Anda di halaman 1dari 42

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN(RPP)

Satuan Pendidikan : SMP N 32 Semarang


Matapelajaran : Bahasa Jawa
Kelas/Semester : VII/1
Materi Pokok : Teks dengaran naratif tentang peristiwa.
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan (4 jp)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait dengan fenomena dan
kejadian nyata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
1.1 Menghargai dan mensyukuri 1.1.1 Berdoa kepada Tuhan maha Esa
keberadaan bahasa Jawa sebagai sebelum peserta didik melaksanakan
anugerah Tuhan Yang Maha Esa, pembelajaran materi teks naratif
sebagai sarana memahami informasi tentang peristiwa atau kejadian
lisan dan tulis. 1.1.2 Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa setelah mengikuti pembelajaran
materi teks naratif tentang peristiwa
atau kejadian.

2.1 Menunjukkan sikap menghargai 2.1.1 Tidak menyontek dalam dalam


perilaku jujur, disiplin,dan tanggung menjawab teks naratif.
jawab dalm menyampaikan informasi 2.1.2 Mengerjakan/mengumpulkan tugas
atau tanggapan berbagai hal / sesuai dengan waktu yang ditentukan.
keperluan sesuai dengan tata krama 2.1.3 Melaksanakan tugas individu ataupun
Jawa. kelampok dengan baik.

3.1 Memahami teks narasi tentang 3.1.1 Mendengarkan dan mencatat kata-kata
peristiwa atau kejadian. yang dianggap sulit yang terdapat
dalam wacana narasi tentang peristiwa
atau kejadian.
3.1.2 Mendiskusikan dan mengartikan kata-
kata yang dianggap sulit dalam konteks
kalimat.
3.1.3 Mengajukan dan menjawab pertanyaan
wacana yang didengarkan dalam ragam
krama.
3.1.4 Mendiskusikan isi wacana.
3.1.5 Mengungkapkan isi wacana yang
didengarkan secara tertulis.
4.1 Menangkap isi wacana narasi tentang 4.1.1 Membaca teks narasi
peristiwa atau kejadian. 4.1.2 Menjawab dan mengajukan pertanyaan
tentang isi bacaan dalam ragam krama
4.1.3 Menulis ringkasan.
4.1.4 Memberi tanggapan hasil diskusi
berkaitan teks naratif tentang peristiwa
atau kejadian

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran,diharapkan peserta didik dapat :
1. Berdoa kepada Tuhan maha Esa sebelum peserta didik melaksanakan pembelajaran
materi teks naratif tentang peristiwa atau kejadian
2. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah mengikuti pembelajaran materi teks
naratif tentang peristiwa atau kejadian
3. Menjawab pertanyaan tentang teks dengaran naratif tentang peristiwa dengan jujur,
disiplin,dan tanggung jawab
4. Mendengar dan mencatat kata-kata sulit dalam teks dengaran naratif tentang peristiwa
dengan baik dan benar.
5. Berdiskusi dan mengartikan kata-kata sulit dalam teks dengaran naratif tentang peristiwa
dengan tanggung jawab,jujur dan disiplin.
6. Mengajukan dan menjawab pertanyaan wacana yang didengarkan dalam ragam karma
dengan jujur.disiplin,tanggung jawab
7. Mendiskusikan isi wacana dengan jujur,disiplin dan tanggung jawab.
8. Mengungkapkan isi wacana yang didengarkan secara tertulis dengan jujur,disiplin dan
tanggung jawab.

Pertemuan 2
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajara, peserta didik diharapkan dapat;
1. Berdoa kepada Tuhan maha Esa sebelum peserta didik melaksanakan pembelajaran
materi teks naratif tentang peristiwa atau kejadian
2. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah mengikuti pembelajaran materi teks
naratif tentang peristiwa atau kejadian
3. Menjawab pertanyaan tentang teks dengaran naratif tentang peristiwa dengan jujur,
disiplin,dan tanggung jawab
4. Membaca teks narasi dengan intonasi, lafal, ekspresi yang tepat
5. Menjawab dan mengajukan pertanyaan tentang isi bacaan dalam ragam karma yang
santun
6. Menulis ringkasan teks narasi dengan ejaan, tata bahasa yang benar serta rapi

D. Materi Pembelajaran
1. Teks dengaran narasi dengan judul “Gunung Kelud Njeblug Maneh”
2. Kata-kata sukar dalam teks
3. isi teks

A. Metode Pembelajaran
1. Metode saintifik
2. Berbasis masalah ( Problem Based Learning)
B. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : Lap top, LCD, Speaker
2. Sumber Belajar : Buku Marsudi Basa lan Sastra Jawa 1

C. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 1
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan (10 menit )
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
 Apersepsi: menunjukkan video berisi rekaman suatu peristiwa untuk
membangkitkan minat peserta didik
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Mengamati
 Peserta didik mendengarkan wacana narasi tentang peristiwa atau kejadian.
Menanya
 Peserta didik bertanya jawab tentang kata-kata yang dianggap sulit yang
terdapat dalam wacana yang didengarkan.
 Peserta didik mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang isi wacana.
Mengumpulkan informasi
 Peserta didik berdiskusi tentang isi wacana yang didengarkan.
Mengasosiasi
Peserta didik berlatih membuat ringkasan secara kelompok.
Mengomunikasikan
 Peserta didik menyampaikan hasil ringkasan secara berkelompok.
Penutup
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi PBM.
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi tentang proses dan hasil 5 menit
pembelajaran yang telah dicapai.
Guru memberikan tugas kelompok untuk membuat partanyaan-partanyaan dan
tanggapan untuk ditujukan kelompok lain.

RINCIAN KEGIATAN WAKTU


Pendahuluan (10 menit )
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik

 Menyampaikan tujuan pembelajaran


Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Mengamati
 Peserta didik mendengarkan isi ringkasan wacana narasi tentang peristiwa atau
kejadian yang diutarakan kelompok lain..
Menanya
 Peserta didik bertanya jawab tentang kata-kata yang dianggap sulit yang terdapat
dalam ringkasan kelompok lain.
 Peserta didik mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang isi ringkasan
kelompok lain.
Mengumpulkan informasi
 Peserta didik berdiskusi tentang isi ringkasan wacana yang diutarakan kelompok
lain.
Mengasosiasi
Peserta didik berlatih menuliskan tangapannya.
Mengomunikasikan
 Peserta didik menyampaikan tanggapannya.
Penutup 5
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi PBM.
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi tentang proses dan hasil
pembelajaran yang telah dicapai.
Guru memberikan tugas individual untuk membuat teks narasi tentang peristiwa
yang pernah dialamI

PENILAIAN
1. Sikap Spiritual dan Sikap
a. Teknik Penilaian : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar observasi
c. Kisi-kisi :
No. Nilai Deskripsi No.Butir 2
1 Berdoa Berdoa sebelum dan
sesudah melakukan
sesuatu
2 Bersyukur Mengucapkan syukur
atas karunia Tuhan
3 Jujur Menyampaikan sesuatu
sesuai dengan yang
diketahui
4 Disiplin Mengerjakan dan
mengumpulkan tugas
sesuai dengan waktu
yang ditentukan.
5 Tanggung Melaksanakan tugas
jawab individu atau kelompok
dengan baik

Instrumen Observasi Sikap Spiritual


No. Deskripsi 1 2 3 4
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan
sesuatu
2 Mengucapkan syukur atas karunia Tuhan

3 Menyampaikan sesuatu sesuai dengan yang


diketahui
4 Mengerjakan dan mengumpulkan tugas
sesuai dengan waktu yang ditentukan.
5 Melaksanakan tugas individu atau
kelompok dengan baik.
JUMLAH

Pedoman Penskoran

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4


Perhitungan Skor akhir menggunakan rumus :

Skor = Jumlah Skor x 4


100

Peserta didik memperoleh nilai :


Sangat baik : apabila memperoleh skor 3,50 < x < 4,00
Baik : apabila memperoleh skor 2,50 < x < 3,50
Cukup : apabila memperoleh skor 1,50 < x < 2,50
Kurang : apabila memperoleh skor 1,00 < x < 1,50

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

No Nama Kete- Kedisi- Keso- Kepa- Kepe- Jumlah Keju- Ket


kunan plinan panan tuhan Dulian skor juran
V V v v v - V 6

2. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes Objektif
b. Bentuk Instrumen : Tes isian singkat
c. Kisi-kisi :
No Indikator No. Butir
.
1. Mengidentifikasi isi teks wacana narasi tentang 1-5
peristiwa.
2. Menjelaskan kembali isi teks dengan ragam bahasa 5
krama.

Instrumen Penilaian Pengetahuan (K3)

Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Gunung Kelud Njeblug Maneh

Nalika surya kaping 13 Pebruari 2014, Gunung Kelud ngalami gempa vulkanik kaping
190. Gempa vulkanik mau luwih dahsyat maneh nalika jam 12.00 nganti 18.00 nganti ping 442.
Nalika jam 9 bengi luwih 15 menit, status Gunung Kelud saka siaga dadi awas, mula ing tlatah
iki warga banjur padha ngungsi. Kurang luwih 5 km saka kawah Kelud wis disterilke saka
kegiyatan manungsa. Kurang luwih jam 10 bengi, kegiyatan manungsa diendheg utawa
disterilke kang maune radhius 5 km, saiki dadi radhius 10 km. Iku kabeh kanggo keamanan
amarga gunung Kelud wis ngetokake lahar panas lan awu vulkanik.

Udan krikil saka Gunung Kelud sansaya ndadi, saengga para warga kumudu-kudu
diungsekake mligine warga ing tlatah Kecamatan Ngancar, Kedhiri, lan Kota Pare Kedhiri.
Miturut rekomendasi saka Pusat Vulkanologi, Mitigasi, lan Bencana Geologi (PVMBG), tlatah
Wates didadekake panggonan ngungsi warga kang mapan ing tlatah radhius 10 km saka
Gunung Kelud amarga erupsi tipe eksplosif kaya ing taun 1990 bisa dumadi kanthi dahsyat. Kaya
dene kang diramal sadurunge, nalika jam 10 bengi luwih 50 menit surya kaping 13 Pebruari
2014, Gunung Kelud njeblug mawa ledhakan tipe eksplosif. Gunung Kelud ngetokake awu
vulkanik kurang luwih 17 km dhuwure lan ngetokake krikil kanthi kekuwatan 25 km adohe.
Swarane ledhakan kaprungu nganti Solo lan Yogja kang adohe kurang luwih 200 km malah
nganti tekan Purbalingga kang adohe kurang luwih 300 km saka Gunung Kelud. Nalika jam 1
bengi utawa dini hari yaiku tangal 14 Februari 2014, swarane Gunung Kelud njeblug nganti
tekan Jombang. Wong-wong kang mapan ing Kabupaten Kedhiri rumangsa miris atine
nyekseni Gunung Kelud “ngamuk” ngetokake lahar vulkanik kang sansaya nggegirisi. Watara
jam 2 bengi swara gemuruh Gunung Kelud rada kurang mung wae isih ngetokake awu
vulkanik. BMKG isih tetep waspada lan tetep ngungsekake para warga adohe kira-kira 10 km.

