Anda di halaman 1dari 23

4 Poin Penting Dalam Menulis

Abstrak Pada Scientific Paper


Seperti yang sudah dibahas pada postingan sebelumnya, Abstrak adalah garis besar
penelitian, ditulis dengan penjelasan singkat dan padat, serta tidak dianjurkan menuliskan
rumus.
Ada beberapa point penting yang harus diperhatikan dalam penulisan abstrak dari penelitian
kita agar dapat memberikan penjelasan mengenai ringkasan penelitian kita dengan baik.

Poin-point penting dalam menulis abstrak antara lain adalah:

1. Problem
Kalimat pertama yang dijelaskan di abstrak biasanya adalah masalah yang akan
diselesaikan. Ingat, dalam menuliskan masalah di abstrak langsung tuliskan pada inti
permasalahan. Jangan membahas kalimat pengantar yang terlalu umum (karena hal
tersebut akan dituliskan di Pendahuluan). Langsung saja membahas pokok permasalahan
yang menjadi urgensi dilakukannya penelitian dalam satu atau dua kalimat.

2. Solutions
Solusi yang diajukan dalam penyelesaian masalah wajib dituliskan secara singkat di abstrak.
Setelah menceritakan metode secara singkat, jelaskan novelty dari metode tersebut (jika
ada novelty dalam hal metode) pada kalimat selanjutnya.

3. Novelty
Novelty merupakan hal paling penting dalam sebuah penelitian. Paper yang akan disubmit
harus mempunyai nilai keterbaharuan baik kecil maupun besar. Semakin besar novelty yang
didapatkan, maka semakin besar kesempatan untuk bisa masuk ke jurnal yang punya
impact factor tinggi. Menurut Prof Pitoyo dari Chukyo University Japan Ada beberapa
kategori dalam pencapaian novelty antara lain yaitu:
New method (Metode baru)
 Better method (Metode yang lebih baik)
 New problem (Masalah baru)
 New insight (Wawasan atau pengetahuan baru)
Jika kita bisa menampilkan salah satu jenis novelty di atas pada paper yang kita tulis, maka
paper kita dapat dibilang layak untuk dipublish.

4. Result
Hasil dari penelitian harus dituliskan dengan jelas dalam bentuk fakta. Biasanya kalimat
yang menunjukkan kalimat fakta disertai dengan hasil penelitian dalam bentuk angka,
misalnya "Hasil dari prediksi harga saham menggunakan metode FIS Tsukamoto
menghasilkan akurasi sebesar 100%".

4 Poin Penting Dalam Menulis Abstrak

Catatan tambahan dalam menulis abstrak yaitu "Don’t write unknown acronyms" atau
jangan menulis singkatan yang tidak pernah ditulis kepanjangannya di dalam paper. Selain
itu "Don’t write references and citation" atau jangan menuliskan sitasi atau sumber rujukan di
dalam abstrak. Abstrak biasanya tidak ditullis lebih dari 200-250 kata.

Berikut saya lampirkan contoh penulisan abtrak dengan tema penelitian yang sederhana
dan umum:

ABSTRAK
(PROBLEM) Kerusakan pada komputer menjadi salah satu hal yang paling ditakutkan
apalagi bagi orang awam yang tidak mengerti masalah komputer. Hal tersebut membuat
sebagian orang tidak mengetahui kerusakan apa yang terjadi pada komputernya dan pada
akhirnya membawa komputer yang rusak ke tempat service.

(SOLUTION) Hal tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan jika ada sebuah sistem yang
mampu mendeteksi kerusakan pada komputer. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat
sebuah sistem yang dapat memprediksi kerusakan komputer hanya dengan melakukan
survey sederhana.

(NOVELTY) Keterbaharuan dari sistem ini adalah pada kemampuan untuk memberikan
solusi dalam setiap masalah kerusakan komputer yang terjadi. Selain itu tersedia juga menu
untuk terhubung langsung dengan jasa service komputer jika masalah tidak dapat
diselesaikan sendiri. Masyarakat umum dapat mengakses sistem ini dari smartphone
sehingga lebih praktis.

