Anda di halaman 1dari 3

PROLOG

FADILAH: Pada senja yang sendu, Jong Sumatra tiba menapakkan kaki di Batavia. Ingin
menyampaikan sebuah kabar kedatangan belanda di tarakan rupanya. Awalnya, penduduk
negeri kincir angin itu disambut baik oleh pribumi. Tapi, sepertinya sambutan hangat tangan
terbuka yang diberi tak cukup untuk orang-orang tamak macam mereka. Rempah-rempah
perlahan habis dirampas paksa. RAKUS. Tak bisa dibiarkan.

FARAS SALSADILA: Masuk panggung dari belakang berbicara dengan kalimat berikut
menggunakan Bahasa Lampung
“WAAAAH INDAH DAN SUBUR SEKALI BATAVIA INI. TAK SEPERTI TANAH KU DISANA YANG
TIDAK TERSISA APA-APA SETELAH DI RAMPOK OLEH BELANDA KURANG AJAR. BATAVIA HARUS
TERJAGA. TAPI AKU JUGA HARUS MENCARI PERTOLONGAN UNTUK SUMATRA. SEBELUM
PETANG, AKU HARUS SAMPAI DI KAMPUNG BETAWI.

DILA BERLARI KESANA KEMARI


“THASYA SEDANG MENYAPU”
DEWI DUDUK POTONG KUKU
DILA DATANG NGOS-NGOSAN BERBAHASA LAMPUNG “EH PENJAJAH ADA DI SUMATRA,
JANGAN SAMPAI MEREKA MENGINJAKKAN KAKI DI BATAVIA, AKU BUTUH PERTOLONGAN
KALIAN UNTUK MENGUSIR MEREKA DI SUMATRA, MAUKAH KALIAN MEMBANTUKU? AYO
TOLONGLAH TOLONG”
THASYA: NGOMONG APESIH LU? AHELAH KAGA NGARTI GUEEE. APESIH DATENG-DATENG
LANGSUNG MAKSA MAKSA ORANG Bahasa Betawi
DEWI: MBAK PELAN-PELAN. COBA DIATUR DULU NAFASNYA, SAYA WONG JOWO GA NGERTI
MBAK NGHOMONG APA. Bahasa Jawa
DILA TETAP MEMAKSA THASYA DAN DEWI UNTUK IKUT MEREKA. Bahasa Lampung
THASYA: LU PAKSA SEKALI LAGI GUE PANGGILIN LAKI GUE INI. JANGAN-JANGAN LU RAMPOK
YA Bahasa Betawi
DEWI: ADUH SAYA TUNGGU SUAMI SAYA PULANG, GA BISA KEMANA-MANA Bahasa Jawa
DILA: AWAS SAJA NTAR NYESEL KALIAN Bahasa Lampung

SUARA TEMBAKAN BERBUNYI


NABILLAH DAN VINA MASUK BERBAHASA BELANDA, TIARAP, MENEMBAK SANA SINI
“HAHAHA BATAVIA AKAN SEGERA KITA TAKLUKKAN LAGI, JANGAN BIARKAN SATUPUN
KEKAYAAN ALAMNYA TERSISA, AYO PORAK PORANDAKAN TANAH INI”

DILA DEWI THASYA TUNDUK, TIARAP, BERLARI KESANA KEMARI, TERIAK KENCANG MINTA
TOLONG DAN MINTA AMPUN, LALU JATUH TERSUNGKUR MENANGIS MENJERIT KESAKITAN
SAMPAI MUSIKALISASI SELESAI JANGAN LUPA SETIAP BICARA PAKAI BAHASA DAERAH
BUNYI INSTRUMEN IBU PERTIWI
FADILAH BERPUISI
MASUK NADA “KULIHAT IBU PERTIWI”, SALSA BERNYANYI
INTRO IBU PERTIWI FADILAH BERPUISI
KULIHAT IBU PERTIWI VERSE 2 FADILAH SALSA BERNYANYI
THASYA DAN DEWI MERANGKAK BERUSAHA BANGUN DAN MENCARI PERTOLONGAN TAPI
JATUH TERUS JANGAN LUPA SETIAP BICARA PAKAI BAHASA DAERAH

__________________________________________________________________________

FADILAH DAN SALSA BERUNDING


DEWI SARTIKA, INI TIDAK BISA DIBIARKAN. PERJUANGAN BESIFAT KEDAERAHAN INI TIDAK AKAN
BERHASIL. KITA HARUS MEAKUKAN PERJUANGAN DIPLOMATIS DAN MENYATUKAN NUSANTARA.
SALSA: MEREKA BERBEDA DAERAH, LALU BAGAIMANA
FADILAH: KITA SATU TUMPAH DARAH, TANAH AIR Indonesia
SALSA: TIDAK BISA KARTINI, SUKU BANGSA MEREKA BERBEDA
FADILAH: KITA SATUBANGSA, BANGSA Indonesia
FADILAH: TAPI BAGAIMANA MEREKA BISA SATU BILA BAHASANYA BERBEDA

SALSA: KARTINI, JANGAN KHAWATIR. KITA BISA SATU BAHASA


FADILAH DAN SALSA TERSENYUM DAN BICARA BERSAMAAN: BAHASA Indonesia
FADILAH: INI SAATNYA! AYO BANGKIT, KITA TOLONG SAUDARA KITA

___________________________________________________________________________
SALSA DAN FADILAH MENGHAMPIRI DEWI DAN THASYA, MEMAPAH MEREKA.
BERJEJER DALAM SATU SHAF. FADILAH MAJU DAN TERIAK HARI INI NUSANTARA AKAN BERIKRAR
UNTUK MENJADI SATU, TAK PEDULI KAMU JONG JAWA, SUMATRA, CELEBES, BATAVIA, HARI INI
JUGA KITA TUNJUKKAN BAHWA NEGERI INI MASIH PUNYA MUDA MUDI YANG PEDULI
“SUMPAH PEMUDA”
FADILAH THASYA SALSA DAN DEWI MENGIKRARKAN SUMPAH PEMUDA
FADILAH: MOMEN INI ADALAH TITIK BALIK KETERPURUKAN NEGERI INI MENUJU KEBEBASAN.
GENJATAN SENJATA TIADA GUNA LAGI BILA DIPLOMASI TIDAK DIGERAKKAN DARI BANYAKNYA
DALIH. MERDEKA ADALAH HAK SEGALA BANGSA.
___________________________________________________________________________

VINA DAN NABIILAH MASUK “HADUH TEGANG AMAT LU PADA”


FADILAH THASYA SALSA DEWI MARAH “AHELAH ELU KAN YANG KEMAREN BIKIN RAKYAT
MENDERITA. LU PAKSA KERJA RODI, LU TEMBAK SANA SINI. DASAR GA PUNYA HATI GA PUNYA
OTAK. RAKUS. PERGI LU BELANDA KEPARAT”

VINA DAN NABIILAH: TENANG TENANG, DARI TADI MARAH-MARAH MULU. LEMESIN DULU
KALIII
MUSIK FLASHMOB BERBUNYI
FLASHMOB
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
AKHIR FLASMOB SEMUA MENUNJUK KE PENONTON.