Anda di halaman 1dari 8

Nama : Lisna Yunita

Matkul : Teori Akuntansi

PASAR SEKURITAS

Teori pasar sekuritas efisien dapat memberikan prediksi bahwa harga-harga sekuritas yang
merupakan hasil interaksi memiliki beberapa karakteristik menarik. Pada dasarnya, harga-harga
tersebut mencerminkan secara tepat (properly reflect) pengetahuan kolektif dan kemampuan
memproses informasi yang dimiliki investor. Sesungguhnya proses yang terjadi terhadap harga
sekuritas cukup kompleks dan tidak mudah dimengerti. Namun, secara umum gambaran tentang
proses tersebut mudah untuk dilihat dan hal tersebut merupakan inti pembahasan di dalam bab ini.
Efisiensi pasar sekuritas memiliki implikasi yang penting di dalam akuntansi keuangan.
Salah satunya adalah bahwa efisiensi pasar sekuritas membawa implikasi secara langsung terhadap
konsep full disclosure. Efisiensi berimplikasi bahwa informasi mengandung disclosure, bukan
dalam bentuk disclosure itu sendiri, tetapi yang bermanfaat bagi pasar. Sehingga, informasi dapat
di sampaikan dengan mudah dalam bentuk catatan kaki (footnotes) dan mengungkapkan tambahan
(supplemantary disclosure) seperti halnya yang terdapat di dalam laporan keuangan itu sendiri.
Sesungguhnya, di dalam teori pasar efisien informasi akuntansi berada pada posisi bersaing
(competition) dengan sumber-sumber informasi lainnya seperti berita-berita dalam media (new
media), analis keuangan (financial analysts), dan bahkan harga pasar itu sendiri. Sebagai suatu alat
atau sarana untuk menyampaikan imformasi kepada infestor, informasi akuntansi akan bermanfaat
hanya apabila infomarmasi tersebut relevan (relevant), dapat di percaya (reliabel), tepat waktu
(timely), dan hemat (cost-effective), relatif dibandingkan dengan sumber informasi lainnya.
Teori pasar sekuritas efisien juga memberikan petunjuk penting mengenai alasan teoritis
utama tentang keberadaan akuntansi yang disebut information asymmetry. Ketika beberapa
partisipan pasar mengetahui lebih banyak dibandingkan partisipan yang lain, maka akan terjadi
tekanan untuk menemukan mekanisme dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih baik, ada
pihak-pihak tertentu yang akan melakukan dengan lebih cepat, dan ada pihak-pihak tertentu yang
dengan kredibel mengkomunikasi informasi yang cukup untuk dapat melindungi diri mereka
sendiri kemungkinan eksploitasi untuk mendapatkan informasi yang lebih baik. Insider trading
merupakan contoh mengenai terjadinya eksploitasi.
Berdasarkan penjelasaan di atas, selanjutnya dapat di simpulkan bahwa akuntansi
merupakan suatu mekanisme untuk memungkinkan terjadinya komunikasi mengenai informasi
relevan dari pihak yang ada di dalam (inside) kepada pihak di luar perusahaan (outside). Selain
itu dengan adanya akuntansi juga memungkinkan untuk dapat dilakukan pengambilan keputusan
yang lebih baik, karena akuntasi memiliki manfaat yang dapat digunakan untuk memperbaiki
kegiatan operasi pasar sekuritas.
Situasi sesungguhnya yang terjadi di dalam kenyataan adalah tidak sederhana, karena
adanya anomalies yang terjadi di dalam pasar sekuritas yang tidak konsisten dengan teori. Dalam
bagian selanjutnya akan dijelaskan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan anomalies dan
alasan-alasan yang mendukung keberadaan anomalies tersebut.
1. Pasar Efisien
Arti dari efisiensi
Menurut scott, 2000 : 99 jika terdapat informasi gratis dalam kondisi ideal, maka semua
investor akan memanfaatkannya dan nilai pasar perusahaan menyesuaikan untuk mencerminkan
ekspektasi aliran kas revisian. Dengan kata lain, semua informasi yang didapat tersebut benar
benar terlihat pada keadaan di pasar perusahaan tersebut, dan semua investor akan mendapatkan
informasi yang sama dan return yang normal. Sebagai misal, di dalam kondisi yang ideal, setiap
investor akan berusaha untuk mengetahui bagaimana cara melakukan realisasi terhadap aliran kas
dan dividen yang akan datang. Dalam asumsi tersebut, informasi adalah bersifat bebas dan dalam
kondisi yang ideal, sehingga publik dapat dengan sungguh-sungguh melakukan kegiatan
observasi. Dalam keadaan demikian, semua investor akan menggunakan informasi tersebut dan
proses arbitrasi akan dapat memberikan jaminan bahwa nilai pasar perusahaan secara otomatis
akan mengalami penyesuaian yang mencerminkan tentang harapan atau ekspektasi atas aliran kas
yang telah direvisi.
