Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan Jurnal

Penyakit gastrointestinal yang tergolong parah meliputi acute necrotising

enterocolitis (NEC), spontaneous localised intestinal perforation, kelainan

usus congenital dan atresia, anterior abdominal wall defects, hirschsprung,

malformasi akut atau vulvolus merupakan penyebab utama dalam

morbiditas, mortalitas dan ketidakmampuan neuro dalam pada bayi baru lahir

dan infant (Kays 1996; Hajivassiliou 2003). Bayi dengan penyakit

gastrointestinal yang parah mengalami lebih banyak infeksi invasif, memiliki

tingkat asupan nutrisi yang lebih rendah, tumbuh lebih lambat, dan memiliki

masa perawatan intensif dan perawatan di rumah sakit yang lebih lama

dibandingkan dengan bayi tanpa penyakit gastrointestinal. NEC yang parah,

terutama jika penanganan dengan pembedahan, berhubungan dengan tingkat

kecacatan neurologis jangka panjang yang lebih tinggi, yang mungkin

merupakan konsekuensi dari infeksi dari peyakit itu sendiri dan gizi kurang

selama masa kritis dalam perkembangan otak (Stoll 2004; Rees 2007).

Sebuah intervensi yang dapat dilakukan untuk mempercepat poses

penyembuhan pada bayi dengan penyakit gastrintestinal yang parah yaitu

dengan pemberian suplemen glutamin. Glutamin adalah sumber energi utama

untuk membagi dan merregenerasi sel dengan cepat seperti enterosit, limfosit,

makrofag, dan neutrofil. Meskipun glutamin dapat disintesis secara alami


oleh tubuh dan dianggap sebagai asam amino, namun pada kondisi tertentu

kebutuhnan glutamin pada tubuh dapat meleihi dari pasokan yang disediakan

oleh tubuh. Tingkat glutamin plasma turun selama penyakit kritis atau setelah

menjalani operasi besar, defisiensi glutamin dapat membatasi pemulihan

jaringan. Sementara glutamin hadir dalam ASI, sedangkan pada susu formula

bayi mengandung glutamin yang rendah, dan pada larutan nutrisi parenteral

standar tidak mengandung glutamin karena tidak stabil di lingkungan berair

(Khan 1991; Agostini 2000).

Dengan demikian, bayi yang memiliki penyakit gastrointestinal berat atau

yang baru saja menjalani operasi pada sistem gastrointestinal tidak akan

mendapatkan pasokan glutamin yang cukup. Oleh karena itu, layak untuk

memberikan glutamin tambahan. Secara teori, suplementasi glutamin dapat

memberi beberapa manfaat bagi infant dengan penyakit gastrointestinal berat

yaitu dapat mempercepat anastomosis dan penyembuhan luka dan

meningkatkan integritas mukosa usus sehingga dapat membantu bayi untuk

mentolerir makanan enteral dan dapat mempersingkat durasi perawatan di

rumah sakit. Selain itu, glutamin dapat memperbaiki fungsi usus, mengatur

produksi limfosit sehingga mengurangi tingkat infeksi yang kemungkinan

didapatkan,tingkat kematian yang lebih rendah, dan dalam jangka waktu yang

lebih lama dapat menurunkan tingkat perkembangan neurodevelopmental

yang merugikan.

B. Tujuan penulisan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari bukti bahwa pemberian

glutamin ekstra dapat menyembuhkan dengan baik dan cepat pada infant

dengan masalah gastrointestinal.

