Anda di halaman 1dari 18

Siklus menstruasi dengan

kelainannya

Pembimbing
dr. Adi Rahmawan, Sp.OG

Oleh
Amanatun avidah H3A019065 1
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmatnya
sehingga “Buku Saku Siklus menstruasi dengan kelainannya ” dapat diterbitkan.
Buku saku ini membahas mengenai materi mengenai definisi, fisiologi menstruasi
dan kelainannya guna memudahkan dalam belajar
Siklus merupakan proses yang dialami oleh wanita pada setiap bulan.
Menstruasi merupakan proses dalam tubuh wanita yang dimana sel telur (ovum)
berjalan dari indung telur menuju rahim, melalui aluran yang diberi nama tuba fallopi.
Pada saat tersebut, jaringan endometrial dalam lapisan endometrium di dalam rahim
menebal sebagai persiapan terjadinya pembuahan oleh sperma. Jika terjadi
pembuahan, dinding ini akan semakin menebal dan menyediakan tempat janin
tumbuh. Tapi, jika tidak terjadi pembuahan, jaringan endometrial ini akan luruh dan
keluar melalui vagina dalam bentuk cairan menstruasi. Sedangkan siklus menstruasi
sendiri dimulai dari hari pertama menstruasi hingga satu hari sebelum mentruasi
berikutnya. Pada keadaan normal, siklus menstruasi adalah berbeda bagi setiap
wanita yaitu dari 28 hingga 35 hari.Pada penjelasan dalam Bab ini, kita menggunakan
siklus 28 hari. Terdapat empat fase pada siklus menstruasi yaitu fase menstrual, fase
preovulatori, ovulasi dan fase pasca ovulatori
Terimakasih kepada dr. Adi Rahmawan, Sp.OG yang telah membimbing
penulis dalam penyusunan “Buku Saku siklus menstruasi dengan kelainannya”.
Semoga buku ini bermanfaat untuk pembaca.

2
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .....................................................................................................................1


KATA PENGANTAR .......................................................................................................1
Pendahuluan ......................................................................................................................4
Menstruasi ........................................................................................................................5
a. definisi ...................................................................................................................5
b. fisiologi ..................................................................................................................5
kelainan haid ...................................................................................................................11
a. hipermenorea ......................................................................................................12
b. hipomenorea .....................................................................................................13
c. polimenorea ........................................................................................................13
d. oligomenorea ......................................................................................................13
e. amenorea.............................................................................................................14
f. perdarahan bukan haid .......................................................................................15
g. dismenorea .........................................................................................................15
faktor yang mempengaruhi menstruasi ..........................................................................16
mengatasi sakit pada saat menstruasi ...........................................................................17
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................18

3
1. Pendahuluan

Menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada setiap perempuan.


Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ
kandungannya telah berfungsi dengan matang. Pada umumnya, remaja akan mengalami
menarche pada usia 12 tahun sampai dengan 16 tahun. Periode ini akan mengubah
perilaku dari beberapa aspek, misalnya psikologi dan lain sebagainya. Pada wanita
biasanya pertama kali mengalami menstruasi ( menarche) pada usia 12-
16 tahun. Siklus menstruasi normal terjadi setiap 22-35 hari, dengan lamanya
menstruasi selama 2-7 hari
Menstruasi atau haid adalah perdarahan secara periodic dan siklik dari uterus,
disertai pelepasan ( deskuamasi) endometrium. Proses terjadinya mentruasi ini terjadi
melalui empat tahap yaitu fase menstruasi, fase ploliferasi, fase luteal/ sekresi, dan
fase iskemik.
Gejala gejala dari gangguan menstruasi dapat berupa payudara yang melunak
puting susu yang nyeri, bengkak dan mudah tersingguh. Beberapa wanita mengalami
gangguan yang cukup berat seperti keram yang di sebabkan oleh kontraksi otot otot
halus Rahim, sakit kepala, sakit pada bagian tengah perut, gelisah, letih, hidung
tersumbat , dan ingin menangis. Dalam bentuk yang paling berat, sering melibatkan
depresi dan kemarahan, kondisi ini di kenal sebagai gejala dating bulan atau pre
menstrual syndrome ( PMS), dan mungkin membutuhkan penanganan medis.

