Anda di halaman 1dari 18

Pembahasan

Soal UKK
Praktek Paket 3
MIKROTIK

Samuel Kimsan Abadi

SMK BONAVITA | XII TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN


DAFTAR ISI

TAHAP I : PERSIAPKAN ROUTERBOARD DAN WINBOX

TAHAP II : KONFIGURASI DHCP CLIENT DAN DHCP SERVER

TAHAP III : KONFIGURASI WLAN DAN HOTSPOT

TENTANG PENULIS
TAHAP I : PERSIAPKAN ROUTERBOARD DAN WINBOX

1. Pertama-tama, siapkan Routerboard dan software WinBox untuk Mikrotik.

2. Masuk ke dalam Routerboard melalui WinBox.

3. Reset Routerboard melalui WinBox. Reset dapat dilakukan dengan metode hard-reset (dengan
tombol power) ataupun soft-reset (melalui WinBox).
TAHAP II : KONFIGURASI DHCP CLIENT DAN DHCP SERVER

1. Lihat semua interface yang aktif dengan meng-klik tab “Interfaces”. Tanda “R” berarti interface
tersebut sudah siap digunakan (ready) ataupun sudah terkoneksi.

2. Konfigurasikan ip dhcp client pada ether yang merupakan penerima koneksi dari sumber
(modem) yang pada kali ini adalah ether 1. Klik tab “IP” > “DHCP Client” > lalu klik symbol “+”
untuk menambahkan ip dhcp client yang baru.

3. Pilih opsi “ether 1”, pastikan opsi “Add Default Route” pada posisi “Yes”. Lalu klik “Apply” dan
klik “OK”.
4. Setelah itu, akan terlihat jika interface ether 1 telah mendapatkan ip dan sudah siap digunakan.

5. Kemudian, kita akan mengkonfigurasi ether 2. Karena ether 2 tidak menerima langsung koneksi,
maka kita perlu untuk menambahkan ip address terlebih dahulu. Klik tab “IP” > “Addresses”.
Pada window ini, terlihat bahwa ether 1 telah mendapatkan ip address. Klik “+” untuk
menambah ip address baru.

6. Ketikkan ip address dan pilih opsi “ether 2”. Klik “Apply” lalu klik “OK”.
7. Setelah itu, kita buat dhcp server untuk “ether 2” dengan klik tab “IP” > “DHCP Server”, lalu klik
“DHCP Setup”.

8. Pilih opsi “ether 2”, lalu klik “Next”.

9. Pastikan ip address untuk dhcp server sesuai dengan ip address yang sudah dibuat.
10. Tentukan gateway untuk dhcp server pada ether 1 (pastikan host id nya “1”). Lalu klik “Next”.

11. Anda bisa membuah batasan range ip address sesuai jumlah “/” yang telah Anda buat. Pada
konfigurasi kali ini, saya akan menggunakan defaultnya. Setelah itu, klik “Next”.

12. Anda juga bisa memilih DNS yang akan digunakan, tapi Anda juga bisa membiarkan default
dengan langsung klik “Next”.

13. Tentukan batasan waktu penggunaan ip address pada client sebelum client me-request kembali
ip dari dhcp server.
14. Akan terlihat konfigurasi ip dhcp server yang sudah selesai. Tinggal klik “OK” saja.

15. Setelah itu, reboot Routerboard dengan klik tab “System” > “Reboot”. Setelah Routerboard
me-reboot sistemnya, maka akan terlihat ip address yang tadinya “0.0.0.0” berubah menjadi ip
address dari ether 2 yang sudah kita buat tadi. Hal ini dikarenakan, PC yang kita gunakan
tersambung ke ether 2 pada Routerboard.
TAHAP III : KONFIGURASI WLAN DAN HOTSPOT

1. Aktifkan wlan dengan membuka tab “Interfaces”, klik satu kali pada opsi interface wlan yang
masih berwarna abu-abu (pertanda belum aktif), lalu klik symbol centang untuk
mengaktifkannya.

2. Setelah itu, konfigurasi ip address untuk wlan sesuai cara yang sudah dijelaskan di atas.

3. Lalu kita buat juga konfigurasi ip dhcp server untuk wlan sesuai cara yang sudah dijelaskan
sebelumnya. Pada tahap ini, opsi dhcp server wlan akan berwarna merah karena belum terpakai
atau belum ada yang terhubung dengan wlan. Ingatlah bahwa address pool untukwlan adalah
dhcp_pool1.
4. Setelah selesai dengan konfigurasi ip dhcp server untuk wlan, klik tab “Wireless”, lalu klik 2 kali
pada wlan1.

