Anda di halaman 1dari 11

Hubungan kadar Nitrit Oxide dan TNFα dalam Plasma Darah terhadap

Penderita Kanker Kolorektal di Rs Wahiddin Sudirohusodo Makassar

Warsinggih, Ronald Erasio Lusikooy, Prihantono, Nurahmi, Felmond Limanu


Departeman Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Abstrak
Pendahuluan : Kanker kolorektal (KKR) merupakan salah satu keganasan yang
paling sering terjadi di negara-negara barat. Morbiditas dan mortalitas KKR
meningkat baik di dunia maupun di Indonesia. Salah satu factor penyebab
terjadinya KKR diduga adalah nitrit oxide dan TNFα dapat digunakan untuk
indicator pemeriksaan. Oleh karena itu peniliti ingin mengetahui hubungan kadar
nitrit oxide dan TNFα dalam plasma darah dengan kejadian KKR di Rumah Sakit
Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain Longitudinal Research, yang mana
peneliti melakukan pengamatan terhadap subjek penelitian pada periode waktu
November 2017 sampai September 2018 terhadap penderita KKR di Rumah Sakit
Wahidin Sudirohusodo
Hasil : Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara nitrit oxide (p=0.016) dan TNFα (0.001) dalam plasma darah dengan
kejadian metastase pada penderita KKR di RS Wahidin Sudirohusodo. Pada uji
statistic menggunakan Log rank, meskipun tidak terdapat perbedaan fungsi
ketahanan hidup KKR terhadap nitrit oxide (p=0.895) dan TNFα (0.180), namun
grafik menunjukan terdapat penurunan ketahanan hidup berdasarkan waktu
perawatan penderita KKR.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian metastase pada
penderita KKR dengan kadar nitrit oxide dan TNFα di RS Wahidin Sudirohusodo.
Kelangsungan hidup pada penderita KKR menurun seiring meningkatnya kadar
nitrit oxide dalam plasma darah dan terjadinya metastase pada sel kanker. Perlunya
pengetahuan tentang deteksi dini dan gejala awal pada KKR dipahami oleh
masyarakat agar penanganan dan tindakan yang dilakukan dapat berlangsung secara
efektif dengan tujuan meningkatkan kelangsungan hidup pada penderita KKR
Kata Kunci : Kanker Kolorektal, Nitrit Oxide, TNFα, ketahanan hidup, Metastase.
PENDAHULUAN
Kanker kolorektal (KKR) merupakan salah satu keganasan yang paling sering
terjadi di negara-negara barat. Morbiditas dan mortalitas KKR meningkat baik di
dunia maupun di Indonesia. Di Amerika Serikat, penyakit ini telah menjadi
penyebab umum kematian ketiga (terlepas dari gender) akibat kanker setelah
kanker paru-paru dan prostat pada laki-laki. Lebih dari 130 ribu kasus KKR baru di
Amerika, dengan lebih dari 49 ribu menyebabkan kematian di tahun 2016 1. Tahun
2000 sampai 2013 terjadi penurunan insiden dan mortalitas KKR serta peningkatan
angka survival 5 tahun untuk penderita diatas 50 tahun, tetapi terjadi penurunan
angka survival 5 tahun untuk penderita KKR dibawah 50 tahun2. Dari data
Globocan 2012, insiden kanker kolorektal di Indonesia merupakan peringkat ke 3
penyebab kematian dengan didukung data 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa,
dengan mortalitas 9,5 % dari seluruh kasus kanker 3.
Sekitar 20 % penderita KKR memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa,
dan 5% disebabkan oleh sindroma herediter seperti Familial adenomatous polyposis
(FAP) atau hereditary nonpolyposis colon cancer (HNPCC), sedangkan sebagian
besar KKR adalah nonherediter atau sporadik4. Selain itu mutasi K-ras dapat
dideteksi sejak tahap adenoma jinak, mutasi K-ras juga di dapatkan pada tahap
klinis yang lanjut atau metastasis 4,5.
Beberapa kelompok populasi mempunyai risiko tinggi untuk menderita KKR yaitu
bila dijumpai adanya riwayat polip adenomatosus, adanya riwayat keluarga dengan
KKR, inflamatory bowel disease (IBD), resiko genetik (FAP dan lynch syndrome),
diet tinggi lemak (terutama lemak hewan), kurang gerak secara fisik, obesitas,
merokok dan peminum alkohol berat 6. Bila sudah terjadi metastase, prognosis
menjadi buruk, karena pilihan terapi sudah tidak lagi kuratif melainkan paliatif 7.
Keadaan KKR diperburuk Karena 29% pasien datang telah mengalami metastasis
pada diagnosis awal 8. Inflammatory bowel disease (IBD), contohnya seperti kolitis
ulseratif dapat meningkatkan resiko terjadinya KKR 9,10.
Salah satu factor penyebab terjadinya KKR adalah sintesis Nitrit Oxide (NO) yang
berlebihan 11. Diketahui bahwa NO memiliki peranan pada terjadinya inflamasi.
Ketika inflamasi menjadi kronik dan berlangsung lama maka dapat mengarah ke
berbagai proses terjadinya penyakit. Data terbaru dari penelitian pada tikus
menunjukkan bahwa inflamasi, yang mengatur microenvironment dari tumor,
adalah komponen penting dalam promosi dan progresi dari tumor 12. Diketahui juga
bawa TNFα dapat digunakan sebagai pemeriksaan untuk memprediksi stadium
pada penderita KKR beserta prognosisnya13.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka peniliti ingin mengetahui hubungan
kadar nitrit oxide dan TNFα dalam plasma darah dengan kejadian KKR di Rumah
Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.