4
2. Menstruasi

a) Definisi
Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik uterus, disertai
pelepasan (deskuamasi) endometrium.
Panjang siklus menstruasi yang normal atau dianggap sebagai siklus
menstruasi yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas.
Lama menstruasi biasanya antara 3-5 hari, tetapi kadang bervariasi tiap
individu.
Jumlah darah yang keluar rata-rata 33,2 ± 16 cc.

b) Fisiologi menstruasi
Siklus menstruasi dibagi menjadi dua:
siklus ovarium
siklus uterus

sistem hormone:
GnRH yang dikeluarkan hipotalamus
FSH dan LH yang dikeluarkan hipofisis
Estrogen dan progesteron yang di sekresi oleh ovarium

5
6
1. Siklus ovarium – fase folikular
Folikel premordial : ovum yang dikelilingi oleh selapis sel- sel
granulosa
Perkembangan folikel primer: folikel yang di mulai membesar
diameternya menjadi 2-3 kali lipat, di ikuti pertumbuhan lapisan
tambahan sel granulosa
Perkembangan dari folikel sekunder hingga matang selama beberapa
hari pertama siklus bulanan wanita, menjadi sedang. Khususnya FSH
dan LH meningkat dari sedikit menjadi sedang. Khususnya FSH
dapat mempercepat pertumbuhan 6-12 folikel primer setiap bulan.

7
8
2. Siklus ovarium – ovulasi
Terjadi pada hari ke 14 sesudah menstruasi dimulai
Peningkatam LH dan FSH secara pesat terjadi sekitar 2 hari sebelum ovulasi.
FSH DAN LH mengakibatkan pembengkakan folikel
Lonjakan LH

3. Siklus ovarium – fase luteal


Pembentukan korpus luteum oleh proses luteinisasi
Sektresi korpus luteum: banyak progesterone dan estrogen sedang
Kadar tinggi progesteron menekan LH dan FSH
Tidak terjadi pembuahan serta LH yang menurun ~ degenerasi korpus luteum
( biasanya terjadi 12 hari dari masa hidup korpus luteum / hari ke 26)

9
4. Siklus uterus – fase proliferasi
Pada permulaan, sebagian besar endrometrium telah berdeskuamasi akibat
haid. ~tinggal selapis tipis stroma endometrium (< 1mm)
Di bawah pengaruh estrogen yang di sekresi dalam jumlah lebih banyak oleh
ovarium selama fase folikular ~ permukaan endometrium akan mengalami
epitelisasi kembali dalam waktu 4-7 hari setelah haid
Kemudian Selama satu minggu berikutnya, sebelum ovulasi, ketebalan sangat
meningkat karena jumlah sel stroma bertambah, pertumbuhan kelenjar
endometrium, pembuluh darah baru progresif ke endometrium
Menjelang ovulasi, kelenjar endometrium, khususnya dari daerah serviks,
akan menyekresi mucus yang encer mirip benang di sepanjang kanalis
servikalis, membantu mengarahkan sperma ke arah yang tepat dari vagina
menuju ke dalam uterus.

10
5. Siklus uterus – fase sekretorik
Setelah ovulasi terjadi, progesteron dan estrogen di sekresi dalam jumlah yang
besar oleh korpus luteum.
Estrogen~ proliferasi sel tambahan pada endometrium
Progesterone
 Jaringan ikat endometrium jadi longgar dan endematosa akibat akumulasi
elektrolit dan air
 Mendorong kelenjar endometrium mengeluarkan dan menyimpan
glikogen
 Merangsang pertumbuhan darah di endometrium
 Menurunkan kontraktilitas uterus
Pada puncak fase sekretorik, sekitar 1 minggu setelah ovulasi, ketebalan
endometrium 5-6mm
Tujuan penyeluruhan dari perubahan endometrium ~ untuk membuat kondisi
yang cocok untuk implantasi ovum yang sudah di buahi

6. Siklus uterus – fase haid


Jika ovum tidak di buahi, kira kira 2 hari sebelum akhir siklus bulanan,
progesterone dan estrogen akan :
 Lapisan dalam uterus yang kaya vaskuler dan nutrien kehilangan
penunjang
 Pembebasan prostaglandin uterus ~ merangsang kontraksi ritmik
ringan myometrium ~ membantu mengeluarkan darah dan sisa
endometri

11
3. Kelainan menstruasi

Siklus menstruasi dianggap normal jika terjadi dengan interval 22-35 hari
(dari hari pertama menstruasi sampai pada permulaan periode menstruasi berikutnya).
Jika lamanya perdarahan kurang dari 7 hari dan jika jumlah darah yang hilang kurang
dari 80 ml. Perlu dicatat bahwa discharge menstruasi terdiri dari cairan jaringan (20-
40 persen dari total discharge), darah (50-80 persen), dan fragmen-fragmen
endometrium. Namun, bagi wanita discharge menstruasi tampak seperti darah dan
inilah yang dilaporkan
Gangguan menstruasi paling umum terjadi pada awal dan akhir masa
reproduktif, yaitu di bawah usia 19 tahun dan di atas usia 39 tahun. Gangguan ini
mungkin berkaitan dengan lamanya siklus menstruasi, atau jumlah dan lamanya
menstruasi. Seorang wanita dapat mengalami kedua gangguan itu

