Anda di halaman 1dari 52

Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-
NyaLembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Memahami Nilai-
nilai pada Kumpulan Cerpen konvensi karya Mustopa Bisri untuk
: peserta didik kelas XI SMA/MA dapat penulis selesaikan.
Lembar kerja peserta didik ini memuat tentangmemahmi konflik
antartokoh pada kumpulan cerpen konvensi karya Mustopa Bisri
.Lembar kegiatan peserta didik ini dilengkapi dengan evaluasi
individu dan kelompok,serta glosarium untuk memperkaya
pengetahuan peserta didik. Penulis menyadari banyak pihak yang
membantu dalam penyusunan lembar kerja peserta didik ini. Oleh
sebab itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dr. Edi Suyanto, M.Pd., selaku Ketua Program Studi
Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Lampung dan pembimbing I.
2. Dr. Siti Samhati, M.Pd., selaku penajamin mutu
Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Lampung dan
pembimbing II.
Penulis berharap LKPD ini bermanfaat sebagai bahan ajar dalam
pembelajaran sastrayang lebih berkualitas, sehingga para : peserta
didik dapat berprestasi dan berkompetisi dalam belajar dengan
cara yang lebih arif dan mulia. Kritik dan saran yang bermanfaat
untuk LKPD ini dapat menjadikan peserta didik mampu bekerja
secara kreatif sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.
Bandar Lampung,
Oktober 2019

Penulis

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 1


PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI

Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) pada materi pokok


cerpen ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013 edisi revisi yang
menitikberatkan pada penguasaan kompetensi dan materi melalui
kegiatan-kegiatan ilmiah. Penggunaan LKPD ini diharapkan
dapat digunakan untuk membangun konsep pengetahuan secara
mandiri melalui kegiatan penyelidikan sehingga dapat
mengurangi terjadinya ketidak pahaman pada: peserta didik
dalam mempelajari materi pokok menganalisis nilai-nilai cerita
pendek dalam buku kumpulan cerita pendek. Lembar kegiatan
peserta didik memahami nilai-nilai pendidikan karakter.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 2


SELAMAT DATANG : peserta
didik/SISWI KELAS XI
SMA/MA

Petunjuk Belajar

1. PENDALAMAN MATERI
Berisi pemaparan teori dan konsep yang dijabarkan dari
kompetensi dasar. Teori dan konsep dijelaskaan secara
sistematis dan dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Fungsinya untuk menuntun Anda agar memahami dan
menguasai teori dengan benar.

2. TUGAS KELOMPOK
Berisi tentang tindak lanjut pembelajaran yang disampaikan dalam
pendalaman materi yang dikerjakan secara berkelompok. Dengan
mengerjakan tugas ini Anda diharapkan semakin paham mengenai
materi yang telah dipelajari. Jenis tugas dapat berupa kegiatan
mengidentifikasi, mengumpulkan informasi, atau kegiatan lain
yang bertujuan menambah keterampilan Anda.

3.TUGAS INDIVIDU
Berisi tentang tindak lanjut pembelajaran yang disampaikan dalam
pendalaman materi yang dikerjakan secara pribadi (individu).
Dengan mengerjakan tugas ini Anda diharapkan semakin paham
mengenai materi yang telah dipelajari. Jenis tugas dapat berupa
kegiatan mengidentifikasi, mengumpulkan informasi, atau kegiatan
lain yang bertujuan menambah keterampilan Anda.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 3


SISTEMATIKA
LKPD

LKPD ini disusun dengan sistematika sebagai


berikut.

KOMPETENSI INTI

KI1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya


KI2 Menghayatidan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,
tanggungjawab,peduli, gotong royong, kerja sama,
toleransi, damai), santun, responsif dan proaktif, dan
menunjukkansikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
denganlingkungan sosial dan alam sertadalam
menempatkan diri sebagaicerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI3 Memahami, menerapkan menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
proseduralpada bidangkajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI4Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 4


KOMPETENSI
DASAR

3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang


terkandung dalam kumpulan cerita pendek
yang dibaca

INDIKATOR
3.8.1. Memahami informsi tentang nilai-nilai
kehidupan dalam teks cerita pendek
3.8.2. Menemukan nilai-nilai kehidupan dalam
cerita pendek

4.8 Mendemontrasikan salah satu nilai kehidupan yang


dipelajari dalam cerita pendek

INDIKATOR
4.8.1. Menentukan nilai kehidupan dalam ceita
pendek
4.8.2. Mendemontrasikan nilai keidupan dalam teks
kehidupan

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 5


PETUNJUK
KOMPETENSI DASAR
PENGGUNAAN LKPD

Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) ini merupakan


bahan ajar yang dikembangkan oleh penulis yang berisi
tentang materi memahami niali-nilai yang ada pada
kumpulan cerpen konversi karya Achmad Mustofa
Bisriyang. Dengan menggunakan LKPD ini diharapkan
peserta didik mampu memperoleh pengetahuan
bermakna tentang materi memahami niali-nilai yang ada
pada kumpulan cerpen konversi.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 6


Sebelum menggunakan
LKPD ini, bacalah
petunjuk berikut ini.