BAHAN DAN METODE


Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain Longitudinal Research, yang mana peneliti
melakukan pengamatan terhadap subjek penelitian pada periode waktu November
2017 sampai September 2018 terhadap 41 penderita KKR di Rumah Sakit Wahidin
Sudirohusodo. Penelitian ini telah mendapat izin penelitian dari Komisi Etik
Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan nomor
591/H4.8.4.5.31/PP36-KOMETIK/2018

Populasi dan Sampel


Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita dengan diagnosis KKR yang
dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Pengambilan sampel penelitian
dilakukan dengan cara total sampling, yaitu semua penderita KKR yang dirawat
RS Wahidin Sudirohusodo. Alasan menggunakan total sampling adalah jumlah
populasi yang kurang dari 100, maka seluruh populasi pada penelitian ini dijadikan
sampel penelitian yaitu sebanyak 41 sampel.

Analisis Data
Perolehan data pada penelitian ini selanjutnya diolah menggunakan SPSS V.22. Uji
chi-square test digunakan untuk mengetahui hubungan antara variable pada
penelitian ini. Selanjutnya untuk mengetahui rata-rata ketahanan hidup penderita
KKR menggunakan metode Kaplane-Meier.

HASIL PENELITIAN
Karakteristik Subjek Penelitian
Tabel 1 menunjukan distribusi data karakteristik penderita KKR yang berjumlah 41
sampel pada penelitian ini. Distribusi sampel berdasarkan umur memiliki jumlah
terbanyak pada kategori umur 49-85 tahun dengan jumlah 31 sampel atau sebesar
75.6% dari total responden. Jenis kelamin laki-laki mendominasi pada kejadian
KKR di RS Wahidin Sudirohusodo dengan jumlah 28 orang atau sebesar 68.3%
dari seluruh sampel penelitian. Dari total 41 sampel penilitian diketahui bahwa
sampel penelitian sebagaian besar menganut islam sebagai kepercayaan sebesar
56.1%. Sebesar 73.2 sampel penelitian merupakan suku Bugis Makassar.
18 sampel (43.9%) teridentifikasi berada pada stadium III pada penelitian ini.
Sedangkan pemeriksaan hispatologi penderita KKR di RS Wahidin Sudirohusodo
sebanyak 20 sampel berada pada grade sedang atau sebesar 48.8%. Kejadian lain
yang melekat pada karakteristik sampel adalah kejadian metastase, 7 sampel
mengalami metastase atau sebesar 17.1%.
Hubungan Kadar Nitrit Oxide & TNFα dengan Kejadian Metastase Pada
Penderita KKR
Tabulasi silang antara variabel Nitrit oxide dengan kejadian metastase pada
penderita KKR pada tabel 2 menunjukan bahwa terdapat 2 sampel mengalami
metastase pada kategori kadar nitrit oxide dibawah 113.77 μM. hasil uji statistik
