Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

(SATPEL)

DIAGNOSA KEPERAWATAN: “KURANGNYA PENGETAHUAN TENTANG


STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BAYI USIA 0-28 HARI”

Topik : Stimulasi perkembangan pada bayi usia 0-28 hari


Waktu : 15 menit
Tempat: RSUP Persahabatan Ruang Kebidanan Lantai 3

1. Tujuan Pembelajaran:
a. Tujuan Umum: Setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan diharapkan
klien dan keluarga dapat memahami mengenai stimulasi perkembangan pada
bayi usia 0-28 hari.
b. Tujuan Khusus:
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1x15 menit klien akan
mampu:
1) Menjelaskan kembali tentang apa itu stimulasi tumbuh kembang
2) Menyebutkan manfaat bayi diberikan stimulasi tumbuh kembang
3) Menjelaskan bagaimana tahapan stimulasi pada bayi usia 0-28 hari.
2. Materi Belajar
1) Pengertian stimulasi tumbuh kembang
2) Manfaat bayi usia 0-28 hari diberikan stimulasi
3) Tahapan stimulasi pada bayi usia 0-28 hari
3. Metoda Belajar
Metoda yang akan digunakan yaitu:
1) Diskusi
Metoda ini diguakan untuk menjelaskan dan mendiskusikan semua
materi di atas dengan pasien dan keluarganya untuk mencapai tujuan
nomor 1 sampai 4.
4. Alat Bantu Belajar
1) Leaflet
Leaflet yang berisi gambar dan tulisan tentang pengertian stimulasi,
manfaat bayi usia 0-28 hari diberikan stimulasi, prinsip-prinsip dalam
stimulasi perkembangan bayi dan tahapan stimulasi pada bayi usia 0-28
hari.
2) Video
Video berisi bagaimana contoh dalam menstimulasi perkembangan bayi
usia 0-28 hari.
5. Waktu

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Penanggung Jawab


1. 5 menit Pembukaan : Latifah Nur Fadilah
1. 1. Salam pembuka
2. Memperkenalkan diri,
penjelasan topik, dan tujuan
penyuluhan.
3. Menggali pengetahuan
tentang audience.
4. Peserta mendengarkan dan
memperhatikan.
5. Peserta menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh
penyaji.
2. 12 menit Penyajian Materi Latifah Nur Fadilah
1. Pengertian stimulasi tumbuh
kembang
2. Manfaat bayi usia 0-28 hari
diberikan stimulasi
3. Tahapan stimulasi pada bayi
usia 0-28 hari.
3. 5 menit 1. Penyaji memberi Latifah Nur Fadilah
kesempatan untuk bertanya.
2. Penyaji menjawab
pertanyaan
3. Peserta mengajukan.
pertanyaan bila kurang
mengerti.
4. Peserta mendengarkan dan
memperhatikan.
3. 3 menit Penutup Latifah Nur Fadilah
1. Menyimpulkan materi yang
telah disampaikan
2. Melakukan evaluasi dengan
memberikan pertanyaan lisan
3. Mengucapkan salam
penutup.

6. Evaluasi Belajar
Evaluasi akan dilakukan setelah pendidikan kesehatan berakhir. Cara evaluasi
yang kan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1) Pertanyaan lisan

Jakarta, 01 November 2019

(………………………..…..)

Lampiran 1

Uraian Materi

1. Pengertian Stimulasi Tumbuh Kembang


Menurut Moersintowarti (2002), stimulasi adalah perangsangan dan
latihan-latihan terhadap kepandaian anak yang datangnya dari lingkungan diluar
anak. Stimulasi ini dapat dilakukan oleh orang tuanya, anggota keluarga atau
orang dewasa lain di sekitar anak. Orang tua hendaknya menyadari pentingnya
memberikan stimulasi bagi perkembangan anak.
Stimulasi merupakan bagian dari kebutuhan dasar anak yaitu asah. Dengan
menga-asah kemampuan anak secara terus menerus, akan semakin
meningkatkan kemampuan anak. Untuk memberikan stimulasi, dapat dilakukan
dengan latihan dan bermain.
Pertumbuhan adalah bertambah besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang
dapat diukur secara kuantitatif. Sedangkan perkembangan adalah suatu proses
pematangan berbagai fungsi organ tubuh pada anak.

