Anda di halaman 1dari 17

MATA KULIAH

BAHAN BANGUNAN
NAMA DOSEN

Robi Fernando, ST, MT.

JUDUL TUGAS

BAHAN KAYU DAN BAMBU

Oleh:

Fairuz Salma Nabila

NIM: 193026

PROGRAM STUDI BANGUNAN GEDUNG

POLITEKNIK PEKERJAAN UMUM

TAHUN 2019
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................................. 3

Daftar isi............................................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 4

 Latar belakang ....................................................................................................... 4


 Rumusan masalah ................................................................................................. 4
 Tujuan penulisan ................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 6

 Pengertian kayu dan bambu .................................................................................. 6


 Sifat karakteristik kayu dan bambu....................................................................... 7
 Kelebihan dan kekurangan penggunaan bahan kayu dan bambu ....................... 10
 Jenis-jenis bahan kayu dan bambu ...................................................................... 12
 Penggunaan kayu dan bambu.............................................................................. 13
 SNI ...................................................................................................................... 15

BAB III PENUTUP ........................................................................................................ 16

 Kesimpulan ......................................................................................................... 16

Daftar pustaka ................................................................................................................. 17

2
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang bahan kayu
dan bambu.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahan bangunan.
Hasil yang ingin dicapai agar dapat mengetahui serta memahami tentang bahan kayu dan bambu.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah bahan kayu dan bambu ini dapat memberikan
manfaat bagi pembaca.

Semarang, 27 November 2019

Penyusun

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong harga bahan bangunan menjadi
mahal, termasuk naiknya harga kayu sebagai bahan dasar pembuatan rumah tinggal. Kayu yang
berupa balok dan kasau dipakai untuk konstruksi rumah banyak didatangkan dari daerah luar pulau
Jawa, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Lonjakan harga kayu yang signifikan
mendorong untuk mencari bahan alternatif yang dapat menggantikan kayu sehingga harganya
dapat terjangkau oleh masyarakat. Banyak cara dan upaya yang telah dilakukan di antaranya
memanfaatkan penggunaan kayu lokal, namun hasilnya belum maksimal.
Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa bambu merupakan bahan bangunan termrah
dibanding bahan-bahan lain seprti batu bata, beton, kayu dan baja, serta menggunakan energi
paling kecil dalam proses penggunaanya. Meskipun demikian, bambu memiliki beberapa
kekurangan diantaranya adalah dalam hal keawetan. Keawetan bambu sangat berhubungan
dengan waktu tebang dan proses pengawetan. Dengan ketepatan waktu dan pengawetan yang
benar keawetan bambu dapat mencapai 10-50 tahun bahkan lebih.
Berbagai keunggulan bambu serta kemudahannya diperoleh hampir di seluruh wilayah
Nusantara menjadikan bambu sebagai bahan penting dalam berbagai penciptaan bangunan atau
ber-arsitektur. Dalam dunia seni rupa visual, antara lain seni instalasi yang pada dasarnya memiliki
pengertian seni menyusun, merangkai suatu benda (3D) untuk menyampaikan pesan-pesan
tertentu cukup dekat dengan karakteristik bambu yang cenderung berupa rangkaian susu- nan
benda-benda. Sehingga bahan bambu sering digunakan, lebih-lebih bambu secara alami memiliki
keindahan tersendiri, seperti warna, dimensi, wujud batang yang tidak sama satu sama lain dan
juga kelenturannya.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan
untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat digantikan
dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya
mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam
pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai dengan
yang kita inginkan. Selanjutnya akan dibahas mengenai sifat kayu, keuntungan dan kelemahannya
serta cara penggunaan atau sambungannya.

1.2. Rumusan masalah


1. Apa pengertian bahan kayu dan bambu?
2. Bagaimana sifat karakteristik bahan kayu dan bambu?
3. Apa kelebihan dan kekurangan penggunaan bahan kayu dan bambu ?
4. Apa saja jenis- jenis bahan kayu dan bambu?
5. Bagaimana penggunaan bahan kayu dan bambu sebagai bahan bangunan?
6. Apa saja SNI yang dipakai bahan kayu dan bambu?