menggunakan uji chi-square test diperoleh nilai p=0.016. Berdasarkan hasil uji chi-
square yang mana p<0.005, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara kadar nitrit oxide dalam plasma darah dengan
kejadian metastase pada penderita KKR di RS Wahidin Sudirohusodo makassar.
Selanjutnya pada tabel 2 teerdapat juga hasil tabulasi silang antara TNFα dengan
metastase pada penderita KKR. Jumlah terbesar yang mengalami metastase adalah
6 sampel atau sebesar 50% dari total jumlah TNFα ≥260.39. hasil uji statistik
menggunakan chi-square test diperoleh nilah p=0.001. karna nilai p<0.005 maka
daapat ditarik kesimpulan bahwa kadar TNFα dalam plasma darah memiliki
hubungan yang signifikan terhadap kejadian metastase pada penderita KKR di RS
Wahidin Sudirohusodo.
Ketahanan Hidup Penderita KKR Berdasarkan Kadar Nitrit Oxide dalam
Plasma Darah
Grafik 1 menunjukan data bahwa penderita KKR dengan kadar nitrit oxide dalam
darah <113.77 μM dihitung pada hari ke 32, 54 dan seterusnya. Pada ke 32
ketahanan hidup kumulatif adalah 0.966, sedangkan pada hari ke 54 adalah 0.787.
Rata-rata waktu ketahanan hidup dengan kadar nitrit oxide dalam darah <113.77
μM adalah 111.7 hari . Selantjutnya >113.77 μM diihitung pada hari ke 20 dengan
ketahanan hidup kumulatif 0.917. rata-rata waktu ketahanan hidup penderita KKR
dengan kadar nitrit oxide dalam darah >113.77 μM adalah 133.0 hari. Hasil uji log
rank test menunjukan bahwa nilai p=0.895. karna nilai p>0.05 maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan fungsi ketahanan hidup antara
penderita KKR memiliki <113.77 μM nitrit oxide dalam darah dan dengan >113.77
μM nitrit oxide dalam darah.
Ketahanan Hidup Penderita KKR Berdasarkan Metastase
Data pada grafik 2 menunjukan bahwa penderita KKR mengalami metastase
dihitung pada hari 58, 88 dan seterusnya. Pada hari ker 58 ketahanan kumulatif
adalah 0.857. rata-rata waktu ketahanan hidup pada penderita KKR yang
mengalami metastase adalah 199.0 hari. Selanjutnya pada penderita KKR yang
tidak mengalami metastase dihitung pada hari 20, 29 dan seterusnya. Ketahanan
hidup kumulatif pada hari ke 20 adalah 0.971. ketahanan hidup penderita KKR yang
tidak mengalami metastase secara keseluruhan adalah 100.7 hari. Uji statistik
menggunakan log rank test diperoleh nila p=0.180. maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa tidak terdapat perbedaan fungsi ketahanan hidup antara penderita KKR yang
mengalami metastase dan tidak mengalami metastase.