Soal :
A. Isenana ceceg-cecek ing ngisor iki kanthi trep!
1.Apa irah-irahane wacana iku ?
2. Apa maksude tembung surya ing wacana iku ?
3. Tekan ngendi wae swara mbledhose gunung kelud keprungu?
4. Apa tujuane BMKG ngungsekake para warga menyang papan kang adoh saka gunung?
5.Kapan gunung Kelud njeblug sing swarane nganti keprungu saka kabupaten Jombang?

B. Wangsulana kanthi jangkep lan bener !


1.Coba tulisen gagasan pokok teks kang wis kokrungoke !
2.Coba critakna maneh isine teks kang wis kokrungoke !

Kunci Jawaban :
A
1) Gunung Kelud Njeblug Maneh
2) tanggal
3) Solo, Yogya, lan Purbalingga
4) Supaya warga ora dadi kurban saka mbledhose gunung Kelud
5) 14 Februari 2014

B.
1) a. Gunung Kelud ngalami gempa vulkanik kaping 190 nalika tanggal 13 Februari 2014
b. Udan krikil lan awu saya ndadi
2) Kasumanggakaken dhateng para guru

Pedoman Penskoran:
1) Setiap jawaban benar diberi skor 1, sedangkan jawaban salah diberi skor 0. Karena soal
berjumlah 5 butir, maka jumlah skor berkisar antara 0 sampai 5.
2) Untuk soal B skor diberikan oleh guru sesuai dengan teks yang diperdendengarkan.

3. Keterampilan
A. Teknik dan Bentuk Penilaian
1) Teknik Penilaian : Tes praktik
2) Bentuk Instrumen : Skala penilaian
B. Skala Penilaian
Wangsulana kanthi jangkep lan bener !
1.Coba tulisen gagasan pokok teks kang wis kokrungoke !
2.Coba critakna maneh isine teks kang wis kokrungoke !

C. Rubrik Penilaian
Skor
No Aspek yang dinilai
4 3 2 1
1 Ketepatan penulisan gagasan pokok
2 Keruntutan dan ketuntasan cerita
Jumlah Skor
Nilai

Keterangan:
Skor 4 apabila sangat sempurna
Skor 3 apabila sempurna
Skor 2 apabila cukup sempurna
Skor 1 apabila kurang sempurna

Instrumen Penilaian Keterampilan (K4)


Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Soal:
1. Ringkesen lan wenehana tanggapan marang teks naratif ing ngisor iki!

Kedadeyan ing Kamar Mandhi

Sawise sawetara anggonku ngobrol karo Pak Jaya, aku banjur pamit menyang kamar
mandhi. Aku kelingan yen durung sholat Isya. Aku mangkat wudhu. Nalika aku wudhu, krasa
yen ana tangan kang ngelus-elus gegerku. Aku kaget banget. Batinku, iki mesthi Pak Jaya kang
ngelus-elus, mulane dakjarke wae. Nanging… yen astane Pak Jaya kok kasar banget lan …abot
banget kaya beras seket kilo. Atiku sansaya mrinding. Ora watara suwe, ana swara
glodhak…aku kaget banget lan njumbul. Dakkira kucing utawa tikus, nanging kok ora wujude.
Githokku mrinding lan anyep kabeh awakku. Aku arep mbengok mesthi sing padha sare
kaget. Aku meneng wae, nanging … jantungku kaya-kaya copot. Watara samenit anggonku
ngleremake rasa jirihku, aku banjur mbukak kran saprelu wudhu maneh. Kran dakbukak,
banyu mili lan aku wudhu. Nalika aku masuh rai lan tangan, githokku mrinding lan mambu
wangi-wangi. Kaya-kaya ana kang nyekeli gegerku maneh lan ngelus-elus sirahku. Aku tetep
nerusake wudhu. Nanging… nalika aku arep nerusake ngusap setengah sirah, tanganku krasa
yen ana kang nyekeli. Rasane abot banget. Sapa kang nyekeli, aku ora ngerti. Ora let suwe,
lawang kamar mandhi mbukak dhewe ing mangka maune katutup rapet lan Pak Jaya isih ing
kamar ngarep. Dher… dher, glodhak keprungu swara lawang dibalang wong. Ora let suwe
nalika aku nyedhaki lawang mau, sirahku malah kathuthuk lawang sabanter-bantere. Mbok
menawa iki mung perasaanku wae amarga wis kesel lan ngantuk. Senajan ngantuk kedadeyan
iki bener-bener dakalami ing kamar mandhi mau.

“ Bapak sampun wudhu?” Mangkono pitakonku.


“ Sampun Mas. Wonten kran ngajeng.” Mangkono katrangane Pak Jaya. Wusana aku
lan Pak Jaya sholat, dene Pak Jaya kang dadi imame.
Atiku isih gumun karo kedadeyan kang nembe wae dakalami. Batinku muni, Pak Jaya
jebule wudhu ing kran ngarep ora ing kran mburi cedhak kamar mandhi. Atiku sansaya wedi.
Dadi piyayi sing ngelus-elus gegerku mau nalika aku wudhu dudu Pak Jaya. Lha terus sapa?
Mangkono batinku takon.
Sawise sholat rampung aku banjur lungguh maneh ing ruang tamu. Aku isih kelingan
kadadeyan ing kamar mandhi. Jam wis nuduhake angka 1. Aku bola-bali angop pertandha
ngantuk banget. Watara sedhela, Pak Jaya rawuh.
“ Sampun ngantuk, Mas?” Pitakone Pak Jaya cekak.
“ Sampun kok, Pak.” Wangsulanku kanthi ngenggoni subasita.
“ Menawi sampun ngantuk, Mas tilem wonten kamar ngajeng menika, dene kula kamar
sisihipun.” Mangkono Pak Jaya anggone nerangake marang aku.
“ Kula…kula nyuwun wangsul kemawon, Pak.” Mangkono anggonku matur kanthi rasa
wedi.
“ Kok sajak ajrih wonten menapa, Mas?” Mangkono pitakone Pak Jaya maneh.
“Boten… boten wonten menapa-menapa, Pak.” Wangsulanku ngemu rasa wedi kang
ora bisa daktutupi.
“Ajrih tilem piyambak nggih? Boten wonten menapa kok, Mas.” Mangkono panglipure
mantan guruku kanthi alus lan tresna banget kaya dene marang putrane dhewe.
“ Ng…nggih, Pak. Kula ajrih sanget.”
“Wonten menapa. Mas? Griya kula boten wonten menapa-menapanipun.” Mangkono
panglipure Pak Jaya.
“ Nanging… “
“ Nanging kados pundi, Mas. Menapa dipunkancani Bapak?”
“ Nggih, Pak. Kula saestu ajrih.”
“ Manawi makaten, mangga kula kancani.”

Aku banjur menyang kamar lan dikancani Pak Jaya. Mripatku ngantuk banget. Bola-bali
aku angop. Aku turu ing dhipan, Pak Jaya ora sare mung pinarak ing sisihku. Senajan aku
ngantuk banget, nanging aku durung bisa turu amarga saking kesele lan kagawa rasa wedi
ngelingi prastawa/peristiwa kang dumadi ing kamar mandhi. Prastawa iki ora dakcritakake
Pak Jaya amarga aku wedi Pak Jaya mengko bisa tersinggung. Aku meneng wae. Mripatku
dakcoba dakremake nanging angel banget. Sikilku krasa pegel banget amarga wiwit esuk
nganti bengi tansah mubeng ngalor ngidul sakiwa tengene Malioboro nganti tuntas. Pak Jaya
isih pinarak ing sisihku saprelu ngancani aku.

Skor
Aspek yang dinilai
4 3 2 1
No.
Pilihan kata, rangkaian kalimat,
1
dan ketuntasan ringkasan
2 Pilihan kata dan susunan kalimat
tanggapan
Jumlah Skor
Nilai

Keterangan:
Skor 4 apabila sangat sempurna
Skor 3 apabila sempurna
Skor 2 apabila cukup sempurna
Skor 1 apabila kurang sempurna

Semarang, Juli 2014


Kepala sekolah Guru mata pelajaran

Dra. Erna K. Rahayu, M.M. Drs. Sawukir, M.Pd.


NIP. 196005171984032009 NIP 19661212199412004
RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP N 32 Semarang


Matapelajaran : Bahasa Jawa
Kelas/Semester : VII/I
Materi Pokok : Piwulang serat Wulangreh Pupuh Pangkur
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan (4 jp)

D. Kompetensi Inti (KI)


1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait dengan fenomena dan
kejadian nyata.
4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

E. Kompetensi Dasar dan Indikator


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
1.1 Menghargai dan mensyukuri 1.1.1 Berdoa menurut agama masing-masing
keberadaan bahasa Jawa sebagai sebelum pembelajaran dengan khusyuk
anugerah Tuhan Yang Maha Esa, 1.1.2 Selalu bersyukur manakala dapat
sebagai sarana memahami informasi melaksanakan tugas pembelajaran
lisan dan tulis. dengan khidmat

2.1 Memiliki serta menghargai perilaku 2.1.1


Menunjukkan sikap jujur dalam
jujur, disiplin, dan tanggung jawab mengapresiasi tembang macapat pupuh
dalam menyampaikan informasi atau pangkur
tanggapan terhadap berbagai
2.1.2 Menunjukkan perilaku disiplin dalam
hal/keperluan sesuai dengan tata krama mengapresiasi tembang macapat pupuh
Jawa. pangkur
2.1.3 Menunjukkan sikap tanggungjawab
dalam pembelajaran tembang macapat
pangkur
3.2 Mengapresiasi teks Serat Piwulang 3.2.1 Mengartikan kata-kata yang dianggap
(Wulangreh Pupuh Pangkur sulit yang terdapat dalam teks
piwulang serat Wulangreh Pupuh
Pangkur
3.2.2 Mengajukan dan menjawab pertanyaan
tentang isi teks piwulang serat
Wulangreh Pupuh Pangkur
3.2.3 Menuliskan isi teks piwulang serat
Wulangreh Pupuh Pangkur
4.2 Menyampaikan tanggapan tentang
isi teks Piwulang Serat Wulangreh 4.2.1 Mendiskusikan isi serat Wulangreh
Pupuh Pangkur. pupuh Pangkur
4.2.2 Menyebutkan isi serat Wulangreh
pupuh Pangkur
4.2.3 Menanggapi isi serat Wulangreh
pupuh Pangkur

F. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menerima keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan
2. Menanggapi keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan sebagai
sarana memahami informasi lisan dan tulis
3. Menghargai keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan sebagai
sarana memahami informasi lisan dan tulis
4. Bersikap jujur dalam mendiskusikan isi serat Wulangreh pupuh Pangkur dengan
menggunakan bahasa Jawa
6. Bersikap disiplin dalam mengapresiasi Serat Wulangreh pupuh Pangkur dengan
menggunakan bahasa Jawa

Pertemuan 2
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menerima keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan
2. Menanggapi keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan sebagai
sarana memahami informasi lisan dan tulis
3. Menghargai keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan sebagai
sarana memahami informasi lisan dan tulis
4. Menuliskan isi serat Wulangreh pupuh Pangkur dengan ragam bahasa Jawa yang baik.
5. Berusaha keras menanggapi isi serat Wulangreh pupuh Pangkur