4
1.3. Tujuan
1. Untuk memahami pengertian bahan kayu dan bambu.
2. Untuk mengetahui bagaimana sifat karakteristik bahan kayu dan bambu.
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penggunaan bahan kayu dan
bambu.
4. Untuk mengetahui jenis-jenis kayu dan bambu.
5. Untuk mengetahui penggunaan bahan kayu dan bambu sebagai bahan
bangunan.
6. Untuk mengetahui SNI yang dipakai bahan kayu dan bambu.

5
BAB II
Pembahasan

2.1. Pengertian bahan kayu dan bambu


A. Kayu
Keramik merupakan perpaduan antara senyawa logam dan bukan logam. Kata keramik
sendiri berasal dari Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang
sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh
bahan-bahan lain. Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian. Mengetahui
sifat-sifat dari kayu ini penting sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat
tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang
memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya
apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.
Sebagai bahan konstruksi bangunan, kayu sudah dikenal dan banyak dipakai sebelum orang
mengenal beton dan baja. Dalam pemakaiannya kayu tersebut harus memenuhi syarat : mampu
menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan aman dalam jangka waktu yang
direncanakan; mempunyai ketahanan dan keawetan yang memadai melebihi umur pakainya; serta
mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai dengan pemakainnya dalam konstruksi.
Salah satu kendala yang ada pada pemakaian kayu hutan tanaman atau hutan rakyat adalah ukuran
dan mutu kayu yang dihasilkan sangat bervariasi sehingga pemakai seringkali merasa kesulitan
dalam memilih jenis dan ukuran yang akan dipakai. Oleh karena itu perlu adanya upaya lain yaitu
pemasyarakatan/pengenalan jenis dan ukuran kayu yang dihasilkan dari hutan rakyat tersebut.

B. Bambu
Bambu adalah material ringan yang berongga. Banyak orang mengira bahwa rongga
tengah bambu merupakan kelemahan bagi bambu, padahal hal ini tidak benar. Bambu
memang berongga, dan rongga tengah pada bambu sebenarnya merupakan ciri khas
kekuatan bambu dan berfungsi sebagai bracer.Bracer dapat memperkuat bambu dan
membuat elemen yang biasa digunakan sebagai struktur menjadi lebih ringan dan tidak
kaku. Bambu juga memiliki karakter elastis dan tidak mudah pecah sehingga struktur bambu
menjadi lebih dapat diandalkan.

6
2.2. Sifat karakteristik bahan kayu dan bambu
A. Kayu
Sifat-sifat kayu secara kimiawi:
1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya
terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta lignin (non
karbohidrat).
2. Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji
menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).
3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau melepaskan
kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara disekelilingnya.
4. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama dalam keadaan
kering.

sifat-sifat kayu secara fisik:

1. Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat ekstraktif
didalamnya. Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya. Kayu mempunyai berat
jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu
nani). Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan semakin kuat pula.
2. Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar
seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif
didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu. Zat ekstraktif tersebut terbentuk
pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayu teras lebih
awet dari kayu gubal.
3. Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu yang
berbeda-beda.
4. Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan kedalam
kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur sedang (contoh: jati,
sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).
5. Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon. Arah serat dapat
dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan serat diagonal
(serat miring).
6. Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar, halus, licin,
dingin, berminyak dll). Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu,
kadar air, kadar zat ekstraktif dalam kayu.
7. Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka. Beberapa jenis
kayu mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan bau kayu tersebut, sering
digunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat
penyamak (jati), bau kamper (kapur) dsb.
8. Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan pemunculan riap-
riap tumbuh dalam pola-pola tertentu. Pola gambar ini yang membuat sesuatu jenis kayu
mempunyai nilai dekoratif.
9. Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air. Makin lembab udara disekitarnya
makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya.