(RESULT) Menurut hasil survey pada 1000 orang pengguna, didapatkan nilai kepuasan
mencapai 80% dan masyarakat bisa menghemat biaya service komputer sampai 1 juta
rupiah.

5 Hal Penting Untuk Membuat


Pendahuluan Yang Baik Dan
Benar
Tujuan dalam penulisan pendahuluan adalah menyampaikan gambaran secara detail dari
penelitian yang kita lakukan.
Berbeda dengan penulisan abstrak, penulisan pendahuluan harus detail mulai dari masalah
secara umum sampai hasil penelitian yang diharapkan. Dalam menulis pendahuluan ada
beberapa hal yang wajib dijelaskan pada setiap paragraf yang kita tulis. Bagian-bagian yang
harus ada pada pendahuluan sesuai dengan urutan paragraf antara lain adalah:

5 Important Point for Make an Introduction

Paragraf 1: Masalah Secara Umum


Pendahuluan biasanya lebih ditekankan pada pembahasan urgensi masalah yang akan
diselesaikan. Biasanya urgensi masalah akan disampaikan pada paragraf pertama. Pada
paragraf ini, jelaskan masalah secara umum dan jelaskan mengapa masalah tersebut
sangat penting untuk diselesaikan. Jangan lupa menambahkan sumber atau sitasi yang
membuktikan bahwa masalah tersebut benar-benar terjadi.

Paragraf 2: Masalah Secara khusus


Setelah menjelaskan gambaran masalah secara umum, pada paragraf kedua, jelaskan
masalah yang akan diselesaikan secara khusus. Khusus disini dalam artian pembahasan
masalahnya sudah menjurus pada objek masalah yang akan diselesaikan. Jelaskan objek
apa yang akan diteili dan boleh juga menyertakan jenis data yang akan digunakan. Pada
penjelsana objek permasalahan secara detail, juga perlu menambahkan sumber atau
sitasi yang membuktikan bahwa masalah tersebut benar-benar terjadi.

Paragraf 3: Solusi yang Sudah Ada


(Penelitian Terdahulu)
Selanjutnya yang wajib ditulis dalam pendahuluan adalah solusi yang sudah ada (current
solution). Mengamati solusi yang sudah ada dapat dilakukan dengan membaca paper lain
yang sejenis dengan penelitian yang kita lakukan. Tulis beberapa solusi yang sudah kita
dapatkan dengan menuliskan sumbernya atau menuliskan sitasi. Penelitian terdahulu yang
biasanya dibahas dan ditulis pada pendahuluan adalah metode yang dipakai dan hasil dari
penelitian yang dilakukan.

Paragraf 4: Kekurangan/Kelebihan dari


Solusi yang Sudah Ada
Paragraf ini adalah lanjutan dari paragraf ke-3. Jika sudah diketahui metode yang digunakan
kan hasil dari penelitian terdahulu, kita bisa mengambil salah satu sisi untuk kita bahas di
paragraf ke-4 yaitu kelebihan atau kekurangannya.

Jika kita akan membahas kekurangan dari penelitian terdahulu, maka yang dibahas pada
paragraf ini adalah gap atau celah yang kita temukan pada penelitian terdahulu dan akan
celah tersebut akan kita selesaikan atau kita perbaiki pada penelitian saat ini. Celah pada
penelitian terdahulu dapat berupa kekurangan dalam pemodelan atau pemilihan metode,
kekurangan dalam pemodelan solusi, atau kekurangan dalam hal penggunaan data.

Jika kita akan membahas kelebihan dari penelitian terdahulu, maka pada paragraf ini akan
dibahas apa kehebatan dari penelitian terdahulu yang bisa kita ikuti untuk
diimplementasikan pada objek malalah yang akan kita selesaikan pada penelitian saat ini.
How to Write Previous Research

Sebagai catatan, terkadang dibutuhkan satu sub bab tersendiri untuk membahas penelitian
terdahulu jika yang penelitian terdahulu yang dibahas ada lebih dari tiga artikel dan hal yang
digali cukup banyak.