Sayangnya dalam kenyataan, informasi tidak bersifat bebas atau dalam kondisi yang tidak
ideal. Setiap investor harus melakukan estimasi subjektif sendiri-sendiri dalam melakukan
penilaian terhadap profitabilitas (profitability), aliran kas (cash flows), dan dividen (dividend)
perusahaan yang akan datang. Selanjutnya, estimasi-estimasi tersebut akan selalu mengalami
revisi (penyempurnaan) apabila ditemukan informasi baru. Dalam menghadapi situasi tersebut,
biasanya setiap investor akan menggunakan pertimbangan cost-benefit dalam menentukan
pertimbangan seberpa besar pengorbanan(biaya) yang akan dilakukan dan seberapa besar manfaat
(informasi) dapat diperoleh.
Terdapat sejumlah sumber-sumber informasi yang relevan, misalnya: financial press,
masukan informasi dari teman dan asosiasi, perubahan kondisi ekonomi, saran analis dan pialang,
dan lain-lain. Pada umumnya investor secara terus menerus akan melakukan revisi atau
penyempurnaan terhadap pertimbangan probabilitas subjektif yang mereka gunakan setelah
menerima berbagai macam informasi. Dari berbagai kemungkinan informasi tersebut, yang pada
umumnya dipertimbangkan sebagai sumber utama informasi yang bersifat cost-efektive adalah
laporan keuangan tahunan perusahaan.
Terdapat sejumlah investor yang menghabiskan waktu dan uang mereka untuk
menggunakan berbagai sumber infomasi tersebut sebagai dasar yang memberikan pedoman di
dalam pemilihan pengambilan keputusan. Investor yang mempunyai informasi lebih banyak
(informed) biasanya akan bergerak lebih cepat setelah menerima informasi baru. Apabila mereka
tidak bertindak demikian, maka investor lain akan mendahuluinya dan nilai pasar sekuritas akan
segera mengalami penyesuaian dalam mengeliminasi manfaat informasi baru.
Apabila investor dalam jumlah yang cukup signifikan berperilaku dengan cara seperti di
atas, maka pasar akan menjadi efisien. Terdapat beberapa definisi pasar sekuritas efisien. Definisi
yang digunakan di sini adalah pasar sekuritas efisien dalam bentuk semi-strong form, yaitu:
Suatu pasar sekuritas efisien adalah apabila harga-harga sekuritas yang diperdagangkan di dalam
pasar pada setiap waktu benar-benar mencerminkan (properly reflect) semua informasi yang
terpublikasi mengenai sekuritas tersebut.
Implikasi yang jelas mengenai keberadaan pasar sekuritas akan berfluktuasi secara acak (fiuctuate
rondomly) sepanjang waktu.
(Scott, 2000:99-101)
Bagaimana Harga Pasar Mencerminkan Semua Informasi Yang Tersedia?
Berjalannya proses tersebut tidak begitu jelas atau tidak transparan. Sebagaimana
dikemukakan di atas bahwa investor yang rasional dan memiliki informasi yang cukup akan
berusaha untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya mengenai sekuritas yang diperdagangkan.
Namun, tidak ada jaminan bahwa seseorang (individu) akan dengan tepat menginterpretasi
informasi tersebut (Scott, 2000: 102). Suatu model mengenai teori pengambilan keputusan akan
memberikan suatu cara untuk memproses informasi, tetapi tidak ada jaminan bahwa
pemprosesannya akan berjalan dengan benar. Sebagai akibatnya, untuk investor yang berbeda akan
bereaksi dengan cara yang berbeda terhadap informasi yang sama, meskipun mereka semua
menerima informasi secara rasional. Hal tersebut dimungkinkan terjadi, karena setiap individu
memiliki keyakinan dasar awal yang berbeda (different prior beliefs).