7
Dalam kondisi kelembaban kayu sama dengan kelembaban udara disekelilingnya disebut
kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium Moisture Content).
10. Kayu memiliki sifat sendiri terhadap suara:
a. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan
elastisitas kayu.
b. Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang suara. Kualitas
nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayu banyak dipakai untuk bahan
pembuatan alat musik (kulintang, gitar, biola dll).
11. Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat barang-
barang yang berhubungan langsung dengan sumber panas.
12. Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran listrik. Daya hantar
listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu. Pada kadar air 0 %, kayu akan menjadi bahan sekat
listrik yang baik sekali, sebaliknya apabila kayu mengandung air maksimum (kayu basah),
maka daya hantarnya boleh dikatakan sama dengan daya hantar air.

Sifat-sifat kayu secara mekanik:


1. Kekuatan tarik kayu:
a. Kekuatan tarik kayu sejajar dengan arah serat.
b. Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah serat. Kekuatan
tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat.
2. Kekuatan tekan kayu:
a. Kekuatan tekan kayu sejajar dengan arah serat.
b. Pada semua kayu, kekuatan tegak lurus serat lebih kecil daripada kekuatan kompresi
sejajar arah serat.
3. Kekuatan geser kayu:
a. Kekuatan geser kayu sejajar dengan arah serat kayu.
b. Kekuatan geser kayu tegak lurus arah serat.
c. Kekuatan geser miring.
4. Kekuatan lentur kayu:
a. Kekuatan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara
perlahan-lahan.
b. Kekuatan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara
mendadak.
5. Kekakuan kayu: Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau
lengkungan. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.
6. Keuletan kayu: Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang
relatif besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang
yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen
dan kerusakan sebagian.
7. Kekerasan kayu: Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat
takik atau lekukan atau kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan, kekerasan
merupakan suatu ukuran tentang ketahanan terhadap pengausan kayu.
8. Kekuatan belah kayu: Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya
yang berusaha membelah kayu. Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam
pembuatan sirap dan kayu bakar. Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk

8
pembuatan ukir-ukiran (patung). Pada umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah
radial) dari pada arah tangensial.
Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat keku-atan kayu atau sifat mekaniknya
dinyatakan dalam kg/cm2.

a. Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu, kelembaban lingkungan, pembebanan dan cacat
yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak kayu.
b. Faktor dalam kayu (internal): BJ, cacat mata kayu, serat miring dsb.
Prosiding PPI Standardisasi melakukan penelitian pada tahun 2009 tentang kadar air dan
kerapatan serat kayu. Kadar air kering udara berkisar antara 11.46-17.18%.
Berdasarkan klasifikasi kerapatan kayu, maka kayu sengon, sengon buto, suren,
mindi dan tata tergolong kayu yang ringan (0.24-0.56 g/cm3) sedangkan sisanya tergolong kelas
sedang (0.56-0.72 g/cm3).

B. Bambu
Sifat fisik bambu dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa kuat lekat tulangan
bambu (betung) yang dilapisi cat dapat mencapai 1,0 MPa, sedangkan yang dilapisi aspal banyak
terjadi slip (penggelinciran). Dalam satu batang bambu sifat mekaniknya berbeda-beda maka
disarankan bahan tulangan diambilkan hanya bagian luar (kira-kira 30% tebal dari bambu bagian
pangkal dan 50% tebal dari bambu bagian tengah atau ujung).
Dari berbagai jenis bambu yang telah diteliti kuat lekatnya ternyata bambu betung
mempunyai kuat lekat yang paling tinggi, yaitu sekitar 1,1 MPa (dipilin). Kuat lekat bambu apus,
ori dan wulung hampir sama yaitu sekitar 0,6 MPa. Kalau dilihat keterkaitannya antara kuat lekat
ini dan sifat kembang susut bambu, ternyata kembang susut bambu betung paling rendah
dibandingkan dengan tiga jenis bambu tersebut.
Penggunaan bambu sebagai material konstruksi selama ini masih bersifat sekunder seperti
perancah, reng, atap, dinding. Kenyataan ini lebih disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat
kita mengenai sifat-sifat mekanik dan fisik struktur bambu.

