Anda di halaman 1dari 20

Bekerja dengan gas

Bekerja dengan gas

VAPRO-code: OL3B-2501

Diterbitkan oleh:
Stichting BEPRO
Leidschendam
e-mail: info@vapro-ovp.com
http://www.vapro-ovp.com

© Stichting BEPRO
Diterbitkan pertamakali pada tahun 2006

Dilarang memproduksi atau memperbanyak bagian apa pun dari terbitan


ini dalam arti mencetak, mencetak foto, microfilm atau dengan cara apa
pun tanpa izin tertulis dari penerbit.

2 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

 menyebutkan sejumlah tugas yang melibatkan penggunaan gas;


TUJUAN PEMBELAJARAN  menjelaskan karakter dan resiko dari jenis-jenis gas yang sering
Setelah pelajaran ini, anda digunakan;
harus mampu :  menyebutkan peralatan pelindung diri dan tindakan-tindakan yang
dibutuhkan untuk dapat bekerja dengan gas secara aman;
 menyebutkan syarat kebutuhan yang harus dipenuhi oleh peralatan
yang digunakan ketika bekerja dengan gas;
 menyebutkan hal-hal yang penting ketika menyimpan gas;
 menyebutkan bahaya-bahaya khusus dari oksigen.

1. Mengapa…bekerja dengan gas?

Gambar 1: Oksigen disimpan sejauh mungkin dari zat-zat yang


mudah terbakar.

Contoh 1.
Perusahaan Samator menggunakan berbagai macam gas. Frank bekerja di departemen teknik. Dia
menggunakan gas untuk mengelas. Untuk beberapa perbaikan, Frank harus menyingkirkan
partisi-partisi yang sudah tua. Dia melakukannya dengan menggunakan sebuah torch cutter dan
gas. Ketika Frank melakukan perbaikan pada sebuah atap ter, dia menggunakan gas untuk
memanaskan ternya. Dia lalu menggunakan ter tersebut untuk memperbaiki lubang-lubang yang
ada di atap. Samator menggunakan gas amonia pada instalasi pendingin perusahaan. Samator juga
menggunakan gas dalam proses produksi mereka. Jacqueline, seorang operator proses,
menambahkan oksigen ketika sedang melangsungkan proses produksi. Jacqueline menambahkan
oksigen kedalam suatu reaksi dalam tabung pendidih reaksi. Reaksi ini dibutuhkan untuk
membuat produk akhir perusahaan Samator.

Contoh 1 menunjukkan bahwa ada berbagai macam gas yang digunakan dalam
industri pengolahan. Setiap gas memiliki sifatnya masing-masing, dan juga
fungsinya yang dapat menimbulkan berbagai macam resiko. Karena itulah,
penting untuk mengetahui tentang sifat dan resiko dari jenis gas yang kita
gunakan – karena dengan begitu kita bisa mengambil tindakan atau pengukuran
yang dibutuhkan untuk bisa bekerja dengan gas secara aman.

1. Berikan empat contoh tugas yang membutuhkan gas.

2. Mengapa kita harus memiliki pengetahuan tentang gas?

© Stichting BEPRO 2006 3


Bekerja dengan gas

2. Apa saja sifat dari gas yang sering digunakan?


Berbagai macam gas digunakan dalam industri pengolahan. Ada perbedaan
antara dua jenis gas, yaitu gas yang mudah terbakar dan gas yang tidak mudah
Gas yang mudah terbakar terbakar. Gas yang mudah terbakar membentuk suatu campuran yang bisa
terbakar dengan oksigen di udara. Contoh-contoh gas ini adalah asetilena,
Gas yang tidak mudah butane, dan propana. Gas yang tidak mudah terbakar tidak membentuk suatu
terbakar campuran yang bisa terbakar dengan oksigen di udara. Contoh-contoh dari gas
yang tidak mudah terbakar adalah nitrogen dan karbon dioksida.
Oksigen juga merupakan gas – tetapi memiliki satu sifat yang sangat khusus.
Oksigen tidak mudah terbakar; namun, oksigen bisa membentuk suatu
campuran yang sangat mudah terbakar dengan zat lainnya. Untuk melihat sifat
oksigen ini, dilakukan pembahasan secara terpisah di bagian 8.

Empat macam gas yang sering digunakan, dibahas berikut ini, yaitu asetilena,
propana, nitrogen, dan karbon dioksida.

asetilena Asetilena adalah gas yang mudah terbakar. Gas ini tidak berwarna, dan memilki
bau seperti bawang. Asetilena lebih ringan dari udara; sehingga bisa naik ke
udara. Asetilena dapat membentuk campuran yang bisa meledak jika bercampur
dengan udara atau oksigen murni. Campuran asetilena dan udara dapat terbakar
jika berada dalam kadar asetilena antara 1.5 vol.% dan 80 vol.%. Pelajaran
“Segitiga api dan alat pemadam kebakaran” menyatakan batas ledakannya
adalah 1.5 vol.% hingga 80 vol.%. Sehingga, pada prakteknya, hampir semua
campuran asetilena dan udara merupakan bahan peledak.
Contoh 1 menjelaskan bahwa Frank menggunakan gas yang bisa terbakar untuk
pengelasan dan pemotongan. Dia biasanya menggunakan asetilena untuk
pekerjaan ini. Ada keunggulan yang penting dari asetilena yaitu dapat
menghasilkan suhu kobaran yang sangat tinggi, yaitu 3.000°C.
Asetilena disimpan didalam tabung las baja. Tekanan maximumnya adalah 18
bar pada suhu 15° C. Tabung yang digunakan berkapasitas tidak lebih dari 50
liter, dan harus berwarna coklat.