G. Materi Pembelajaran
Serat Wulangreh Pupuh Pangkur

H. Metode Pembelajaran
1. Metode saintifik
2. Model pembelajaran berbasis masalah (PBL)

I. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


3. Media : Lap top, LCD, Speaker
4. Sumber Belajar :
1 Serat Wulangreh Mangkunegara IV
2 Prawaatmojo (1980). Bausastra Jawa-Indonesia.Yogyakarta: Gunung Agung
3 Marsudi Basa lan Sastra Jawa

J. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 1
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan (10 menit )
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
 Apersepsi: menunjukkan video berisi praktik tembang untuk
membangkitkan minat peserta didik
 Menyampaikan tujuan pembelajaran, KI, KD, indicator pembelajaran
Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
Mengamati
 Menyaksikan tayangan power point tentang syair tembang Pangkur
dalam serat Wulangreh
Menanya
 Mengajukan pertanyaan tentang kata-kata yang digunakan dalam serat
Wulangreh pupuh Pangkur
Mengumpulkan informasi
 Mengumpulkan data yang berupa kosa kata yang berkaitan dengan serat
Wulangreh pupuh Pangkur
Mengasosiasi
 Berlatih atau berdiskusi menyebutkan isi serat Wulangreh pupuh
Pangkur bait demi bait
Mengomunikasikan
 Menyampaikan isi serat Wulangreh pupuh Pangkur bait demi bait
Penutup (5 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi PBM.
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi tentang proses dan
hasil pembelajaran yang telah dicapai.
 Guru memberikan tugas individual untuk memberikan tanggapan atas
isi serat Wulangreh pupuh Pangkur

Pertemuan 2
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan (10 menit )
Dalam kegiatan pendahuluan, guru melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
 Apersepsi: menyanyikan satu atau dua bait tembang Pangkur dari
Serat Wulangreh.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
Mengamati
 Mengamati syair tembang yang diberikan guru melalui LCD.
Menanya
 Merumuskan pertanyaan untuk mengungkap isi serat Wulangreh
pupuh Pangkur
Mengumpulkan informasi
 Berdiskusi dengan teman dan atau guru tentang isi serat Wulangreh
pupuh Pangkur
Mengasosiasi
 Mencoba menanggapi bait-bait demi bait pupuh Pangkur Serat
Wulangreh
Mengomunikasikan
 Menyampaikan tanggapan atas beberapa isi serat Wulangreh pupuh
Pangkur
Penutup (5 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi terhadap proses
dan hasil pembelajaran yang telah dicapai.
 Guru memberikan tugas individual untuk pertemuan yang akan datang

K. Penilaian
4. Sikap Spiritual
a. Teknik Penilaian : Penilaian diri
b. Bentuk Instrumen : Skala
c. Kisi-kisi :

No. Sikap/nilai No. Butir


1. Menerima dengan baik keragaman dan keunikan bahasa 1 (a, b, c)
Jawa sebagai anugerah Tuhan
2. Menghargai keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai 2 (a, b, c)
anugerah Tuhan

Instrumen Penilaian Sikap Spiritual

Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Petunjuk
Berilah tanda silang (X) sesuai dengan pendapat Anda. (Diisi oleh peserta didik)
Pilihan
Pernyataan
STS TS S SS
1. Keunikan dan keragaman bahasa Jawa merupakan
anugerah Tuhan yang patut ….
a. diterima.
b.dihargai.
2. Keunikan dan keragaman sastra Jawa merupakan
anugerah Tuhan yang patut ….
a. diterima.
b. dihargai.
3. Keunikan dan keragaman tembang jawa merupakan
anugerah Tuhan yang patut ….
a. diterima.
b. dihargai.

Keterangan
SS = Sangat Setuju, skor = 4
S = Setuju, skor = 3
TS = Tidak Setuju, skor = 2
STS = Sangat Tidak Setuju, skor = 1

Pedoman Penskoran:
Untuk setiap aspek nilai, pilihan berkisar dari “Sangat Tidak Setuju” dengan skor 1 sampai
“Sangat Setuju” dengan skor 4, maka untuk ketiga butir jumlah skor yang diperoleh berkisar
antara 3 sampai 12.

Contoh :
Skor diperoleh dengan membagi jumlah skor yang diperoleh dengan jumlah skor maksimal
dikalikan 4
Jumlah Skor
----------------- x 4
Skor Maksimal

Keterangan
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3,50 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor : 2,50 < skor ≤ 3,50
Cukup : apabila memperoleh skor : 1,50 < skor ≤ 2,50
Kurang : apabila memperoleh skor : 1,00 < skor ≤ 1,50

5. Penilaian Sikap Sosial


a. Teknik Penilaian : Pengamatan
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi-kisi :
A. Penilaian sikap sosial untuk diskusi
No. Nilai Deskripsi No. Butir
1 Menghargai Menghargai pendapat orang lain 1
orang lain
2 Jujur Mengekspresikan gagasan dengan jujur 2
3 Disiplin Mengikuti kegiatan diskusi dengan disiplin 3
4 Kesantunan Menyampaikan pendapat dengan bahasa Jawa 4
yang santun

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

No Nama Kete- Kedisi- Keso- Kepa- Kepe- Kerja Keju- Ket


kunan plinan panan tuhan Dulian sama juran
v v v v v - v 6

6. Pengetahuan
d. Teknik Penilaian : Tes Objektif
e. Bentuk Instrumen : Tes isian singkat
f. Kisi-kisi :

No. Indikator No. Butir


1. Menyebutkan arti kata dalam serat Wulangreh 1-10
pupuh pangkur
3. Menjelaskan isi serat Wulangreh pupuh Pangkur 11-15

Instrumen Penilaian Pengetahuan (K3)

Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Soal :
A.
1. Golekana tegese tembung ing tembang Pangkur kang dicithak kandel ing ngisor
iki!
(1) Sekar Pangkur kang (2) winarna,
(3) lelabuhan kang kanggo wong ngaurip,
ala lan becik puniku,
(4) prayoga (5) kawruhana,
(6) adat waton puniku (7) dipunkadulu,
(8) miwah ingkang tata krama,
(9) den kaesthi siyang (10) ratri.
2. Apa maksude pada tembang iki!
Deduga lawan prayoga,
myang watara reringa aywa lali,
iku parabot satuhu,
tan kena tininggala,
tangi lungguh angadeg tuwin lumaku,
angucap meneng anendra,
duga-duga nora lali.

Kunci Jawaban :
A.
1. (1) tembang, (2) digambarake, dicritakake, (3) pangorbanan, jasa, (4) becik, apik, (5)
weruhana, (6) aturan, tatanan, (7) dideleng, disawang, (8) lan, sarta, (9) kang dituju, kang
dikarepake, (10) bengi

3. Duga-duga, prayoga. Watara, lan reringa iku aja dilalekake. Sebab bab kasebut dadi
sarana kang ora oleh ditinggalake nalika tangi, lungguh, ngadeg, mlaku, guneman, lan
turu.

Pedoman Penskoran:
Setiap jawaban benar diberi skor 1, sedangkan jawaban salah diberi skor 0. Karena soal
berjumlah 10 butir, maka jumlah skor berkisar antara 0 sampai 10.
Untuk makna tembang skor diberikan dengan rentang 1 s.d. 10. Sehingga skor maksimal
adalah 20.

Pengolahan Skor :
Jumlah skor
Skor = --------------- x 100
Skor Maks

dari skor perolehan diolah menjadi nilai dengan rumus

Skor
------ x 4
100

Keterangan:
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3,50 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor : 2,50 < skor ≤ 3,50
Cukup : apabila memperoleh skor : 1,50 < skor ≤ 2,50
Kurang : apabila memperoleh skor : 1,00 < skor ≤ 1,50

7. Keterampilan
b. Teknik Penilaian : Tes praktik
c. Bentuk Instrumen : skala
d. Kisi-kisi :
No. Indikator No. Butir
1. Menanggapi isi serat Wulangreh pupuh 1
Pangkur

Instrumen Penilaian Keterampilan (K4)

Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Soal:
1. Wenehana tanggapan marang isine serat Wulangreh pupuh Pangkur ing pada ngisor iki!
a. 1-2
b. 3-4
c. 5-6
d. 7-8
e. 9-10
f. 11-12
g. 13-14
h. 15-17

Rubrik Penilaian

Kriteria
Aspek yang dinilai
No. 1 2 3 4
1 Pilihan kata
2 Ketepatan isi
3 Kesesuaian alasan

Keterangan:
4 = Sangat Baik 2 = Cukup
3 = Baik 1 = Kurang

Pedoman Penskoran
Skor diperoleh dengan membagi jumlah skor yang diperoleh dengan jumlah skor maksimal
dikalikan 4
Jumlah Skor
----------------- x 4
Skor Maksimal

Keterangan
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3,50 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor : 2,50 < skor ≤ 3,50
Cukup : apabila memperoleh skor : 1,50 < skor ≤ 2,50
Kurang : apabila memperoleh skor : 1,00 < skor ≤ 1,50

Semarang, Juli 2014


Kepala sekolah Guru mata pelajaran

Dra. Erna K. Rahayu, M.M. Drs. Sawukir, M.Pd.


NIP. 196005171984032009 NIP 19661212199412004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

Satuan Pendidikan : SMP N 32 Semarang


Mata Pelajaran : BAHASA JAWA
Kelas/ Semester : VII/Satu
Materi : Cerita Rakyat
Alokasi Waktu : 4x40 MENIT(2x PERTEMUAN)

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait dengan fenomena
dan kejadian nyata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
1.1 Menghargai dan mensyukuri 1.1.1 Melakukan doa sebelum dan
keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah sesudah pembelajaran +cerita
Tuhan Yang Maha Esa, sebagai sarana rakyat
memahami informasi lisan dan tulis. 1.1.2 Memberi salam pada saat awal
dan akhir presentasi sesuai
agama yang dianut.
1.1.3 Bersyukur kepada Tuhan Yang
Maha esa setelah selesai
mengerjakan tugas pembelajaran
1.1.4 Berserah diri setelah berusaha
atau berikhtiar mempelajari
materi

1.2 Menunjukkan perilaku percaya diri, 1.2.1 Menunjukkan sikap percaya diri
bangga dan tanggung jawab dalam dalam pembelajaran cerita
berinteraksi sosial dengan menggunakan rakyat.
bahasa Jawa sesuai dengan kaidah tingkat 1.2.2 Memiliki rasa bangga terhadap
tutur bahasa Jawa. pembelajaran materi cerita
rakyat
1.2.3 Menunjukkan sikap
tanggungjawab dalam
pembelajaran cerita rakyat dan
tugas-tugasnya.
3.3 Memahami cerita rakyat 3.3.1 Mendengarkan wacana cerita
rakyat
3.3.2 Mengartikan kata-kata yang
dianggap sulit
3.3.3 Mengajukan dan menjawab
pertanyaan tentang isi wacana
yang didengarkan dalam ragam
krama
3.3.4 Menceritakan kembali isi/amanat
cerita
4.3 Membaca nyaring teks cerita rakyat 4.3.1 Melafalkan teks cerita rakyat
dengan benar
4.3.2 Membaca nyaring teks cerita
rakyat

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat;
1. Melaksanakan doa dalam pembelajaran cerita rakyat dengan sungguh-sungguh.
2. Mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah mengikuti materi cerita
rakyat dengan sungguh-sungguh.
3. Menunjukkan rasa tanggungjawab dalam mengapresiasi dan memahami cerita rakyat
dengan menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan benar
4. Bersikap percaya diri dalam mengapresiasi dan memahami cerita rakyat dengan
menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar
5. Bersikap bangga dalam mengapresiasi dan memahami cerita rakyat dengan
menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar.
6. Menjelaskan unsur instrinsik cerita rakyat dengan jelas dan tepat
7. Menjelaskan arti kata sukar dalam wacana cerita rakyat dengan jelas
8. Mengajukan dan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan isi wacana cerita
rakyat yang didengar dalam ragam krama dengan santun.