Paragraf 5: Solusi yang Diajukan


Setelah kita menjelaskan kelebihan atau kekurangan dari penelitian terdahulu, maka
langkah selanjutnya adalah menyampaikan bagaimana solusi yang kita ajukan untuk
menyelesaikan masalah yang dibahas pada paragraf 1 dan 2. Pada pembahasan ini
jelaskan pemodelan metode secara singkat, data yang digunakan, dan hasil yang
diharapkan.

Sebagai catatan, ada beberapa penelitian yang menggabungkan penjelasan masalah


umum dan masalah khusus dalam satu paragraf. Hal tersebut tentu saja tidak masalah
selama penyampaian dalam satu paragraf tersebut sudah bisa memenuhi semua hal yang
ingin disampaikan.

Panduan Menulis Metodologi


Pada Scientific Paper
Dalam menulis metodologi ada beberapa hal yang wajib diketahui agar penjelasan
metodologi yang kita tulis pada scientific paper mudah dimengerti oleh reviewer maupun
pembaca.
Memang tidak ada aturan khusus yang membatasi penulisan metodologi penelitian, namun
ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar metodologi yang kita buat menjadi mudah
dipahami. Beberapa tips tersebut antara lain adalah:

1. Paper Tidak Sama dengan Laporan


Skripsi/Thesis
Biasanya bagi pemula dalam bidang penulisan paper, sering ditemukan kemiripan antara
metodologi yang ditulis di laporan thesis atau skripsi dengan metodologi yang ditulis di
paper. Padahal penyampaian metodologi pada paper berbeda dengan skripsi atau thesis.
Jika pada skripsi atau thesis, metodologi dibuat secara runut dan lengkap
dengan flowchart disetiap tahapan penyelesaian masalah, pada paper tidak perlu dibuat
sedetail itu. Tidak perlu menampilkan flowchat dalam setiap tahapan, cukup rangkum saja
metodologi dalam sebuah bagan atau flow diagram yang sederhana, mengingat paper
mempunyai keterbatasan halaman.
2. Usahakan Jangan Menulis Landasan Teori
dalam Sub Bab Tersendiri
Sekali lagi, paper tidak sama dengan skripsi atau thesis. Biasanya dalam laporan skripsi
atau thesis, sub bab Landasan Teori akan dituliskan pada sub bab tersendiri dengan judul
"Landasan Teori" atau "Kajian Pustaka", dll. Namun pada paper tidak harus dibuat seperti
itu. Menulis landasan teori tetap diperbolehkan, tetapi gaya penulisannya sedikit berbeda.
Biasanya nama sub bab untuk menulis Landasan Teori diganti dengan judul materi yang
akan dibahas, misalnya jika ingin membahas metode FIS Tsukamoto, maka judul sub
babnya adalah "Fuzzy Inference System Tsukamoto".

PS: Namun, hal tersebut diatas akan menjadi pengecualian jika dalam template jurnal yang
dituju mewajibkan menulis sub bab landasan pustaka, hal tersebut tentunya harus diikuti
dan ditulis sesuai template. Lihat Gambar 2.

Gambar 2

3. Penjelasan Teori yang Dibutuhkan dapat


Ditulis di Metodology
Selain membuat penjelasan dalam sub bab tersendiri, landasan teori juga dapat dituliskan
dalam setiap tahapan pada metodologi. Misalkan, dalam penjelasan tahap Defuzzyfikasi
pada fuzzy, dijelaskan terlebih dahulu apa itu defuzzyfikasi dari sumber yang kita baca.
Sebagai contoh dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Menulis Landasan Teori dalam Sub Bab Metodologi

4. Tulis dengan Jelas dan Terstruktur


Yang pasti tulislah metodologi yang Anda ajukan dengan jelas dan terstuktur. Karena tujuan
kita menulis paper adalah untuk dibaca. Jika kita sendiri yang menulis paper tidak bisa
mengerti apa yang kita tulis, maka orang lain pasti juga tidak akan mengerti dengan baik.
Sebelum men-submit paper pastikan Anda sudah membaca, membaca, dan membaca
paper Anda berkali-kali.