propana Propana juga merupakan gas yang mudah terbakar. Contoh tadi menyatakan
bahwa Frank menggunakan gas yang mudah terbakar untuk mengerjakan atap
ter. Dia biasanya menggunakan propana atau butana untuk pekerjaan ini.
Karena propana dan butana sangat mirip, maka pembahasan berikut dibatasi
untuk pembahasan propana. Propana adalah gas yang tidak berwarna dengan
bau apak. Gas ini 1.5 kali lebih berat dibandingkan udara. Jika terjadi
kebocoran, gas akan menyebar ke seluruh lantai dan membentuk suatu cairan
peledak. Campuran propana dan udara merupakan campuran peledak jika kadar
propana berada diantara 2 vol.% dan 9.5 vol.%. Temperatur kobaran propana
jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kobaran asetilena, dan suhu yang
rendah ini tidak bisa digunakan untuk pengelasan karena tidak bisa melelehkan
logam. Karena itulah, yang digunakan untuk mengelas adalah asetilena.
Propana disimpan dalam bentuk cair, di dalam tabung las baja yang bervolume
antara 1 hingga 70 liter. Tabung-tabung ini biasanya berwarna abu-abu atau
ungu. Tekanan dalam tabung pada suhu 15° C adalah 6 bar.

nitrogen Nitrogen adalah gas yang tidak mudah terbakar. Nitrogen tidak berbau, dan
memiliki berat jenis yang hampir sama dengan udara. Samator menggunakan
nitrogen untuk menguras zat uap yang berbahaya. Misalnya, ketika Jack akan
membersihkan suatu tabung reaksi, dia memulainya dengan menguras tabung
dengan nitrogen selama beberapa jam. Jack menggunakan nitrogen ini untuk
membuang asap yang berbahaya dari tabung reaksi. Nitrogen disimpan dalam

4 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

tabung yang terpisah di wilayah pabrik, dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi
melalui jaringan pipa.

karbon dioksida Karbon dioksida juga merupakan gas yang tidak mudah terbakar. Gas ini tidak
berbau, dan lebih berat dari udara. Karena itulah, karbon dioksida jatuh ke tanah
ketika dilepaskan ke udara. Karbon dioksida disimpan dalam tangki-tangki yang
besar. Karbon dioksida juga digunakan pada alat pemadam kebakaran. Satu
contohnya ditunjukkan dalam Gambar 2.

Gambar 2: Alat pemadam kebakaran ini mengandung karbon dioksida.

3. Kapan asetilena bisa meledak?

4. Mengapa propana tidak cocok digunakan untuk pengelasan?

5. Sebutkan manfaat karbon dioksida?

3. Resiko apakah yang berhubungan dengan pekerjaan


menggunakan gas?
Setiap gas memiliki sifat yang berbeda-beda, antara lain gas yang mudah
terbakar, gas yang sangat mudah menguap, dan gas yang beracun. Bekerja
dengan gas yang memiliki sifat-sifat seperti ini dapat menimbulkan resiko.
Bagian ini menjelaskan tentang penyebab-penyebab ledakan, kebakaran,
pembakaran dingin dan sesak nafas.

Hampir semua gas disimpan di dalam tabung khusus. Jika memompa gas yang
lebih banyak dari jumlah yang diizinkan ke dalam tabung dapat menyebabkan
ledakan tabung meledak. Contohnya, sejumlah asetilena yang berlebihan di dalam suatu
tabung gas dapat menyebabkan suatu reaksi dekomposisi. Reaksi dekomposisi
ini merupakan suatu reaksi eksotermik – atau dengan kata lain, reaksi ini
melepaskan suhu yang dapat mempercepat reaksi dekomposisi. Rantai reaksi ini
pada akhirnya dapat menyebabkan tabung jadi meledak; seperti roket. Maka
jelaslah sudah bahwa hanya orang yang ahli, yang boleh mengisi tabung gas.

Gas yang mudah terbakar, seperti asetilena atau propana, bisa bocor ketika
sedang digunakan. Kebocoran dapat terjadi jika selang yang digunakan rusak,
dan kerusakan ini terjadi jika selang terbelit atau kusut, terjepit, atau terlindas.
Asetilena beratnya lebih ringan dari udara, dan bisa naik ke udara. Propana
lebih berat dari udara, dan jauh ke lantai. Campuran gas dan udara yang mudah
terbakar, terbentuk di zona tempat gas mengumpul. Suatu sumber pernyulutan
kebakaran dan ledakan di zona ini dapat menimbulkan kebakaran atau ledakan.

© Stichting BEPRO 2006 5


Bekerja dengan gas

Dalam bagian 2, Jack menggunakan nitrogen untuk menguras tabung reaksi.


Ketika Jack menguras tabung reaksi, dia akan mengeluarkan semua gas
berbahaya dari dalam tabung – dan juga oksigen yang ada di dalamnya. Jika
Jack masuk ke dalam tabung reaksi dengan terlalu cepat setelah dia menguras,
sesak nafas dia mungkin akan tewas karena sesak nafas. Akan lebih aman baginya untuk
masuk ke dalam tabung reaksi jika dia sudah membiarkan jumlah udara yang
cukup untuk mengalir masuk ke tabung setelah pengurasan.

Gas yang tidak mudah terbakar tetap bisa menyebabkan pembakaran. Hal ini
diilustrasikan dengan alat pemadam kebakaran CO2 yang ditunjukkan dalam
Gambar 2. Alat pemadam kebakaran ini mengandung karbon dioksida.
Melepaskan bahan pemadam menyebabkan volume karbon dioksida untuk naik;
perluasan gas karbon dioksida meluas. Perluasan ini membutuhkan suhu, dan gas
mendapatkan suhu yang dibutuhkan untuk meningkatkan volumenya sendiri.
Hasilnya, gas menjadi dingin hingga bersuhu –80° C. Pada suhu ini, karbon
dioksida berubah dari zat gas menjadi zat cair, dan bahan padat yang terbentuk
dari ini adalah salju yang digunakan untuk memadamkan api.
Rendahnya temperatur yang dihasilkan oleh perluasan ini sangat berbahaya,
karena zat yang bersuhu sangat rendah dapat menyebabkan pembakaran.
pembakaran dingin Pembakaran semacam ini disebut dengan pembakaran dingin.