2. Manfaat bayi usia 0-28 hari diberikan stimulasi


Dengan memberikan stimulasi yang berulang dan terus menerus pada
setiap aspek perkembangan anak, berarti telah memberikan kesempatan pada
anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Berdasarkan pedoman pelaksanaan SIDTK (2005) stimulasi adalah
kegiatan merang-sang kemampuan dasar anak usia 0-6 tahun agar anak tumbuh
dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin
sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan.
Anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah akan cepat berkembang
dibanding anak yang kurang mendapat stimulasi. Aktivitas bermain tidak selalu
menggunakan alat-alat permainan, meskipun alat permainan penting untuk
merangsang perkembangan anak.

3. Tahapan stimulasi pada bayi usia 0-28 hari


a. Stimulasi perkembangan motorik bayi
1) Telungkup
Ibu mungkin agak sedikit takut menelungkupkan buah hati.
Tapi, tummy time beberapa menit ketika bayi sedang terjaga boleh-
boleh saja dilakukan sejak bayi berusia 1 bulan. Saat buah hati
telungkup, Ibu bisa berbaring di sampingnya dan mengajaknya
berbicara. Ia akan terangsang untuk memutar kepalanya dan melihat ke
arah Ibu. Kegiatan ini membantu kekuatan otot lehernya. Bagi Ibu,
momen ini pun akan jadi kesempatan membentuk bonding yang kuat
dengan buah hati, di mana ia akan merasakan perhatian dan cinta kasih
Ibu di sampingnya.
2) Gantungkan mainan
Gantungkan mainan di atas tempat tidur bayi. Atau, pegang mainan di
atas kepalanya. Ibu bisa dorong buah hati untuk meraih mainan itu.
Lakukan sambil menjelaskan pada buah hati, apa bentuk mainan itu,
apa warnanya, dan apa fungsinya. Pokoknya, ajak bayi Ibu berinteraksi
meski ia belum bisa merespon. Dengan begitu, bukan hanya fisik dan
motoriknya yang terlatih, tetapi secara tidak langsung Ibu pun telah
menstimulasi perkembangan bahasa bayi 1 bulan.
3) Menari
Setel musik saat kondisi bayi sedang santai. Kemudian, Ibu bisa
mengajaknya menari, misal Ibu berdansa sambil mendekapnya, atau
menggerak-gerakkan tangan si buah hati saat ia sedang berbaring.
Stimulasi ini berguna untuk membantu koordinasi gerak tubuh buah
hati kelak.
b. Stimulasi perkembangan kognitif bayi
1) Tunjukkan ekspresi wajah berbeda-beda
Dekatkan wajah Ibu ke arah buah hati, dan tunjukkan padanya ekspresi
wajah yang berbeda-beda, layaknya Ibu sedang senam wajah. Misalnya,
membuka mulut lebar, tersenyum lebar, atau menaikkan alis. Gerakan-
gerakan ini tentu akan menarik perhatian buah hati. Dengan stimulasi
ini, buah hati Ibu akan belajar bahwa emosi dapat diekspresikan dengan
raut wajah.
2) Gerakkan mainan
Saat buah hati berbaring, angkat mainan berwarna cerah dan gerakkan
di atas wajahnya. Ketika buah hati mulai menatap mainan tersebut, Ibu
bisa secara perlahan menggerakkan mainannya ke kiri dan kanan
bergantian. Ini akan merangsang matanya untuk mengikuti gerakan
mainan tersebut. Dengan stimulasi penglihatan seperti ini, fungsi indera
penglihatan bayi pun kelak akan tumbuh optimal.
c. Stimulasi perkembangan berbahasa bayi 1 bulan
1) Pancing bayi untuk mengeluarkan suara
Ketika buah hati mengeluarkan suara selirih apapun, tunjukkan
antusiasme dan kegembiraan. Beri respon dengan meniru suara yang ia
keluarkan, atau ajak ia berbicara. Tanggapan yang Ibu berikan akan
memancingnya untuk mengeluarkan suara lebih banyak. Jangan bosan
mengajaknya berkomunikasi, ya, Bu. Meski terdengar cerewet, tapi ini
adalah bekal terbaik yang bisa Ibu berikan pada buah hati untuk
mendukung perkembangan bahasa bayi 1 bulan.
2) Ajak bicara
Ketika Ibu menyusui buah hati, jangan asyik sendiri dengan gadget.
Fokuskan perhatian Ibu pada buah hati, misal dengan mengajaknya
ngobrol. Berceritalah apa saja, dan gunakan nada yang ceria dan penuh
kasih. Terbiasa mengajak buah hati berkomunikasi, selain mempererat
bonding, juga akan membiasakannya kelak untuk selalu terbuka pada
Ibu.
3) Menyanyikan lagu
Menjadi Ibu, berarti harus siap menguasai berbagai lagu anak-anak,
mulai dari lagu pengantar tidur hingga lagu-lagu ceria. Biasanya, lagu
anak-anak memiliki kata yang berima dan pengulangan, yang tujuannya
agar mudah diingat dan diikuti oleh anak. Nah, Ibu juga bisa
menyanyikan lagu-lagu anak ini. Pengulangan kata pada lagu secara
konsisten akan jadi bekal kosa katanya ketika ia mulai belajar berbicara.
d. Stimulasi perkembangan sosial bayi
1) Membalas senyuman bayi
Di usia 1 bulan, bayi masih jarang tersenyum. Tetapi ketika ia
menunjukkan senyumnya, segera balas senyumannya. Tak hanya akan
mendorong munculnya senyuman berikutnya, tetapi juga mengajarkan
pada buah hati tentang hubungan timbal balik dan percakapan dua arah.
2) Ajak bayi bermain dengan Ayah dan kakak
Jika selama ini buah hati lebih banyak berinteraksi dengan Ibu atau
pengasuhnya, kali ini libatkan juga anggota keluarga yang lain saat
mengajak buah hati bermain. Misalnya Ayah, kakak, nenek, atau kakek.
Perkenalkan pada buah hati satu-persatu anggota keluarga sambil
menunjuk orangnya. Dengan begitu, si buah hati akan tahu bahwa ada
banyak orang selain Ibu yang terhubung dengannya.
3) Menggendong dan menggantikan popok
Bayi 1 bulan sangat suka digendong dan dipeluk, terutama saat terjadi
skin to skin contact. Ini membuat bayi merasa nyaman. Jadi, jangan
pernah takut menggendong buah hati untuk memberinya rasa nyaman.
Rasa nyaman ini sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya
dirinya kelak. Tak perlu khawatir dengan anggapan bahwa bayi yang
sering digendong akan bau tangan.
Dan ketika buah hati Ibu rewel karena popoknya butuh diganti, jangan
pernah menunda-nundanya. Buah hati Ibu akan belajar bahwa ia bisa
mengandalkan Ibu bahkan di saat yang paling tak nyaman sekalipun.
Dan ini berguna untuk menumbuhkan rasa percayanaya terhadap orang
lain.

