Anda di halaman 1dari 7

Judul Penelitian : Effectiveness of senna vs polyethylene glycol as laxative therapy in

children with constipation related to anorectal malformation


(Efektivitas senna vs polietilen glikol sebagai terapi pencahar pada
Anak-anak dengan konstipasi berhubungan dengan malformasi
anorektal)

Penulis : Karla Alejandra Santos-Jasso, José Luis Arredondo-García, Jorge


Maza-Vallejos, Pablo Lezama-Del Valle
Judul Jurnal : Journal of Pediatric Surgery Elsevier 52 (2017) 84–88

1. Ringkasan jurnal
Jurnal ini berisi tentang penenlitian tentang perbandingan antara efektivitas penggunaan
Senna dan polietilen glikol sebagai terapi pencahar pada anak-anak yang kontsipasi dengan
malformasi anorektal. Malformasi anorektal merupakan penyakit bawaan dimana rectum
tidak mempunyai lubang keluar. Pasien dengan malformasi anorektal cenderung mengalami
sembelit dan inkontinensia fecal. Penderita sembelit mengalami penurunan frekuensi pada
gerakan usus dan mengalami kesulitan untuk mengelarkan tinja. Dalam beberapa kasus,
pasien ini tidak dapat mengeluarkan tinja, menyebabkan retensi tinja. Obat pencahar
hiperotik secara rutin digunakan untuk konstipasi idiopatik. penggunaan obat pencahar
osmotik (polietilena glikol dan laktulosa) pada pasien dengan kelainan anorektan membantu
pengosongan kolon. Namun, obat pencahar ini menyebabkan tinja menjadi lebih cair dan
meningkatkan frekuensi kecelakaan tinja, atau perembesan (kotor) sehingga mempengaruhi
kualitas hidup pasien. Senna adalah Obat pencahar stimulan yang menghasilkan kontraksi
meningkatkan motilitas kolon tanpa mempengaruhi konsistensi tinja. Rasa sakit atau kram
merupakan satu-satunya efek sekunder transien pada 5,8%, pada penggunaan senna yang
mana biasanya pasien akan beradaptasi dengan keadaan tersebut.
Penelitian ini menggunkan metode percobaan klinis crossover terkontrol acak, dengan
periode washout (periode dimana subjek tidak menerima obat pencahar dan efek obat yang
diberikan sebelumnya dihilangkan), membandingkan dua rejimen pencahar yang berbeda
(Senna versus Polietilena glikol). Terapi diukur dengan tiga konstruk variabel: 1) buang air
besar sehari-hari, 2) kekeringan feses, 3) "bersih" . Rontgen perut Analisis data meliputi
statistik deskriptif dan uji pasti Fisher untuk variabel hasil (efektivitas). Dari malformasi
anorektal pada 15 pasien meliputi : 9 dengan fistula rectovestibular, 4 dengan fistula
rectoperineal dan 2 dengan Fistula rektobulbar-uretra. Ada 4 laki - laki dan 11 perempuan,
dan Rentang usia adalah 2 sampai 14 tahun. Rentang beratnya adalah dari 10 sampai 63 kg.
Kelompok 1 (Senna sebagai perlakuan pertama dan polietilena glikol sebagai Pengobatan
kedua) 9 pasien. kelompok 2 (Polyethylene glycol sebagai pengobatan pertama dan Senna
sebagai yang pengobatan kedua) 6 pasien. Setelah 3 minggu pengobatan diilakukan washout
selama 7 hari setelahnya dilanjutkan pengobatan kedua. Setiap selesai pengobatan dinilai
efektifitasnya.
Penelitian ini dihentikan lebih awal karena analisis sementara menunjukkan manfaat yang
jelas ke arah Senna (p = 0,026). Sampel menunjukkan distribusi statistik normal untuk
variabel usia dan kehadiran megarectum. Dosis Senna (sennosides A dan B) maksimum
adalah 38,7 mg dan 17 g untuk polietilen glikol. Tidak ada efek samping yang
diidentifikasi.
Hasil dari peelitian ini menunjukkan bahwa terapi dengan Senna harus menjadi pengobatan
pencahar pilihan sebagai bagian dari manajemen usus. Program pada anak-anak dengan
perbaikan malformasi anorektal dan sembelit. Pasien mungkin gagal merespons dengan
dosis standar, percobaan ini mungkin menjadi dasar untuk menyelidiki keamanan dosis
tinggi pada pasien terpilih.
2. Kritisi Jurnal
a. Penilaian Elemen Dasar

1) Gaya Penulisan

Jurnal ini terdiri dari 5 halaman, dan isi jurnal terdiri dari abstrak, sampel dan metode,

hasil, pembahasan dan kesimpulan secara berurutan dan sistematis. Menggunakan jenis

huruf yang mudah dibaca dan bahasa yang mudah dipahami.

