Anda di halaman 1dari 11

Nama : Moh.

Wahyudi Anugerah Pratama

Mapel : Pendidikan Kewarganegaraan

Judul : Peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian Dunia dalam organisasi Internasional

Penting bagi suatu negara untuk menjalin hubungan internasional, termasuk Indonesia. Hal ini penting agar
Indonesia dapat mengambil peran dalam pengambilan kebijakan internasional. Peran Indonesia dalam
hubungan internasional mencakup dalam berbagai bidang. Berikut adalah peran Indonesia dalam hubungan
internasional:

1.ASEAN (Association of South East Asian Nation)

Indonesia tergabung dalam organisasi ASEAN, yakni organisasi yang mengayomi kesatuan bagi negara-negara di
Kawasan Asia Tenggara. Pada masa awal terbentuknya, sejarah berdirinya ASEAN hanya beranggotakan 5 nama-
nama pendiri ASEAN dengan tujuan dari ASEAN. Namun, saat ini jumlah anggotanya mencapai 10 negara.
Organisasi ASEAN didirikan di Bangkok, Thailand, pada tanggal 8 Agustus 1967. Indonesia menjadi salah satu dari
lima negara yang mempelopori pendirian ASEAN. Keempat negara lainnya adalah Singapura, Thailand, Malaysia,
dan Filipina. Indonesia pun berperan aktif dalam beragam kegiatan kerja sama.

2.PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa)


Indonesia juga berperan aktif dalam organisasi internasional, yakni sejarah berdirinya PBB. Indonesia masuk
menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950. Indonesia pernah
keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari 1965. Hal ini merupakan bentuk protes atas diterimanya
Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Namun, Indonesia kembali menjadi anggota PBB
pada tanggal 28 September 1966 dan tetap sebagai anggota yang ke-60 dengan tujuan organisasi PBB yang
mulia. Indonesia telah mampu masuk dalam struktur PBB, yaitu menjabat sebagai Dewan Tetap hingga tahun
2020. Hal tersebut dilatarbelakangi karena Indonesia mempunyai toleransi yang tinggi dan sering ikut andil
dalam menjaga perdamaian dunia.

3.G-20 (Kelompok 20)

Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota G-20. Kelompok 20 atau G20
beranggotakan 19 negara dan ditambah dengan Uni Eropa, yang menguasai 75% perdagangan dunia. Indonesia
memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil setiap tahunnya, sehingga menempatkan negara ini menjadi salah
satu kekuatan ekonomi dunia. Negara kita memiliki model pembangunana yang sangat lengkap, yakni sumber
daya alam melimpah, sumber daya manusia berkualista, letak geografis yang stabil, dan iklim demokrasi yang
stabil.
4.MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

MEA diberlakukan pada tahun 2015 dan lebih dikenal dengan sebutan Pasar Bebas Asia Tenggara. MEA
ditetapkan oleh negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi era globalisasi. Indonesia pun ikut andil dalam
pelaksanaan MEA. MEA diberlakukan karena timbulnya dampak globalisasi pada sektor ekonomi yang
berpotensi membuat keadaan ekonomi di negara-negara ASEAN tidak stabil dan kurang mampu memenuhi
kebutuhan masyarakatnya. Keberadaan MEA dapat memacu daya saing para pelaku bisnis di Indonesia untuk
meningkatkan kualitas dan profesionalitas, sehingga dapat bersaing secara sehat dengan produk asing yang
beredar di pasaran. Baca juga peran Indonesia dalam AFTA.

5.GNB (Gerakan Non Blok)

Indonesia aktif sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961. Pada tahun 1992,
Indonesia bahkan ditunjuk menjadi Ketua Gerakan Non Blok (GNB) dalam Konferensi Negara-negara Non-Blok
yang berlangsung di Jakarta. Keikutsertaan Indonesia melalui GNB ini secara langsung menunjukkan bahwa
Indonesia telah turut serta meredakan ketegangan yang diakibatkan Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok
Timur.