Pertemuan 2
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Melaksanakan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum melaksanakan pembelajaran.
2. Menanggapi keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan sebagai
sarana memahami informasi lisan dan tulis
3. Menghargai keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan sebagai
sarana memahami informasi lisan dan tulis
4. Memiliki sikap bertanggungjawab dalam diskusi tentang materi cerita rakyat dengan
benar
5. Percaya diri, bangga dan bertanggungjawab dalam berdiskusi tentang materi cerita
rakyat,
6. Menceritakan kembali isi/amanat cerita rakyat dengan runtut dan bahasa yang
komunikatif
7. Membaca nyaring teks cerita rakyat sesuai intonasi yang benar.
D. Materi Pembelajaran
Cerita rakyat Timun Mas dan Jaka Tarub
E. Metode Pembelajaran
1. model pembelajaran yang digunakan yaitu saintifik
2. model pembelajaran berbasis masalah(PBL)
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : VCD cerita rakyat, MPI cerita rakyat, power point
2. Alat : Tape recorder, laptop, LCD proyektor.
3. Sumber pembelajaran :
o Kumpulan Cerita rakyat Nusantara.
o Prawaatmojo (1980). Bausastra Jawa-Indonesia.Yogyakarta: Gunung Agung
o Marsudi Basa lan Sastra Jawa
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan (10 menit )
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
 Mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum pembelajaran
 Mengecek kebersihan kelas
 Apersepsi: menunjukkan penggalan rekaman berisi cerita rakyat/VCD
untuk membangkitkan minat peserta didik
 Menyampaikan maksud dan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
Mengamati
 Membaca teks cerita rakyat.
Menanya
 Mengajukan pertanyaan berkaitan dengan kata-kata dalam cerita untuk
mengungkap isi cerita.

Mengumpulkan informasi
 Berdiskusi dengan teman tentang kosa kata dalam cerita maupun isi
cerita
Mengasosiasi
 Mencoba memahami isi cerita
Mengomunikasikan
 Mempresentasikan isi cerita untuk mendapatkan tanggapan dari peserta
didik dan guru
Penutup (5 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi cerita rakyat
yang telah dipelajari.
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi tentang proses dan
hasil pembelajaran tentang cerita rakyat
 Guru memberikan tugas individual untuk menuliskan kembali jenis
cerita rakyat yang lain dan menganalisisnya dengan benar.

Pertemuan 2
RINCIAN KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU
Pendahuluan (10 menit )
Dalam kegiatan pendahuluan, guru melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
 Memeriksa kebersihan kelas
 Mengarahkan siswa untuk berdo’a bersama-sama
 Apersepsi: menayangkan rekaman cerita rakyat
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
Mengamati
 Membaca kembali cerita rakyat
Menanya
 Menanyakan unsur-unsur dalam cerita rakyat
Mengumpulkan informasi
 Berdiskusi tentang unsur instrinsik cerita rakyat
Mengasosiasi
 Mencoba mengungkap unsur instrinsik cerita rakyat
Mengomunikasikan
 Menyajikan hasil analisis unur intrinsik dan kata sukar dalam cerita
rakyat dengan percaya diri
Penutup (5 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran
cerita rakyat
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi terhadap proses
dan hasil pembelajaran yang telah dicapai.
 Guru memberikan tugas individual untuk pertemuan yang akan datang

H. Penilaian Hasil Pembelajaran


8. Sikap Spiritual
a. Teknik Penilaian : Penilaian diri
b. Bentuk Instrumen : Skala
c. Kisi-kisi :
No. Sikap/nilai No. Butir
1. Menerima dengan baik keragaman dan keunikan bahasa 1 (a, b, c)
Jawa sebagai anugerah Tuhan
2. Menghargai keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai 2 (a, b, c)
anugerah Tuhan

Instrumen Penilaian Sikap Spiritual

Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Petunjuk
Berilah tanda silang (X) sesuai dengan pendapat Anda. (Diisi oleh peserta didik)
Pilihan
Pernyataan
STS TS S SS
1. Melakukan doa’ sebelum dan sesudah pembelajaran
cerita rakyat.
a. diterima.
b.dihargai.
4. Adanya bahasa Jawa merupakan sarana komunikasi
efektif untuk mempererat keyakinan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa
c. diterima.
d. dihargai.
5. Keberadaan bahasa Jawa menjadi bagian ciptaan
Tuhan yang wajib disyukuri setiap saat
c. diterima.
d. dihargai.

Keterangan
SS = Sangat Setuju, skor = 4
S = Setuju, skor = 3
TS = Tidak Setuju, skor = 2
STS = Sangat Tidak Setuju, skor = 1

Pedoman Penskoran:
Untuk setiap aspek nilai, pilihan berkisar dari “Sangat Tidak Setuju” dengan skor 1 sampai
“Sangat Setuju” dengan skor 4, maka untuk ketiga butir jumlah skor yang diperoleh berkisar
antara 3 sampai 12.
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Keterangan :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3,50 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor : 2,50 < skor ≤ 3,50
Cukup : apabila memperoleh skor : 1,50 < skor ≤ 2,50
Kurang : apabila memperoleh skor : 1,00 < skor ≤ 1,50

9. Penilaian Sikap Sosial


a. Teknik Penilaian : Pengamatan
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi-kisi :
B. Penilaian sikap sosial untuk diskusi
No. Nilai Deskripsi No. Butir
1 Percaya diri Percaya diri dalam berdiskusi dengan 1
pendapat orang lain
2 Bangga Mengekspresikan gagasan dengan bangga 2
3 Tanggungjawab Mengikuti kegiatan diskusi dengan rasa 3
tanggungjawab

C. Penilaian sikap sosial dalam kegiatan menanggapi hasil karya teman


Objek : cerita rakyat
No. Nilai Deskriptor No. Butir
1. Percaya diri Menunjukkan sikap percaya diri dalam 1
menanggapi kerja teman
Menunjukkan sikap jujur dalam berkarya 2
2. Bangga Bersikap bangga dalam menanggapi karya 3
teman
Bersikap bangga dalam berkarya 4
3 Tanggungjawab Bertanggungjawab dalam mengapresiasi 5
karya teman tentang isi cerita rakyat
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
NO Nama Kete- Kedisi- Keso- Kepa- Kepe- Kerja Keju- Ket
kunan plinan panan tuhan Dulian sama juran
1 v v v v v - v 6
2
3

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Keterangan:
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3,50 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor : 2,50 < skor ≤ 3,50
Cukup : apabila memperoleh skor : 1,50 < skor ≤ 2,50
Kurang : apabila memperoleh skor : 1,00 < skor ≤ 1,50

10. Pengetahuan
Teknik Penilaian : Tes Objektif
Bentuk Instrumen : Tes isian singkat

No. Indikator No. Butir


1 Mengartikan kata sukar dalam cerita 1-2
2 Bertanya jawab tentang isi cerita 3-6
3 Memahami unsure intrinsic cerita rakyat 7-10

Instrumen Penilaian Pengetahuan (K3)


Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________
Soal :
A. Isenana ceceg-cecek ing ngisor iki kanthi trep!
1. Irah-irahan cerita rakyat kasebut yaiku….
2. Sapa paraga utama cerita rakyat kasebut….
3. Sapa wae arane paraga ing sajroning cerita rakyat kasebut….
4. Jinise alur cerita rakyat kasebut yaiku … .
5. Jinise latar cerita rakyat kasebut yaiku ... .
6. Apa piwulang becik saka crita rakyat kasebut?
7. Sapa arane paraga kang duwe watak becik manut crita kasebut?
8. Sebutna latar wektu kang ana ing crita kasebut!
9. Tegese tembung misuwur ing crita kasebut yaiku…
10. Sebutna wujude latar swasana kang ana ing crita rakyat kasebut!

B. Golekana tembung angel ing penggalan cerita ngisor iki


Kunci Jawaban :
A. 1. Jaka tarub
2. Jaka Tarub
3. Jaka Tarub, Nawang Wulan, Nyi Ageng Tarub
4. Maju
5. panggonan, swasana, wektu
6. Rumaja iku kudu sregep nyambut gawe. Aja seneng nglanggar wewaler
7. Nyi Ageng Tarub
8. awan lan sore
9. kondhang
10. susah, bungah

D. Misuwur, bawana, sigra, sedya.

Pedoman Penskoran:
Setiap jawaban benar diberi skor 1, sedangkan jawaban salah diberi skor 0. Karena soal
berjumlah 10 butir, maka jumlah skor berkisar antara 0 sampai 10. Untuk kata sukar setiap
kata benar dinilai 1 salah 0 jadi nilai antara 1 – 10

11. Keterampilan
Teknik Penilaian : Tes praktik
Bentuk Instrumen : Skala
No. Indikator No. Butir
1 Membaca nyaring cerita rakyat dengan 1
intonasi dan lafal yang tepat

Instrumen Penilaian Keterampilan (K4)

Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Soal:
1. Wacanen kanthi lagu lan kedal kang trep!
Jaka Tarub
Wonten satunggaling dhusun ing tengahing wana ing nama Dhusun Tarub. Ing
dhusun kala wau gesang satunggaling kaluwarga mlarat/miskin asmanipun Mbok Randha.
Mbok Randha namung gesang kaliyan putranipun ingkang kaparingan asma Jaka Tarub.
Padamelan saben dintenipun inggih menika pados ron pisang tuwin ron jatos saperlu
dipunsade dhateng peken. Ron menika dipunlintokaken kaliyan uwos saha kabetahan
sanesipun. Tindakanipun dhateng peken ngantos pinten-pinten minggu amargi tebih saking
kitha. Pedamelan sanesipun Jaka Tarub menika mbebedhag utawi pados kewan dhateng wana.
Kewan kala wau dipundhahar minangka kangge ulamipun nedha.
Wonten ing satunggaling dinten ing kaluwarga menika boten gadhah ulam kangge
dhaharipun, lajeng Jaka Tarub matur kaliyan biyungipun kangge kesah wonten wana kangge
mbebedhag. Kados adatipun menawi mbebedhag bidalipun bakda subuh supados konduripun
boten surup. Ananging boten mangertos sababipun, anggen mbebedhag menika sampun dangu
boten angsal punapa-punapa, duka menika Jaka Tarub nembe apes menapa kados pundi.
Wusana Jaka Tarub nerasaken lampah.
Jaka Tarub boten kuciwa, piyambakipun taksih nglajengaken lampahipun ingkang
tebih sanget wonten ing jeronipun wana. Ananging ngantos dalu JakaTarub taksih boten angsal
punapa-punapa. Saking sayahipun Jaka Tarub kepengin sumene ngantos sare saestu, amargi
lampahipun menika tebih sanget. Jaka Tarub sare ing salebetipun wana. Piyambakipun kaget
amargi kepireng swanten tiyang-tiyang estri sami gumujengan. Amargi pengin mangertos
swanten menika lan saking pundi asalipun swanten kala wau, pramila Jaka Tarub madosi
sumbering swanten menika. Piyambakipun boten pitados. Saleneting manah gumun lan
ngunandika: “jan-jane aku ngimpi apa ora ya? Mosok aku krungu wong -wong wadon padha
geguyonan cekikikan. Iku swara wong wadon tenan apa memedi ya?” Makaten ing batosing
Jaka Tarub.
Boten dangu saking raos gumunipun, Jaka Tarub lajeng mangertosi bilih wonten
widadari-widadari ingkang sami gumujengan tuwin siram ing sendhang ingkang apan ing
tengahing wana. Sansaya dangu swanten kala wau sansaya cetha. Menika andadosaken
penggalihipun Jaka Tarub sansaya badhe magertosi wujud sajatosipun para widadari kala
wau. Jaka Tarub sansaya nyelaki sendhang ingkang dipunginakaken siram dening para
widadari punika. Sansaya dangu sansaya celak lan cetha trawaca wujuding widadari amargi
dalu menika kaleres wulan purnama. Sasampunipun Jaka Tarub mirsani para widadari
ingkang nembe siram kala wau, sanalika Jaka Tarub gumregah tuwin kagungan pepenginan
badhe nggarwa salah satunggaling widadari ingkang nembe siram kala wau.
Amarga rasa tresna lan pepenginanipun, pramila Jaka Tarub lajeng nggodhani para
widadari kasebat, kanthi cara salah satunggaling rasukanipun widadari kapundhut lan
dipunsimpen. Para widadari boten mangertosi pokalipun Jaka Tarub kala wau. Sasampunipun
mentas anggenipun siram, para widadari sami gantos busana. Kados menapa kagetipun amargi
salah satunggaling widadari muwun amargi rasukanipun ical Widadari sanesipun nyelaki
saprelu paring pambiyantu madosi rasukan ingkang ical kala wau, nanging tetep kemawon
boten pinanggih. Widadari ingkang kicalan rasukan sagedipun namung muwun kemawon
ngantos netranipun bengeb. Kanthi kapeksa, widadari sanesipun nilaraken widadari ingkang
nembe kicalan rasukan. Widadari ingkang kicalan rasukan taksih muwun amargi kajawi wuda
blijet kadi dene bayi, badanipun widadari kala wau sampun kraos asrep sanget.
Widadari ingkang nembe nangis kala wau kaged sanget tuwin lingsem, boten kanyana-
nyana rawuh satunggaling piyantun bagus praupanipun, dedeg pideksa. Widadari kala wau
lingsem sanget amargi boten ngagem rasukan, pramila lajeng mundhut ron-ronan ing wana
kasebat saprelu kangge nutupi auratipun. Widadari kasebut taksih muwun teras. Jaka tarub
sansaya nyelaki tuwin ngarih-arih dhateng widadari kala wau. Panglipuripun supados
widadari kala wau boten muwun sesenggukan. Anggenipun ngarih-arih dhateng widadari
menika kasil, wusana widadari kala wau kendel boten muwun malih.
Jaka Tarub mundhut pirsa dhateng widadari kala wau.
“Panjenengan sinten asmanipun. Kok dalu-dalu muwun ing tengahing wana, kenging
menapa?” Makaten pandanguning Jaka Tarub. Widadari kala wau lajeng atur wangsulan.
“Nama kula Nawang Wulan. Kula kala wau rak adus wonten sendhang, boten
mangertasa, sasampunipun mentas, rasukan kula kok boten wonten. Menika ingkang njalari
kula nangis. Menapa boten wirang kula samangke. Kados pundi samangke manawi ngantos
kadenangan tiyang, ing mangka kula wuda kadi denen bayi kados makaten.”
“Boten usah muwun teras cah ayu, sakedhap malih rasukan panjenengan mesthi
kapanggih. Manawi kapanggih, kula badhe dipunparingi bebana menapa?” Makaten
pitakenanipun Jaka Tarub.”
“Bebana? Bebana menapa ingkang panjenengan kersakaken? Asma kemawon boten
mangertos kok badhe paring bebana dhateng kula. Ateges mokal menika.”
“Saestu, kula badhe atur bebana. Sampun ta, bebananipun siip saestu.”
“Bebana boten wigatos, ingkang wigatos rasukan kula wonten pundi?”
“Sakedhap, prajanjenipun dipunsarujuki menapa boten?” Makaten pitakenan
Jaka Tarub ngemu raos mesakaken.
“Inggih, kula sarujuk.”
“Sarujuk saestu? Matur nuwun. Nama kula Jaka Tarub.”
“Dados, ingkang ngumpetaken rasukan kula panjenengan ta?” Makaten
pitakenan Nawang Wulan.”
“Inggih, ingkang ngumpetaken rasukan Nawang Wulan inggih kula amargi kula
tresna sanget dhateng panjengan.”
Jumbuh kalayan prajanjen antawis Nawang Wulan tuwin Jaka Tarub. Manawi saged
manggihaken rasukan badhe kaparingan bebana. Bebana ingkang dipunkersakaken inggih
menika Nawang Wulan kagarwa dening Jaka Tarub. Wusana kekalihipun kondur sesarengan.
Kekalihipun sampun sarujuk anggenipun jejodhoan.
Anggenipun jejodhoan antawisipun nawang Wulan tuwin Jaka Tarub kapatutan putra
ingkang ayu praupanipun ingkang kaparingan nama Nawang Sih. Nawang Sih boten nakal
saha tansah nrimah dhateng kawontenanipun tiyang sepuh.
Satunggaling dinten, Nawang Wulan badhe dhateng lepen saprelu ngimbahi rasukan
amargi rasukan ingkang reged kathah sanget. Kajawi ngimbahi ugi adang sekul ingkang
dipuntutupi kekep. Saderengipun dhateng lepen, nawang Wulan pesen dhateng garwanipun
inggih menika Jaka Tarub supados nenggani Nawang Sih saha nenggani anggenipun adang
sekul. Kanthi pesen supados kekep ingkang kangge ngedang sekul boten kabikak. Jaka Tarub
sansaya kapengin mangertosi isinipun kekep kala wau. Amargi ing penggalihipun Tarub
taken” kena apa ya kok kekep ora oleh dibukak.”
Sasampunipun Nawang Wulan kesah dhateng lepen, kekep kabikak Jaka Tarub. Kados
menapa kagetipun manah Jaka Tarub sasampunipun mangertosi bilih ingkang dipun dang
dening Nawang Wulan namung arupi pantun sawulen. Jaka Tarub boten ngugemi ing
prajanjen saha pesenipun Nawang Wulan. Ing mangka kanthi mbikak kekep kala wau, ateges
kasektenipun Nawang Wulan minangka widadari ical.
Sasampunipun Nawang Wulan kondur saking ngimbahi saha mangertosi bilih Jaka
Tarub mbikak kekep ingkang sampun dados awisanipun kala wau, pramila Nawang Wulan
duka sanget dhateng kakungipun, tuwin kadakwa manawi Jaka Tarub salah satunggaling
piyantun ingkang boten saged ngugemi prajanjen. Pramila saking menika Nawang Wulan
rumaos dipunece dening Jaka tarub lan kasekten minangka widadari saestu ical. Nawang
Wulan boten gadhah kasekten, samenika manawi badhe adang sekul inggih kawiwitan nutu
pantun dados uwos lajeng dipundang kados limrahipun manungsa ing alam donya.
Ing satunggaling dinten Nawang Wulan nglempit gelaran klasa. Kados pundi keget
manahipun Nawang Wulan mirsani rasukan widodari wonten ing ngandapipun klasa kala
wau, piyambakipun kaget lajeng duka dhumateng garwanipun amargi rumaos sampun
dipunapusi/dipunpaeka. Nawang Wulan lajeng kagungan niyat badhe minggah dhateng
kahyangan malih kempal kaliyan widadari sanesipun kalayan ngagem rasukan menika.
Saderengipun minggah ing kahyangan, Nawang Wulan pesen kaliyan Nawang Sih inggih
putranipun, manawi piyambakipun kangen dhateng ingkang ibu inggih Nawang Wulan
supados ningali rembulan amargi ing tengahing rembulan kasebat wonten bayangipun
Nawang Wulan.
Nawang Wulan saestu minggah dhateng kahyangan kalayan ngagem rasukan widadari
kala wau. Nanging sasampunipun dumugi kahyangan, Nawang Wulan boten dipuntampi
malih dados widodari amargi sampun kecampuran kaliyan manungsa. Amargi boten
dipuntampi malih kempal kaliyan widadari sanesipun, pramila manahipun sakit. Nawang
Wulan rumaos lingsem sanget saha boten purun njelma malih dados manungsa, amargi
manungsa menika remen ngapusi saha rekaos gesangipun. Menika benten sanget kaliyan
widadari ingkang resik penggalihipun saha boten remen ngapusi sesamining gesang.

Rubrik Penilaian Kinerja membaca cerita rakyat.


Kriteria
No. Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4
1 Pelafalan
2 intonasi
3 Sikap
4 ekspresi
Jumlah

Untuk setiap aspek yang dinilai, pilihan berkisar dari “kurang” dengan skor 1 sampai “sangat
baik” dengan skor 4, maka untuk kedua butir jumlah skor yang diperoleh berkisar antara 6
sampai 12

Semarang, Juli 2014


Kepala sekolah Guru mata pelajaran

Dra. Erna K. Rahayu, M.M. Drs. Sawukir, M.Pd.