PEMBAHASAN
Pada penelitian ini sampel penlitian yang dibagi berdasarkan jenis kelamin yaitu
laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang signifikan terhadap kejadian KKR,
hal ini mungkin terjadi karena perbedaan pola diet dan olahraga14,15. Sebagian besar
subyek penelitian adalah laki – laki yang berusia ≥ 50 tahun. Proses penuaan
berkatian erat dengan peningkatan aktifitas inflamasi dalam darah, termasuk
peningkatan kadar TNFα, IL-6, antagonis sitokin, dan neopterin. Pada beberapa
penelitian menunjukkan bahwa kadar sitokin dalam plasma sangat dipengaruhi oleh
umur dan faktor lain seperti adanya penyakit kronik16–18.
Peningkatan kadar TNF- dalam darah dengan derajat differensiasi KKR Ini
mungkin disebabkan jumlah sampel yang terlalu sedikit, dan tidak meratanya
derajat differensiasi pada subyek penelitan, dimana yang terbanyak ditemukan ada
pasien KKR dengan derajat differensiasi sedang19,20. TNF- tidak hanya berfungsi
sebagai sitokin pro-inflamasi, tapi juga berkontribusi terhadap perkembangan
KKR. Karena itu, saat ini banyak digunakan inhibitor TNF- sebagai terapi
kanker21. Penting untuk mengetahui terapi mana yang dapat menghalangi terjadinya
IBD (sebagai faktor resiko utama terjadinya KKR), dan tumor-promoting
inflammation, tanpa mengurangi efek imunitas anti-tumor22,23.
Ekspresi nitrit oxide terbukti selalu mengalami peningkatan pada berbagai jenis
tumor dengan ditunjukan rata-rata aktifitas nitrit oxide di adenoma24. Penurunan
aktivitas NOS2 dengan stadium lanjut tumor dapat dikaitkan dengan imunosupresi
yang diinduksi oleh sel tumor dari ekspresi NOS2 dalam sel mononuklear yang
menginfiltrasi pada tumor lanjut25. Nitrit oxide tampaknya berperan dalam
pertumbuhan kanker kolorektal dengan mempromosikan angiogenesis tumor26.
Produksi Nitrit oxide berlebih oleh NOS2 dapat berkontribusi pada patogenesis
perkembangan KKR pada transisi adenoma usus besar menjadi karsinoma in situ27.
Nitrit Oxide juga terbukti sebagai penghambat antikanker dalam sel kanker28.
Ketahanan hidup pasien KKR mengalami penurunan pada penelitian ini. Salah satu
factor yang mendukung kematian pada penderita KKR adalah merokok. Banyak
studi telah membuktikan bahwa merokok tembakau dapat menyebabkan KKR.
Hubungan antara merokok dan kanker lebih kuat pada kanker rektum dibandingkan
dengan kanker kolon. Asap tembakau mengandung sejumlah senyawa karsinogen
seperti polycyclic aromatics hydrocarbons (PAHs), N-nitrosamines, aromatic
amines, aldehydes, phenolic compounds, volatile compounds, nitrohydrocarbons,
metals dan inorganic compounds. Laki-laki dan perempuan yang merokok kurang
dari 20 tahun mempunyai risiko tiga kali untuk memiliki adenokarsinoma
berukuran kecil < 1cm tapi tidak untuk yang berukuran besar > 1 cm. Sedangkan
merokok lebih dari 20 tahun memiliki risiko dua setengah kali untuk menderita
adenoma yang berukuran besar. Diperkirakan 5000-7000 kematian karena KKR di
Amerika dihubungkan merokok29–33. Beberapa factor lain yang diduga berpengaruh
secara signifikan terhadap kelangsungan hidup penderita KKR adalah disfungsi
metabolic dan obesitas34.
Kelangsungan hidup yang berkepanjangan pada penderita KKR tidak menunjukan
adanya bukti patologis adanya metastase pada sel kanker35, namun pada penelitian
ini diperoleh data bahwa kelangsungan hidup penderita KKR menurun seiring
lamanya waktu perawatan yang dilalui. Kelangsungan hidup kanker kolorektal
sangat tergantung pada stadium penyakit saat didiagnosis, dan biasanya berkisar
dari tingkat kelangsungan hidup, secara umum semakin dini tahap diagnosis
semakin tinggi peluang untuk bertahan hidup36,37. Kemungkinan diagnosis kanker
kolorektal meningkat setelah usia 40 tahun, meningkat secara progresif sejak usia
40 tahun, meningkat tajam setelah usia 50 tahun.