Panduan Menulis Result And


Discussion Pada Scientific Paper
aik sekarang kita akan masuk ke dalam bagian yang paling penting sekaligus paling mudah
untuk ditulis. Mengapa demikian? Karena dalam menulis Result and Discussion atau hasil
dan pembahasanAnda akan menyampaikan hasil dari penelitian Anda.

Jika kita bisa menyampaikan hasil penelitian Anda dengan baik, maka pembaca akan
menemukan dan mengerti intisari dari penelitian Anda dengan mudah. Bagian ini juga
menjadi bagian paling mudah untuk ditulis karena Anda tahu betul bagaimana hasil yang
Anda dapatkan.
Namun, terkadang hal yang membuat kita bingung adalah bagaimana urutan menulis hasil
dan pembahasan yang baik dan benar. Apa saja yang perlu dituliskan, bagaimana cara
penulisannya, bagaimana urutan penulisannya, dan lain-lain. Terkadang saat kita tidak
memilki kemampuan untuk menuliskan hasil dan Pembahasan dengan tepat, penelitian
dengan hasil yang bagus bisa menjadi meragukan.

Oleh karena itu, mari kita simak sedikit tips mengenai cara penulisan hasil dan
pembahasan berikut untuk menambah skill kita!

Result (Hasil)

Result adalah tempat Anda melaporkan temuan penelitian Anda berdasarkan metodologi
yang Anda terapkan. Bagian hasil harus menyatakan temuan penelitian yang disusun dalam
urutan logis tanpa bias atau opini. Bagian yang menjelaskan hasil sangat diperlukan jika
makalah Anda menyertakan data yang dihasilkan dari penelitian Anda sendiri.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis Result adalah:

1. Ditulis sesuai urutan metode


2. Tulis interpretasi data yang mudah dimengerti (bisa menyebutkan kesimpulan
sederhana dari hasil yang didapatkan, sedangkan data dapat dituliskan dalam bentuk
tabel yang menampilkan seluruh atau sebagian data yang digunakan),
bukan pembacaan data.
3. Tidak ada opini
4. Penyajian gambar dari hasil penelitian sangat diperlukan, minimal 1 gambar per
halaman
5. Penyajian tabel hasil penelitian juga sangat diperlukan, minimal 1 tabel per halaman
6. Tuliskan penjelasan dari gambar dan tabel dengan jelas (setiap gambar dan tabel
harus dirujuk dan mempunyai penjelasan dalam paragraf)

Penjelasan Detail:
Jika jurnal yang Anda targetkan mensyaratkan bagian Result and Discussion dipisah, maka
yang ditulis pada bagian result bisa mengikuti ketentuan diatas. Perlu diingat, opini penulis
juga tidak boleh ditulis pada bagian Result. Opini bisa diampaikan saat menulis Discussion.
Konten harus 100% berisi interpretasi data dan hasil penelitian.

Namun jika jurnal yang Anda targetkan mempunyai template Result & Discussion yang
digabungkan, maka, konten interpretasi data, hasil penelitian, beserta pembahasannya
dijadikan satu. Sehingga, struktur penulisannya akan menjadi seperti berikut:
1. Result & Discussion
 Interpretasi data
 Hasil Penelitian
 Pembahasan berdasarkan referensi terkait.