5. Pada menu “Wireless”, ubah mode menjadi “ap bridge” (karena wlan akan memancarkan sinyal
dan bukan menangkap), ubah band menjadi “2GHz-B/G/N”, lalu ubah ssid sesuai kebutuhan
Anda. Saya akan memberikan ssid “samuel_kimsan@hotspot”. Setelah itu, klik “Apply” dan
“OK”.

6. Nama (ssid) wlan yang sudah kita ubah akan terlihat pada device yang melakukan scanning
untuk wireless.
7. Kemudian, lakukan konfigurasi untuk hotspot dengan klik tab “IP” > “Hotspot”.

8. Pilih menu “Server”, lalu klik “Hotspot Setup” untuk membuat hotspot baru. Pilih interface
“wlan1”, lalu klik “Next”.

9. Pastikan ip address wlan1 yang akan dikonfigurasi sesuai dengan pegaturan ip address wlan
pada awal tadi. Jangan lupa centang pada opsi “Masquarade Network”. Setelah itu, klik “Next”.
10. Sesuaikan range ip address dengan range ip dhcp server pada wlan yang sudah dikonfigurasi
sebelumnya. Setelah itu, klik “Next”.

11. Pilih opsi “none” untuk sertifikatnya, address smtp “0.0.0.0” (default). Lanjutkan dengan klik
“Next”

12. Biarkan DNS Server dalam kondisi default, lalu klik “Next”. Setelah itu, beri nama pada DNS
Name (alamat web login). Setelah itu, klik “Next”.
13. Biarkan konfigurasi local hotspot user (admin) dengan klik “Next” saja. Jika sudah selesai, maka
akan ada notifikasi bahwa konfigurasi hotspot telah berhasil. Klik “OK”.

14. Setelah itu, kita masuk dalam menu “User Profiles”, klik pada symbol “+”. Lalu buatlah sebanyak
2 “uprof” menggunakan address pool dhcp_pool1 (wlan) dengan jumlah shared users yang
sesuai dengan range ip dhcp wlan beserta limit bandwithnya (upload/download = 256 Kbps).
Jangan lupa untuk mencentang “Add Mac Cookie”. Hasilnya, pada menu “User Profiles” akan
terdapat 2 “uprof” (untuk siswa dan guru). Setelah selesai, klik “Apply” lalu klik “OK”.
15. Kemudian, masuk ke menu “Users”, klik symbol “+” untuk menambahkan user baru. Kali ini, kita
akan membuat 2 user yaitu guru (menggunakan uprof1) dan siswa (menggunakan uprof2). Pilih
“hotspot1” untuk opsi “Server”, beri nama dan password, lalu pilih “Profile” yang sudah dibuat
sebelumnya untuk masing-masing user. Setelah selesai, klik “Apply” lalu klik “OK”.

16. Lalu pada menu “Server Profile”, klik 2 kali pada “hsprof1”, masuk ke menu “Login”, dan
uncheck pada opsi “Cookie”. Hal ini bertujuan agar setiap user/client yang terkoneksi akan
selalu diminta untuk login terlebih dahulu setiap kali terhubung ke jaringan hotspot (wlan).
Setelah itu, klik “Apply”, dan klik “OK”.
17. Setelah itu, masuk ke menu “Walled Garden”, lalu klik pada symbol “+”. Pilih opsi allow pada
“Action”, pilih “hotspot1” pada opsi “Server”, lalu masukkan web address (*http://bsnp-
indonesia.org). Hal ini bertujuan agar user/client yang sudah terhubung tetapi belum login, akan
tetap dapat mengakses website tertentu (*http://bsnp-indonesia.org). Setelah itu, klik “Apply”,
lalu klik “OK”.
TAHAP IV : KONFIGURASI FIREWALL

1. Klik tab “IP” > “Firewall”. Masuk ke menu “NAT” dan klik pada symbol “+” untuk menambahkan
firewall rule baru.

2. Pada menu “General”, pilih opsi “srcnat” untuk “Chain” dan “ether1” untuk “Out. Interface”. Hal
ini karena ether1 merupakan ip dhcp client dari Routerboard.
3. Masuk menu “Action”, pilih opsi “masquerade”. Klik “Apply” lalu “OK”. Setelah selesai, akan
terlihat konfigurasi firewall yang sudah dibuat.

4. Setelah itu, reboot Routerboard Anda melalui tab “System” > “Reboot” untuk menerapkan hasil
konfigurasi yang telah Anda buat.
TENTANG PENULIS

Nama: Samuel Kimsan Abadi

Email: kimsansamuel631@gmail.com