KESIMPULAN
Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian metastase pada penderita KKR
dengan kadar nitrit oxide dan TNFα di RS Wahidin Sudirohusodo. Kelangsungan
hidup pada penderita KKR menurun seiring meningkatnya kadar nitrit oxide dalam
plasma darah dan terjadinya metastase pada sel kanker. Perlunya pengetahuan
tentang deteksi dini dan gejala awal pada KKR dipahami oleh masyarakat agar
penanganan dan tindakan yang dilakukan dapat berlangsung secara efektif dengan
tujuan meningkatkan kelangsungan hidup pada penderita KKR.
DAFTAR PUSTAKA

1. Marley AR, Nan H. Epidemiology of colorectal cancer. Int J Mol


Epidemiol Genet [Internet]. 2016 Sep 30;7(3):105–14. Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27766137
2. Siegel RL, Miller KD, Fedewa SA, Ahnen DJ, Meester RGS, Barzi A, et al.
Colorectal Cancer Statistics , 2017. CA Cancer J Clin. 2017;
3. Torre LA, Bray F, Siegel RL, Ferlay J, Lortet‐Tieulent J, Jemal A. Globan
cancer statistics, 2012. CA Cancer J Clin. 2015;
4. Yamada Y, Mori H. Multistep carcinogenesis of the colon in ApcMin/+
mouse. Cancer Science. 2007.
5. Westwood M, van Asselt T, Ramaekers B, Whiting P, Joore M, Armstrong
N, et al. KRAS mutation testing of tumours in adults with metastatic
colorectal cancer: A systematic review and cost-effectiveness analysis.
Health Technol Assess (Rockv). 2014;
6. Haggar FA, Boushey RP. Colorectal cancer epidemiology: Incidence,
mortality, survival, and risk factors. Clin Colon Rectal Surg. 2009;
7. Armaghany T, Wilson JD, Chu Q, Mills G. Genetic alterations in colorectal
cancer. Gastrointestinal Cancer Research. 2012.
8. Carrato A. Adjuvant treatment of colorectal cancer. Gastrointest Cancer
Res [Internet]. 2008;2(4 Suppl):S42–6. Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19343149
9. Davies JM, Goldberg RM. Treatment of metastatic colorectal cancer.
Semin Oncol [Internet]. 2011;38(4):552–60. Available from:
http://dx.doi.org/10.1053/j.seminoncol.2011.05.009
10. Allemani C, Rachet B, Weir HK. Colorectal cancer survival in the USA
and Europe: A CONCORD high-resolution study (BMJ Open (2013) 3
(e003055)). BMJ Open. 2013.
11. Warsinggih, Unggul. Effect of Free Radical Nitric Oxide on Hemoroid
Degree Process Improvement. Int J Sci Res Publ. 2018;
12. Villasboas B. JC, Ansell S. Heterogeneity of the Tumor Microenvirontment
in Diffuse Large B-Cell Lymphoma Revealed By Deep Phenotyping Using
Mass Cytometry (CyTOF). Blood. 2016;
13. Balkwill F. TNF-alpha in promotion and progression of cancer. Cancer
Metastasis Rev. 2006 Sep;25(3):409–16.
14. Brenner H, Kloor M, Pox CP. Colorectal cancer. Lancet [Internet].
2014;383(9927):1490–502. Available from:
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673613616499
15. Kuipers EJ, Grady WM, Lieberman D, Seufferlein T, Sung JJ, Boelens PG,
et al. Colorectal cancer. Nat Rev Dis Prim. 2015 Nov;1:15065.
16. Bruunsgaard H, Pedersen BK. Age-related inflammatory cytokines and
disease. Immunol Allergy Clin North Am. 2003 Feb;23(1):15–39.
