Anda di halaman 1dari 2

NAMA : SHAFIRA NURJANNAH

KELAS : XI-IPS3

TUGAS : EKONOMI

KURANGNYA TENAGA AHLI DIBIDANG PENDIDIKAN

INDONESIA membutuhkan tenaga terampil sebanyak 113 juta jiwa untuk bisa menjadi negara dengan
perekonomian terbesar ketujuh dunia pada 2030 mendatang. Hal itu tentu bukan perkara mudah.
Pasalnya, saat ini, jumlah tenaga terampil lokal baru mencapai 56 juta orang. Masih ada kekurangan
sebesar 57 juta jiwa. Artinya, dalam 12 tahun ke depan, pemerintah harus mampu menghasilkan 4,7 juta
pekerja terampil setiap tahun.

Guna mencapai target tersebut, pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan dunia
pendidikan serta industri selaku penyerap tenaga kerja harus diperkuat.Sayangnya, sistem pendidikan di
Indonesia kini mengalami banyak persoalan. Sekolah menengah kejuruan (SMK) contohnya. Program
pendidikan yang diharapkan banyak menghasilkan tenaga terampil yang terserap industri itu, pada
kenyataannya menjadi penyumbang pengangguran terbesar dengan persentase 11%.

"Artinya ada kesalahan yang harus diperbaiki. SMK saat ini harus beriorientasi kepada industri.
Kurikulum yang ditetapkan harus mengikuti kebutuhan dunia kerja. Bukan berjalan sendiri-sendiri," ujar
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Jakarta, Senin (19/11).

Selain dari pendidikan formal, upaya juga harus ditempuh melalui sistem informal seperti program
magang atau pelatihan di balai latihan kerja. Kegiatan tersebut, lanjut Hanif, bisa dilaksanakan oleh
industri sebagai investasi di sektor sumber daya manusia yang pada akhirnya akan memberikan manfaat
kepada perusahaan pemberi pelatihan.
Di Indonesia masalah pemerataan pendidikan masih menjadi salah satu masalah yang serius yang ada di
Indonesia sekolah – sekolah yang ada masih sedikit dan juga jarak antara sebagian besar rumah siswa
dan sekolah memiliki jarak tempuh yang cukup jauh bukan hanya itu tenaga didik pun juga mengalami
masalah yaitu kekurangan tenaga guru. penyebab nya lagi karena banyak anak – anak yang harus
memebantu orang tua yang menjadi penyebab putus sekolah dan juga masalah materi. Dan juga masih
ada guru- guru di pelosok yang menggunakan kekerasan yang mungkin hal tersebut diakibatkan karena
gaji yang diterima tidak sesuai dengan apa yang sudah diberikan hal itu juga yang membuat minimnya
guru yang mengajar di pelosok-pelosok . Dari segi bangunan sekolah pun banyak sekali yang sudah rusak
bahkan bisa dibilang tidak layak untuk dibuat untuk tempat belajar dan mengajar, fasilitas- fasilitas yang
tidak memadai juga mnjadi salah satu penyebab rendahnya pendidikan di pelosok- pelosok Indonesia

Pemerintah juga kurang aktif dalam menyelesaikan masalah pendidikan ini sehingga masalah ini menjadi
masalah yang cukup besar karena sampai sekarang belum ada penyelesaian masalah pendidikanini yang
efektif, tanpa adanya peran pemerintah dalam masalah pendidikan di pelosok ini masalah ini tidak akan
akan selesai jika pemerintah masih pasif dalam menyelesaikan masalah ini

SOLUSI

Solusi yang harus diambil yang pertama yaitu harus dibenahi pada sisi pemerintah seharusnya
pemerintah lebih peduli terhadap masalah pendidikan yang ada di Indonesia dan menangani dengan
serius masalah pendidikan dipelosok – pelosok negeri Indonesia ini serta pemberian alokasi dana untuk
pendidikan pada daerah yang lebih merata karena dengan adanya alokasi dana bisa membuat keadaan
pendidikan menjadi lebih baik lagi, dari segi sisi orangtua seharusnya pada usia wajib sekolah seharusnya
diizinkan untuk sekolah bukan untuk membantu orang tua mencari uang mungkin boleh membantu
mencari uang tetapi dalam catatan tidak mengganggu aktivitas anaknya dalam sekolah, bukan hanya
pemerintah saja kita juga bisa membantu untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia dengan cara
menyumbang baik dalam hal materi contohnya kita dapat menyumbang uang dan alat tulis maupun non
materil contohnya kita bisa memberi penyuluhan betapa pentingnya pendidikan untuk membangun
semangat anak- anak yang dipelosok untuk tetap terus bersekolah

Saya berharap agar pendidikan di Indonesia di pelosok –pelosok menjadi lebih berkembang sehingga
pendidikan di pelosok – pelosok bisa sama dengan yang ada di kota, dengan itu semakin banyaknya
sumber daya manusia yang berpendidikan sehingga Indonesia tidak harus lagi menggunakan tenaga
asing tetapi menggunakan tenaga ahli dari Indonesia sendiri dengan demikian Indonesia akan jauh lebih
maju dan menjadi Negara yang maju bukan berkembang