Anda di halaman 1dari 2

Penampilan Klinis 1.

Mitral regurgitasi akut Peningkatan tekanan atrium kiri yang tiba-tiba, langsung di
uransmisikan ke vaskular pulmoner dan menyebabkan peningkatan tekanan baji kapiler pulmoner.
Peningkatan tekanan hidrostatik di kapiler pulmoner menycbabkan cairan berpindah dari vaskuler ke
interstitial dan alveoli. Gejala kongesti paru seperti : sesak nafas nada saat aktivitas ringan atau istirahat
sambil berbaring (orthopnea). Peningkatan jugular venous pressure (JVP), hepatomegali, asites, edem
tungkai terlihat bila sudah terjadi hipertensi pulmoner dan gagal jantung kanan. Tekanan di atrium kiri
yang meningkat secara signifikan mengakibatkan penurunan/hilangnya perbedaan tekanan antara
ventrikel kiri dan atrium kiri, sehingga murmur terdengar kecil dengan durasi yang pendek. b. Mitral
regurgitasi kronik Pada MR kronik, seringkali pasien asimptomatik selama beberapa tahun. Gejala akan
timbul bila terjadi penurunan curah jantung, yaitu cepat lelah, lemah, sesak pada aktivitas atau tengah
malam, bahkan ketika berbaring, diikuti tanda-tanda gagal jantung kanan tan volume dian p Lotal. Atrum
lume regurgn run dan lekanan ggi lagi. Fraksi atrium kin jua Aorta kan antara vesti erdengar jelas ba MR
akut. kronik agsi otot jantung i isi sekuncup tu ksi meskipun mai ntrikel kiri sulân kenaikan tekama ri.
Kurangnya via zsi ventrikel kn sistolik akhir veti Vastulu Pemeriksaan Fisik • Palpasi Carotid upstroke jelas
Impuls apeks cordis kuat dan bergeser ke lateral - Pengisian ventrikel kiri pada awal diastolik dapat diraba
karena volume yang berlebihan mengalir dari atrium kiri ke ventrikel kiri Adanya dilatasi ventrikel kiri
menyebabkan impuls apeks bergeser ke lateral - Gerakan ventrikel kanan yang meningkat menandakan
hipertensi pulmoner • Auskultasi Bunyi jantung pertama (S1) melemah Splitting bunyi jantung kedua (S2)
Komponen pulmonal bunyi jantung kedua (P2) mengeras bila telah terjadi hipertensi pulmoner MR kro -
291 - rmal, mitral reg

Bunyi jantung tambahan S4 terutama pada MR akut Murmur pansistolik dengan punktum maksimum di
apeks, menjalar ke lateral dan axilla. Pada MR akut murmur terdengar pendek dan lebih halus Eko ekc
Diagnostik kim Elektrokardiogram be Elektrokardiografi pada MR tidaklah spesifik. Temuan yang penting
adalah pembesaran atrium kiri dan fibrilasi atrium. Hipertrofi ventrikel kiri dan kanan kadang bisa
ditemukan pada kasus dengan MR yang berat. aVR aMl alF

Foto Rontgen toraks Adanya kardiomegali akibat pem- besaran atrium kiri dan ventrikel kiri bisa
ditemukan pada penderita MR. Edema intertitial alveoli kadang bisa dilihat, berupa garis Kerley B pada
paru. Pada proyeksi lateral kadang bisa dilihat kalsifikasi anulus katup mitral yang berbentuk C-Shape.

Ekokardiogram Ekokardiografi sangat berperan dalam evaluasi MR. Dengan ekokardiografi selain
ditegakkan diagnosis MR, juga dapat ditentukan derajat severitas dari MR, ukuran dan fungsi ventrikel
kiri dan atrium kiri, menilai tekanan di arteri pulmonalis serta evaluasi pra dan pasca erdey bedah
penggantian katup. Berdasarkan ekokardiografi MR dibagi menjadi 4 derajat: Ringan (1+), sedang (2+),
sedang-berat (3+) dan berat (4+).

