau dikutip untuk dijadikan bahan
mengenal batas baik dari dimensi ruang, waktu dan
dasar dalam melakukan tindakan.
kepentingan lainnya. Pendidikan ini di perkenalkan
agar bertujuan untuk mengatasi permasalahan
peradaban bangsa khususnya dibidang pendidikan.

1
Pendidikan Masyarakat, Padang 2019
III. KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN Keluarga merupakan wadah atau tempat yang
paling awal dan paling efektif dalam memberikan
A. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat pengarahan kepada anak. Karena waktu anak lebih
Pendidikan sepanjang hayat ini diartikan sebagai banyak terfokus pada keluarganya. Maka dari itu
pengembangan potensi manusia yang melalui keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam
sebuah proses secara terus – menerus yang pembentukan kepribadian anak. Jika keluarga gagal
menstimulasi dan memberdayakan manusia agar dalam mengajarkan kejujuran, semangat, dan
memperoleh sebuah pengetahuan, nilai – nilai, keinginan untuk menjadi yang terbaik maka akan
keterampilan dan pemahaman.(Antika, 2010) terasa sulit bagi Lembaga lain untuk memperbaiki
Pendidikan secara umum diartikan sebagai usaha kegagalan tersebut.
sadar dan terencana untuk mempengaruhi orang lain
sehingga mereka mau melakukan apa yang Pendidikan sepanjang hayat tidak hanya terfokus
diharapkan oleh pelaku pendidikan. pada satu titik tetapi pendidikan ini memandang
jauh ke depan, berusaha untuk memberikan hasil
Defenisi lain pendidikan yang dikemukakan oleh yang terbaik dan menghasilkan masyarakat yang
dave menganggap bahwa (Shin, Haynes, & baru. Manusia harus lebih bias dalam menyesuaikan
Johnston, 1993) “life long education as a procces of dirinya secara terus menerus dengan keadaan yang
accomplishing personal, social and professional baru harus dapat beradaptasi dengan keadaan yang
development throughout the lifespan of individuals baru. Orang tua hendaknya memberikan
in order to echance thequality of life of both kepercayaan kepada anak untuk melakukan
individuals and their collectivities” aktivitas sehari – hari secara sendiri hal ini
bertujuan melatih sikap mandiri pada anak tersebut.
Sementara pendidikan sepanjang hayat sebagai Kepercayaan dan keyakinan seseorang sangat
berpengaruh pada kemampuan dalam mencapai
yang dicita – citakan telah diadopsi oleh Amerika
berbagai tujuan dalam hidupnya.
Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan
Kebudayaan Bangsa UNESCO itu sebenarnya Terdapat empat pilar – pilar pendidikan
bukan konsep baru : (Jansen, 2000) “ It is common sepanjang hayat “The sentiments of this report were
place to say that education should not cease when echoed by the (Antika, 2010) in which it was
one leaves school. The point of this common place claimed that learning has four pillars – learning:
is that the purpose of school organization is to 1. To know
insure the continuance of education by organizing 2. To do
the powers that insure growth. The inclination to 3. To live together
learn from life itself and to make the condition of 4. To be
life such that all will learn in the process of living is Adapun karakteristik pendidikan sepanjang hayat
the finest product of schooling”. adalah sebagai berikut :
Pendidikan yang sebenarnya tidak hanya pada
bangku sekolah saja, namun berlanjut sampai akhir 1. Hidup dan seumur hidup, pendidikan
hayat. Asas pendidikan sepanjang hayat juga merupakan hal pokok yang mementukan
mempunyai konsep yang sama yaitu terus berlanjut makna pendidikan sepanjang hayat.
dan berlangsung seumur hidup, sehingga peran
manusia untuk mendidik dan mengembangkan diri 2. Pendidikan tidak hanya sampai berakhir
sendiri dapat terpenuhi secara kodrati. Proses masa sekolah tetapi merupakan sebuah
pendidikan dimulai dari keluarga, keluarga proses yang berlangsung sepanjang hayat.
merupakan rumah pertama dalam mendapatkan
pengetahuan. Berlanjut ke sekolah dan seterusnya 3. Pendidikan sepanjang hayat mencakup dan
ke masyarakat. memadukan semua pendidikan baik itu
pendidikan dasar, menegah, dan sebagainya.

