Anda di halaman 1dari 8

Topik : Nomor :

PEMPROGRAMAN PADA PLC Waktu :


OMRON CP1E DENGAN
Tanggal : 23 Januari 2020
MENGGUNAKAN TIMER UNTUK
SMK N JATENG ON-OFF Nama : LENI YOGI O

A. TUJUAN
Setelah menyelesaikan praktikum ini siswa diharapkan :
1. Dapat membuat rancangan rangkaian control motor 3 fasa 1 arah putaran dengan timer
2. Dapat menganalisa rangkaian yang telah dibuat
3. Dapat merangkai pengkabelan pada adaptor, PLC, Time Delay Relay (TDR) serta
rangkaian pengendali untuk beban
4. Dapat membuat leder diagram pada CX-Programmer sesuai alamat yang ada di hardware
(PLC)
5. Dapat menguji program yang telah dibuat ke PLC

B. TEORI SINGKAT
Rangkaian motor 3 fasa 1 arah putaran ini sering dikenal dengan istilah DOL
karena untuk pengendalinya sendiri hanya ada 1 tombol ON dan 1 tombol OFF. Saat
merangkai pengawatan pada PLC kita perlu memperhatikan input/output (I/O) pada
omron CP1E, jangan sampai salah pada inputannya, begitu juga dengan pengkabelan
yang terhubung dengan adaptor. PLC tipe omron CP1E mempunyai 12 terminal input dan
8 terminal output (20 jumlah terminal keseluruhan). Pada umumnya, timer memiliki 8
kaki dengan 2 kakinya menjadi inputan. TDR (Time Delay Relay) disini digunakan untuk
mengatur waktu hidup dan matinya suatu rangkaian. Kumparan pada timer akan bekerja
selama timer mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai batas waktu yang disetting
maka secara otomatis timer akan mengunci. Setelah membuat pengkabelan di
hardwarenya, selanjutnya membuat program pada CX-programmer dan aplikasikan pada
PLC.

TITL-Leni Yogi Oktariya


C. ALAT/PERALATAN/BAHAN
1. Alat 2. Bahan
 Obeng + dan –  Kontaktor magnit
 Tang potong  Kabel
 Tang pengupas  TOL
 Testpen  Tombol ON dan OFF
 Time Delay Relay
 MCB 1 fasa
 1 motor 3 fasa
 Software CX-Programmer
 Adaptor 220 VAC/24 VDC
 PLC Omron CP1E

D. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Merancang rangkaian Commisioning I/O
3. Merancang Ledder diagram
4. Membuat program pengendali dengan menggunakan CX-Programmer.
1. Buka aplikasi CX Programmer pada laptop/komputer.
2. Klik menu File → New
3. Akan muncul kotak dialog, pada menu ‘Device Type’ pilih tipe CP1E
4. Klik menu settings, pada opsi channels I/O, pilih 20CHS, klik OK
5. Akan muncul tampilan default dengan kondisi belum ada program.
6. Buat program dengan membuat ladder diagram sesuai dengan apa yang sudah
direncanakan.
7. Setelah program selesai, simulasikan program dengan cara :
 Klik PLC → Online
 Pada menu PLC → Operating Mode → Program

TITL-Leni Yogi Oktariya


 Pada menu Simulations, klik ‘Work Online Simulaor’ atau tekan
Ctrl+Shift+W pada keyboard.
8. Untuk menjalankan program pada PLC :
1) Klik PLC → Online
2) Pada menu PLC → Operating Mode → Program
3) Klik PLC → Transfer → To PLC → OK, tunggu sampai proses download
selesai.
4) Program dapat dijalankan.
9. Untuk mengambil program yang ada pada PLC ke komputer:
1) Klik PLC → Online
2) Pada menu PLC → Operating Mode → Program
3) Klik PLC → Transfer → From PLC → OK, tunggu sampai proses upload
selesai.
4) Program sudah dapat dilihat pada layar CX-Programmer.
5. Membuat rangkaian daya
6. Perbaiki jika ada kesalahan
7. Merapikan peralatan yang digunakan
8. Membuat laporan praktikum

TITL-Leni Yogi Oktariya


E. GAMBAR

GAMBAR COMMISIONING I/O PLC CP1E 20 I/O

TITL-Leni Yogi Oktariya


GAMBAR LEDER DIAGRAM

TITL-Leni Yogi Oktariya


PENGUJIAN LEDER DIAGRAM (ctrl+J)

F. MNOMONIC

TITL-Leni Yogi Oktariya


G.ANALISA RANGKAIAN

Apabila rangkaian diberi sumber tegangan, maka arus akan mengalir menuju MCB 1
fasa, Jika tombol ON ditekan maka timer akan mendapat arus, setelah sampai pada setting waktu
yang telah ditentukan (setting yang dilakukan pada praktikum ini = 5 sekon), kontak pada timer
akan mengunci sehingga rangkaian akan bekerja. Dan lampu indikator akan menyala. Setelah
OFF ditekan maka rangkaian akan berhenti bekerja (pada hardware). Untuk pengujian apakah
ledder diagram yang dibuat sudah sesuai atau belum bisa dengan mengklik tombol ON, lalu
tekan ctrl+J. (pada software). Untuk menjalankan program dari PLC, tinggal klik “PLC –
online” lalu klik “PLC – Operating mode – Program” klik kembali “PLC – Transfer – To PLC –
OK”. Dan program bekerja.

H.KESIMPULAN

Dari hasil analisa rangkaian di atas dapat disimpulkan bahwa :

1. Dalam membuat pengkabelan commissioning I/O perlu memperhatikan Input dan


outputannya
2. Semua “com” pada outputan harus diparalel
3. Satu “com” memberikan suplai tegangan ke “com” yang lain
4. Lampu indicator menunjukkan apakah terminal input dan terminal output telah terpasang
semestinya.
5. Fasa (F) dari adaptor dihubungkan dengan L1 inputan
6. Sedangkan nol (N) dari adaptor dihubungkan dengan L2
7. V+ pada adaptor dihubungkan dengan satu lampu indicator, kemudian diparalel dengan
lampu indicator yang lain
8. Sedangkan V- pada adaptor dihubungkan dengan “com” pada inputan
9. A2 pada kontaktor mendapatkan nol dari nol (N) adaptor
10. Sedangkan lampu mendapatkan nol dari A2 kontaktor dan mendapatkan fasa dari
outputannya
11. Timer akan bekerja setelah setting waktu yang ditentukan, karena NO pada timer terkunci
sehingga yang tadinya NO open akan menjadi close

TITL-Leni Yogi Oktariya


TITL-Leni Yogi Oktariya