Gangguan haid dan siklusnya khusus dalam masa reproduksi dapat di golongkan:

Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid :


 Hipermenorea
 Hipomenorea
 Perdarahan bercak (spotting)
Kelainan siklus
 Polimenorea
 Oligomenorea
 Amenorea
Perdarahan di luar haid
 Metroragia
Gangguan lain dalam hubungan degan haid
 Premenstrual tension ( ketegangan prahaid)
 Mastodinia
 Mittelschmerz ( rasa nyeri pada ovulasi )
 Dismenorea

12
a) hipermenorea
perdarahan haid yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal,
atau lebih lama dari normal ( lebih dari 8 hari )
sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma
uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan
kontraktiltas yang terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan
endometrium pada waktu haid ( irregular endometrial shedding), dan
sebagainya
Ada pula gangguan menstruasi yang berhubungan dengan adanya gangguan
pada siklus dan jumlah darah menstruasi yaitu metroragia. Pada keadaan ini,
terdapat gangguan siklus menstruasi dan sering berlangsung lama, perdarahan
terjadi dengan interval yang tidak teratur, dan jumlah darah menstruasi sangat
bervariasi. Pola menstruasi seperti ini disebut metroragia.
penanganan pada hipermenorea
bila di jumpai kelainan organik, maka pengobatan ditunjukan kepada kelainan
organik tersebut. Penyebab yang bukan kelainan organik diberikan
progesterone seperti MPA 10mg/ hari, atau didrogesteron 10 mg/ hari, atau juga
noretisteron asetat 5 mg/ hari, yang diberikan dari hari ke 16 sampai ke hari 25
siklus haid. Dapat juga di berikan tablet kombinasi estrogen – progesteron dari
hari ke 16 sampai hari ke 25 siklus haid.

b) Hipomenorea
keadaan dimana jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc) kadang kadang
hanya berupa spotting. Dapat di sebabkan oleh stenosis pada hymen, sevik
atau uterus
penanganan pada hipomenorea
bila siklus menstruasi berovulasi tidak perlu dilakukan pengobatan apapun.
Bila ternyata tetap ingin diberikan kombinasi estrogen – progesterone yang di
mulai hari ke 16 sampai hari ke 25 siklus menstruuasi.

c) Polimenorea
pada polimenorea siklus haid lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari ).
Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasanya.

13
Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan
gangguan ovulasi, atau menjadi pendeknya masa luteal. Sebablain ialah
kongesti ovarium karena peradanga, endometriosis, dan sebagainya.
Penanganan paada polimenorrea
Stadium proliferasi dapat di perpanjang dengan estrogen dan stadium sekresi
dengan kombinasi estrogen progesterone

d) Oligomenorea
Perdarahan haid yang lebih panjang (lebih dari 35 hari ).perdarahan pada
oligomenorea biasanya berkurang.
Oligomenorea biasanya berhubungan dengan
 Anovulasi
 Kelainan endokrin seperti kehamilan, gangguan hipofise –
hipotalamus, dan menopause
 Sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih.
 Sindrom ovarium polikistik
 Stress fisik dan emosional, penyakit kronis, tumor yang mensekresikan
estrogen dan nutrisi buruk
 Ketidakseimbangan hormonal seperti pada awal pubertas.
Pada kebanyakan kasus kesehatan wanita tidak terganggu, dan fertilitas cukup
baik.siklus haid biasanya juga ovulator dengan masa proliferasi lebih panjang
dari biasa.
Oligomenorrea yang menetap dapat terjadi akibat perpanjangan stadium
folikular, perpanjangan stadium luteal, ataupun perpanjang kedua stadium
tersebut.
Bila siklus tiba tiba memanjang maka dapat disebabkan oleh pengaruh psikis
atau pengharujh penyakit.
Penanganan oligomenorrhea
Penanganan oligimenorrhea tergantung dengan penyebab.
Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat
memperbaiki keadaan oligomenorreha
Oligimenorreha sering di obati dengan pil KB untuk memperbiki
ketidakseimbangan hormonal.
Bila gejala terjadi akibat adanya tumor, operasi mungkin diperlukan