Gambar: Tips untuk Menulis Result dan Discussion

Informasi Tambahan:
Apa perbedaan dari pembacaan data dan interpretasi data? Saya mempunyai contoh dari
beberapa sumber tentang perbedaan dari kedua hal tersebut, yaitu:
Contoh pembacaan data pada paper bertema edukasi:
 Hasil analisis statistik menunjukkan grup A memiliki nilai sebesar 9,9 sedangkan grub B
memiliki nilai 8,0. Hasil ini terdapat pada Tabel 1.
Contoh interpretasi data pada paper bertema edukasi:
 Hasil analisis dari perhitungan data statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata grup A
lebih tinggi daripada grub B dengan perbedaan yang signifikan. Hasil lebih detail
mengenai perhitungan statistik dapat dilihat pada Tabel 1.
Pada saatu Anda menuliskan pembacaan data, pembaca tidak akan paham apa maksud
data tersebut. Namun, jika yg ditulis adalah interpretasinya, maka pembaca akan paham
data tersebut menunjukkan hasil seperti apa. Selain itu, silahkan menghindari kata-kata
yang terlalu umum dan terlalu melebih lebihkan data. Perlu diingat lagi, untuk bagian result
hindari dulu penulisan pendapat penulis.

Contoh lain pada paper medis:


 Mutasi terdeteksi hampir diseluruh sampel.
Nah, kalimat diatas kurang begitu jelas. Kata “hampir diseluruh” seakan hampir 100%.
Padahal belum tentu karena kalimat ini bersifat subjektif.

Maka, sebaiknya dituliskan seperti ini:


 Mutasi terseteksi pada 99 sampel dari total 106 sampel yang dianalisis.
Selain menyampaikan hasil penelitian, pada bagian result juga wajib ditampilkan hasil
pengujian. Pengujian disini digunakan untuk memberikan bukti bahwa penelitian kita telah
mencapai target yang dirumuskan dan lebih baik dari penelitian sebelumnya.

Discussion (Pembahasan)
Tujuan dari Discussion ini adalah untuk menafsirkan dan mendeskripsikan pentingnya
temuan Anda. Penjelasan tersebut berdasarkan apa yang telah diketahui dan untuk
menjelaskan pemahaman atau wawasan baru yang muncul sebagai hasil dari studi Anda
tentang masalah tersebut. Discussion akan selalu terhubung dengan pendahuluan melalui
pertanyaan penelitian (rumusan masalah) atau hipotesis yang Anda ajukan dan literatur
yang Anda ulas.
Gambar: Tuliskan Opini Anda dalam Discussion

Bagian Discussion adalah bagian paling penting. Pada tahap Discussion peneliti
diharapkan dapat membahas hasil penelitian yang dirujuk pada referensi tertentu. Dalam
bagian ini, Anda bisa menuliskan opini Anda, namun opini tersebut berasal dari fakta-fakta
yang Anda temukan dari membaca berbagai referensi. Karena bagian ini harus penuh
dengan referensi, saya menyarankan bapak/ibu memakai paper Anda yang telah publish
dengan tema terkait (penelitian pendahulu) sebagai referensinya.

Hal tersebut juga bisa menjadi trik yang mendukung hasil penelitian yang saat ini dilakukan
menjadi seolah-olah lebih baik dari penelitian terdahulu. Selain itu paper Anda yang telah
publish nilai citation score-nya bisa meningkat (semakin banyak yang mensitasi) dan juga
editor dapat melihat progress dari perkembangan penelitian Anda. Hal ini penting untuk
menunjukkan bahwa penelitian Anda bukan mengada-ada, pemalsuan, rekayasa, dan
sebagainya. Namun perlu diperhatikan lagi bahwa menurut Journal Ranking self
citation maksimum adalah 10% persen dari total referensi.

Untuk menulis pembahasan Anda dapat mengikuti beberapa aturan berikut:

1. Tuliskan respon dari setiap hasil, namun bukan menulis ulang data.
2. Gunakan referensi milik Anda, rekan Anda, atau pihak lain.
3. Tuliskan fakta dari hasil, namun jangan hiperbolis.
4. Hindari penulisan ekspresi yang tidak spesifik, misak "suhu lebih tinggi", "sangat
signifikat", "pada tingkatan yang lebih rendah". Gunakan deskripsi kuantitatif yang
lebih disukai seperti "Suhu 29 derajat Celcius", "Naik 50%", "p<1000", dll.
5. Hindari penggunaan istilah baru secara tiba-tiba, oleh karena itu pembahasan selalu
terhubung dengan pendahuluan.
6. Spekulasi tentang kemungkinan interpretasi diperbolehkan, namun harus ada sumber
yang mendasari dan bukan dari khayalan penulis.
Contoh berikut dapat Anda ikuti dalam penulisan hasil yang merujuk pada referensi dengan
style IEEE.