6. Sebutkan empat titik yang harus diperhatikan ketika bekerja dengan gas yang berbahaya?

4. Peralatan pelindung diri apa saja yang dibutuhkan ketika


bekerja dengan gas?
Gas dapat digunakan untuk berbagai macam pekerjaan, seperti pengelasan,
pemotongan, dan pendingin. Penggunaan gas menimbulkan resiko, walaupun
resiko-resiko ini dapat dikurangi dengan penggunaan peralatan pelindung diri.
Bagian ini membahas tentang alat pelindung diri yang dibutuhkan. Pengelasan
dengan oksiasetilena akan digunakan sebagai contoh dalam bagian ini dan juga
bagian 5 serta 6.

7. Sebutkan apa saja resiko yang berhubungan dengan pengelasan?

Banyak tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi semua resiko yang
ditimbulkan oleh proses pengelasan. Sebagai contoh ketika zat uap yang
berbahaya dilepaskan ketika sedang mengelas. Zat uap ini dapat diuraikan; bisa
juga dengan cara menggunakan peralatan pelindung pernafasan. Sebagai
tambahannya, tindakan dan pengukuran lainnya juga harus dilakukan. Obor
pengelas yang berbahan bakar asetilena menghasilkan suara yang gaduh,
sehingga akan membutuhkan alat pelindung pendengaran yang memadai.
Percikan api dan rintik api dari pengelasan juga akan dihasilkan, dan percikan
api serta rintikan api ini bisa terbang ke arah manapun. Karena itu, dibutuhkan
pakaian pelindung yang sesuai untuk dipakai oleh orang yang melakukan
pengelasan, seperti sarung tangan dan celemek kulit. Kita semua sudah pernah
melihat cahaya yang sangat terang, yang dihasilkan ketika sedang mengelas.
Cahaya ini ini adalah suatu bentuk radiasi; mata dan kulit harus dilindungi dari
radiasi ini dengan cara memakai baju panjang dan sepasang sarung tangan.
Kacamata pelindung akan dibutuhkan untuk melindungi mata kita.

8. Sebutkan peralatan pelindung diri yang harus digunakan ketika melakukan pengelasan
dengan asetilena?

6 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan perhatian secara terus-


menerus terhadap resiko-resiko yang berhubungan dengan penggunaan jenis gas
tertentu dan tidak hanya resiko yang berhubungan dengan gas yang digunakan,
tetapi juga pada peralatannya dan juga zat lainnya. Ketika resiko-resiko ini sudah
diketahui, kita bisa memilih peralatan pelindung diri yang sesuai untuk
digunakan. Izin kerja apapun yang dikeluarkan untuk melakukan suatu pekerjaan
akan menjelaskan peralatan pelindung yang harus anda gunakan. Informasi lebih
lanjut mengenai peralatan ini diberikan dalam pelajaran “Peralatan pelindung
diri”.

5. Syarat kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi oleh


peralatan?
Peralatan digunakan ketika bekerja dengan gas. Sudah jelas bahwa penting bagi
kita untuk memastikan bahwa pekerjaan yang diberikan, dilakukan dengan cara
yang seaman mungkin, dan karena itulah banyak peralatan yang digunakan
ketika bekerja dengan gas. Tiap-tiap gas memberikan syarat kebutuhan yang
berbeda-beda, yang harus dipenuhi oleh peralatan. Hal ini sekali lagi
diilustrasikan dengan menggunakan pengelasan dengan oksiasetilena sebagai
contohnya.

Pengelasan dengan oksiasetilena dilakukan dengan menggunakan sebuah kereta


pengelas. Kereta berisikan beberapa peralatan, seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar 3.

Gambar 3: Sebuah tabung asetilena dan tabung oksigen


di sebuah kereta pengelas.

Kedua tabung yang ditunjukkan pada Gambar 3, ditempatkan pada sebuah


kereta pengelas. Tabung di sisi kiri (cokelat) berisikan gas asetilena. Tabung di
sisi kanan (biru) berisikan oksigen. Oksigen dibutuhkan untuk menghasilkan
suatu campuran yang mudah terbakar dengan asetilena pada obor las. Ketika
menyalakan campuran ini pada kobaran las, maka akan mendapatkan suhu
melebihi 3.000° C. Karena pengelasan dengan oksiasetilena menimbulkan
resiko, maka akan dibutuhkan pengambilan sejumlah tindakan untuk
memastikan bahwa pekerjaan pengelasan dilakukan dengan cara yang aman.
Satu tindakan yang penting adalah penggunaan peralatan yang memadai. Untuk
alasan ini, maka kereta pengelas harus memenuhi syarat kebutuhan atau
peraturan tertentu. Enam peraturan telah dicantumkan dibawah ini.

© Stichting BEPRO 2006 7


Bekerja dengan gas

1. Tabung asetilena harus dipisahkan dari tabung oksigen oleh sebuah partisi
baja.
Sebuah partisi baja harus dipasangkan diantara tabung dan pegangan kereta
pengelas. Jika terjadi suatu peristiwa dimana selangnya terbakar, partisi tersebut
akan mencegah kobaran api agar tidak sampai ke tabung gas. Bagian
sebelumnya menjelaskan bahwa pengisian tabung gas yang terlalu banyak dapat
menyebabkan suatu reaksi dekomposisi. Namun, reaksi dekomposisi ini juga
dapat terjadi karena alasan lainnya, seperti suhu tabung yang terlalu panas.
Suatu tabung bisa menjadi terlalu panas jika selangnya terbakar atau jika
tabungnya terjatuh. Karena itu, tabung oksigen dan tabung asetilena harus
dipisahkan, dan keduanya harus diamankan pada kereta pengelas. Sudah jelas
bahwa akan dibutuhkan perlakuan yang dilakukan secara hati-hati ketika sedang
mengerjakan pekerjaan yang menggunakan tabung berisikan gas jenis apapun.