NIP. 196005171984032009 NIP 19661212199412004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP N 32 Semarang


Mata Plajaran : Bahasa Jawa
Kelas/Semester : VII/1
MaterI Pokok : Teks cerita pengalaman
Alokasi Waktu : 3x pertemuan (40x 6 jp)

A. Kompetensi Inti ( KI )
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang danutnya
2. Menghargai dan menghayati perlaku jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleran gotong royong ) santun, percaya diri, dalam bernteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya.
3. Memahami pengetahuan ( fakktual,konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan , teknolog, seni, budaya terkait dengan
fenomena dan kejadian nyata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret ( menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifkasi, dan membuat) dan ranah abstrak ( menulis, membaca,
menghtung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan yang sama dalam sudut pandang / teori.
B. Kompetensi Dasar dan indikator
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
1.1 Menghargai dan mensyukuri 1.1.1 Menunjukan sikap menghargai
keberadaan bahasa Jawa sebagai anugrah perilaku jujur dalam menerima
Tuhan Yang Maha Esa, sebagai sarana pembelajaran materi cerita
memahami nformasi lisan dan tulis. pengalaman pribadi.
1.1.2 Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa setelah mengikuti pembelajaran
materi cerita pengalaman pribadi.
1.1 Memiliki serta menghargai perilaku 1.1.1 Menunjukkan sikap jujur dalam
jujur, disiplin, dan tanggung jawab pembelajaran cerita pengalaman
dalam menyampaikan informasi atau 1.1.2 Bersikap disiplin selama kegiatan
tanggapan terhadap berbagai pembelajaran cerita pengalaman
hal/keperluan sesuai dengan tata krama 1.1.3 Memiliki rasa tanggungjawab dalam
Jawa. pembelajaran cerita pengalaman

3.4 Memahami cerita pengalaman 3.4.1 Membaca pemahaman teks cerita


pengalaman
3.4.2 Menjawab pertanyaan tentang isi teks
cerita pengalaman.
3.4.3 Menceritakan kembali isi bacaan
cerita pengalama
4.4 Menyusun/menulis cerita pengalaman 4.4.1 membaca contoh cerita pengalaman
4.4.2 Menganalisis unsur cerita pengalaman
4.4.3 Menyusun kerangka karangan cerita
pengalaman
4.4.4 Mengembangkan kerangka karangan
menjadi karangan
4.4.5 Menulis cerita pengalaman

4.5 Menceritakan kembali dan 4.5.1 Mendengarkan teks dengaran cerita


menanggapi teks dengan cerita pengalaman yang mengesankan
pengalaman 4.5.2 Mencatat pokok-pokok isi cerita
pengalaman yang didengarkan.
4.5.3 Menceritakan kembali isi cerita
pengalaman yang didengarkan
4.5.4 Menanggapi cerita pengalaman yang
didengarkan dalam ragam krama

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1

Setelah mengkuti serangkaan kegiatan pembelajaran , peserta didik diharapkan dapat:


1. Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Ea sebelum peserta didik melaksanakan pembelajaran
materi cerita pengalaman pribadi.
2. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah mengikuti pembelajaran materi cerita
pengalaman pribadi
3. Menanggapi pendapat teman tentang teks dengaran cerita pengalaman pribadi dengan
jujur , disiplin dan tanggung jawab.
4. Mendengar dan mencatat kata-kata sulit dalam teks dengaran cerita pengalaman pribadi
dengan baik dan benar.
5. berdiskusi dan mengartikan kata-kata sulit dalam teks dengaran cerita pengalaman pribadi
dengan jujur, disiplin dan tanggung jawab.
6. Mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang teks cerita pengalaman dengan jujur
disiplin dan tanggung jawab.
7. Mendiskusikan isi wacana dengan jujur disiplin dan tanggung jawab
8. Mengungkapakan isi wacana yang didengarkan secara tertulis dengan jujur disiplin dan
tanggung jawab
9. Menyampaikan tanggapan secara lisan tentang isi cerita pengalaman yang dibaca

Pertemuan 2
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran , peserta didik diharapkan dapat:
1 Menjelaskan isi cerita pengalaman pribadi sebagai sarana komunikasi merupakan anugrah
Tuhan Yang maha Esa
2. Bersikap jujur dalam menyampaikan certa pengalaman pribadi dengan menggunakan bahasa
Jawa.
3. Menghargai orang lain dalam mengapresiasi dan berkarya membaca teks cerita pengalaman
dengan menggunakan bahasa Jawa
4. Bersikap jujur dalam mengapresias dan berkarya membaca teks cerita pengalaman dengan
menggunakan bahasa Jaw
5. Berskap displin dalam mengapresiasi dan berkarya membaca teks cerita pengalaman dengan
menggunakan bahasa Jawa
6. Membaca contoh beberapa cerita pengalaman
7. Menganalisis unsur cerita pengalaman
8. Menyusun kerangka karangan cerita pengalaman
9. Mengembangkan karangan menjadi cerita pengalaman
10. Menulis cerita pengalaman

Pertemuan 3
Setelah mengkuti kegiatan pembelajaran , peserta didik diharapkan dapat:
1. Menjelaskan isi cerita pengalaman pribadi sebagai sarana komunikasi merupakan anugrah
Tuhan Yang Maha Esa.
2. Bersikap jujur dalam menyampaikan cerita pengalaman pribadi dengan menggunakan
bahasa Jawa.
3. Menghargai orang lain dalam mengapresiasi dan berkarya membaca teks cerita pengalaman
dengan menggunakan bahasa Jawa
4. Bersikap jujur dalam mengapresiasi dan berkarya membaca teks cerita pengalaman dengan
menggunakan bahasa Jawa
5. Bersikap displin dalam mengapresiasi dan berkarya membaca teks cerita pengalaman
dengan menggunakan bahasa Jawa
6. Mendengarkan teks cerita pengalaman yang mengesankan
7. Mendiskusikan dan menuliskan isi cerita pengalaman yang didengarkan
8. Menceritakan kembali isi crita pengalaman yang didengarkan
9. Menanggapi cerita pengalaman yang ddengarkan dalam ragam karma

D. Materi Pembelajaran
Cerita Pengalaman

E. Metode Pembelajaran
1. Metode saintifik
2. Model pembelajaran berbasis masalah
F. Media , Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : Lap top, LCD, Speaker
2. Sumber Belajar : Buku Marsudi Basa lan Satra Jawa
F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan 10 Menit
- Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
- Apersepsi: memberikan contoh cara membaca cerita pengalaman untuk
membangkitkan minat peserta didik
- Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti 65 menit


Dalam kegatan inti ,peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berkut:
Mengamati
- Mendengarkan cerita pengalaman dari guru untuk mengdentifikasi
Menanya
- Bertanya jawab tentang cara bercerita pengalaman
Mengumpulkan informasi
- Mengumpulkan data tentang pengertian, ciri dan teknik bercerita
pengalaman.
Mengasosiasi
- Mencoba mengumpulkan beberapa pengalaman pribadi
Mengkomunikasikan
- Menyajikan hasil dengaran terhadap cerita pengalaman

Penutup 5 menit
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
- Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi PBM
- Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi tentang proses dan
hasil pembelajaran yang telah dicapai
- Guru memberikan tugas individual untuk membaca cerita pengalaman .
Pertemuan 2
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan 10 Menit
Dalam kegiatan pendahuluan ,guru melakuakan langkah-langkah sebagai berikut:
- Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
- Apersepsi: menanyakan tugas tentang cerita pengalaman
- Menyampaakn tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti 65 Menit
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Mengamati
- Mengamati atau membaca contoh teks cerita pengalaman yang diberikan
guru melalui buku atau LCD
Menanya
- Bertanya jawab tentang kata-kata dalam cerita dan unsur cerita
Mengumpulkan informasi
- Mengumpulkan unsur cerita pengalaman melalui diskusi dengan disiplin,
jujur dan saling menghargai.
Mengasosiasi
- Mencoba menganalisis unsur teks cerita pengalaman yang telah dibaca.
Menyajikan
- Mempresentasikan hasil analisis teerhadap teks cerita pengalaman
Penutup 5 Menit
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut.
- Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran
- Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi terhadap proses dan hasil
pembelajaran yang telah dicapai.
- Guru memberikan tugas individual mencoba menulis cerita pengalaman

Pertemuan 3
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan 10 Menit
- Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
- Apersepsi: menanyakan tugas tentang cerita pengalaman
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti 65 Menit
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Mengamati
- Mengamati contoh teks cerita pengalaman yang diberikan guru melalui LCD
Menanya
- Bertanya jawab tentang cara menulis cerita pengalaman
Mengumpulkan informasi
- Mencari beberapa contoh cara mengungkapkan ide dalam cerita pengalaman
Mengasosiasi
Berlatih menulis cerita pengalaman menggunakan kosa kata yang indah dan
santun dengan penuh kejujuran.

Penutup 5 Menit
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut.
- Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran
- Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi terhadap proses dan hasil
pembelajaran yang telah dicapai.

H. Penilaian
1. Sikap Spiritual
a. Teknik penilaian : Penilaian diri
b. bentuk Instrumen : Skala
c. Kisi-kisi :
No Sikap/Nilai NO. butir
1. Menerima dengan baik keragaman dan keunikan 1 (a, b, c )
bahasa Jawa sebagi anugrah Tuhan
2. Mengharagai keragaman dan keunikan bahasa Jawa 2 (a, b, c )
sebagai anugrah Tuhan
Instrument Penilaian Sikap Spiritual
Nama : _________________
Kelas : _________________
Petunjuk
Berilah tanda X sesuai dengan pendapat anda . ( Diisi oleh siswa)

Pernyataan Pilihan
STS TS S SS

1. Keunikan dan keragaman bahasa Jawa


merupakan anugrah Tuhan yang patut….
a. diterima
b. dihargai

2. Keunikan dan keragaman sastra Jawa meruakan


anugrah Tuhan yang patut….
a. diterima
b. dihargai

3. Keunikan dan keragaman cerita pengalaman


merupakan anugrah Tuhan yang patut….
a. diterima
b. dihargai

Keterangan :
SS : Sangat Setuju Skor = 4
S : Setuju Skor =3
TS : Tidak Setuju Skor = 2
STS : Sangat tidak setuju Skor = 1
Pedoman penskoran
Untuk setiap aspek nilai , pilihan berkisar dari “ Sangat Tidak Setuju” dengan skor 1 sampai
“Sangat setuju” dengan skor 4 , maka untuk ketiga butir jumlah skor yang diperoleh berkisar
antara 3 sampai 12.
2. Penilaian sikap sosial
a. Teknik penilaian : Pengamatan
b. Bentuk Instrumen : Lembar observasi
c. Kisi-kisi :
A. Penilaian sikap sosial untuk diskusi
No Nilai Deskripsi No. butir
1 Menghargai orang lain Menghargai pendapat orang lain 1
2 Jujur Mengekspresikan gagasan dengan jujur 2
3 Disiplin Mengikuti kegiatan diskusi dengan disiplin 3
4 Kesantunan Menyampaikan pendapat dengan bahasa Jawa
yang santun
5. Penilaian sikap sosial dalam kegiatan menanggapi hasil karya teman dan berkarya
Obyek : Cerita pengalaman
No Nilai Deskriptor No. Butir
1. jujur Menunjukan sikap jujur dalam menanggapi 1
karya teman
Menunjukan sikap jujur dalam berkarya 2
2 Santun Bersikap santun dalam menanggapi karya 3
teman 4
Bersikap santun dalam berkarya
Lembar pengamatan Sikap sosial untuk kegiatan menanggapi karya dan Berkarya
Nama : _______________
Kelas : _______________
Petunjuk
Berilah tanda ( X ) silang sesuai dengan kondisi peserta didik. ( Diisi oleh guru )
No Pernyataan Pilihan
Ya Tidak
1 Menghargai orang lain dalam menanggapi karya teman
2 Menghargai orang lain dalam berkarya
3 Bersikap disiplin dalam menanggapi karya teman
4 Bersikap disiplin dalam berkarya menceritakan dan menulis
pengalaman
Pedoman Penskoran
Pilihan “Ya” diberi skor 1 , sedangkan tidak diberi skor O . karena soal berjumlah 4 butir, maka
jumlah skor berkisar antara 0 sampai 4.
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
N Nama ketek Kedi Kesopana Kepatuahan Kepeduli Kerja Kejujur Ket
o unan sipli n an sama an
nan
v v v v v v 6

3. Pengetahuan
a.Teknik Pnilaian : Tes Obyektif
b.Bentuk Instrumen : Tes isian singkat
c.Kisi-Kisi :
No Indikator No.Butir
1. Membaca teks cerita pengalaman dengan teknik membaca yang benar 1-4
2. Menulis cerita pengalaman dengan runtut 6-10