4.6 Comparison of Prediction Results


The results of the rainfall prediction using the hybrid Tsukamoto FIS and GA method were
compared with the prediction results from previous studies conducted by Wahyuni and
Mahmudy [2] and Iriany, et al. [3]. The standard of comparison used was the predicted RMSE
value for each location. The comparison is shown in Table 11. From Table 11 it can be seen
that the result of rainfall prediction using the hybrid method produced lower predicted RMSE
values for the four areas of Puspo, Sumber, Tosari, and Tutur when compared with the results
predicted by the Tsukamoto FIS algorithm alone. The hybrid method also generated a smaller
RMSE at Tosari and Tutur area when compared with the prediction results using the GSTAR-
SUR method. The RMSE difference in the Sumber area using the GSTAR-SUR method was
only better by 0.4 than the RMSE using the hybrid method. However, the predictions showed
that the hybrid method generally produced better predictions indicated by the smaller RMSE
values.

Informasi Tambahan:
Beberapa penulis salah paham dan menganggap bahwa bagian pembahasan hanya
membahas hasil penelitian yang positif atau bagus saja, padahal tidak. Jika Anda
mempunyai hasil penelitian yang negatif, misalnya hasil akurasi penelitian Anda lebih buruk
dari penelitian sebelumnya. Hal tersebut tetap wajib dituliskan pada paper dan berikan
penjelasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Alasan yang mendukung dan penjelasan yang
baik, akan membuat seolah-oleh hasil penelitian Anda tidak terlalu jelek dan masih layak
untuk dipublikasikan.
Gambar: Tulislah Hasil yang Positif Maupun Negatif dengan Penjelasan yang tepat

Gunakan tips ini, karena saya pernah mengalaminya. Saya pernah publish paper dengan
sebagian hasil yang lebih jelek dari penelitian sebelumnya. Namun, karena saya mengemas
kalimat dengan apik, akhirnya penelitian saya seolah-olah terlihat lebih baik. Anda dapat
melihat contohnya pada Gambar 3 atau lebih lengkap membaca paper saya tersebut
dengan judul: Rainfall Prediction in Tengger, Indonesia Using Hybrid Tsukamoto FIS
and Genetic Algorithm Method.

Info Penting: Hal pertama yang dapat mengantarkan kita mendapat kunci
keberhasilan accepted di jurnal adalah, jangan lupa untuk cek Journal Guideline atau Author
Guideline disetiap jurnal yang ditargetkan oleh Bapak/Ibu. Dalam jurnal yang sudah
bereputasi, seleksi pertama adalah masalah template penulisan, jika template penulisan
tidak sesuai dengan template jurnal yang Anda tuju, maka paper Anda sudah pasti akan di-
reject bahkan sebelum di-review.

Sumber:
http://libguides.usc.edu/writingguide/discussion
http://libguides.usc.edu/writingguide/results
Panduan Menulis Kesimpulan
Dan Referensi Pada Scientific
Paper
Setelah paper Anda memasuki tahapan penulisan kesimpulan, berarti hanya tinggal satu
langkah lagi Anda akan bisa submit paper Anda ke jurnal. Namun, penulisan kesimpulan
tidak bisa dianggap enteng, karena bagian ini juga menjadi bagian yang krusial dalam
penulisan paper. Diperlukan sebuah trik yang benar untuk membuat kesimpulan yang baik,
karena bagian yang akan dibaca pertama kali setelah abstrak adalah kesimpulan.

Selain itu, pada artikel ini akan dibahas juga cara menulis acknowledgement atau ucapan
terimakasih dan menulis referensi. Mari kita simak artikelnya sampai habis.