Dengan demikian di dalam pasar sekuritas efisien, harga-harga dengan cepat dan tepat
mencerminkan semua informasi yang tersedia dan harga pasar sekuritas yang terdapat di dalam
pasar tersebut akan berfluktuasi secara random pada setiap saat. Efisiensi didefinisi secara relatif
terhadap sejumlah informasi, artinya jika kumpulan informasi yang tersedia tidak lengkap,
sehingga dapat di katakan terdapat adanya inside information atau informasi yang salah (wrong),
maka harga-harga sekuritas yang terjadi juga akan mengalami kesalahan. Sehingga, efisiensi pasar
tidak dapat memberikan jaminan bahwa harga sekuritas adalah akurat. Namun, investor individual
mungkin memiliki keyakinan awal yang berbeda, sehingga mereka akan menginterpretasi dengan
cara yang berbeda terhadap informasi yang sama. Kuantitas dan kualitas informasi yang tersedia
secara publik dapat ditingkatkan melalui pelaporan yang cepat (prompt) dan penuh (full).
(Scott, 2009 : 101-106)

2. Model CAPM

Capital Market Theory : Overview


CAPM merupakan kelanjutan dari teori portofolio Markowitz (diversifikasi pada aset-aset
berisiko). Dalam Capital asset pricing model (CAPM) investor juga diberikan pilihan investasi
pada aset bebas risiko. CAPM ; model yang menghubungkan tingkat return yang diharapkan dari
suatu aset berisiko dengan risiko aset tersebut pada kondisi pasar seimbang.
Asumsi CAPM
a. Semua investor melakukan divesifikasi untuk memilih portofolio optimal dengan target
garis efisiensi Markowitz.
b. Investors dapat meminjam dan meminjamkan sejumlah uang pada tingkat return bebas
risiko - the risk-free rate of return (RFR)
c. Semua investor mempunyai ekspektasi yang homogen ; mereka mempunyai estimasi akan
return dengan distribusi probabilitas yang identik ( informasi akan return dan varians yang
sama ).
d. Semua investors mempunyai periode holding/time horizon yang sama misalkan satu tahun
atau satu bulan dll.
e. Terdapat banyak sekali investor yang tidak satupun dapat mempengaruhi harga ( price
taker )
f. Tidak ada biaya transaksi dan pajak pendapatan dalam membeli dan menjual aset.
g. Tidak ada perubahan tingkat harga ( inflasi ) atau tingkat suku bunga.
h. Pasar modal berada dalam keseimbangan.
Model CAPM digunakan untuk melihat dengan sederhana bagaimana hubungan antara
return dan risiko dalam dunia nyata yang komplek. CAPM dilihat dari kemampuannya
menjelaskan perilaku investor dalam menentukan aset optimal dan bukan dari kebenaran asumsi.
Dalam kondisi kesimbangan maka tidak ada investor yang akan medapatkan abnormal return
karena alokasi aset yang efisien hanyalah portofolio pasar.
Capital Market Line (CML)
Garis yang menghubungkan return dengan yang diharapkan dengan risiko dari portofolio
pada kondisi pasar seimbang. Pilihan portofolio sepanjang garis Rf-M ditentukan oleh proporsi
dana yang diinvestasikan ke dalam portofolio M dan Rf. CML menggambarkan kemiringan _
seberapa besar tambahan risiko yang harus dihadapi untuk setiap tambahan return yang
diharapkan. CML merupakan kombinasi aset berisiko (M=portofolio pasar) dg aset bebas risiko
(Rf). Pilihan portofolio sepanjang garis Rf-M merupakan garis efisien yang ditentukan oleh
proporsi dana yang diinvestasikan ke dalam portofolio M dan Rf.
- Slope CML cenderung positif _ investor bersifat Risk Averse
- Slope CML bisa negatif, jika Rm < Rf (walaupun Rm > 0)
- Penentuan tingkat return pada tingkat risiko berbeda.
- Tidak ada orang akan berinvestasi pada portofolio pasar M.
- Portofolio M merupakan portofolio model untuk menjawab perilaku investor.