2. Tekanan gas dalam tabung asetilena tidak boleh melebihi 18 bar. Inilah
yang disebut dengan tekanan tabung.
tekanan tabung Tekanan tabung sebanyak 18 bar merupakan tekanan yang terlalu tinggi untuk
pengelasan. Karena itulah, tekanan harus dikurangi sebelum gas mencapai
selang dan obor. Hal ini dapat dilalukan dengan cara menggunakan sebuah
regulator tekanan regulator tekanan. Regulator tekanan mengurangi tekanan hingga mencapai
tekanan kerja tekanan kerja yang aman. Tekanan kerja ini berada kurang-lebih 0.5 bar.
Gambar 4 menunjukkan regulator tekanan yang terpasang diatas tabung. Ada
dua manometer pada regulator tekanan. Satu manometer menampilkan tekanan
tabung, dan yang satu lagi menunjukkan tekanan kerja.

Gambar 4: Sebuah manometer pada regulator tekanan.

3. Harus ada sebuah penahan flashback diantara regulator tekanan tabung


asetilena dan selang.
Sebuah penahan flashback mencegah kobaran api agar tidak masuk ke dalam
flashback tabung. Inilah yang disebut dengan flashback. Flashback ini berbahaya, karena
dapat menyebabkan suatu reaksi dekomposisi. Flashback dapat terjadi jika
mulut obor tersumbat, misalnya, dengan rintikan las. Campuran oksigen dengan
asetilena yang mudah terbakar dengan begitu hanya bisa mengalir ke satu arah –
kembali ke selang asetilena. Ketika kobaran api telah mencapai penahan
flashback, inti dari penahan flashback akan meleleh dan secara otomatis akan
mematikan aliran gas asetilena.

4. Selangnya tidak boleh rusak.


Selang bisa retak ketika sudah terlalu tua atau terlalu kering. Selang yang sudah
rusak bisa bocor, dan karena itu selang yang sudah retak harus segera diganti.

8 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

Selang asetilena harus berwarna merah-kecokelatan dan selang oksigen harus


berwarna biru. Selang-selang ini harus selalu tersimpan dengan baik.

5. Jangan pernah menggunakan obor dengan mulut yang sudah rusak.


Perlakuan secara hati-hati juga dibutuhkan pada obor pengelas. Obor ini harus
selalu diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan. Mulut obor yang sudah
rusak meningkatkan resiko terjadinya flashback. Keseluruhan kereta las,
termasuk obornya, harus dipelihara oleh pakarnya. Orang lain tidak boleh
mencoba untuk memperbaikinya sendiri.

6. Kereta pengelas harus dilengkapi dengan sebuah alat pemadam


kebakaran.
Kebakaran bisa selalu terjadi ketika melakukan pekerjaan yang mengandung
resiko kebakaran. Karena itu, kereta pengelas harus selalu dilengkapi dengan
sebuah alat pemadam kebakaran. Alat pemadam kebakaran CO2 dan bubuk
pemadam kebakaran adalah contoh-contoh jenis pemadam kebakaran yang
cocok untuk digunakan.

9. Peraturan apa saja yang diterapkan pada kereta pengelas?

Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa ketika bekerja dengan gas, penting
untuk mengetahui resiko-resiko yang berhubungan dengan peralatan dan gas
yang digunakan. Ketika resiko-resiko ini sudah diketahui, maka peralatan dan
gas dapat digabungkan dan dikerjakan dengan cara yang seharusnya. Sebagai
tambahannya, akan jelas prosedur apa saja yang harus diikuti, dan peralatan
tambahan apa saja yang dibutuhkan. Hal ini menigkatkan keselamatan, dan
mengurangi resiko terjadinya kecelakaan.

6. Tindakan apa saja yang harus anda lakukan ketika bekerja


dengan gas?
Sudah tentu peralatan yang anda gunakan harus memenuhi semua syarat
kebutuhan yang ada. Namun, hal ini bukanlah suatu jaminan; sesuatu bisa salah
setiap saatnya. Hanya mungkin, untuk bisa bekerja dengan aman jika semua
peralatannya digunakan dengan cara yang benar. Sekali lagi, hal ini
diilustrasikan dengan menggunakan pengelasan dengan oksiasetilena sebagai
contohnya. Pembahasan ini dibatasi untuk tindakan-tindakan yang terpenting
saja. Penggunaan yang sebenarnya dari tindakan-tindakan ini akan dijelaskan
dalam kursus pengelasan.
periksa peralatannya Sebelum pengelasan, semua peralatan di kereta pengelas harus diperiksa
terlebih dahulu untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik.
Pastikan bahwa selang, penghubung, dan obor las tidak bocor. Hal ini dapat
dipastikan dengan menggunakan air yang bersabun. Gelembung sabun
menandakan adanya kebocoran.
buka katup tabung Berikutnya, buka katup tabung dengan menggunakan sebuah kunci pas khusus.
secara hati-hati Katup harus dibuka secara hati-hati; kalau tidak dapat terjadi dorongan tekanan
yang mungkin akan menghasilkan suhu dan menyebabkan suatu reaksi
dekomposisi asetilena. Tinggalkan kunci pas pada tabung sehingga tabung
dapat ditutup secepatnya jika terjadi situasi darurat.

atur tekanan kerja Atur regulator ke tekanan kerja yang benar. Pengerjaan tidak boleh dilakukan
yang benar diatas tekanan yang dibutuhkan, karena kalau tidak akan terlalu banyak aseton
yang keluar dengan gas asetilena. Asetilena selalu mengandung aseton untuk
mengurangi resiko terjadinya dekomposisi asetilena. Aseton yang terlalu cepat

© Stichting BEPRO 2006 9


Bekerja dengan gas

keluar dari tabung dapat menyebabkan asetilena berdekomposisi. Ini juga salah
satu alasan mengapa tabung asetilena tidak boleh digunakan secara horizontal,
karena kalau tidak, sejumlah besar cairan aseton akan keluar beserta dengan
asetilena.

selang yang tidak Selalu memastikan kalau selang-selang yang digunakan tidak terhalangi. Selang
terhalangi tidak boleh terjepit; pastikan tidak ada orang yang melindasnya.