Kesimpulan
Penulisan kesimpulan dalam paper sangat berbeda dengan penulisan kesimpulan pada
laporan ilmiah seperti skripsi atau thesis. Pada paper, kesimpulan dituliskan pada satu sub
bab yang berisi kesimpulan dari hasil penelitian secara keseluruhan yang bisa menjawab
rumusan masalah beserta saran untuk perkembangan penelitian ini kedepan. Tidak ada sub
bab saran yang ditulis tersendiri dan tidak ada penomoran, kesimpulan ditulis dalam satu
atau maksimal dua paragraf saja.

Poin penting dalam menulis kesimpulan yaitu:

1. Deskripsikan keseluruhan hasil penelitian dalam beberapa kalimat singkat.


2. Pastikan deskripsi Anda sudah menjawab rumusan masalah yang diajukan.
3. Tuliskan juga saran saran untuk perkembangan penelitian ini kedepan dalam kalimat
terakhir.
Gambar: Tips Menulis Kesimpulan yang Baik

Contoh Penulisan Kesimpulan


Berikut saya berikan contoh penulisan kesimpulan yang diambil dari paper yang
berjudul Pemodelan Fuzzy Inference System Tsukamoto Untuk Prediksi Curah Hujan
Studi Kasus Kota Batu.

Prediksi curah hujan menggunakan metode FIS Tsukamoto pada Daerah Batu dimodelkan
dengan empat kriteria input dan satu kriteria output. Kriteria input yang digunakan yaitu Zt-1
atau rata-rata curah hujan 10 hari yang lalu, Zt-2 atau rata-rata curah hujan 20 hari yang lalu,
Zt-17 atau rata-rata curah hujan 17 hari yang lalu, Zt-34 atau rata-rata curah hujan 340 hari
yang lalu. Data curah hujan yang digunakan untuk prediksi menggunakan data dari empat
lokasi pos hujan di Daerah Batu yaitu Pos Hujan Junggo, Pujon, Tinjomulyo, dan Ngujung
selama 10 tahun mulai tahun 2005 sampai tahun 2014. Hasil prediksi yang diperoleh
mempunyai nilai RMSE yang relatif kecil yaitu pada daerah Junggo sebesar 9.196, pada
daerah Pujon sebesar 9.407, pada daerah Tinjomulyo sebesar 8.798, pada daerah Ngujung
sebesar 8.825. Nilai RSME tersebut sudah relatif kecil, namun nilai tersebut masih bisa
diperkecil lagi dengan menambahkan algoritma untuk mengoptimasi FIS Tsukamoto agar
hasil prediksi yang didapatkan bisa lebih akurat (Wahyuni & Mahmudy, 2017; Wahyuni,
Mahmudy, & Iriany, 2017).

Acknowledgement atau Ucapan Terimakasih


Dalam paper, terkadang kita membutuhkan untuk menulis acknowledgement atau ucapan
terimakasih. Ucapan tersebut disampaikan kedapa pihak terkait yang telah berjasa
membantu penelitian baik dalam bentuk dana, data, atau bantuan dalam bentuk lain. Contoh
penulisan ucapan terimakasih biasanya digunakan dalam penelitian yang didanai oleh
sumber tertentu misalnya Kemenristekdikti. Berikut adalah contoh penulisan ucapan
terimakasih pada pemberi sumber dana.

Penelitian ini secara finansial didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi (Kemenristekdikti) melalui program hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Karangploso, Malang.

Referensi
Pada artikel ini saya menyampaikan juga sedikit tips untuk menulis referensi dengan mudah.
Berikut adalah beberapa tips nya:

1. Gunakan Citation Software atau Software Sitasi. Penggunaan software sitasi akan
sangat membantu Anda tidak hanya dalam menulis sitasi dan daftar pustaka tetapi
juga mengelola sumber referensi Anda dengan baik.
2. Baca Referensi yang Baik. Anda akan mendapatkan sumber pengetahuan yang
benar, jika membaca dari sumber yang baik.
3. Usahakan jangan menggunakan sitasi dari Wikipedia atau personal blog. Gunakan
sumber dari paper jurnal atau prosiding yang terpercaya.