9
2.3. Kelebihan dan kekurangan bahan kayu dan bambu
A. Kayu
Kelebihan Kayu

 Mudah dalam pengerjaan, bisa dibuat atau dibentuk sesuai keinginan

 Mudah untuk dipaku, dibaut, dan direkatkan

 Mudah didapat, karena di Indonesia masih banyak tersedia dan ketersediaannya bisa

didaur ulang lagi dengan reboisasi

 Jenis kayu solid awet dan tahan lama

 Harganya relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan lainnya

 Kekuatan kayu cukup tinggi dan ringan

 Daya tahan terhadap listrik dan bahan kimia cukup baik

 Dapat kedap suara

 Jenis kayu tertentu mempunyai tekstur yang indah sehingga memiliki nilai lebih untuk

dijadikan elemen dekorasi

Kekurangan Kayu

 Bersifat kurang homogen

 Mudah terpengaruh oleh iklim

 Terdapat cacat bawaan dan cacat alam, seperti mata kayu dan pecah-pecah

 Kerusakan dapat terjadi pada kelembaban yang tinggi

 Mudah terserang jamur dan serangga, seperti rayap

 Tidak tahan api, sehingga kayu mudah terbakar, apalagi kalau dalam kondisi kering

10
B. Bambu

Kelebihan Bambu

 Menurut penelitian, bambu lebih kuat dari beton dalam struktur

 Memiliki sifat fisis dan mekanik yang baik

 Mudah dibelah, dipotong, dan dibentuk

 Seratnya elastis, optimal menahan beban tarik, tekan, geser, dan tekuk

 Rupanya artistik

 Relatif murah

 Tidak bersifat polutif

 Ramah lingkungan karena memiliki siklus hidup kurang dari 6 tahun

 Mampu mencegah longsor, erosi, serta banjir

 Ringan

Kekurangan Bambu

 Rentan lapuk, reyot, tidak tahan air hujan dan api

 Rawan terkena hama jamur, lumut, rayap, bubuk, dan sejenisnya

 Umurnya relatif pendek

 Dalam pengerjaannya, ada beberapa hal sulit, seperti teknik penyambungan antar bambu,

atau penyambungan dengan material lain

11
2.4. Jenis-jenis bahan kayu dan bambu
A. Kayu

Jenis-Jenis Kayu untuk Bahan Bangunan


1. Kayu Jati

Kayu jati sangat terkenal akan keindahan, kekuatan dan kestabilannya. Kayu ini menjadi
pilihan utama yang dijadikan material bangunan. Kayu jati juga tahan terhadap jamur,
rayap, dan serangga lain sehingga jati sangat dicari dan berharga mahal.

2. Kayu Merbau

Tekstur kayu merbau yang cukup keras dan stabil menjadikan kayu merbau sebagai
alternatif pengganti kayu jati. Kayu ini sangat cocok dijadikan penyangga dan tiang atap
rumah. Kayu ini juga tergolong mahal karena nyaris tidak memiliki kelemahan. Kayu
merbau biasanya di finishing dengan melamin warna gelap.

3. Kayu Kamper

Kayu ini memiliki aroma khas sehingga dinamai kayu kamper. Kelebihan kayu ini adalah
kuat terhadap serangga dan lebih ringan dibandingkan kayu jati. Harganya juga relatif lebih
terjangkau dengan serat kayu yang halus dan indah. Biasanya kayu kamper dijadikan bahan
untuk membuat pintu dan jendela dalam ukuran standar.

4. Kayu Bangkirai

Kayu bangkirai termasuk dalam golongan kayu yang cukup kuat dan awet. Kayu ini sering
digunakan sebagai material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bangkirai juga tahan
terhadap cuaca sehingga cocok digunakan pada area eksterior.

5. Kayu Kelapa

Kayu kelapa yang bisa digunakan adalah yang sudah berumur 60 tahun ke atas, yang sudah
tidak menghasilkan lagi sehingga harus ditebang dan diganti dengan pohon yang baru. Kayu
kelapa mudah dijadikan balok sehingga cocok untuk digunakan sebagai tiang penyangga
atap rumah.