Pelajaran “Kondisi kerja yang luarbiasa” menyatakan bahwa sebuah izin kerja
dibutuhkan untuk melakukan pengelasan di area-area dimana api dilarang.
Syarat ini juga mengatur pengelasan dengan oksiasetilena. Ketika sedang
mengelas, pastikan bahwa rintik-rintik las tidak menyentuh selang dan tabung.
pindahkan atau lindungi Sebelum mulai mengelas, semua bahan yang mudah terbakar di area sekitar
bahan yang mudah harus dipindahkan atau dilidungi dengan selimut las.
meledak Tentunya anda juga menyediakan alat pemadam kebakaran di dekat tempat
alat pemadam kebakaran kerja anda.

10. Sebutkan Enam tindakan yang harus anda lakukan sebelum mengelas dengan oksiasetilena?

Kalau anda sudah selesai mengelas, tutup tabung dan lepaskan tekanan yang
ada dalam selang. Matikan obornya dan gulung selangnya. Setelah itu baru anda
bisa meninggalkan area kerja berikut dengan kereta pengelas.

Melakukan semua tindakan atau pengukuran akan meminimalkan resiko untuk


terjadinya kecelakaan. Namun, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya
kebakaran pada tabung gas, misalnya setelah flashback. Jika terjadi flashback,
asetilena akan mulai berdekomposisi. Jika terjadi kebakaran, anda harus
melakukan tindakan-tindakan ini pada tabung gas:
1. menutup katup tabung;
2. mendinginkan tabung secara terus-menerus dengan menggunakan air dari,
misalnya, selang pemadam api;
3. evakuasi area tersebut;
4. panggil petugas pemadam kebakaran;

Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa resiko memang berhubungan dengan


bekerja dengan gas. Anda dapat mengurangi resiko-resiko ini dengan
menggunakan peralatan dan bahan-bahan yang terlibat dengan cara yang benar.
Pelatihan dan instruksi akan memberi anda informasi yang anda butuhkan untuk
mengetahui cara menggunakan peralatan dan bahan dengan benar. Mintalah
nasehat selalu jika anda tidak yakin tentang hal apa pun yang berhubungan
dengan pekerjaan anda.

7. Tindakan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan


ketika sedang menyimpan gas?
Perusahaan menyimpan tabung gas di luar ruangan dan di dalam ruangan yang
berada di area tertutup. Perusahaan harus melakukan tindakan yang sesuai untuk
kedua area penyimpanan ini. Untuk menghindari terjadinya kesalahan, tabung
yang terisi penuh dan tabung yang kosong harus selalu disimpan secara
terpisah.

Tindakan apa saja yang telah dilakukan oleh perusahaan anda untuk
mengurangi jumlah kecelakaan yang diakibatkan oleh gas?

10 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

dalam ruangan di area Tempat penyimpanan untuk tabung yang disimpan dalam ruangan di area
terututup tertutup harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:
 Tabung harus diletakan dengan aman pada posisi tegak lurus, dan tutup
pelindungnya harus terpasang pada katup tabung;
 Area penyimpanan harus menyediakan ruang yang cukup untuk
memasukkan tabung dengan cepat jika terjadi kecelakaan;
 Ketika tabung yang berisikan gas yang mudah terbakar dan oksigen
disimpan di area yang sama, tabung-tabung ini harus saling dipisahkan
dengan menggunakan partisi penahan api. Partisi ini dapat berupa sebuah
dinding;
 Area tersebut harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran yang selalu
siap untuk digunakan;
 Area penyimpanan harus diberikan ventilasi yang cukup;
 Tidak boleh ada tombol atau saklar listrik yang terpasang di dalam area
tersebut. Tombol atau saklar apapun harus dilokasikan di luar area untuk
mencegah terjadinya percikan api yang dapat menimbulkan kebakaran.
Sehingga, pencahayaan di area ini pun juga harus memenuhi syarat-syarat
kebutuhan khusus;
 Jika menyimpan tabung asetilena di suatu area, maka harus memasangkan
tanda di luar ruangan tersebut yang menampilkan kata-kata berikut ini:
“Asetilena, resiko ledakan. Dilarang keras menggunakan api”;
 Area penyimpanan harus selalu dalam keadaan terkunci jika tidak sedang
digunakan.

penyimpanan di luar Berikut ini adalah hal-hal penting mengenai tempat penyimpanan di luar
ruangan ruangan:
 Tabung tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, karena bisa
membuat tabung menjadi terlalu panas. Tabung juga harus dilindungi dari
cuaca dan tersimpan di tempat yang kering untuk menghindari terjadinya
karat;
 Area penyimpanan sebaiknya berlokasi di suatu area tersendiri yang jauh
dari lokasi gedung lain, namun masih berada di area perusahaan. Hal ini
akan menghindari kecelakaan lalulintas di sekitar area penyimpanan. Area
penyimpanan harus ditutup dengan pagar dan gerbang yang dapat dikunci.