14
e) Amenorea
Keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut turut
Klasifikasi
 Amenorea primer: dimana siklus menstruasi tidak pernah dimulai.
Bisa disebabkan karena kelainan kongenital atau kegagalan ovarium
memproduksi ovum
 Amenorea sekunder: wanita usia reproduksi yang pernah mengalami
haid, namun haidnya berhenti min 3 bulan berturut turut
1. Kompartemen I: gangguan pada traktus atau uterus
2. Kompartemen II: gangguan pada ovarium
3. Kompartemen III: gangguan pada sistem pituatari anterior
4. Kompartemen IV: gangguan pada sistem saraf pusat

f) Perdarahan bukan haid


Perdarahan bukan haid adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2
periode haid.
Jenis
 Metroragia
 Menometroragia
Etiologi
1. Organik
 Serviks uteri: polips servisis uteri, erosion porsionis uteri, ilkus
pada porsio uteri, karsinoma servisis uteri
 Korpus uteri : polip endometrium, abortus imminens, abortus
insipiens, abortus inkompletus, mola hidatidosa, kariokarsinoma,
subinvolusio uteri, karsinoma korporis uteri, sarkoma uteri,
mioma uteri.
 Tuba falopii: seperti kehamilan ektopik terganggu, radang tuba,
tumor tuba
 Ovarium: radang ovarium, tumor ovarium
2. Fungsional
 Ovulatoar
 Anovulatoar

15
g) Dismenorea
Dismenorea adalah nyeri pada perut bagian bawah sebelum dan sesudah haid
dapat bersifat kolik terus.
Dismenore di bagi atas :
 Dismenorea primer ( esensial, intrinsic,idiopatik), tidak terdapat
hubungan dengan ginekologik.
 Dismenorea sekunder ( ekstrinsik, yang di peroleh, acquired) di
sebabkan oleh kelainan ginekologik ( salphingitis kronik,
endometriosis, adenomiosis uteri, stenosis servisis uteri, dll)

Penanganan pada dismenoreea primer


Pengambilan analgetik : NSIDs diberikan 1-2 hari menjelang haid dan di
teruskan sampai hari kedua atau ketiga siklus haid
Terapi hormonal juga telah banyak di gunakan, tujuannya untuk menghasilkan
siklus haid yang anovulatorik, sehingga nyeri haid dapat di kurangi. Biasanya
di berikan progesterone ( didrogesteron 10 mg, 2 kali 1, medroksiprogesteron
asetat 5 mg / hari) diberikan mulai dari hari ke 5 sampai ke 25 siklus haid ).

4. Faktor yang mempengaruhi menstruasi

1. Faktor enzim
Dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpan nya enzim -enzim
hidrolitik dalam endometrium, serta merangsang pembentukan glikogen dan
asam- asam mukopolisakarida. Zat zat yang terakhir ini ikut berperan dalam
pembangunan endometrium, khususnya dengan pembentukan stroma bagian
bawahnya jika kehamilan tidak terjadi, maka dengan menurunya kadar
progesterone, enzim enzim hidrolitik dilepaskan, karena itu timbul gangguan dalam
metabolisme yang mengakibatkan regresi endometrium dan perdarahan.

16
2. Faktor Vaskuler
Mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistem vaskularisasi dalam fungsional
endometrium. Pada pertumbuhan dan endometrium ikut tumbuh pula arteri- arteri,
vena- vena
3. Faktor prostaglandin
Endometrium mengandung banyak prostaglandin E2 dan F2. Dengan desintegrasi
endometrium, prostaglandin terlepas dan menyebabkan berkontraksinya
myometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan

5. Mengatasi sakit pada saat menstruasi

a. Gunakan kompres hangat atau botol yang di isi air hangat lalu letakkan
pada perut
b. Oleskan minyak kayu putih pada perut
c. Konsumsi tablet penambah darah jika mengalami anemia
d. Banyak minum air putih
e. Selalu berfikiran positif dan jangan menganggap menstruasi sebagai
hal yang menakutkan

17
DAFTAR PUSTAKA

1. Prawirohardjo S, Haid dan Siklusnya, dalam Ilmu Kandungan, edisi ke-2,


Jakarta : Bina Pustaka. 2008.
2. Guyton & Hall. Fisiologi Wanita Sebelum Kehmilan; dan
HormonHormon Wanita; Kehamilan dan Laktasi. Dalam Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran. 1997. Jakarta; EGC.
3. Sherwood Lauralee, Sistem Reproduksi, Dalam buku Fisiologi Manusia,
Edisi ke-6, Jakarta : EGC, 2011.
4. Cunningham FG et al. William Obstetrics. 23rd edition. New York: Mac
Graw Hill. 2010.
5. Price Sylvia A, Wilson Lorraine M, Gangguan Sistem Reproduksi
diambil dari buku Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit,
Volume 2, Edisi 6. 2006.
6. Dorland. Kamus Kedokteran. Edisi 29. Jakarta: EGC. 2009. 7.
Sastrawinata S. Kelainan Haid. Dalam Ginekologi Bagian Obstetri dan
Ginekologi, Edisi 2, Bandung : FK UNPAD, 2010

18