12
6. Kayu Meranti Merah

Kayu meranti merah terbagi menjadi meranti merah tua dan muda. Keduanya sama-sama
bagus untuk dijadikan sebagai material bangunan. Kayu ini cukup peka terhadap cuaca
sehingga kurang bagus digunakan untuk eksterior atau luar ruangan.

B. Bambu

Jenis-Jenis Bambu untuk Bangunan


1. Bambu Batu / Petung

Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 20 cm dan panjang 25 meter.
Biasanya digunakan untuk tiang atau penyangga bangunan, bahan industri pulp dan kertas,
kayu lapis, bangunan, mebel, anyaman, peralatan pertanian, dan peternakan.

2. Bambu hitam, pring wulung, peri laka

Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 14 cm dan panjang 20 meter.
Biasanya digunakan untuk bahan pembuatan instrumen musik seperti angklung, calung,
gambang, dan celempung. Jenis ini juga berfungsi untuk bahan industri kerajinan tangan dan
pembuatan mebel karena tahan terhadap hama.

3. Bambu apus, pring apus, peri

Diameter dari bambu jenis ini adalah 4-10 cm. Biasanya ini digunakan sebagai tanaman
pagar penghias. Batangnya juga dapat digunakan sebagai alat pembuatan pegangan payung,
peralatan memancing, kerajinan tangan seperti rak buku, industri pulp, kertas, dan
penghalau angin kencang (wind break)

2.5. Penggunaan bahan kayu dan bambu

A. Kayu

1. Kayu sebagai konstruksi bangunan


Sampai abad ke-20 sebagian besar dari hampir semua bangunan perumahan dan struktur
bangunan komersial dibangun dari kayu. Karena masih berlimpahnya sumber kayu menyebakan
hampir semua struktur bangunan perumahan, jembatan, bangunan komersial ringan, pabrik dan
tiang menggunakan kayu solid. Sekarang bangunan tersebut lebih banyak menggunakan bahan

13
kayu struktural yang lebih modern. Misalnya lantai, dinding, atap untuk konstruksi ringan
umumnya dibuat dari papan kayu atau panel kayu.
Kayu untuk keperluan bangunan umumnya dari kelas kuat I, II dan III dengan rasio kekuatan
terhadap berat yang cukup tinggi, serta mempunyai kelas awet I atau II. Bila dari kelas awet III
atau di bawahnya, maka kayu tersebut harus diawetkan terlebih dahulu.

Penggunaan kayu gergajian secara konvensional untuk bahan bangunan hanya


terbatas untuk dimensi tertentu dan tidak bisa digunakan untuk konstruksi bangunan yang
memerlukan bentangan yang lebar dan tinggi. Untuk mendapatkan kayu dengan bentangan dan
ukuran yang besar sangat sulit, karena bentang dan ukuran terbesar sesuai dengan ukuran
pohonnya. Untuk mengatasi hal itu perlu dibuat balok glulam yaitu gabungan dua atau lebih papan
kayu gergajian yang direkat dengan menggunakan perekat tertentu dengan arah serat kayunya
sejajar satu sama lain.

2. Lantai (Flooring)
Lantai kayu atau mozaik parquet flooring sangat disukai karena selain berksesan setetis yang
kental, juga memberikan kesan hangat pada ruangan. Untuk Hardwood atau kayu daun lebar sangat
disukai dan sering digunakan. Untuk keperluan lantai diperlukan kayu dengan kekerasan tinggi,
beberapa industri mensyaratkan kayu untuk lantai dipilih kayu yang bercorak indah, kelas kuat I-
III dan kelas awet I-II.