2) Penulis

Pada jurnal ini dipaparkan identitas 4 penulis dengan nama, dan asal institusi penulis,

serta dituliskan pula kontak korespondensi berupa kontak telepon dan email penulis jika
terdapat keperluan pembaca dalam hal menanyakan hasil penelitian. Namun dalam jurnal

ini tidak dipaparkan gelar dari penulis sehingga sulit untuk mengetahui profesi dari

peneliti.

3) Judul

Judul penelitian ini sudah jelas, akurat dan mudah dipahami sehingga pembaca dapat

dengan mudah mengerti arti topik jurnal tersebut karena dituliskan intervensi dan

perbandingan yang dilakukan. Kekurangannya adalah pada judul penelitian tidak

dicamtumkan tahun penelitian.

4) Abstrak

Dalam penulisan abstrak secara umum sudah menjelaskan secara baik tujuan, sampel dan

metode, serta hasil dan kesimpulan. Dipaparkan tujuan, design, metode, hasil,

kesimpulan, dan kata kunci dengan sangat baik. dilakukannya penelitian. Gaya penulisan

abstrak sudah baik dengan memberikan jeda pada tiap pokok unsur abstrak. Serta

terdapat Level of Evidence. Kekurangannya adalah latar belakang penelitian, sample

penelitian dan jumlah kepustakaan yang digunakan tidak dicantumkan pada jurnal ini.

5) Referensi

Sumber literature yang digunakan adalah sebanyak 19 referensi terdiri dari beberapa

buku, jurnal dan website yang sebelumnya telah dipublikasikan. Penulisan referensi

menggunakan model numbering dan daftar pustaka ditempatkan pada akhir jurnal.

6) Kesimpulan

Meskipun jurnal ini cukup singkat, namun secara umum jurnal ini telah memiliki hampir

semua unsur pokok dalam penulisan jurnal. Ditambah lagi beberapa halaman

diperlihatkan hasil temuan dalam bentuk tabel penting. Sehingga jurnal ini dapat dengan
mudah dipahami karena gaya penulisannya telah menggambarkan dengan jelas topik

jurnal yang dibahas.

b. Validitas

1) Tujuan/masalah penelitian dan hipotesis

Pada jurnal ini penjelasan mengenai tujuan penelitian telah dipaparkan dengan jelas.

Tujuan pada penelitian ini adalah perbandingan antara efektivitas penggunaan Senna

dan polietilen glikol sebagai terapi pencahar pada anak-anak yang kontsipasi dengan

malformasi anorektal.. Penulisan jurnal ini jelas dan mampu dipahami pembaca.

2) Tinjauan pustaka

Tidak dipaparkan judul sub bab tinjauan pustaka secara spesifik namun beberapa

tinjauan teori dipaparkan di bagian pendahuluan jurnal. Kekurangannya yaitu sebagian

kata kunci pada penelitian juga kurang dijelaskan dengan rinci pada bagian tersebut

misalnya tentang apa itu malformasi anorektal, malformasi anorektal yang telah

diperbaiki serta apa itu senna dan polyethylene glycol (kandungan dan jenis obat).

3) Sampel

Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan kriteria inklusi repaired anorectal

malformations dengan dengan pendekatan sagital posterior, dan berada di klinik dengan

keluhan konstipasi atau dengan impaksi feses, Kriteria eksklusinya adalah pasien

dengan anus berada diluar otot kompleks. Pasien dipilih dengan metode randm

sampling. Kemudian terpilih 15 sampel yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok.

Kelompok 1 (Senna sebagai perlakuan pertama dan polietilena glikol sebagai

Pengobatan kedua) 9 pasien. kelompok 2 (Polyethylene glycol sebagai pengobatan

pertama dan Senna sebagai yang pengobatan kedua) 6 pasien.


4) Ethical consideration

Tidak terdapat pemaparan etik secara khusus dalam penelitian ini. Namun dijelaskan

bahwa penelitian ini memberikan inform consent dan penjelasan kepada pasien sebelum

diteliti.