17. Bruunsgaard H, Skinhøj P, Pedersen AN, Schroll M, Pedersen BK. Ageing,
tumour necrosis factor-alpha (TNF-α) and atherosclerosis. Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1905691/
18. Natkaniec M, Dworak J, Hankus J, Sanak M, Pędziwiatr M, Major P, et al.
Influence of TNF-α promoter variability on stage and grade in individuals
with colorectal cancer. Vol. 69, Polish Journal of Pathology. 2018. 150-156
p.
19. Hyzd’alova M, Hofmanova J, Pachernik J, Vaculova A, Kozubik A. The
interaction of butyrate with TNF-alpha during differentiation and apoptosis
of colon epithelial cells: role of NF-kappaB activation. Cytokine. 2008
Oct;44(1):33–43.
20. Schling P, Rudolph C, Heimerl S, Fruth S, Schmitz G. Expression of tumor
necrosis factor alpha and its receptors during cellular differentiation.
Cytokine. 2006 Mar;33(5):239–45.
21. Al Obeed OA, Alkhayal KA, Al Sheikh A, Zubaidi AM, Vaali-Mohammed
M-A, Boushey R, et al. Increased expression of tumor necrosis factor-α is
associated with advanced colorectal cancer stages. World J Gastroenterol.
2014 Dec;20(48):18390–6.
22. Terzic J, Grivennikov S, Karin E, Karin M. Inflammation and colon cancer.
Gastroenterology. 2010 Jun;138(6):2101–2114.e5.
23. Sethi G, Sung B, Aggarwal BB. TNF: a master switch for inflammation to
cancer. Front Biosci. 2008 May;13:5094–107.
24. Harrington AM, Harris CC, Felley-Bosco E, Ogunfusika MO, Shields PG,
Hussain SP, et al. Relationship Between p53 Mutations and Inducible
Nitric Oxide Synthase Expression in Human Colorectal Cancer . JNCI J
Natl Cancer Inst [Internet]. 1999;91(1):86–8. Available from:
https://doi.org/10.1093/jnci/91.1.86
25. Alleva DG, Burger CJ, Elgert KD. Tumor-induced regulation of suppressor
macrophage nitric oxide and TNF-alpha production. Role of tumor-derived
IL-10, TGF-beta, and prostaglandin E2. J Immunol [Internet].
1994;153(4):1674–86. Available from:
http://www.jimmunol.org/content/153/4/1674
26. Cianchi F, Cortesini C, Fantappie O, Messerini L, Schiavone N, Vannacci
A, et al. Inducible nitric oxide synthase expression in human colorectal
cancer: correlation with tumor angiogenesis. Am J Pathol. 2003
Mar;162(3):793–801.
27. Ambs S, Merriam WG, Bennett WP, Felley-Bosco E, Ogunfusika MO,
Oser SM, et al. Frequent Nitric Oxide Synthase-2 Expression in Human
Colon Adenomas: Implication for Tumor Angiogenesis and Colon Cancer
Progression. Cancer Res [Internet]. 1998;58(2):334–41. Available from:
http://cancerres.aacrjournals.org/content/58/2/334
28. Oláh G, Módis K, Törö G, Hellmich MR, Szczesny B, Szabo C. Role of
endogenous and exogenous nitric oxide, carbon monoxide and hydrogen
sulfide in HCT116 colon cancer cell proliferation. Biochem Pharmacol
[Internet]. 2018 Mar 1 [cited 2019 Apr 3];149:186–204. Available from:
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0006295217306421
29. Heine-Broring RC, Winkels RM, Renkema JMS, Kragt L, van Orten-
Luiten A-CB, Tigchelaar EF, et al. Dietary supplement use and colorectal