3. Dinding
Untuk dinding bagian luar (eksterior) selain digunakan papan kayu, saat ini lebih
umum digunakan kayu lapis eksterior, flakeboard atau papan partikel eksterior.
Sedangkan untuk dinding di bagian dalam ruangan (interior) tidak diperlukan
persyaratan yang tinggi. Untuk pembuatan dinding, selain diperlukan kayu yang
bercorak indah, juga kayu yang stabil dan awet, untuk berbagai keperluan dipersyaratkan mampu
meredam suara (isolator).
a. Kayu gergajian
Kayu gergajian yang telah dicoba dibuat untuk partisi dinding antara lain kayu karet, mindi, kelapa
dan mangium. Partisi dinding yang dibuat dari kayu karet yang diawetkan dengan boron
menunjukkan penampilan yang mirip dengan ramin. Sedangkan yang dibuat dari kayu mangium
menunjukkan menampilan seperti jati.
b. Kayu lapis
Kayu lapis indah yang dibuat dari venir mangium, tusam, mindi dan mimba dapat digunakan untuk
dinding dengan penampilan yang cukup bagus.

c. Papan mineral
Papan mineral seperti papan gypsum dan papan mineral. Papan semen yang dibuat dari kayu karet,
jeungjing ternyata dapat digunakan untuk pembuatan dinding bangunan yang tahan lama.

B. Bambu

1. Sebagai bekisting atau perkuatan dalam proses pencetakan struktur beton bertulang sesuai
dengan bentuk dan ukurannya

14
2. Sebagai tiang/kolom rumah; untuk rumah bamboo, sebaiknya dipilih jenis yang cukup kuat
dan umurnya tua sehingga struktur kolom rumah bisa kuat dan tahan lama
3. Sebagai dinding rumah yang disebut juga dengan istilah gedeg; bentuknya berupa anyaman
kulit atau daging bambu yang sudah diiris dan dihaluskan
4. Pada lantai bangunan dengan cara membelah bambu atau secara utuh ditata sehingga
membentuk lantai yang kuat.
5. Struktur rangka atap, seperti dalam pembuatan kuda-kuda bambu, reng bambu, usuk
bambu dan bagian lainnya sehingga membentuk struktur atap yang kokoh
6. Sebagai furnitur seperti kursi atau meja bambu
7. Sebagai tiang yang ditancapkan agar tanaman di halaman rumah dapat berdiri tegak
8. Sebagai pagar rumah dengan cara membelah bambu, kemudian disambungkan
menggunakan alat sambung paku
9. Sebagai pintu rumah
10. Untuk plafon, dijadikan sebagai rangka sekaligus penutup langit-langit menggunakan
lembaran anyaman bambu

2.6. SNI kayu dan bambu

A. Bambu

 SNI 8020-2014: Kegunaan Bambu,

 SNI 7944-2014: Bambu Lamina Penggunaan Umum;

 SNI 01-4033-1996: Rebung Bambu dalam Kaleng; serta

 SNI 7555.22-2011: Furnitur.

15
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan
kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain.
Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian. Mengetahui sifat-sifat dari kayu
ini penting sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat tersebut tidak saja
dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga
dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang bersangkutan
sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.
Bambu adalah material ringan yang berongga. Banyak orang mengira bahwa rongga tengah
bambu merupakan kelemahan bagi bambu, padahal hal ini tidak benar. Bambu memang
berongga, dan rongga tengah pada bambu sebenarnya merupakan ciri khas kekuatan bambu
dan berfungsi sebagai bracer

Penggunaan bahan kayu dan bambu bermacam-macam:


1. Kayu
 Kayu sebagai konstruksi bangunan
 Lantai (Flooring)
 Dinding

2. Bambu
 Sebagai bekisting atau perkuatan dalam proses pencetakan struktur beton bertulang
sesuai dengan bentuk dan ukurannya
 Sebagai tiang/kolom rumah; untuk rumah bamboo, sebaiknya dipilih jenis yang cukup
kuat dan umurnya tua sehingga struktur kolom rumah bisa kuat dan tahan lama
 Sebagai dinding rumah yang disebut juga dengan istilah gedeg; bentuknya berupa
anyaman kulit atau daging bambu yang sudah diiris dan dihaluskan

16
DAFTAR PUSTAKA

 http://illbeyourpaparazzi.blogspot.com/2011/04/kayu-sebagai-bahan-bangunan.html
 https://www.arsitag.com/article/bambu-sebagai-bahan-bangunan
 https://www.academia.edu/8123912/Bambu_Sebagai_Bahan_Konstruksi_dan_NonKonstruksi
 https://www.arsitag.com/article/kayu

17