5) Metodologi

Penelitian ini menggunkan metode percobaan klinis crossover terkontrol acak, dengan

periode washout (periode dimana subjek tidak menerima obat pencahar dan efek obat

yang diberikan sebelumnya dihilangkan), membandingkan dua rejimen pencahar yang

berbeda (Senna versus Polietilena glikol). Terapi diukur dengan tiga konstruk variabel: 1)

buang air besar sehari-hari, 2) kekeringan feses, 3) "bersih" . Rontgen perut Analisis data

meliputi statistik deskriptif dan uji pasti Fisher untuk variabel hasil (efektivitas). Dari

malformasi anorektal pada 15 pasien meliputi : 9 dengan fistula rectovestibular, 4 dengan

fistula rectoperineal dan 2 dengan Fistula rektobulbar-uretra. Ada 4 laki - laki dan 11

perempuan, dan Rentang usia adalah 2 sampai 14 tahun. Rentang beratnya adalah dari 10

sampai 63 kg. Kelompok 1 (Senna sebagai perlakuan pertama dan polietilena glikol

sebagai Pengobatan kedua) 9 pasien. kelompok 2 (Polyethylene glycol sebagai

pengobatan pertama dan Senna sebagai yang pengobatan kedua) 6 pasien. Setelah 3

minggu pengobatan diilakukan washout selama 7 hari setelahnya dilanjutkan pengobatan

kedua. Setiap selesai pengobatan dinilai efektifitasnya (Daily evacuation Soiling? Plain

abdominal X-ray, after passing stool, Clean?, Side effects?). Penjelasan metode pada

jurnal sangat jelas dengan ditampilkannya flow chart penelitan.


6) Kesimpulan tingkat validitas

Penelitian ini mencamtumkan etik peneltian, dan penjelasan cukup singkat namun sangat

jelas. Sehingga tingkat validitas penelitian ini baik.

c. Reliabilitas

1. Data analisis/hasil penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok menunjukkan sebagian besar

pasien yang menggunakan senna sebagai pencahar lebih baik dari pada polietilen glikol.

Kelompok 1 (Senna sebagai perlakuan pertama dan polietilena glikol sebagai pengobatan

kedua) 9 pasien, dan 8 di antaranya memilki Respon yang lebih baik terhadap salah satu

obat, 7 dari mereka mengarah kepengobatan yang pertama (Senna). Ada satu pasien

dalam kelompok ini yang tidak memiliki Respon yang baik terhadap pencahar baik pada

dosis yang digunakan dalam protokol ini, dan oleh karena itu dikeluarkan dari analisis

disain crossover. Kelompok 2 (Polyethylene glycol sebagai pengobatan pertama dan

Senna sebagai yang pengobatan kedua) 6 pasien dan semuanya memiliki respon yang

lebih baik pada salah satu dari dua obat pencahar, 5 di antaranya ke Senna. Total pasien

Yang dianalisis adalah 14. Dua belas pasien memiliki respon yang lebih baik terhadap

Senna dalam hal Efektivitas, sementara itu hanya 2 yang memiliki respon lebih baik

terhadap polietilena. Uji pasti Fisher untuk kedua kelompok perlakuan tersebut

menunjukkan adanya uji signifikan, Perbedaan mencolok mendukung keefektifan Senna

atas polietilen glikol (p = 0,026) untuk pengobatan sembelit pada pasien dengan Repaired

anorektal malformasi. Karena temuan ini, penelitian tersebut diakhiri lebih awal karena

alasan etis. Penyebab utama kegagalan polietilena glikol adalah tinja pasien lebih cair
sehingga terlalu kotor saat keluar (12 dari 15 peserta). Tidak ada pasien dalam penelitian

ini yang melaporkan adanya efek samping

2. Kesimpulan

Penelitian ini sudah memenuhi syarat reliabilitas karena jumlah sampel yang banyak

dan intervensi yang diberikan juga dilakukan dengan baik dan benar serta menghasilkan

perbedaan temuan yang cukup signifikan.

d. Aplikabilitas

Aplikasbilitas pada jurnal ini sangat baik, dan dapat dijaidkan evidence based karena

jumlah sampel yang banyak dan perlakuan yang tepat. Serta hasil yang jelas

menunjukkan perbedaan antara kedua kelompok yang berbeda intervensi. Namun

penelitian ini belum terdapat evidence based tentang jumlah dosis dan toksisitas senna

dalam pengobatan untuk itu penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Selain itu penelitian

ini hanya pada sample 2-14 tahun dengan malformasi anorektal belum diketahui apakah

penggunaan pada bayi (dibawah umur 2 tahun) dapat digunakan atau tidak