8. Apa saja resikonya ketika bekerja dengan oksigen?


Contoh 2.
Hank dan Joe baru selesai menyelesaikan suatu pekerjaan. Ketika melakukan pekerjaan ini,
mereka harus berbaring di bawah sebuah instalasi. Baju Hank sudah penuh tertutup debu. Hank
memikirkan bagaimana dia bisa membersihkan semua debu itu dari bajunya. Hank berkata “Eh,
ada kereta pengelas. Kita bisa menggunakan oksigennya untuk menghembuskan debu-debu ini
agar tidak menempel di baju!” Joe mengambil selang oksigennya dan menghembuskan debu-debu
yang ada di baju Hank. “Nah, begini lebih baik”, kata Hank setelah pakaiannya bersih kembali.
“Saya rasa saya akan merokok sekarang”. Ketika dia menyalakan rokoknya, terjadi suatu kilat;
pakaiannya terbakar. Untungnya, dia sedang berdiri di sebelah pancuran air darurat. Joe
mendorongnya ke bawah pancuran dan menarik rantainya. Apinya langsung padam dalam waktu
beberapa detik.

Contoh ini menunjukkan betapa bahayanya menggunakan oksigen untuk


menghembuskan pakaian yang dikenakannya agar bersih. Walaupun oksigen
bukanlah gas yang mudah terbakar, namun oksigen dapat membentuk suatu
campuran yang sangat mudah terbakar jika tercampur dengan zat yang mudah
menimbulkan api terbakar. Bahkan, oksigenlah yang menimbulkan terjadinya api.
Udara biasanya mengandung oksigen sebanyak 21%. Seperti yang kita semua
ketahui, kayu dan kertas dapat terbakar dengan mudah di udara. Namun, jika

© Stichting BEPRO 2006 11


Bekerja dengan gas

udara mengandung lebih banyak oksigen, kemungkinan terjadinya pembakaran


jauh lebih tinggi. Dalam kadar oksigen sebanyak 26%, kapas bisa terbakar dua
kali lebih cepat dibandingkan jika dibakar pada udara biasa. Pada contoh yang
terjadi pada Hank dan Joe, hanya satu percikan api sudah cukup untuk membuat
seluruh pakaian Hank terbakar. Sehingga, walaupun oksigen bukan merupakan
gas yang mudah terbakar, tetapi tetap harus dipelakukan secara hati-hati.
Tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika bekerja dengan oksigen akan
dibahas dibawah ini.

periksa kebocoran Tindakan yang terpenting adalah memastikan bahwa tidak ada kebocoran
oksigen. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan air yang bersabun.
Ketika sedang melakukan inspeksi, periksalah bagian tabung gas, regulator
tekanan, selang, obor, dan semua penghubungnya.
jangan diminyaki Jangan pernah menggunakan minyak untuk melicinkan bagian-bagian tabung
oksigen. Karena jika dikombinasikan dengan zat yang mudah terbakar, seperti
minyak pelumas, pelepasan oksigen dapat menimbulkan kebakaran.
bukalah katupnya Bukalah katupnya perlahan-lahan untuk mencegah semburan tekanan, karena
secara perlahan semburan tekanan dapat menimbulkan kebakaran. Tekanannya akan naik dari 0
bar menjadi 20 bar dalam waktu hitungan detik, membebaskan kompresi suhu.
Kompresi suhu juga dibebaskan ketika memompa sebuah ban; ujung selangnya
akan menjadi hangat. Kontaminasi pada kombinasi oksigen dengan kompresi
suhu dapat menyebabkan terjadinya kebakaran.
periksa kontaminasi Akhirnya, selalu pastikan bahwa tidak ada kotoran pada katup dan regulator
tekanan.

11. Sebutkan empat tindakan yang harus dilakukan ketika bekerja dengan oksigen?

Oksigen adalah zat yang dapat menimbulkan api. Sehingga, oksigen tidak boleh
digunakan untuk semua pekerjaan. Oksigen tidak boleh digunakan untuk
pekerjaan-pekerjaan berikut ini:
 Menghembuskan oksigen untuk membersihkan pakaian dari debu. Pakaian
kerja harus dibersihkan dengan menggunakan tangan anda atau dengan
tekanan udara. Katup pengaman harus terpasang ketika menggunakan
tekanan udara;
 Peralatan pengendali seperti sebuah gerinda pneumatik. Udara yang
terkompresi harus digunakan untuk pengerjaan ini;
 Penyemprotan cat;
 Pengurasan tangki atau wadah. Udara yang terkompresi dapat digunakan
untuk pekerjaan ini.

12 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

 Gas banyak digunakan dalam industri pengolahan untuk pengelasan,


pembakaran, pemotongan, pendinginan, dan proses produksi itu sendiri.

 Ada perbedaan antara gas yang mudah terbakar dan gas yang tidak mudah
terbakar. Bahaya besar yang disebabkan oleh gas yang mudah terbakar
adalah bahaya kebakaran dan ledakan. Contoh-contoh dari gas yang
mudah terbakar meliputi asetilena, propana, dan butana. Contoh-contoh
dari gas yang tidak mudah terbakar meliputi nitrogen dan karbon dioksida.
Gas-gas yang tidak mudah terbakar ini dapat menyebabkan sesak nafas
atau pembakaran dingin.

 Asetilena beratnya lebih ringan dari udara. Campuran asetilena dan udara
sangat mudah terbakar, dan batas ledakannya adalah antara 1.5 vol.%
hingga 80 vol.%.

 Propana dan butana lebih berat dari udara, dan jatuh ke tanah. Propana dan
butane merupakan bahan yang mudah terbakar. Jangkauan ledakan untuk
propana berada diantara 2 vol.% dan 9.5 vol.%.

 Ketika bekerja dengan gas, seringkali akan membutuhkan untuk


menggunakan beberapa peralatan pelindung diri, seperti sarung tangan,
pakaian kerja, celemek, penutup telinga, masker gas, dan kacamata las.