6.APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)

Sejarah berdirinya APEC merupakan forum kerja sama ekonomi yang terdiri dari dua puluh negara anggota yang
tersebar di seantero benua Asia dan wilayah di lingkar Samudera Pasifik. Sejarah pembentukan APEC didirikan
pada bulan Januari tahun 1989. Pendirian APEC memiliki tujuan sebagai berikut, yakni:

Memperkuat pertumbuhan dan pembangunan sektor ekonomi di segenap Kawasan Asia Pasifik

Mengeratkan hubungan kerja sama ekonomi di antara sesama negara anggota

Memacu perkembangan perdagangan bebas di seluruh wilayah Asia Pasifik.

Peran Indonesia dalam APEC khususnya dalam KTT APEC 15 November 1994 adalah (1) Indonesia menjadi Ketua
APEC Periode 1994; (2) Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi APEC 1994; (3) Perumus Bogor
Declaration dan Bogor Goals pada KTT APEC 1994; dan (4) Pendorong terbentuknya ECOTECH (Economic and
Technical Cooperation).

7.OKI (Organisasi Konferensi Islam)


OKI berdiri pada tanggal 25 September 1969 di Rabat, Maroko, setelah para pemimpin sejumlah negara Islam
mengadakan KTT Islam. Organsasi ini berubah nama dari Organisasi Konferensi Islam menjadi Organisasi
Kerjasama Islam pada tanggal 28 Juni 2011. OKI lahir sebagai reaksi negara-negara Islam atas tindakan Israel
yang membakar Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969. Organisasi ini didirikan untuk meningkatkan
solidaritas Islam, mengkoordinasikan kerja sama antar negara anggota, mendukung perdamaian dan keamanan
internasional, melindungi tempat-tempat suci Islam, dan membantu perjuangan kemerdekaan negara Palestina
yang merdeka dan juga berdaulat.

Peran Indonesia salah satunya ialah memfasilitasi upaya penyelesaian konflik antara Moro National Liberation
Front (MNLF) dengan Pemerintah Filipina (GRP) dengan mengacu kepada Final Peace Agreement, 1996. Selain
itu, Indonesia juga memberi dukungan berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan
Yerusalem sebagai ibukotanya. Dukungan tersebut bahkan dibuktikan dengan pembukaan hubungan diplomatik
antara Pemerintah RI dan Palestina pada tanggal 19 Oktober 1989.

8.OPEC
OPEC merupakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang terdiri dari 12 negara produsen minyak. Negara-
negara tersebut mengendalikan 61% ekspor minyak dunia dan menguasai 80% cadangan minyak dunia. OPEC
didirikan oleh lima negara, yakni Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela dan terdaftar di PBB tanggal 6
November 1962. Indonesia telah bergabung menjad anggota OPEC sejak tahun 1962. Peran Indonesia dalam
OPEC sangat nyata, yakni pada saat Sekjen OPEC dijabat oleh Prof. Subroto untuk periode 1988 – 1994. Saat itu,
Indonesia dikenal sebagai mediator antara produsen dan konsumen serta menengahi negara-negara anggota
OPEC yang terlibat konflik.

Namun, saat ini status Indonesia sedang dibekukan atau disuspensi yang dimulai pada tahun 2008. Hal ini
karena posisi Indonesia sebagai importir minyak membuat timbulnya ketidakcocokan dengan negara-negara
eksportir minyak yang menjadi anggota OPEC lainnya. Selain menjadi anggota beberapa organisasi regional dan
global, Indonesia juga aktif alam mengikuti berbagai kegiatan berskala internasional. Kegiatan-kegiatan tersebut
diantaranya adalah:

Misi Perdamaian Dewan Keamanan PBB

Indonesia terlibat langsung dalam misi perdamaian oleh Dewan Keamanan PBB. Indonesia mengirimkan Pasukan
Garuda ke negara-negara yang dilanda konflik, seperti Konggo, Vietnam, Bosnia, dan Kamboja.

9.KAA (Konferensi Asia Afrika)

Indonesia mempelopori penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Konferensi ini melahirkan
semangat dan solidaritas negara-negara Asia-Afrika yang kemudian melahirkan Dasasila Bandung.
10.Kompetisi Olahraga

Indonesia selalu mengirimkan atlet-atlet terbaiknya dalam berbagai kompetisi olahraga internasional. Misalnya,
Sea Games, Asian Games, dan Olimpiade.