Kateterisasi Jantung Pemeriksaan ventrikulografi memungkinkan untuk melihat secara langsung derajat
regurgitasi MR, walaupun masih dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya aritmia ventrikel, posisi
kateter, dan jumlah kontras yang dimasukkan ke ventrikel kiri. Pembagian derajat MR kurang lebih sama
dengan pembagian berdasarkan ekokardiografi. Angiografi koroner berguna untuk mendeteksi adanya
penyakit jantung koroner (terutama bila usia pasien > 40 tahun) yang mungkin didapatkan bersamaan
dengan MR, sehingga seandainya akan dilakukan operasi katup, operasi bedah pintas koroner dapat
dilakukan sekaligus bersamaan.

EM 150g) iagulan jang han ini seb Terapi Terapi Farmakologis er yang mera PESTAKA ial Stenosis,
Cardiology Terapi farmakologis bertujuan untuk mengurangi dan memper- lambat progresivitas disfungsi
ventrikel kiri. Pada MR akut, nitrat dan diuretik dapat mengurangi tekanan pengisian. Nitroprusside
dapat menurunkan afterload dan fraksi regurgitasi. Obat inotropik dianggap bermanfaat pada pasien
dengan gagal jantung dan hipotensi. LCato ROB. Va Rphael R, Vol atce Revolutio al Regurgitatie kurnal
Medic Miral Regurg 4:36-43 Peper J. The M gi clinical prac: Thister V, Walsh R MeGraw-Hill M. inrvald E.
Brau. e Bth ed. Phila r Harvard M hnive project pincott Willia Arita T, Shira Circulation 2 Gnow RO, Valv
PEds. Brau: adalah teknik terbaru untuk terapi MR severe dimana pendekatan bedah ed, Elses TE
Banerjee S. Hospitals Wes RM. Textb un Williams & Bamgartner H Tace, the task Pada pasien MR dengan
fibrilasi atrial sementara atau menetap ese. Saunde dengan riwayat tromboemboli-harus mendapatkan
terapi antikoagulan dengan target INR 2-3. Terapi antikoagulan ini juga wajib diberikan selama 3 bulan
setelah reparasi katup mitral (mitral valve repair, MVr) atau ganti katup (mitral valve replacement, MVR)
bioprostesis, dan seumur hidup bila dilakukan MVR mekanik atau irama bertahan dalam fibrilasi atrial.
Terapi ACEI (angiotensin converting enzyme inhibitor) atau ARB (angiotensin receptor blocker) dianggap
bermanfaat pada MR dengan gagal jantung, gejala yang berat, kondisi yang tidak memungkinkan untuk
dilakukan tindakan operasi. Vasodilator ini juga diperlukan oleh pasien yang masih simptomatik setelah
operasi, karena adanya disfungsi ventrikel kiri. Penyekat beta dan diuretik hemat kalium (spironolakton)
terbukti bermanfaat pada pasien dengan gagal jantung secara umum. Terapi Invasif Non Bedah
Rekonstruksi katup mitral perkutan menggunakan Mitral Clip konvensional dinilai berisiko tinggi oleh
karena fungsi jantung yang rendah, adanya ko-morbiditas yang lain atau pada usia tua. Tindakan bisa
dilakukan kalau kondisi daun katup jantung masih baik. Terapi Bedah Pembedahan pada MR merupakan
tindakan pilihan untuk me- ngurangi gejala dan mencegah perburukan kondisi pasien kearah gagal
jantung. Jenis operasi bisa berupa reparasi atau penggantian katup. yang indikasinya dipengaruhi oleh
kondisi katup, usia, keinginan n Society o Lung B. Pier TT, Serruys Blackwell - 294 -

melahirkan anak (bagi wanita usia produktif), risiko perdarahan dengan minum antikoagulan jangka
panjang dan tentu saja keinginan pasien. Penentuan pilihan ini sebaiknya merupakan keputusan
bersama antara urangi d pasien, dokter yang merawat dan dokter bedahnya. nda MR Bryg DAFTAR
PUSTAKA