Instrumen Penilaian Pengetahuan( K3 )


Nama : ____________
Kelas :____________

Dikira Teh, Jebul …

Esuk iku hawane seger. Esuk umun-umun aku wis tangi amarga sawengi anggonku
turu ora bisa pules. Embuh apa sebabe, klisak-klisik wae ing mangka ora akeh nyamuke.
Embuh kagawa rasa seneng amarga bocah ndesa arep dijak out bond gurune atine mesthine
seneng banget. Sawengi ngeling-eling kok ora padhang-padhang kesusu arep lunga out bond
bareng karo kanca-kancane.
Dina Minggu, bocah klas 7 A lan B out bond menyang Museum Ronggawarsita
Semarang saprelu nonton wayang lan gamelan, Palagan Ambarawa lan Museum Kereta.
Kabeh persiapan wis dakgawa. Bekal saka ibuku ora lali. Aku digawani godhogan tela pohung
lan ngombe sabotol gedhe. Kabeh dakgawe nggendhiyot ngetoki yen aku bocah ndesa banget.
Maklum wae, bocah ndesa ora tau lunga adoh, lunga sepisan nggembol pangan saka ngomah
wedi yen ngelih. Sangu mung sepuluh ewu. Iku wae wis dipeseni supaya ora dientekake. Aku
manut wae. Sadina sadurunge klambiku wis daklempiti lan daklebokake tas. Kaya-kaya arep
pindhahan wae. Kabeh sedulurku dakpamiti. Saka adhiku, kakangku, bapak ibuku, pak lik bu
lik, pak dhe budhe lan tangga-tanggaku. Kabeh ora ana sing keri. Nanging cuwane, wong-
wong sing dakpamiti mau babar pisan ora ana sing nyangoni dhuwit. Ing mangka batinku
ngarep-arep, anggonku pamitan mau, mbok manawa ana rejeki nomplok alias nyangoni aku.
Kabeh sing dakpamiti bisa seragam nyangoni slamet. Kabeh wanti-wanti supaya aku ngati-ati.
Pikiranku pancen ngeres, jan-jane sangu keslametan iku luwih utama tinimbang sangu
dhuwit. Nanging embuh kuwi, aku ya gumun karo awakku dhewe, wektu iku sing dakpikir
kok mung dhuwit wae alias matre. Dhuwit iki jan-jane ya penting, nanging isih penting
keslametan.
Kaya ngapa atiku senenge sawise bis sing daktunggu-tunggu teka, bis zentrum arane.
Atiku gumun, bis kok apik banget, mewah ngono jarene. Dhasar bocah ndesa kulinane numpak
dhipan gratis lan mandheg alias ora mlaku. Numpak bis mewah kaya ngapa senenge atiku.
Kahanan kaya mangkene jebul ora aku dhewe sing ngalami. Kancaku saklas uga padha aku.
Kancaku padha crita yen sawengi ora bisa turu, pengin cepet-cepet padhang enggal bisa lunga
bebarengan oleh snack lan bisa mangan bareng kang sarwa enak.

Kabeh bocah klas 7A lan B wis mlebu bis jumbuh karo dhaptar lungguh sing diparingke
guru. Sawise kabeh siswa lan guru pendamping mlebu bis, bis zentrum mlaku alon-alon amarga
dalane rame. Watara oleh telung kilo anggone bis zentrum mlaku, bocah-bocah wis padha
pucet rupane karo nyekeli wetenge dhewe-dhewe pratandha mabuk lan arep muntah, kalebu
aku. Sirahku mumet banget lan wetengku kruwel-kruwel. Ora let suwe saka lungguhan sisih
mburi kaprungu swara “hok-hok hok hok hok hok”pratandha para siswa sing maune padha seneng
sanalika cep klakep ora ana swarane. Bocah-bocah padha mabuk. Mung bocah pira thok kang
ora mabuk amarga dheweke wis kulina lunga adoh dijak wong tuwane. Nanging racake bocah
klas 7 A lan B padha mutah-mutah alias mabuk ing mangka nalika arep mangkat wis diparingi
antimo karo bu guru. Mbok manawa kagawa rasa seneng, bocah-bocah lali ora ngombe antimo.
Bareng wis padha mabuk, antimone lagi diombe dening bocah-bocah.
Sawise bocah-bocah ngombe antimo ora let suwe, bocah sing maune mabuk padha
njenggelek lan katon seger maneh. Sinambi ngrungokake musik saka bis, bocah-bocah padha
mangan snack lan bekal sing wis digawa dhewe-dhewe. Perjalanan udakara wis sajam, sedhela
maneh tekan Museum Ronggawarsita. Ingkene para siswa bisa nonton jinise wayang lan
gamelan. Ora let suwe bis sing daktumpaki ngurupake reating mangiwa pratandha arep
menggok ngiwa. Aku sakanca nuli medhun saka bis lan mlebu ing museum. Ing kene bisa
ndeloki jinise wayang kang maneka werna. Kabeh iku daktulis saprelu kanggo laporan. Ana
uga gamelan Jawa ganep. Wis apik tenan pokoke. Marem atiku ing Museum Ronggawarsita
kene. Sawise sawetara ing museum kene, aku sakanca mlebu ing bis maneh saprelu nerusake
perjalanan menyang Palagan Ambarawa. Saka Semarang watara jam sanga seprapat.
Bis zentrum sing daktumpaki wis mlaku mangidul arahe ngliwati dalan tol Manyaran.
Kurang luwih sajam setengah bis zentrum wis tekan Ambarawa. Aku takon pak sopir,
ngendikane pak sopir kurang luwih setengah jam maneh wis tekan Palagan Ambarawa. Bocah-
bocah katon enjoy wae anggone lungguh lan ngrungokake musik bis. Kurang luwih jam
sewelas, bis sing daktumpaki ngriting nengen pratandha arep menggok nengen. Tenan, sisih
tengen dalan Palagan Ambarawa kaya gambar sing ning buku IPS kae. Aku lan kancaku atine
seneng amarga wis tekan ing papan panggonan kang wis dakantu-antu wiwit dhek wingi.
Awan iku hawane ing Palagan Ambarawa panas banget, mula banyu ngombe sing
dakgawa durung cukup ngadhemke gorokanku sing wiwit mau krasa garing. Aku lan kancaku
nuju warung kang dodol werna-werna. Ana gorengan, jajanan, sega, teh, es teh, juice, lan liya-
liyane. Bocah-bocah padha dhisik-dhisikan anggone arep ngombe teh lan es teh saka warung
mau. Gorokanku krasa garing banget. Kancaku wis didoli es teh nanging aku durung. Nuju
giliranku digawekake teh, ndilalah dhuwitku keri ing tas ing njero bis. Aku njupuk dhuwit mau
lan pesen karo sing dodol supaya tehku dideleh meja. Ora let suwe aku wis tekan ing warung
mau. Amarga saking ngelake, aku banjur nyekel gelas sing ana ing meja cedhake sing dodol.
Batinku iki mesthi teh sing dakpesen. Ora nganggo basa-basi gelas iku mau dakcekel banjur
dakombel. Mak jabrus rasane dudu teh, nanging ora enak babar pisan. Sawise rada suwe
daksawang, jebule ing gelas mau dudu teh, nanging lenga jlantah/lenga bekas kanggo
nggoreng. Kanca-kancaku padha pingkel-pingkel ngingeti tingkah polahku kang ngombe lenga
jlantah. Sing dodol mung kamitenggengen kaya-kaya ora percaya ndeloki adegan iki.
Ora let suwe aku lan kancaku mlebu maneh ing area Palagan Ambarawa. Aku sakanca
mlebu ing museum, numpak kereta, numpak pesawat jaman Landa, lan dolanan liyane. Kabeh
samubarang ing museum palagan dakcathet. Malah ana uga bocah-bocah kang foto bareng.
Aku uga katut foto ing museum lan ing ngisor tugu Palagan Ambarawa. Sawise sawetara,
bocah-bocah munggah bis saprelu nerusake marang museum kereta kang mapan ora adoh saka
Palagan Ambarawa.
Sawise tekan museum kereta bocah-bocah padha mudhun saka bis nuju museum mau.
Ing kene bocah-bocah padha ndeloki kereta wiwit jaman Landa nganti jaman merdheka. Wiwit
kereta sing paling kuna nganti kereta sing rada modern. Kabeh dakdeloki siji-siji nganti tuntas
karo dakcathet jenenge kereta mau. Watara jam loro awan, bocah-bocah padha ngibadah
Dzuhur-Ashar dijamak lan mangan awan bebarengan. Kurang luwih jam telu,
Bocah-bocah mlebu bis saprelu nerusake perjalanan bali menyang sekolahan. Sajroning
bis, bocah-bocah gayeng nyritakake pengalamane dhewe-dhewe nganti ora krasa yen bis wis
meh tekan sekolahan. Watara jam nem sore bis zentrum wis tekan sekolahku kanthi slamet.
Atiku lan atine bocah-bocah liyane padha seneng. Wong tuwaku lan wong tuwane kanca-
kanca wis padha nunggu.

Soal
Isenana ceceg-ceceg ing ngisor iki kanthi trep!
1. Pengalaman pribadi ing ndhuwur iku mujudake pengalaman kang ….
2. Sing crita ing dhuwur anggone turu ora angler amarga….
3. Sangu sing diparingake dening ibune sing crita yaiku….
4. Out Bond dianakake dina ….
5. Kang ditindakake paraga nalika ing museum kereta yaiku....
Kunci Jawaban
1. Nyenengake
2. Tansah ngangen-angen anggone arep out bond
3. Tela godhog lan banyu putih sabotol
4. Minggu
5. Nyatheti kreta wiwit saka sing kuna tekan modern

Pedoman Penskoran
Setiap jawaban benar diberi skor 1,sedangkan jawaban salah diberi nilai 0. Karena soal
berjumlah 5 butir , maka jumlah skor berkisar antara 0 sampai 5.

4. Ketrampilan
a. Teknik Penilaian : Tes praktik
b. Bentuk Instrumen : Skala
c. Kisi-kisi :
No Indikator No. butir
1. Membaca cerita pengalaman pribadi 1
2. Menulis cerita pengalaman pribadi 2

Instrumen Penilaian Ketrampilan ( K4)


Nama :
Kelas :
Soal:
1. Wacanen kanthi nywara crita pengalaman pribadi “Dikira Teh, Jebul...” !

2. Nulisa crita pengalaman pribadi sing tau koklakoni!


Rubrik Penilaian Produk
Membaca cerita pengalaman pribadi
No. Aspek yang Kriteria
dinilai 1 2 3 4
1 Irama
2 Intonasi
3 Ekspresi
4 Lafal
Keterangan
4.Sangat baik 2. Cukup
3. Baik 1. Kurang
Rubrik Penilaian Kinerja Menulis Cerita Pengalaman Pribadi
No Aspek yang dinilai Kriteria Skor
1 2 3 4
1 Pilihan kata
2 Tata tulis
3 Kemenarikan cerita
Jumlah

Untuk setiap aspek yang dinilai, pilihan berkisar dari “kurang” dengan skor 1 sampai “
sangat baik” dengan skor 4, maka untuk kedua butir jumlah skor yang diperoleh berkisar antara
6 sampai 12.