NB :

1.Peran Indonesia dalam PBB


Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950. Indonesia secara resmi menjadi anggota sejarah
berdirinya PBB kurang dari setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda di Konferensi Meja Bundar.
Peran Indonesia dalam PBB diantaranya adalah:

Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda (KONGA) ke wilayah-wilayah konflik. Hal ini
adalah bentuk kontribusi Indonesia di bawah naungan tujuan organisasi PBB untuk menciptakan perdamaian
dunia.

Indonesia memberikan bantuan pangan ke Ethiopia saat dilanda bahaya kelaparan pada tahun 1985. Bantuan
pangan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Ulang Tahun FAO ke-40.

Indonesia terpilih sebanyak 3 kali sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Indonesia terpilih
pertama kalinya pada periode 1974-1975. Indonesia kemudian terpilih kedua kalinya pada periode 1995-1996.
Terakhir, Indonesia terpilih kembali untuk ketiga kalinya pada periode 2007-2009.

Indonesia mencatat prestasi di International Law Commission (ILC) atau Komisi Hukum Internasional PBB
dengan terpilihnya mantan Menlu Mochtar Kusuma Atmadja. Ia terpilih sebagai anggota ILC untuk periode 1992
– 2001.

Indonesia kembali mencatat prestasi di ILC dengan terpilihnya Duta Besar Nugroho Wisnumurti sebagai anggota
ILC periode 2007 -2011. Ia terpilih setelah bersaing dengan 10 kandidat lainnya dari Asia.

Indonesia dua kali terpilih sebagai anggota Dewan HAM. Pertama adalah saat Indonesia terpilih menjadi salah
satu anggota pertama Dewan HAM dari 47 negara anggota PBB lainnya yang dipilih pada tahun 2006. Indonesia
terpilih kembali pada periode 2007 – 2010 melalui dukungan 165 suara negara anggota PBB.

Indonesia selalu menempatkan Wakil Tetap RI di PBB semenjak aktif menjadi anggota PBB. Baca juga peran
Indonesia dalam hubungan internasional dan peran Indonesia dalam Misi Garuda secara lengkap.

2.Peran Indonesia dalam OKI

OKI (Organisasi Kerjasama Islam dahulu Organisasi Konferensi Islam) merupakan organisasi internasional dengan
57 negara anggota. OKI berdiri di Rabat, Maroko pada 25 September 1969 dalam Pertemuan Pertama para
Pemimpin Dunia Islam. Hal ini terjadi sebagai reaksi dari peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus
1969 oleh pengikut fanatik Kristen dan Yahudi di Yerusalem. OKI berubah nama dari Organisasi Konferensi Islam
menjadi Organisasi Kerjasama Islam pada 28 Juni 2011. Peran Indonesia dalam OKI diantaranya adalah:

Indonesia menerima mandat sebagai Ketua dari Committee of Six. Indonesia bertugas memfasilitasi
perundingan damai antara Moro National Liberation Front (MNLF) dengan Pemerintah Filipina pada tahun 1993.

Indonesia mendukung pelaksanaan OIC’s Ten-Year Plan of Action dalam Konferensi Tingkat Tinggi pertama di
OKI di Senegal.
Indonesia mendorong negara-negara Islam untuk memperhatikan konflik antara Palestina-Israel dan mencari
jalan keluar atas konflik tersebut.

Indonesia mendorong Islamic Development Bank dan Sekretariat Oki untuk menggerakkan daya lainnya sebagai
upaya pelaksanaan OIC Strategic Health Programme of Action. Baca juga Peran Indonesia dalam Perang Dingin
dan peran Indonesia dalam globalisasi.

3.Peran Indonesia dalam APEC

Sejarah pembentukan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) adalah forum kerja sama ekonomi yang terdiri
dari 22 negara anggota yang tersebar di seantero benua Asia dan wilayah lingkar Samudera Pasifik. APEC berdiri
pada bulan Januari 1989. Hingga kini terdapat 21 ekonomi yang menjadi anggota negara APEC yang salah
satunya adalah Indonesia. Setiap anggota APEC disebut “Ekonomi” karena setiap anggota saling berinteraksi
sebagai entitas ekonomi dan bukan sebagai negara. Selain Manfaat APEC bagi Indonesia dan Manfaat APEC Bagi
Anggotanya Terdapat beberapa peran Indonesia dalam APEC, yakni sebagai berikut:

Indonesia menjadi ketua dan tuan rumah KTT ke-21 APEC yang bertemakan “Resilient Asia Pacific, Engine of
Global Growth.”