Security Market Line (SML)
Jika investor memilih portofolio selain M maka kontribusi CAPM adalah untuk menilai
apakah portofolio tersebut efisien atau tidak, dilihat dari apakah risikonya sebanding dengan risiko
portofolio pasar M (kemiringan garis return-risiko sama). Risiko yang relevan untuk
membandingkan risiko aset berisiko individu/portofolio non-M adalah covariance terhadap
portofolio pasar (Covi,m). Risiko dinilai seperti perhitungan portofolio Markowitz. Untuk
portofolio pasar, return-nya akan konsisten
Expected Rate of Return Aset Berisiko
Tingkat return yang diharpakan dari sebuah aset bersiko diperoleh dari penjumlahan
tingkat return bebas risiko dengan premi risiko dari aset yang bersangkutan. Premi risiko
merupakan systematic risk dari sebuah aset (beta) dan premi risiko pasar yang terjadi (RM-Rf)
Expected Rate of Return Aset Berisiko
Dalam kesimbangan, semua aset dan portofolio harus berada pada garis SML jika dia
efisien. Semua aset/portofolio yang estimasi return-nya berada di atas garis SML berada dalam
kondisi underpriced. Semua aset/portofolio yang estimasi return-nya berada di bawah garis SML
berada dalam kondisi overpriced.
Estimasi Security Market Line
Tingkat return bebas risiko (Rf). Tingkat return yang disyaratkan investor/return pasar
(Rm). Beta masing-masing sekuritas. Estimasi Beta (Caracteristic Line) Data historis.
Menggunakan market model (single index model). Market model dalam bentuk excess return.
Pengujian CAPM
Return dan risiko berhubungan positif. Pengukuran risiko yang relevan adalah ukuran
kontribusi risiko aset terhadap risiko portofolio. Pengujian dengan data empiris _ apakah sesuai
dengan teori.
Arbitrage Pricing Theory (APT)
CAPM dikritik karena kesulitan dalam memilih apa yang menjadi proxy portofolio pasar.
Beta ditentukan dengan data pergerakan harga historis
Arbitrge Pricing Theory (APT).
Asumsi Dalam APT
1. Pasar modal berada dalam kondisi persaingan sempurna.
2. Investor bersifat risk averse dimana selalu lebih suka dengan return yang lebih tinggi dengan
tingkat ketdakpastian yang rendah.
3. Return aset dipengaruhi oleh beberapa faktor
4. Investor bersifat homogen.
(Tandelilin, 2001 : 90-109)

3. Anomali Pasar Modal Efisien

Teori efisiensi pasar modal menyatakan bahwa harga sekuritas akan bereaksi cepat
terhadap informasi baru. Konsekuensinya, apabila harga tidak bereaksi cepat terhadap informasi
baru tetapi membutuhkan waktu lebih lama, maka keuntungan abnormal dapat terjadi.
Dalam hal ini investor tidak berprilaku sesuai dengan teori efisiensi pasar modal. Investor
yang tidak berprilaku sesuai dengan teori efisiensi pasar modal disebut anomali pasar modal
efisien.
Teori Prospek (Prospect Theory) (Kahneman dan Tversky,1979):
• Investor akan risk averse berkaitan dengan keuntungan dan risk taking berkaitan dengan
kerugian. Penilaian terpisah antara prospek keuntungan dan kerugian menunjukkan perilaku yang
irrasional.
• Apabila nilai investasi mulai meningkat, tingkat utilitas investor menurun dan investor
berperilaku risk averse. Dalam menghadapi berita baik, investor memiliki probabilitas rendah akan
semakin baiknya harga atau probabilitas tinggi harga akan semakin menurun karenanya investor
merealisasi keuntungan. Dalam hal ini investor menghindari risiko.
Apabila nilai investasi mulai menurun, tingkat utilitas investor meningkat dan investor
berperilaku risk taking. Dalam menghadapi berita buruk, investor menahan sekuritas dan tidak
mau merealisasi kerugian, bahkan membeli lebih banyak saham yang menurun karena investor
memiliki probabilitas tinggi akan membaiknya sekuritas. Dalam hal ini investor menambah risiko.
Post-Announcement Drift:
1. Sekali laba perusahaan diketahui, kandungan informasi tersebut seharusnya digunakan oleh
investor sesuai dengan teori efisiensi pasar modal. Namun, telah diketahui lama bahwa hal ini tidak
terjadi seperti itu.
2. Bagi perusahaan yang melaporkan berita baik pada laporan kuartalan, keuntungan abnormalnya
cenderung tertunda (drift) hingga pada sekitar 60 hari setelah pengumuman. Begitu juga bagi
perusahaan dengan pengumuman berita buruk, keuntungan abnormalnya cenderung juga tertunda
sekitar 60 hari kemudian.