Gambar: Tips Menulis Referensi yang Baik


Tutorial Insert Citation Dan
Bibliography Menggunakan
Mendeley Desktop

Referensi merupakan hal yang paling penting jika kita mau menulis paper dengan kualitas yang baik.
Namun, terkadang bagian ini lah yang membuat kita malas, karena sangat ribet jika harus
memasukkan referensi satu per satu ke dalam paper kita.

Tetapi sekarang Anda tidak perlu khawatir, karena sudah banyak software sitasi untuk menulis sitasi
dan daftar pustaka yang bisa Anda gunakan. Salah satunya adalah Mendeley. Jika Anda masih belum
familiar dengan Mendeley, kalian bisa cek artikel tentang Mengenal Software Sitasi Mendeley.

Pada postingan kali ini akan dijelaskan cara menampilkan sitasi pada Ms. Word menggunakan
Mendeley. Sebelum memanggil sitasi dari Mendeley pastikan bahwa Mendeley sudah terinstal di
Ms. Word. Jika belum, kalian bisa melihat Tutorial Install Mendeley pada postingan sebelumnya.

INSERT CITATION
Untuk Insert Citation atau memasukkan sitasi ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buka MS. Word dan klik menu References


2. Kemudian pada kotak "Mendeley Cite-O-Matic", lalu klik Insert Citation
3. Akan muncul Pop Up Window untuk melakukan pencarian data berdasarkan nama penulis,
judul atau tahun (Lihat Gambar 1).
4. Isikan nama penulis atau judul paper yang akan di sitasi.
5. Setelah ditemukan, pilih data yang diinginkan dan klik OK untuk memasukkan sitasi Data yang
dapat dicari adalah data yang telah masuk ke dalam “My Library”.

Gambar 1: Pop Up Window Insert Citation (Klik untuk Gambar Lebih Jelas)

Namun, jika kalian tidak mengingat judul paper atau nama penulis dengan benar, kalian dapat
memilih langsung artikel dengan mencari paper yang ingin disitasi di Mendeley dengan cara:

1. Pilih menu “Go To Mendeley” (Lihat Gambar 2)


2. Akan tampil menu “My Library” pada aplikasi Mendeley Desktop
3. Pilih naskah yang akan disitasi kemudian klik tombol “Cite” (Lihat Gambar 3)
Gambar 2. Go To Mendeley (Klik untuk Gambar Lebih Jelas)

Gambar 3. Cite in Mendeley (Klik untuk Gambar Lebih Jelas)


INSERT BIBLIOGRAPHY
Setelah selesai memasukkan sitasi maka kita bisa memasukkan Bibiliografi atau Daftar
Pustaka secara otomatis. Ikuti langkah berikut untuk menampilkan Daftar Pustaka
1. Klik menu References kemudian klik menu Insert Bibliography.
2. Sistem secara otomatis akan menyusun Bibliografi sesuai style yang kita pilih.
For your information, Mendeley punya banyak style sitasi salah satu yang sering dipakai
adalah IEEE, American Psycological Association 6 (APA 6), Harvard, Modern
Language Association 8th Edition, dan Nature.

Contoh jenis style sitasi menggunakan American Psycological Association 6 (APA 6) dapat
kalian lihat pada Gambar 4 sampai Gambar 7.

Gambar 4. APA 6 Style (Klik untuk Gambar Lebih Jelas)


Gambar 5. APA 6 Style dalam Paragraf (Klik untuk Gambar Lebih Jelas)

Gambar 6. IEEE Style (Klik untuk Gambar Lebih Jelas)


Gambar 7. IEEE Style dalam Paragraf (Klik untuk Gambar Lebih Jelas)

Demikian cara melakukan sitasi menggunakan Mendeley. Semoga bermanfaat dan selamat
mencoba.