 Dengan kereta pengelas yang dilengkapi dengan tabung asetilena dan


oksigen:
- Partisi baja penahan api harus terpasang diantara tabung gas;
- tekanan tabung dari tabung asetilena tidak boleh melebihi 18 bar;
- tabung gas harus diamankan secara terpisah antar satu sama lain;
- selang tabung yang digunakan tidak boleh dalam keadaan rusak;
- mulut obor tidak boleh dalam keadaan rusak;
- alat pemadam kebakaran harus terpasang;
- sebuah regulator tekanan harus dipasangkan pada setiap tabung gas;
- tabung asetilena harus dilengkapi dengan sebuah penahan flashback.

 Ketika bekerja dengan gas, anda harus melakukan sejumlah tindakan:


- anda harus memeriksa semua bagian peralatan;
- anda harus membuka katup tabung secara perlahan;
- anda harus menyesuaikan tekanan kerja yang benar hingga ke tingkat
yang benar;
- anda harus memastikan bahwa semua selang yang digunakan tidak
rusak;
- anda harus menyingkirkan atau menutupi bahan-bahan yang mudah
terbakar;
- anda harus menyediakan alat pemadam kebakaran siap pakai di tempat
terdekat.

 Dibutuhkan perhatian terhadap hal-hal berikut ini ketika gas tersimpan di


dalam ruangan atau di luar ruangan:
- tabung harus terlindung dari suhu yang terlalu panas;
- harus tersedia ventilasi yang cukup;
- tindakan pencegahan kebakaran harus dilakukan.

© Stichting BEPRO 2006 13


Bekerja dengan gas

 Oksigen menimbulkan kebakaran yang melibatkan zat-zat yang mudah


terbakar. Karena itu, oksigen tidak pernah boleh digunakan untuk:
- mengembuskan pakaian agar bersih;
- peralatan pengendali;
- cat semprot;
- menguras wadah atau tangki.

 Ketika bekerja dengan gas dan peralatan, penting untuk selalu waspada
terhadap adanya resiko. Dengan pengetahuan mengenai resiko-resiko ini:
- anda dapat memilih peralatan pelindung diri yang sesuai;
- anda tahu bagaimana cara bekerja dengan gas dan peralatannya;
- anda memahami kenapa harus memperlakukan peralatan dengan cara-
cara tertentu atau kenapa peralatan tersebut diperlakukan dengan cara-
cara tertentu.

14 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

Evaluasi
A. Pertanyaan pilihan ganda

1. Metode apakah yang harus digunakan untuk memeriksa kebocoran pada


penghubung tabung gas?
a. dengan menggunakan air bersabun
b. dengan memegang korek api yang menyala ke penghubung tabung
c. dengan mencium bau penghubung
d. dengan menggunakan air

2. Ketika gas butana bocor, dimanakah gas itu akan berkumpul?


a. butana lebih berat dari udara, jadi akan naik
b. butana lebih berat dari udara, jadi akan jatuh
c. butana lebih ringan dari udara, jadi akan naik
d. butana lebih ringan dari udara, jadi akan jatuh

3. Berapakah tekanan tabung dan tekanan kerja maksium untuk gas asetilena?
Tekanan tabung (bar) Tekanan kerja (bar)
a. 0.5 18
b. 18 0.5
c. 200 2
d. 2 200

4. Urutan manakah yang harus anda gunakan ketika menyelesaikan pekerjaan


mengelas?
a. tutup tabungnya, lepaskan tekanannya dari selang, matikan obornya,
dan gulung selangnya
b. tutup tabungnya, matikan obornya, lepaskan tekanannya dari obor, dan
gulung selangnya
c. matikan obornya, tutup tabungnya, gulung selangnya, dan lepaskan
tekanannya dari selang
d. lepaskan tekanannya dari obor, tutup tabungnya, gulung selangnya, dan
matikan obornya

5. Bagaimanakah cara para pengelas melindungi diri mereka sendiri dari


radiasi ketika sedang mengelas?
a. tidak diperlukan, karena radiasinya tidak membahayakan
b. dengan memakai kacamata untuk mengelas
c. dengan memakai baju terusan dan sarung tangan
d. dengan memakai kacamata untuk mengelas, baju terusan, dan sarung
tangan

6. Benda apakah yang tidak harus ada di kereta pengelas?


a. sebuah partisi baja
b. sebuah alat pemadam kebakaran
c. nama pemasoknya
d. tali untuk mengamankan tabung

© Stichting BEPRO 2006 15


Bekerja dengan gas

7. Apakah warna untuk selang oksigen?


a. cokelat
b. merah
c. abu-abu
d. biru

B. Pertanyaan essay

1. Mengapa minyak tidak pernah boleh digunakan untuk melumaskan bagian


dari sebuah tabung oksigen?

2. Nyatakan lima benda peralatan pengaman yang harus ada di kereta pengelas
untuk pengelasan dengan oksiasetilena.

3. Apa yang akan anda lakukan jika sebuah tabung butana menjadi panas jika
terjadi kebakaran? Dan apa yang anda lakukan jika tabung tersebut
merupakan tabung gas asetilena?

16 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

Jawaban
Jawaban untuk pertanyaan dalam teks:

1. Gas dapat digunakan untuk:


- pengelasan;
- torch-cutting;
- sebagai bahan bakar;
- pendingin;
- pemanas.
Gas juga dapat ditambahkan kedalam proses produksi.

2. Anda harus waspada akan berbagai macam resiko yang berhubungan


dengan gas agar dapat melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk dapat
bekerja dengan aman.

3. Batas ledakan bawah dan atas asetilena adalah 1.5% dan 80% per
volumenya.

4. Suhu kobaran api yang dihasilkan terlalu rendah untuk bisa melelehkan
logam.

5. Karbon dioksida dapat ditambahkan kedalam proses produksi dan


digunakan untuk memadamkan api.