Referensi/sumber materi
Carpenito (1997), L.J Nursing Diagnosis, Lippincott , New York Fakultas
Kedokteran UI, 2000, Kapita Selekta Kedokteran edisi III jilid 2, Jakarta:
Medica Aesculapius.
Poltekkes Medan. 2001. Modul Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, Dan Anak Pra
Sekolah Stimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan. Medan
Lampiran 2

Pertanyaan:
1. Coba ibu atau keluarga jelaskan dengan bahasa sendiri, apa itu stimulasi?
Kunci Jawaban:
Menurut Moersintowarti (2002), stimulasi adalah perangsangan dan
latihan-latihan terhadap kepandaian anak yang datangnya dari lingkungan diluar
anak. Stimulasi ini dapat dilakukan oleh orang tuanya, anggota keluarga atau
orang dewasa lain di sekitar anak.
Pertumbuhan adalah bertambah besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang
dapat diukur secara kuantitatif. Sedangkan perkembangan adalah suatu proses
pematangan berbagai fungsi organ tubuh pada anak.
2. Jelaskan apa saja manfaat dilakukannya stimulasi pada bayi 0-28 hari?
Kunci Jawaban:
Dengan memberikan stimulasi yang berulang dan terus menerus pada setiap
aspek perkembangan anak, berarti telah memberikan kesempatan pada anak
untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Berdasarkan pedoman
pelaksanaan SIDTK (2005) stimulasi adalah kegiatan merang- sang kemampuan
dasar anak usia 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus
pada setiap kesempatan.
Anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah akan cepat berkembang
dibanding anak yang kurang mendapat stimulasi. Aktivitas bermain tidak selalu
menggunakan alat-alat permainan, meskipun alat permainan penting untuk
merangsang perkembangan anak.
3. Jelaskan bagaimana tahapan menstimulasi bayi usia 0-28 hari!
Kunci Jawaban:

a. Stimulasi perkembangan motorik bayi


1) Telungkup
Ibu mungkin agak sedikit takut menelungkupkan buah hati.
Tapi, tummy time beberapa menit ketika bayi sedang terjaga boleh-
boleh saja dilakukan sejak bayi berusia 1 bulan. Saat buah hati
telungkup, Ibu bisa berbaring di sampingnya dan mengajaknya
berbicara. Ia akan terangsang untuk memutar kepalanya dan melihat ke
arah Ibu. Kegiatan ini membantu kekuatan otot lehernya. Bagi Ibu,
momen ini pun akan jadi kesempatan membentuk bonding yang kuat
dengan buah hati, di mana ia akan merasakan perhatian dan cinta kasih
Ibu di sampingnya.
2) Gantungkan mainan
Gantungkan mainan di atas tempat tidur bayi. Atau, pegang mainan di
atas kepalanya. Ibu bisa dorong buah hati untuk meraih mainan itu.
Lakukan sambil menjelaskan pada buah hati, apa bentuk mainan itu,
apa warnanya, dan apa fungsinya. Pokoknya, ajak bayi Ibu berinteraksi
meski ia belum bisa merespon. Dengan begitu, bukan hanya fisik dan
motoriknya yang terlatih, tetapi secara tidak langsung Ibu pun telah
menstimulasi perkembangan bahasa bayi 1 bulan.
3) Menari
Setel musik saat kondisi bayi sedang santai. Kemudian, Ibu bisa
mengajaknya menari, misal Ibu berdansa sambil mendekapnya, atau
menggerak-gerakkan tangan si buah hati saat ia sedang berbaring.
Stimulasi ini berguna untuk membantu koordinasi gerak tubuh buah
hati kelak.
b. Stimulasi perkembangan kognitif bayi
1) Bercermin
Meski bayi Ibu mungkin tak akan merespons, sesekali ajak ia
bercermin. Tunjukkan bayangan dirinya di cermin sambil memanggil
namanya. Tunjukkan juga bayangan diri Ibu pada buah hati. Kegiatan
ini akan jadi bekal yang baik bagi buah hati dalam mengenali dirinya
dan orang-orang terdekatnya.
2) Tunjukkan ekspresi wajah berbeda-beda
Dekatkan wajah Ibu ke arah buah hati, dan tunjukkan padanya ekspresi
wajah yang berbeda-beda, layaknya Ibu sedang senam wajah. Misalnya,
membuka mulut lebar, tersenyum lebar, atau menaikkan alis. Gerakan-
gerakan ini tentu akan menarik perhatian buah hati. Dengan stimulasi
ini, buah hati Ibu akan belajar bahwa emosi dapat diekspresikan dengan
raut wajah.
3) Gerakkan mainan
Saat buah hati berbaring, angkat mainan berwarna cerah dan gerakkan
di atas wajahnya. Ketika buah hati mulai menatap mainan tersebut, Ibu
bisa secara perlahan menggerakkan mainannya ke kiri dan kanan
bergantian. Ini akan merangsang matanya untuk mengikuti gerakan
mainan tersebut. Dengan stimulasi penglihatan seperti ini, fungsi indera
penglihatan bayi pun kelak akan tumbuh optimal.
c. Stimulasi perkembangan berbahasa bayi
1) Pancing bayi untuk mengeluarkan suara
Ketika buah hati mengeluarkan suara selirih apapun, tunjukkan
antusiasme dan kegembiraan. Beri respon dengan meniru suara yang ia
keluarkan, atau ajak ia berbicara. Tanggapan yang Ibu berikan akan
memancingnya untuk mengeluarkan suara lebih banyak. Jangan bosan
