Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Prosentase Kesesuaian……………………………………………………..…19

4.1 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 1 Siklus 1………………………………..28

4.2 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 2 Siklus 1………………………………..35

4.3 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 3 Siklus 1………………………………..41

4.4 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 4 Siklus 1………………………………..47

4.5 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 5 Siklus 1………………………………..53

4.6 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 6 Siklus 2………………………………..65

4.7 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 7 Siklus 2………………………………..72

4.8 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 8 Siklus 2………………………………..79

4.9 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH 9 Siklus 2………………………………..86


4.10 Rekapitulasi Perkembangan Kemampuan Bahasa Melalui Kegiatan Bercerita

Menggunakan Buku Cerita RPPH10 Siklus 2………………………………93


DAFTAR LAMPIRAN

1. Biodata Peneliti.
2. Surat Kesediaan Berperan Sebagai Supervisor 2 dalam Penyelenggaraann
PKP.
3. Format Kesediaan Berperan Sebagai Penilai dalam Penyelenggaraan PKP.
4. Foto Hasil Kegiatan Bercerita RPPH ke 5.
5. APKG-PKP 1 dan 2 Siklus I.
6. Foto Hasil Kegiatan Bercerita RPPH ke 10.
7. APKG-PKP I dan 2 Siklus II.
8. Foto Kegiatan.
9. Foto Media Pembelajaran Buku Cerita.
10. Jurnal bimbingan.
ABSTRAK

SRI WIDAYATI, 2019, Upaya meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan metode
bercerita melalui media buku cerita di kelompok A TK PGRI IV Kalibatur Tahun Ajaran
2018/2019.

Kata kunci : Bahasa, Metode Bercerita, Buku Cerita.

Kemampuan bahasa siswa kelompok A1 di TK PGRI IV Kalibataur desa


Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung masih rendah. Anak akan
menunggu stimulasi berupa pertanyaan dari guru. Selain itu anak juga belum mampu
untuk menjawab dan menceritakan kembali isi cerita yang telah disampaikan guru. Anak
hanya akan mengucapkan satu atau dua kata saja, bukan berupa kalimat. Hal itu
disebabkan karena pada saat menceritakan kembali isi cerita, anak kekurangan bahan
yang akan diceritakannya. Selain itu, anak sering lupa dengan kalimat apa yang
diucapkan guru saat bercerita. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak
belum berkembang secara optimal.

Untuk mengembangkan ketrampilan bahasa dibutuhkan metode yang menuntut


anak untuk terlibat aktif didalamnya. Dalam hal ini penulis menggunakan metode
bercerita. Penggunaan media buku cerita sebagai media bercerita akan menarik perhatian
dan konsentrasi anak. Pada saat anak menceritakan kembali cerita yang dibawakan guru,
buku cerita ini dapat merangsang dan dapat membantu mengingat kembali isi cerita.

Pelaksanaan perbaikan pada proses kegiatan bercerita melalui media buku cerita
menunjukkan bahwa anak belum ada respon atau minat dalam kegiatan pembelajaran
tersebut. Proses kegiatan pembelajaran pada siklus 1 belum berlangsung secara efektif
sehingga diadakan perbaikan pada siklus ke 2 sampai mencapai ketuntasan . pada siklus 1
RPPH ke 1 sebesar 21% , setelah diadakan perbaikan pada siklus II menjadi 71%. Siklus
1 RPPH ke2 25%, pada siklus ke II meningkat menjadi 80%. Siklus 1 RPPH ke 3 58%,
dikembangkan pada siklus ke II meningkat menjadi 85%. Siklus 1 RPPH ke 4 64%, pada
siklus ke II meningkat menjadi 92%. Siklus 1RPPH ke 5 sebesar 81% dan dilanjutkan
siklus ke 2 menjadi 100%. Dan pada siklus ke 2 mencapai puncak ketuntasan dalam
permasalahan pengembangan kemampuan bahasa anak. Dengan hasil ini pembelajaran
dikategorikan mencapai ketuntasan.

Hasil perbaikan proses kegiatan pembelajaran melalui media buku cerita


menunjukkan bahwa anak sangat antusias atau berminat dalam kegiatan pembelajaran
tersebut. Proses kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif sehingga hasil
belajar anak dalam proses kegiatan tersebut dapat mencapai ketuntasan.