Semarang, Juli 2014


Kepala sekolah Guru mata pelajaran

Dra. Erna K. Rahayu, M.M. Drs. Sawukir, M.Pd.


NIP. 196005171984032009 NIP 19661212199412004
RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP N 32 Semarang


Matapelajaran : Bahasa Jawa
Kelas/Semester : VII/1
Materi Pokok : Membaca wacana berhuruf Jawa
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan (4 jp)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait dengan fenomena dan
kejadian nyata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
Spiritual
1. Menghargai dan menghayati ajaran 1.1 Berdoa sebelum dan sesudah
agama yang dianutnya pembelajaran
2.1 Memiliki serta menghargai perilaku 2.1.1 menunjukkan sikap jujur dalam
jujur, disiplin, dan tanggung jawab pembelajaran wacana berhuruf jawa
dalam menyampaikan informasi atau 2.1.2 berperilaku disiplin dalam pembelajaran
tanggapan terhadap berbagai wacana berhuruf jawa
hal/keperluan sesuai dengan tata krama 2.1.3 menunjukkan rasa tanggungjawab
Jawa. dalam pembelajaran wacana berhuruf
jawa

4.6 Membaca nyaring dan menulis 4.6.1 Membaca teks berhuruf Jawa dengan
wacana berhuruf Jawa 1 paragraf penerapan sandhangan dan pasangan
4.6.2 Menyalin teks berhuruf Jawa dengan
penerapan sandhangan dan pasangan
ke huruf latin

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1 Berdoa sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran mateir wacana berhuruf jawa
2 Selalu bersyukur setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran
3 Bersikap jujur ketika membaca wacana berhuruf Jawa
4 Bersikap disiplin ketika berdiskusi tentang cara mengalihaksarakan wacana berhuruf
Jawa ke huruf Latin dengan baik
5 Membaca wacana berhuruf Jawa dengan tepat
Pertemuan 2
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Berdoa sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran mateir wacana berhuruf jawa
2. Selalu bersyukur setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran
3. Bersikap jujur dalam menulis wacana berhuruf Jawa
4. Bersikap disiplin dalam berdiskusi tentang cara menulis wacana berhuruf Jawa ke
huruf Latin dengan baik
D. Materi Pembelajaran
1. Membaca wacana berhuruf Jawa
2. Menulis wacana berhuruf Jawa
E. Metode Pembelajaran
1. Metode saintifik
2. Model pembelajaran berbasis masalah(PBL)
F. Media, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : LCD proyektor, speaker
2. Sumber Belajar : Marsudi Basa lan Sastra Jawa
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan (10 menit )
 Berdoa sebelum melaksanakan kegiatan belajar
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
 Apersepsi huruf jawa, sandhangan, dan pasangan
 Menyampaikan tujuan pembelajarankepada siswa
Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai
berikut.
Mengamati
 Menyimak berhuruf Jawa di buku atau di power point
Menanya
 Bertanya jawab tentang penerapan sandhangan dan pasangan
Mengumpulkan informasi
 Berdiskusi tentang cara membaca wacana berhuruf Jawa
Mengasosiasi
 Mencoba membaca kalimat dan teks berhuruf Jawa.
Mengomunikasikan
 Membaca kalimat dan teks berhuruf Jawa untuk mendapatkan
tanggapan dari peserta didik dan guru
Penutup (5 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi PBM.
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi tentang proses dan
hasil pembelajaran yang telah dicapai.
 Guru memberikan tugas individual untuk berlatih mengalihaksarakan
teks berhuruf Jawa

Pertemuan 2
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan (10 menit )
Dalam kegiatan pendahuluan, guru melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
 Berdoa sebelum melaksanakan kegiatan belajar
 Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik
 Apersepsi dengan menampilkan teks berhuruf Jawa dan alih
aksarannya
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti (65 menit)
Dalam kegiatan inti, peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai
berikut.
Mengamati
 Mengamati contoh alihaksara sebuah teks yang diberikan guru melalui
papan tulis atau LCD
Menanya
 Menanyakan perbedaan tata tulis huruf Jawa dan Latin
Mengumpulkan informasi
 Mengumpulkan data tentang cara menulis kalimat dan teks berhuruf
Jawa melalui diskusi dengan disiplin, jujur, dan saling menghargai.
Mengasosiasi
 Menganalisis cara mengalihaksarakan bacaan berhuruf Jawa
Mengomunikasikan
 Menyajikan hasil alih aksara sebuah teks berhuruf Jawa
Penutup (5 menit)
Kegiatan penutup mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
 Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.
 Guru bersama-sama peserta didik melakukan refleksi terhadap proses
dan hasil pembelajaran yang telah dicapai.
 Guru memberikan tugas individual untuk pertemuan yang akan datang

H. Penilaian
1. Sikap Spiritual
b. Teknik Penilaian : Penilaian diri
c. Bentuk Instrumen : Skala

No. Sikap/nilai No. Butir


1. Menerima dengan baik keragaman dan keunikan bahasa 1 (a, b, c)
Jawa sebagai anugerah Tuhan
2. Menghargai keragaman dan keunikan bahasa Jawa sebagai 2 (a, b, c)
anugerah Tuhan

Instrumen Penilaian Sikap Spiritual

Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________

Petunjuk
Berilah tanda silang (X) sesuai dengan pendapat Anda. (Diisi oleh peserta didik)
Pilihan
Pernyataan
STS TS S SS
1. Keunikan dan keragaman bahasa Jawa merupakan
anugerah Tuhan yang patut ….
a. diterima.
b.dihargai.
2. Keunikan dan keragaman sastra Jawa merupakan
anugerah Tuhan yang patut ….
a. diterima.
b.dihargai.
3. Keunikan dan keragaman huruf jawa merupakan
anugerah Tuhan yang patut ….
a.diterima.
b.dihargai.

Keterangan
SS = Sangat Setuju, skor = 4
S = Setuju, skor = 3
TS = Tidak Setuju, skor = 2
STS = Sangat Tidak Setuju, skor = 1

Pedoman Penskoran:
Untuk setiap aspek nilai, pilihan berkisar dari “Sangat Tidak Setuju” dengan skor 1 sampai
“Sangat Setuju” dengan skor 4, maka untuk ketiga butir jumlah skor yang diperoleh berkisar
antara 3 sampai 12.
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

Keterangan
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3,50 < skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor : 2,50 < skor ≤ 3,50
Cukup : apabila memperoleh skor : 1,50 < skor ≤ 2,50
Kurang : apabila memperoleh skor :1.00 < skor ≤ 1,50

2 Penilaian Sikap Sosial


a. Teknik Penilaian : Pengamatan
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi-kisi :
Penilaian sikap sosial untuk diskusi
No. Nilai Deskripsi No. Butir
1 Menghargai Menghargai pendapat orang lain 1
orang lain
2 Jujur Mengekspresikan gagasan dengan jujur 2
3 Disiplin Mengikuti kegiatan diskusi dengan disiplin 3
4 Kesantunan Menyampaikan pendapat dengan bahasa Jawa 4
yang santun
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
No Nama Kete Kedisi- Keso- Kepa- Kepe- Kerja Keju- Ket
kunan plinan panan tuhan dulian sama uran
v V V V v - V 6

3 Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Penugasan
b. Bentuk Instrumen : Skala
c. Kisi-kisi :
No. Aspek yang dinilai No. Butir
1 Membaca kalimat dan teks berhuruf Jawa dengan benar 1-5
Instrumen Penilaian Pengetahuan (K3)

1. Wacanen teks ing ngisor iki banjur wangsulana pitakon ing ngisore!
?btur[fn\,
?sutk=pg[wy[nNtuk=zurusSijrnLnKnD=jrn\(aisiTlh)ai=kfip[tnÑ|tlimnB
vums\jwtezh.slhsiji[nfin,sutnulu=zi[bochayuk=axpFipznHul.[bochayu
ksebutYaikuput]iafiptikutlimn\,am/gjs[nksebut\put]imaukkvCnRketBz
etK[rosut.a=[go[nNkkvCnFipi/snNi[fni=afiti,muls=afiptifukbzetMr=s
utam/gput]i[nkturunNnSkk][ton\(r[fn\)[f[nsutmu=btu/.senjnFilr=[fn
i=afipti,kk[ro[n[nkfHmBzunKt}sn\,p]sTwaikifipi/sni
[fni=kiafipti,mul[nsutbvJ/|fipevJrlnFilr=m[nhppc=znK[roput]i[n.
?ssu[w[nfipevJrs=put]iaisihgemtinilikKi.slhsiji[nfinput]iksebutVu
wunÒ|lu=mr=biyu=aemBnSupysutbismetuskpevJr.p]vtksilKk[ro[nmLyuskk
][tonLnMpnHi=[fsk=amnLnHyem\.[fsksebutFiarnNi[fsbtu/r[fn\(b=swnLn
Btu/)saikifikenlKnQinm btur[fnK=mpn Hi=bvumsJwtezh.
1. Sapa jenenge abdi ing Kutaliman Banyumas?
2. Putrane sapa pacangane abdi mau?
3. Baturaden iku manut crita asale saka tembung apa?
4. Sapa sing mbantu ngetokake abdi saka pakunjaran?
5. Apa pagaweyane abdi ing crita kasebut?
Pedoman Penskoran:
Setiap jawaban benar diberi skor 2, sedangkan jawaban salah diberi skor 0.

4 Keterampilan
a. Teknik Penilaian : Tes praktik
b. Bentuk Instrumen : Penugasan
e. Kisi-kisi :
No. Indikator No. Butir
1 Menulis teks menggunakan huruf Jawa 1

Instrumen Penilaian Keterampilan (K4)


1. Wacan ing ngisor iki tulisen nganggo aksara Jawa!
Manah kula bingah, lajeng minggah bis kasebat kaliyan piyantun kala wau, malah
lenggah sacelaking piyantun sepuh kala wau. Salebeting bis, wawan wicantenan
antawis kula tuwin piyantun sepuh kala wau ngantos dalu. Sasampunipun wawan
wicantenan dangu, boten kraos kula ngantuk tuwin tilem. Sasampunipun dumugi
Tangerang, piyantun sepun ingkang sakawit wonten sisih kula, sampun boten wonten,
mbok manawi sampun mandhap rikala kula tilem pules.

Rubrik Penilaian Produk


(Menulis paragraf berhuruf Jawa)
Kriteria
Aspek yang dinilai
No. 1 2 3 4
1 Penulisan huruf
2 Penerapan sandhangan
3 Penerapan pasangan
4 Ketuntasan

Keterangan:
4 = Sangat Baik 2 = Cukup
3 = Baik 1 = Kurang

Untuk setiap aspek yang dinilai, pilihan berkisar dari “kurang” dengan skor 1 sampai “sangat
baik” dengan skor 4, maka jumlah skor yang diperoleh berkisar antara 4 sampai 16

Semarang, Juli 2014


Kepala sekolah Guru mata pelajaran

Dra. Erna K. Rahayu, M.M. Drs. Sawukir, M.Pd.


NIP. 196005171984032009 NIP 19661212199412004