Indonesia menjabat sebagai Ketua APEC period 1994. Posisi tersebut mengizinkan Indonesia untuk lebih banyak
berpartisipasi dan mempengaruhi arah kebijakan di dalam APEC. Pada masa kepemimpinan Indonesia, APEC
berhasil melahirkan deklarasi bernama Bogor Declaration dan Bogor Goals.

Indonesia adalah tuan rumah dari Konferensi Tingkat Tinggi APEC 1994. Sebanyak 18 pemimpin negara anggota
APEC hadir pada KTT tersebut. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai sorotan dunia, sehingga menjadikan potensi
pariwisata Indonesia menjadi disebarluaskan.

Indonesia menjadi negara yang mendorong terbentuknya ECOTECH di dalam dunia kerja sama ekonomi Asia
Pasifik pada KTT APEC 15 November 1994. ECOTECH (Economic and Technical Cooperation) yang merupakan
salah satu pilar utama pembangunan ekonomi dalam konteks APEC. Terbentuknya ECOETCH dimaksudkan untuk
menciptakan pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik yang berkelanjutan dan merata, sehingga mengurangi
kesenjang ekonomi diantara negara-negara anggota APEC. Hal ini dilakukan melalui pembangunan kapasitas
sumber daya manusia dan institusi suatu negara anggota.

4.Peran Indonesia dalam ASEAN

Indonesia menjadi salah satu negara yang mempelopori berdirinya ASEAN. ASEAN merupakan organisasi
regional yang bergerak di bidang ekonomi dan geo-politik bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Organisasi ini dibentuk berdasarkan “deklarasi Bangkok” pada 8 Agustus 1967 di Bangkok. Selain menjadi salah
satu pendiri ASEAN, peran Indonesia di ASEAN dalam bidang pangan diantaranya adalah:
Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN. KTT ASEAN ke-1 yang
dilaksanakan di Bali pada 23 – 24 Februari 1976. Pada KTT ke-1 terdapat kesepaktan tentang pembentukan
secretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta dengan Sekretaris Jenderal pertamanya yakni H. R. Dharsono.

Indonesia menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-9 yang dilaksanakan di Bali pada 7 – 8 Oktober 2003. Pada KTT
tersebut Indonesia mengusulkan pembentukan Asean Community yang mencakup bidang sosial, ekonomi,
budaya, dan keamanan.

Indonesia kembali menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-18. KTT tersebut dilaksanakan di Jakarta pada 4 – 8
Mei 2011.

Indonesia menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-19 yan dilaksanakan di Bali pada 17 – 19 November 2011.
Pada KTT ini disepakati tentang kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara atau Southeast Asia Nuclear
Weapon Free Zone (SEANWFZ).

Indonesia sebagai negara anggota ASEAN selalu berusaha menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
Misalnya, Indonesia menjadi penengah konflik antara Kamboja dan Vietnam pada tahun 1987. Hingga akhirnya
pada tahun 1991 dalam Konferensi Paris, kedua negara yang berkonflik menyepakati perjanjian damai. Baca juga
3 Peran Indonesia dalam OPEC dan sejarah berdirinya APEC.

5.Peran Indonesia dalam UNESCO

UNESCO didirikan oleh PBB sebagai badan khusus untuk mendukung perdamaian dan keamanan melalaui
pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya. UNESCO didirikan pada 16 November 1945 sesuai Konstintusi
UNESCO dari hasil Sidang Umum UNESCO Ke-1. Indonesia menjadi anggota UNESCO pada 27 Mei 1950. Peran
Indonesia dalam UNESCO diantaranya adalah:

Indonesia mengatasi kesulitan finansial yang dialami UNESCO melalui program IFIT (Indonesia Funds-In-Trust).
Langkah UNESCO untuk menerima Palestian sebagai anggotanya menyebabkan Amerika Serikat menghentikan
pembayaran kontribusi negaranya.

Indonesia terpilih sebagai anggota Badan Eksekutif UNESCO untuk periode 2017 – 2021. Hal ini merupakan
bentuk partisipasi aktif Indonesia dalam UNESCO.