2
Pendidikan Masyarakat, Padang 2019
4. Pendidikan sepanjang hayat mencakup pola Pendidikan sepanjang hayat ini timbul
pendidikan formal dan pendidikan non dikarenakan kebutuhan pendidikan yang harus di
formal baik dari kegiatan kegiatan belajar dapatkan oleh manusia tidak bias berhenti dalam
dan kegiatan lainnya. kurun waktu yang telah disepkati, melainkan
mengikuti arah ilmu pengetahuan dan
5. Keluarga merupakan peran utama dan yang perkembangan teknologi pada saat sekarang ini.
paling penting dalam memulai proses
pendidikan sepanjang hayat.
B. Implikasi Pendidikan Sepanjang Hayat
6. Masyarakat juga berperan penting dalam Implikasi pendidikan pendidikan sepanjang
system pendidikan sepanjang hayat. Mulai hayar ini mengandung kemungkinan yang
dari kanak – kanak sampai dewasa dan terus bervariasi dan luas. Menurut (Khatijah Othmana,
berlanjut dalam kehidupan manusia. Zulkiple Abd Ghania, Maziahtusima Ishakb, Siti
Rugayah Tibeka, 2017) dapat dikelompokkan
menjadi enam kategori adalah sebagai berikut :
7. Universitas, sekolah dalam Lembaga lainnya
juga berpengaruh pada bentuk pendidikan 1. Pendidikan baca tulis fungsional
sepanjang hayat ini. a. Memberikan pelatihan kecakapan 3 M
yaitu membaca, menulis, dan
8. Pendidikan sepanjang hayat juga bersifat menghitung bagi anak atau peserta
universal. didiknya.
9. Pendidikan sepanjang hayat mempunyai dua b. Menyiapkan sumber sumber bacaan
komponen besar yaitu pendidikan umumdan dan bahan yang perlu untuk
professional. dikembangkan lebih lanjut terhadap
kecakapan yang kita miliki.
10. Pendidikan sepanjang hayat juga 2. Pendidikan kejuruan kemajuan teknologi dan
mengandung sebuah fungsi yang bertujuan semakin berkembangnya industrialisasi
untuk masyarakat. menuntut pendidikan kejuruan tersebut.
3. Pendidikan professional yang seharusnya
Pendidikan sepanjang hayat merupakan selalu mengikuti perubahan dan kemajuan
suatu kewajiban dalam menghadapi tantangan yang ada dan sikap profesionalnya.
atau masalah dan peluang globalisasi, bersifat
mendasar serta menyeluruh dan mencakup 4. Pendidikan ke arah perubahan dan
berbagai dimensi.pendidikan sepanjang hayat pembangunan ilmu pengetahuan dan
pada dasarnya mempunyai tujuan agar teknologi sangat mempengaruhi segala hal
pendidikan dapat berjalan secara efekti fan dari segi kehidupan manusia dan masyarakat.
efisien dalam mencapai berbagai tujuan. (Antika, Contohnya sudah banyak yang menggunakan
2010) alat alat elektronik di rumahnya seperti mesin
cuci listrik dan sebagainya. Hal ini
Penerapan pendidikan sepanjang hayat itu dipengaruhi oleh teknologi terhadap
sendiri dimulai dari mengidentifikasi masalah pendidikan yang terus – menerus.
yang menghambat pelaksaan pendidikan 5. Pendidikan kedewasaan dan pendidikan
sepanjang hayat dan perumusan pembaharuan kewarganegaraan pada setiap warga negara,
yang bersifat strategis dan praktis sehingga dapat baik sebagai warga biasa, maupun pemimpin
di implementasikan pada kehidupan sehari – dalam negara. Pemimpin yang demokratis
hari. Pendidikan sepanjang hayat harus bersifat juga merupakan unsur yang mengandung
nyata dan berdasarkan pada realitas Lembaga pendidikan sepanjang hayat.
pendidikan yang ada yaitu fakta dan hasil
penelitian yang valid dan sesuai dengan yang 6. Pendidikan kultural dan pengisian waktu
telah ditetapkan. senggang yang hendaknya memahami