BAB II
KRITISI JURNAL

A. Penilaian Elemen Dasar


1. Gaya Penulisan pada penelitian ini padat terdiri dari 19 halaman, dan
isinya sangat jelas menggambarkan tentang latar belakang, tujuan, metode,
hasil dan kesimpulan, secara terorganisir.
2. Penulis, Pada penelitian ini terdapat 3 orang peneliti yakni Brown JVE,
Moe-Byrne T, McGuireW.
3. Judul, judul penelitian ini cukup jelas, namun tidak mencantumkan
tempat penelitian dan tahun penelitian
4. Abstrak, dalam penulisan abstrak secara umum sudah jelas antara latar
belakang penelitian, tujuan, metode, pemilihan sampel, analisa data, hasil,
dan kesimpulan.
5. Referensi, sumber literature yang digunakan sebanyak 45 referensi terdiri
dari beberapa buku dan jurnal yang sebelumnya telah dipublikasikan.
6. Kesimpulan, secara umum jurnal ini dapat dijadikan salah satu referensi,
ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut,
namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada
kemajuan dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan khususnya pada
pengembangan karya ilmiah meskipun hasilnya tidak memberikan
pengaruh yang berarti.
B. Validitas
1. Tujuan/masalah penelitian dan hipotesis, pada penelitian sudah jelas
disampaikan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk mencari bukti
bahwa pemberian glutamin ekstra dapat menyembuhkan dengan baik dan
cepat pada infant dengan masalah gastrointestinal.
2. Tinjauan pustaka, terorganisir bersumber dari penelitian primer dan
peneliti mengkritisi dengan baik dan seimbang, selain itu penulisan jurnal
membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya.
3. Sampel, Pada penelitian ini menyatukan tiga penelitian dengan total
participans 274 infant dan sampel 80 . Pengambilan sampel dengan teknik
Randomised atau quasi-randomised controlled trials yang
membandingkan antara bayi yang diberikan suplemen glutamin dan yang
tidak diberikan suplemen glutamin pada bayi yang mengalami penyakit
gastrointestinal yang parah.
4. Metodologi, pada penelitian ini menggunakan pencarian standar dari the
Cochrane Neonatal Review Group ( the Cochrane Central Register of
Controlled Trials (CENTRAL) (Wiley), EMBASE (OvidSP),Maternity
and Infant Care (OvidSP), MEDLINE & MEDLINE in process (OvidSP)
dan PubMed)
5. Kesimpulan tingkat validitas, penelitian yang bertujuan untuk menilai
efek glutamin tambahan terhadap mortalitas dan morbiditas pada infant
dengan penyakit gastrointestinal berat dengan sampel 274 dengan
menggunakan pencarian standar dari beberapa sumber dari the Cochrane
Neonatal Review Group.
C. Realibilitas
1. Data analisis/ Hasil penelitian, penelitian menggunakan tipe data
numerik , dengan uji statistik yang digunakan yaitu a meta-analysis ,
jumlah sampel yang dimasukkan dalam analisis sebanyak 274, yang
terdiri atas 80 sampel pada penelitian Albers (2005), 20 sampel pada
penelitian Duggant (2004), dan 174 sampel pada penelitian Ong (2012),
Signifikasi hasil penelitian menyatakan bahwa suplementasi glutamin
kepada bayi dengan penyakit gastrointestinal yang parah tidak
memberikan bukti bahwa glutamin tambahan dapat mempengaruhi
kematian, tingkat infeksi invasif, atau morbiditas lainnya.
2. Kesimpulan tingkat reabilitas, Tiga uji quality randomised controlled
dengan 274 bayi dengan penyakit gastrointestinal berat berpartisipasi
menilai keefektifan suplementasi glutamin untuk infant dengan penyakit
gastrointestinal yang parah tersedia tidak memberikan bukti bahwa
glutamin tambahan mempengaruhi kematian, tingkat infeksi invasif, atau
morbiditas lainnya.
D. Aplikabilitas
1. Kekuatan dan keterbatasan penelitian tersebut.
Kekuatan : Jurnal tersebut merupakan jurnal jenis review sehingga
jurnal tersebut merupakan gabugan dari beberapa penelitian yang telah
dilakukan. Pada penelitian ini menggabungkan tiga penelitian
sebelumnya yang telah dilakukan, sehingga kemungkinan kebenaran
hasil dari penelitian tersebut lebih tinggi. Pemaparan materi lebih rinci
dengan memberikan sub topik pada setiap pembahasan yang
disediakan.
Kelemahan: Kelemahan pada penelitian ini hasil tidak mendukung
hipotesa. Selain itu metode pengumulan data hanya dengan metode
pencarian standar dengan memanfaatkan jurnal-jurnal penelitian yang
telah dilakukan sebelumnya.
Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya disebutkan pada jurnal
bahwa untuk penelitian slanjutnya memerlukan sampel yang lebih
banyak agar dapat memungkin pembagian berdasarkan usia gestasi
dan jenis penyaitnya.
2. Kesimpulan aplikabilitas penelitian: pada penelitian ini
menggabungkan tiga penelitian sebelumnya dengan metode pencarian
standar dengan memanfaatkan jurnal-jurnal penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya dengan hasil tidak mendukung hipotesa.
BAB III
KESIMPULAN
Secara umum jurnal ini dapat dijadikan salah satu referensi, meskipun
ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut. Pada
penelitian ini belum dapat dijadikan sebagai evidence base practice karena hasil
tidak mendukung hipotesi, namun perlu dilakukan penelitian serupa dengan
metode yang lebih baik untuk membuktikan kebenaran teori yang ada.
Daftar Pustaka

JVE, Brown., T, Moe -Byrne., & W, McGuire. (2014). Glutamine


supplementation for young infants with severe gastrointestinal disease
(Review). Cochrane Library, 1-25.