mengajaknya berkomunikasi, ya, Bu. Meski terdengar cerewet, tapi ini
adalah bekal terbaik yang bisa Ibu berikan pada buah hati untuk
mendukung perkembangan bahasa bayi.
2) Ajak bicara
Ketika Ibu menyusui buah hati, jangan asyik sendiri dengan gadget.
Fokuskan perhatian Ibu pada buah hati, misal dengan mengajaknya
ngobrol. Berceritalah apa saja, dan gunakan nada yang ceria dan penuh
kasih. Terbiasa mengajak buah hati berkomunikasi, selain mempererat
bonding, juga akan membiasakannya kelak untuk selalu terbuka pada
Ibu.
3) Menyanyikan lagu
Menjadi Ibu, berarti harus siap menguasai berbagai lagu anak-anak,
mulai dari lagu pengantar tidur hingga lagu-lagu ceria. Biasanya, lagu
anak-anak memiliki kata yang berima dan pengulangan, yang tujuannya
agar mudah diingat dan diikuti oleh anak. Nah, Ibu juga bisa
menyanyikan lagu-lagu anak ini. Pengulangan kata pada lagu secara
konsisten akan jadi bekal kosa katanya ketika ia mulai belajar berbicara.
d. Stimulasi perkembangan sosial bayi
1) Membalas senyuman bayi
Di usia 1 bulan, bayi masih jarang tersenyum. Tetapi ketika ia
menunjukkan senyumnya, segera balas senyumannya. Tak hanya akan
mendorong munculnya senyuman berikutnya, tetapi juga mengajarkan
pada buah hati tentang hubungan timbal balik dan percakapan dua arah.
2) Ajak bayi bermain dengan Ayah dan kakak
Jika selama ini buah hati lebih banyak berinteraksi dengan Ibu atau
pengasuhnya, kali ini libatkan juga anggota keluarga yang lain saat
mengajak buah hati bermain. Misalnya Ayah, kakak, nenek, atau kakek.
Perkenalkan pada buah hati satu-persatu anggota keluarga sambil
menunjuk orangnya. Dengan begitu, si buah hati akan tahu bahwa ada
banyak orang selain Ibu yang terhubung dengannya.
3) Menggendong dan menggantikan popok
Bayi 1 bulan sangat suka digendong dan dipeluk, terutama saat terjadi
skin to skin contact. Ini membuat bayi merasa nyaman. Jadi, jangan
pernah takut menggendong buah hati untuk memberinya rasa nyaman.
Rasa nyaman ini sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya
dirinya kelak. Tak perlu khawatir dengan anggapan bahwa bayi yang
sering digendong akan bau tangan.
Dan ketika buah hati Ibu rewel karena popoknya butuh diganti, jangan
pernah menunda-nundanya. Buah hati Ibu akan belajar bahwa ia bisa
mengandalkan Ibu bahkan di saat yang paling tak nyaman sekalipun.
Dan ini berguna untuk menumbuhkan rasa percayanya terhadap orang
lain.

Visi :

“Pada Tahun 2025 menghasilkan Ahli Madya Keperawatanyang


unggul dalam penguasaan asuhan keperawatan dengan masalah
kesehatan neurosains melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan
teknologi.”

PENDIDIKAN KESEHATAN
SATPEL STIMULASI PERKEMBANGAN
PADA BAYI USIA 0-28 HARI

Oleh:
Latifah Nur Fadilah
P3.73.20.1.17.139
3 Reguler D

Dosen Pembimbing:
Ulty Desmarnita, S.Kp, Ns, M.Kes, Sp. Mat

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III
TAHUN 2019