cancer risk: a systematic review and meta-analyses of prospective cohort
studies. Int J cancer. 2015 May;136(10):2388–401.
30. Huxley RR, Ansary-Moghaddam A, Clifton P, Czernichow S, Parr CL,
Woodward M. The impact of dietary and lifestyle risk factors on risk of
colorectal cancer: a quantitative overview of the epidemiological evidence.
Int J cancer. 2009 Jul;125(1):171–80.
31. Chao A, Thun MJ, Jacobs EJ, Henley SJ, Rodriguez C, Calle EE. Cigarette
smoking and colorectal cancer mortality in the cancer prevention study II.
J Natl Cancer Inst. 2000 Dec;92(23):1888–96.
32. Limsui D, Vierkant RA, Tillmans LS, Wang AH, Weisenberger DJ, Laird
PW, et al. Cigarette smoking and colorectal cancer risk by molecularly
defined subtypes. J Natl Cancer Inst [Internet]. 2010 Jul 21;102(14):1012–
22. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20587792
33. Song N, Shin A, Oh JH, Kim J. Effects of interactions between common
genetic variants and alcohol consumption on colorectal cancer risk.
Oncotarget. 2018 Jan;9(5):6391–401.
34. Cespedes Feliciano EM, Kroenke CH, Meyerhardt JA, Prado CM,
Bradshaw PT, Dannenberg AJ, et al. Metabolic Dysfunction, Obesity, and
Survival Among Patients With Early-Stage Colorectal Cancer. J Clin Oncol
[Internet]. 2016/09/06. 2016 Oct 20;34(30):3664–71. Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27601537
35. Pagès F, Berger A, Camus M, Sanchez-Cabo F, Costes A, Molidor R, et al.
Effector Memory T Cells, Early Metastasis, and Survival in Colorectal
Cancer. N Engl J Med [Internet]. 2005;353(25):2654–66. Available from:
http://www.nejm.org/doi/abs/10.1056/NEJMoa051424
36. Jemal A, Clegg LX, Ward E. Annual report to the nation on the status of
cancer, 1975-2001, with a special feature regarding survival. Cancer.
2004;101(1):3–27.
37. Ries L, Melbert D, Krapcho M, Stinchcomb D, Howlader N, Horner M, et
al. SEER Cancer Statistics Review 1975-2005 - Previous Version - SEER
Cancer Statistics. 2005;
Lampiran
Table 1. distribusi responden penelitian penderita KKR di RS Wahidin
Sudirohusodo
Distribusi
Karakteristik n
%
(n=41)
Umur
36-48 tahun 10 24.4
49-85 tahun 31 75.6
Jenis Kelamin
Laki-laki 28 68.3
Perempuan 13 31.7
Agama
Islam 23 56.1
Protestan 8 19.5
Khatolik 7 17.1
Konghucu 3 7.3
Suku
Bugis-Makassar 30 73.2
Jawa 2 4.9
Tionghoa 8 19.5
Lain-lain 1 2.4
Stadium
II 8 19.5
III 18 43.9
IV 15 36.6
Differensiasi
Baik 11 26.8
Sedang 20 48.8
Buruk 10 24.4
Metastase
Ya 7 17.1
Tidak 34 82.9
Table 2. hubungan Nitrit Oxide dan TNFα terhadap metastase pada kejadian KKR
di RS Wahidin Sudirohusodo
Metastase Total
Variable
Ya Tidak
Nitrit Oxide
<113.77 μM 2 (6.9%) 27 (93.1%) 29 (100%)
≥113.77 μM 5 (41.7%) 7 (58.3) 12 (100%)
TNFα
<260.39 pg/ml 1 (3.4%) 28 (96.6%) 29 (100%)
≥260.39 pg/ml 6 (50%) 6 (50%) 12 (100%)
Total 7 (17.1%) 34 (82.9%) 41 (100%)

Grafik 1. Ketahanan Hidup Penderita KKR Berdasarkan Kadar Nitrit Oxide dalam
Plasma Darah
Grafik 2. Ketahanan Hidup Penderita KKR Berdasarkan Metastase