6. Ketika menggunakan gas yang berbahaya, anda harus memastikan bahwa:


- tekanan dalam tabung gas tidak berlebihan;
- gas tidak bocor;
- anda menghindari pembakaran dingin;
- jumlah oksigen yang mencukupi dalam area dimana anda bekerja.

7. Resiko terbesar adalah bahaya kebakaran dan bahaya ledakan.

8. Anda harus menggunakan peralatan pelindung diri berikut ini:


- masker gas;
- pelindung pendengaran;
- kacamata untuk mengelas;
- sarung tangan kulit dan celemek kulit;
- baju terusan.

9. Kereta pengelas harus memenuhi syarat kebutuhan berikut ini:


- sebuah partisi baja penahan api harus terpasang diantara tabung gas;
- tekanan tabung untuk tabung asetilena tidak boleh melebihi 18 bar;
- selang tabung tidak boleh dalam keadaan rusak;
- mulut obor tidak boleh dalam keadaan rusak;
- alat pemadam kebakaran harus terpasang;
- sebuah regulator tekanan harus terpasang untuk setiap tabung gas;
- tabung asetilena harus dilengkapi dengan sebuah penahan flashback.

© Stichting BEPRO 2006 17


Bekerja dengan gas

10. Sebelum mengelas dengan menggunakan asetilena, anda harus:


- memeriksa peralatan untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi
yang baik;
- membuka katup tabung secara perlahan;
- menyesuaikan tekanan kerja ke tingkat yang benar;
- memastikan bahwa semua selangnya tidak rusak;
- menyingkirkan atau menutupi bahan yang mudah terbakar setiap saatnya;
- menyiapkan sebuah alat pemadam kebakaran dan berada di tempat
terdekat.

11. Ketika bekerja dengan oksigen, anda harus:


- memastikan bahwa tidak ada kebocoran oksigen;
- tidak melumaskan bagian apapun dari tabung oksigen;
- membuka katup tabung secara perlahan;
- memastikan bahwa katup tidak rusak.

Jawaban dan penjelasan untuk evaluasi:

A. Pertanyaan pilihan ganda:

1. a Air yang bersabun tidaklah berbahaya: contohnya, tidak ada bahaya


kebakaran. Gelembung-gelembung kecil pada air sabun menunjukkan
kehadiran dan lokasi terjadinya kebocoran.

2. b Gas dan zat uap yang lebih berat dari udara akan jatuh.

3. b

4. a

5. d Anda harus melindungi kulit dan mata anda dari radiasi.

6. c Nama pemasok tidak ada fungsinya.

7. d

B. Pertanyaan essay

1. Bagaimanakah minyak dan oksigen saling bereaksi?

2. Kembali ke rangkuman.

3. Jika memungkinkan, pindahkan tabung butana dan dinginkan bila perlu.


Tabung asetilena harus dipindahkan dan didinginkan untuk jangka waktu
yang lama.

18 © Stichting BEPRO 2006


Bekerja dengan gas

Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut ini pada kertas jawaban anda.

1. Menandakan apakah warna dari suatu tabung gas?


a. tidak ada artinya
b. kandungan gas
c. pemasok gas
d. tekanan maksimum yang diizinkan

2. Apakah contoh dari gas yang mudah terbakar?


a. oksigen
b. nitrogen
c. karbon dioksida
d. asetilena

3. Mengapa gas karbon dioksida tidak cocok bila digunakan untuk mengelas?
a. temperatur kobaran apinya terlalu rendah
b. temperatur kobaran apinya terlalu tinggi
c. gas tersebut tidak mudah terbakar
d. gas tersebut tidak tersedia dalam jumlah besar

4. Pernyataan manakah berikut ini yang benar mengenai oksigen?


a. oksigen merupakan bahan yang mudah terbakar
b. oksigen menimbulkan api
c. api lebih sulit untuk dinyalakan dalam kadar oksigen yang lebih tinggi
d. oksigen boleh digunakan untuk pekerjaan apa saja

5. Nitrogen seringkali digunakan untuk mengeluarkan oksigen. Apakah


kelemahan dari prosedur ini?
a. area tempat pengerjaan dapat meledak
b. area tempat pengerjaan sewaktu-waktu dapat terbakar
c. udara di area pengerjaan tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk
bernafas
d. temperaturnya menurun jauh

6. Apakah tujuan dari sebuah penahan flashback?


a. untuk menghentikan flashback
b. untuk mencegah flasback
c. untuk menimbulkan flashback
d. untuk menimbulkan pembakaran

7. Pelumas apakah yang cocok untuk digunakan pada katup tabung oksigen?
a. minyak mineral
b. minyak sintetis
c. minyak jenis apapun
d. tidak ada bagian dari tabung oksigen yang boleh dilumaskan

© Stichting BEPRO 2006 19


Bekerja dengan gas

8. Apa yang dapat terjadi jika tabung asetilena terjatuh?


a. dapat menimbulkan reaksi dekomposisi, sehingga menyebabkan
naiknya tekanan
b. tabung dapat langsung meledak
c. tidak ada
d. tabungnya jadi retak atau pecah

9. Bagaimanakah cara perusahaan menyimpan tabung?


a. tabung gas selalu disimpan di dalam ruangan agar tidak basah
b. tabung gas selalu disimpan di luar ruangan agar kebocoran gas dapat
hilang tersebar
c. tabung yang kosong disimpan di dalam ruangan, tabung yang berisi
penuh di luar ruangan
d. tabung dapat disimpan di dalam ruangan dan di luar ruangan jika area
penyimpanan memenuhi syarat kebutuhan tertentu

10. Jika gas asetilena bocor, dimanakah gas akan berkumpul?


a. asetilena lebih berat dari udara, jadi akan naik
b. asetilena lebih berat dari udara, jadi akan jatuh
c. asetilena lebih ringan dari udara, jadi akan naik
d. asetilena lebih ringan dari udara, jadi akan jatuh

20 © Stichting BEPRO 2006