3. Fenomena ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien yang disebut dengan istilah post-
announcement drift. Fenomena merupakan tantangan serius dan penting dalam pasar modal
efisien.
Rasio Keuangan:
1. Berdasarkan teori pasar modal efisien, strategi investasi seharusnya didasarkan pada informasi
yang tersedia bagi investor, yaitu informasi tentang rasio keuangan.
2. Rasio keuangan seharusnya terkait dengan harga sekuritas. Karena itu, harga sekuritas sudah
merefleksikan informasi rasio keuangan.
3. Namun demikian, Ou dan Penman (1989) menemukan bukti bahwa rasio keuangan tidak segera
digunakan oleh investor dan tidak segera terrefleksi dalam harga sekuritas. Hal ini merupakan
suatu anomali pasar modal efisien.
Accrual:
1. Teori pasar modal efisien menyatakan bahwa seharusnya pasar bereaksi lebih kuat terhadap
berita baik tentang arus kas aktivitas operasi daripada berita baik tentang accrual.
2. Hal ini diyakini karena arus kas dari aktivitas operasi lebih mungkin terulang kembali periode
yang akan datang dibandingkan dengan accrual.
Akan tetapi, Sloan (1996) menemukan bukti bahwa pasar bereaksi lebih kuat terhadap
accrual daripada terhadap arus kas dari aktivitas operasi. Temuan ini menambah panjang adanya
anomali pasar modal efisien.
4. Implikasi Pasar Efisien Terhadap Pelaporan Keuangan
Implikasi pasar modal efisien menurut Beaver:
 Perubahan dari satu metoda akuntansi ke yang lain. Manajer tidak seharusnya perlu
direpotkan dengan kebijakan akuntansi mana yang akan digunakan, kecuali kebijakan
akuntansi tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap arus kas. Banyak alternatif
kebijakan akuntansi yang diperdebatkan yang sebenarnya sepanjang :
 Tidak memiliki efek terhadap aliran kas,
 Kebijakan akuntansi tersebut dan cara perubahan ke metoda yang lain diungkap
 Info yang memadai diungkap, maka harga saham tidak akan
berubah.Konsekuensinya: Pelaporan Keuangan harus berisi penjelasan tentang
kebijakan akuntansi yang digunakan.
 Efisiensi Securities Market berjalan bersamaan dengan pengungkapan penuh. Perusahaan
harus mengungkapkan informasi sebanyak mungkin. Jika managemen memiliki info
relevan dan bisa diungkapkan dengan biaya yang rendah, maka managemen harus
mengungkapkan dengan segera. Hal ini dikarenakan, semua informasi yang tersedia dan
relevan untuk memperbaiki prediksi digunakan oleh investor, selain itu semakin banyak
info yang dipublikasi maka akan semakin banyak yang tersedia di pasar tentang perusahaan
tersebut. Pasar modal efisien tidak mementingkan bentuk pengungkapan melainkan
kandungan informasinya. Selain itu, pasar modal efisien lebih mengutamakan media
pengungkapan yang cost-effective.
 Perusahaan tidak perlu terlalu memperhatikan investor yang naif (sering disebut investor
yang price-protected) pada waktu menentukan kebijakan dan format pengungkapan.
Karena :
 Jika ada cukup banyak investor yang memahami informasi yang telah diungkapkan,
maka itu sudah cukup menjamin bahwa harga pasar sebuah saham telah sama
dengan jika seluruh investor memahaminya.
- Investor yang naif bisa :
a. Menyewa orang lain untuk menginterpretasi info, atau
b. Meniru keputusan orang lain yang lebih paham.
- Investor cukup dilindungi oleh harga.
 Pasar modal efisien tertarik pada informasi yang relevan dari berbagai sumber, tidak hanya
dari laporan keuangan. Laporan keuangan hanya merupakan salah satu sumber informasi bagi
pasar modal.
 Akuntan berkompetisi dengan penyedia info yang lain. Jika tidak menyediakan info yang
bermanfaat dan efektif-kos, maka kegunaan info akuntansi akan menurun.
