Anda di halaman 1dari 2

ALASAN MENGAPA WAKAF UANG COCOK SEBAGAI INVESTASI DUNIA-

AKHIRAT ANDA DAN KEMUDAHA N YANG DITAWARKAN E-SALAAM APPS

Mitha Cornella
Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Jika seseorang meninggal, maka terputuslah
amalannya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang
mendoakannya.”

Beruntung sekali orang yang hidup di dunia berhasil melakukan amalan yang
pahalanya akan terus mengalir padanya bahkan setelah kematiannya. Salah satu dari amalan
tersebut akan menjadi topik tulisan kali ini: wakaf uang.

Wakaf uang adalah jenis wakaf yang sangat fleksibel. Wakaf uang dapat didefinisikan
seperti ini, perbuatan menyerahkan sejumlah uang oleh wakif (orang yang berwakaf) kepada
nazhir (pengelola dana wakaf) untuk dapat dimanfaatkan bagi penegakan agama Islam
maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum, seperti: pembiayaan dakwah,
pendidikan, pembangunan masjid, panti asuhan, dan semacamnya.

Dikutip dari “ Wakaf Uang Untuk Jaminan Sosial” dalam Jurnal al-Awqaf, oleh
Cholil Nafis. Jika 20 juta umat Islam Indonesia mau mengumpulkan wakaf uang senilai Rp.
100.000 setiap bulan, maka dana yang terkumpul sejumlah Rp. 24 triliun setiap tahun. Jika
ada 50 juta orang yang berwakaf, maka setiap tahun akan terkumpul dana sebesar Rp. 60
triliun. Jika terdapat 1 juta saja umat muslim yang mewakafkan dananya sebesar Rp. 100
ribu/bulan, maka akan diperoleh dana sebesar 100 miliyar tiap bulannya, atau 1,2 triliun per
tahun.

Sementara menurut Edwin Nasution, potensi wakaf di Indonesia dengan jumlah umat
muslim yang dermawan diasumsikan sebesar 10 juta jiwa dengan penghasilan antara 500 ribu
hingga 10 juta rupiah, maka paling tidak akan terkumpul dana sekitar 3 triliun per tahun.

Dengan begitu, tidak perlu menunggu kaya raya atau menjadi tuan tanah dulu untuk
dapat berwakaf. Kita dapat mewaqafkan 100.000 saja dari uang kita, uang tersebut akan
diakumulasikan oleh Lembaga Keuangan Syariah (LKS) menjadi modal yang besar untuk
memberdayakan umat.

Sekarang ini, kita lebih dimudahkan lagi dengan hadirnya berbagai layanan untuk
berwakaf uang berbasis digital. Kegiatan berwakaf menjadi semakin praktis dan efisien.
Salah satunya melalui aplikasi mobile phone e-Salaam yang diluncurkan oleh Cimb Niaga.

Melalui aplikasi ini, kita akan ditunjukkan pada beberapa nazhir yang Insya Allah
terpercaya, diantaranya: Yayasan Waqaf ar-Risalah, Baitul Maal Hidayatullah, Dompet
Dhuafa, Global Wakaf, iWakaf, PPPA Daarul Quran, Wakaf Al-Azhar. Kemudian, kita dapat
mewakafkan sejumlah uang menurut kemampuan dan kerelaan kita dengan jumlah minimal
adalah Rp. 10.000.
Secara sederhana, begini alur penggunaan e-Salaam apps. Pengguna melakukan
registrasi online log in pilih fitur wakaf uang pilih nazhir yang tersedia isi
jumlah yang akan diwakafkan pilih metode pembayaran. Pembayaran dapat dilakukan
melalui rekening ponsel, Cimb Clicks, ataupun Visa/Mastercard.

Dalam aplikasi ini turut ditunjukkan target yang perlu dicapai oleh nazhir, banyak
donasi yang telah terkumpul, dan jumlah waqif yang telah berwakaf.

Sebagai tambahan untuk kita pikirkan bersama, wakaf uang ini tidak hanya
bermanfaat sebagai penyuplai pahala bagi waqif, sedang keuntungan di dunia diperoleh oleh
mauquf alaih ( penerima dana wakaf) dan nazhir saja. Wakaf uang adalah investasi dunia-
akhirat.

Jika dana wakaf tepat sasaran dan berhasil menambah pendapatan masyarakatyang
ekonominya lemah, maka daya beli kelompok tersebut akan meningkat, permintaan terhadap
barang dan jasa pun meningkat, ekonomi tumbuh, pemasukan pemerintah dari pajak juga
meningkat, sementara masyarakat yang telah berdaya juga akan menginfakkan sebagian dari
harta mereka di jalan Allah dan bermanfaat bagi manusia lain.

Gambaran tersebut membenarkan firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah:261. “


Perumpamaan ( infak yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir
100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran bagi siapa yang dikehendaki. Allah Maha Luas
(karunia-Nya) dan Maha Mengetahui.”

Pada kenyataannya, bukan ganjaran yang dilipatkan 700x oleh Allah bukan hanya
pahala untuk akhirat saja, namun manfaatnya di dunia juga amat terasa.

Memang begitulah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat muslim. Bukan


tentang bagaimana memenuhi keinginannya semaksimal mungkin, namun mengenai
bagaimana agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Termasuk kebutuhannya yang sangat besar
akan bekal untuk akhirat yang dengan itu akan membuatnya berkontribusi dalam memajukan
peradaban manusia. Dan membuatnya tercatat sebagai orang yang mempunyai amal jariyah
di sisi Tuhannya.