3
Pendidikan Masyarakat, Padang 2019
tentang agama, sejarah, seni, music dan yang 4. Para teknisi dan golongan professional
lainnya. Pengisian waktu senggang juga yang pada umumnya menduduki posisi
merupakan bagian penting dalam pendidikan yang penting dalam masyarakat.
sepanjang hayat. Program pendidikan sepanjang hayat
yang penting bagi mereka karena
Implikasi pendidikan sepanjang hayat ini
berhasil atau tidaknya pembangunan
memiliki sasaran pendidikan yang dapat
tergantung pada mereka sendiri.
digolongkan menjadi beberapa kategori,
yaitu (Wawan, 2016) : 5. Para pemimpin masyarakat hendaknya
juga dapat memberikan gagasan yang
1. Para petani, sebenarnya mereka yang
sesuai dengan kemajuan dan
membutuhkan program baca tuli
perkembangan zaman melalui
fungsional, karena diantara mereka ada
pendidikan sepanjang hayat.
yang tidak dapat membaca sama sekali.
Sementara di negara berkembang 6. Anggota masyarakat yang sudah tua,
memiliki penduduk yang sangat hal ini dikarenakan banyaknya
banyak. Jadi, program pendidikan pengetahuan yang belum mereka
hanya bias diberikan kepada mereka ketahui pada saat muda dan karena
yang hendak lebih intensive. pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
2. Para remaja yang putus sekolah.
Remaja yang putus sekolah bias
dikarenakan berbagai hal seperti KESIMPULAN
IV.
kurangnya minat, bosan, dan kurang Pendidikan sepanjang hayat lahir
bakat dan bahkan ada yang dikarenakan kebutuhan pendidikan yang harus
menganggap pendidikan di sekolah itu didaptkan oleh manusia tidak bisa cukup dan
kurang relevan dengan kebutuhan
hidup. Oleh karena itu perlu diberikan berhenti dalam kurun waktu yang telah disepakati,
bimbingan dan pengarahan. stagnansi dalam memperoleh pendidikan akan
3. Para pekerja yang memiliki membuat seseorang tidak akan bisa mengikuti arah
keterampilan, hal ini bertujuan agar ilmu pengetahuan dan perkembangan tekhnologi
dapat menghadapi berbagai masalah yang semakin tidak ada batasnya.
dan rintangan di hari kedepan. Mereka Pendidikan itu harus dilakukan kapan saja
juga bias diberikan program pendidikan dan dimana saja untuk siapa saja dan oleh siapa
kejuruan seperti Teknik yang dapat saja. Pendidikan sepanjang hayat (Life Long
meningkatkan dan menambah Education) adalah bahwa pendidikan tidak berhenti
pengetahuan mereka. Dan program hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap
tersebut hendaknya memiliki tujuan
berlanjut sepanjang hayat. Pendidikan Sepanjang
yaitu dapat menyelamatkan mereka
dari bahaya keusangan dengan Hayat juga merupakan suatu system pendidikan
pengetahuan dan keterampilan yang yang menerangkan keseluruhan peristiwa –
mereka miliki. Tujuan selanjutnya peristiwa kegiatan belajar mengajar yang
dapat meberikan jalan kepada mereka berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.
untuk naik tingkat serta promosi Konsep pendidikan sepanjang hayat
kedudukan yang lebih baik lagi. merupakan usaha memberdayakan,
mengembangkan dan memanusiakan manusia.
Pendidikan sepanjang hayat berimplikasi pada
pendidikan baca tulis, kejuruan teknologi,
pendidikan profesional, pendidikan ke arah
perubahan dan pembangunan serta pendidikan

4
Pendidikan Masyarakat, Padang 2019
kewarganegaraan dan kedewasaan politik. learning skills. 36, 207–227.
Pendidikan seumur hidup secara umum berlaku https://doi.org/10.1016/S0261-5177(02)00005-
untuk semua manusia. 5
Ada empat pilar – pilar pendidikan Khatijah Othmana, Zulkiple Abd Ghania,
sepanjang hayat yaitu : Maziahtusima Ishakb, Siti Rugayah Tibeka, N.
1. To know A. I. (2017). Pembelajaran Islam Sepanjang
Hayat ( Pish ): Ke Arah Melahirkan. Journal
2. To do
of Islamic Social Sciences and Humanities,
3. To live together
USIM, 12(March), 107–119.
4. To be
Shin, J. H., Haynes, R. B., & Johnston, M. E.
Fungsi Pendidikan Sepanjang Hayat dari
(1993). Effect of problem-based, self-directed
keseluruhan yaitu proses pendidikan yang undergraduate education on life-long learning.
berlangsung sepanjang hidup yang didalamnya ada Cmaj, 148(6), 969–976.
pendidik dan pelajar yang bertujuan untuk
Wawan, W. (2016). Pendidikan Sepanjang Hayat
mengembangkan semua aspek kepribadian, baik Menurut Perspektif Islam (Kajian Tafsir
kognitif dan efektif maupun keterampilan. Tarbawi ). Saintifika Islamica: Jurnal Kajian
Keislaman, 3(02), 191–208. Retrieved from
http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/saintifik
Daftar Pustaka aislamica/article/view/98
Yuhety, H., Miarso, Y., & Baslemah, A. (2008).
Antika, R. R. (2010). Long Life Education. 2(2), 1– Indikator Mutu Program Pendidikan Sepanjang
27. Hayat. Jiv, 3(2), 150–170.
https://doi.org/10.21009/jiv.0302.6
Jansen, M. B. J. (2000). Developing life long

5
Pendidikan Masyarakat, Padang 2019