5. Asimetris Informasi
Konsep Asimetri Informasi
Seorang partisipan di pasar akan mengetahui sesuatu tentang sebuah aset yang
diperdagangkan yang tidak diketahui oleh partisipan lain. Dua jenis asimetri informasi:
1. Adverse selection
2. Moral hazard Disusun
Dengan Penjelasan sebagai berikut:
a. Adverse selection yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seorang atau
sekelompokorang memperoleh keuntungan atau manfaat lebih dari informasi dibanding yang lain.
b. Moral hazard yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seseorang dapat memperoleh
keuntungan dari transakasi yang dilakukan. Salah satu alasan mengapa informasi asimetri berperan
penting dalam teori akuntansi bahwa pasar sekuritas adalah subjek pada permasalahan informasi
asimetri.
Salah satu alasan mengapa informasi asimetri berperan penting dalam teori akuntansi
bahwa pasar sekuritas adalah subjek pada permasalahan informasi asimetri. Dalamkondisi yang
ideal, nilai pasar perusahaan sepenuhnya mencerminkan semua informasi.yaitu, harga sama
dengan nilai fundamental. Ketika kondisi tidak ideal, nilai pasar sepenuhnya mencerminkan semua
informasi publik, jika pasar keamanan efisien.
Kemampuan orang dalam untuk mendapatkan keuntungan dari keuntungan informasi
mereka adalah contoh dari masalah adverse selection.kemungkinan adverse selection menciptakan
risiko estimasi bagi investor, yang dapat meningkatkan biaya perusahaan terhadap modal di atas
nilai-nilai CAPM mereka. Pengungkapan penuh dan tepat waktu akan mengurangi masalah ini,
dengan demikian meningkatkan kerja pasar sekuritas. Sejak pelaporan semua informasi di
dalamnya terlalu mahal, tapi bagaimanapun, masalah adverse selection masih akan hadir.
Adanya asimetri informasi memungkinkan adanya konflik yang terjadi antara principal dan
agent untuk saling mencoba memanfatkan pihak lain untuk kepentingan sendiri. Eisenhardt (1989)
mengemukakan tiga asumsi sifat dasar manusia yaitu:
· Manusia pada umunya mementingkan diri sendiri (self interest),
· Manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality),
dan
· Manusia selalu menghindari resiko (risk adverse).
Berdasarkan asumsi sifat dasar manusia tersebut menyebabkan bahwa informasi yang
dihasilkan manusia untuk manusia lain selalu dipertanyakan reliabilitasnya dan dapat dipercaya
tidaknya informasi yang disampaikan.
Contoh asimetri info (moral hazard)
Akerlof (1970) tentang pasar mobil bekas. Pasar mobil bekas tidak berjalan baik karena
lemon yang diakui sebagai mobil bagus. Kasus ekstrem, asimetri info bisa menghancurkan pasar.
Contoh membeli asuransi kemungkinan gagal pura-pura sakit menyelesaikan pendidikan agar
bisa mengklaim polis asuransi dan tidak jadi menamatkan pendidikan.
Contoh asimetri info (adverse selesction)
Jika semua orang yang sakit berbondong-bondong mendaftar ke univ dengan harapan akan
bisa disebut dengan mengklaim haknya nanti adverse selection/pilihan yang berlawan atau
merugikan. Menjadi “pilihan yang berlawanan atau merugikan” karena orang yang kondisi
kesehatannya berlawanan dengan kepentingan perusahaan memilih untuk membeli asuransi
kesehatan. Efeknya, perusahaan asuransi bisa tidak mau tidak memberikan jaminan pada pasar
asuransi.
Asimetri info adalah salah satu sumber ketidaksempurnaan pasar. Sumber lain adalah pasar
yang kendati ada namun tidak berjalan dengan baik. Jika harga tidak dengan sempurna
mencerminkan harga, orang tidak bisa membeli kualitas yang ia komoditas inginkan, sehingga ia
menanggung risiko melebihi apa yang ia mau. Akuntansi keuangan punya peran untuk
meningkatkan kesempurnaan pasar. Pasar modal tidak bisa lepas dari masalah asimetri info karena
adanya info orang dalam dan perdagangan orang dalam. Contoh lain dari adverse selection.
Akuntan vs. adverse selection
Pengungkapan penuh Info yang lebih luas diberikan kepada publik. Pelaporan tepat
waktu/segera dan mengurangi kemampuan orang dalam untuk mengambil untung dari keunggulan
informasi mereka.