1. Bacalah LKPD ini dengan cermat dan teliti.


Jika ada yang tidak kamu pahami, tanyakan
kepada gurumu.
2. Bertanyalah mengenai materi yang tidak
kamu ketahui dan buatlah hipotesis atas
pertanyaan yang yang telah kamu buat.
3. Alokasi waktu yang tersedia adalah 4x 45
menit.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 7


S
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ii

Pendahuluan iii

Petunjuk Belajar vi

Sistematika LKPD vii

Petunjuk Penggunaan LKPD ix

Daftar Isi x

Peta Konsep xi

Kegiatan 1 (Mengidentifikasi Unsur-unsur


PembangunCerita Pendek) 1

Kegiatan 2 (Menemukan Konflik Antartokoh) 24

Evaluasi 45

Refleksi 51

Glosarium 52

Daftar Pustaka 54
LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 8
PETA KONSEP

Memahami informasi tentang


nilai-nilai kehidupan dalam teks
cerita pendek

Mengidentifikasi nilainilai
kehidupan dalam cerita pendek.

Menemukan nilai-nilai
kehidupan dalam cerita pendek

Meneladani Kehidupan dari


Cerita Pendek.

Menentukan nilai kehidupan


dalam teks cerita pendek.
Mendemonstasikan salah satu
nilai kehidupan yang dipelajari
dalam cerita pendek.
Mendemonstrasikan nilai
kehidupan dalam teks cerita
pendek.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 9


Apakah Kalian Pernah Membaca Kumpulan Cerpen
Senyum Karyamin Karya Mustofa Bisri?

Anda Perlu
Tahu!

Achmad Mustofa Bisri

Dilahirkan di Rembang , 10 Agustus 1944, Gus Mus (KH.


Ahmad Mustofa Bisri) beruntung dibesarkan dalam keluarga
yang patriotis, intelek, progresif sekaligus penuh kasih sayang.
Kakeknya (H. Zaenal Mustofa) adalah seorang saudagar
ternama yang dikenal sangat menyayangi ulama.

Alumnus dan penerima beasiswa dari Universitas Al Azhar


Cairo (Mesir, 1964-1970) untuk studi islam dan bahasa arab ini,
sebelumnya menempuh pendidikan di SR 6 tahun (Rembang,
1950-1956), Pesantren Lirboyo (kediri, 1956-1958), Pesantren
Krapyak (Yogyakarta, 1958-1962), Pesantren Taman Pelajar
Islam (Rembang, 1962-1964).

Karya tulis bukunya yang sudah terbit : Dasar-dasar Islam


(terjemahan, Abdillah Putra Kendal, 1401 H); Nyamuk-Nyamuk
Perkasa dan Awas, Manusia (gubahan cerita anak-anak, Gaya
Favorit Press Jakarta, 1979); Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem
(Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994) ;C Rubaiyat Angin dan
Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II,
Jakarta, 1995); dan Pahlawan dan Tikus (kumpulan puisi, Pustaka
Firdaus,Jakarta,1996).

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 10


Kegiatan 1

Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang


terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang
dibaca

Ind 1 Memahami informasi tentang nilai-nilai kehidupan dalam


teks cerita pendek.

Ind 2 Menemukan nilai-nilai kehidupan dalam cerita pendek.

Pendalaman Materi

A. Cerpen
Cerpen adalah cerita atau narasi bukan analisis bukan
argumentasi yang fiktif (tidak benar-benar terjadi) tetapi
dapat terjadi dimana saja kapan saja(Sumardjo dan Saini,
2006: 37). Menurut Santosa dan Wahyuningtiyas (2010:
2)cerpen adalah cerita yang panjangnya kira-kira 17 halaman
kuarto spasi rangkap, padat, lengkap, pada kesatuan,
mengandung satu efek dan selesai. Selanjutnya,Sayuti (2010:
9) mengatakan bahwa cerpen merupakan karya prosa fiksi
yang dapat selesai dibaca dalam sekali duduk dan ceritanya

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 11


cukup dapat membangkitkan efek tertentu dalam diri
pembaca.
1. Nilai-nilai Kehidupan dalam Cerpen

Karya sastra, seperti cerpen merupakan tiruan dari kenyataan


yang telah diolah dengan pemikiran, gagasan, serta imajinasi
penulisnya. Oleh sebab itu, di dalam cerpen terdapat nilai-
nilai kehidupan yang dapat dipetik sebagai perenungan atau
pembelajaran oleh pembaca. Nilai-nilai tersebut dapat dilihat
secara tersurat maupun tersirat. Berikut ini nilai-nilai yang
terdapat pada cerpen :

1. Nilai religius merupakan nilai yang berkaitan dengan


kepercayaan dan ketugahanan, atau keagamaan.

2. Nilai moral merupakan nilai-nilai berisi nasihat yang


berhubungan dengan etika, budi pekerti, perilaku, dan
norma-norma yang terdapat pada masyarakat.

3. Nilai sosial merupakan nilai-nilai yang berhubungan erat


dengan masalah sosial dengan masyarakat.

4. Nilai budaya merupakan nilai yang berasal dari adat


istiadat, kebudayaan, kebiasaan mengakar dan dilakukan
turun-temurun dalam kelompok masyarakat tertentu.

5. Nilai estetika merupakan nilai yang berkaitan erat dengan


keindahan dan seni. Nilai tersebut dapat dilihat dari segi
bahasa, pemilihan diksi, diskripsi karakter maupun
setting, dan sebagainya.

6. Nilai edukasi merupakan nilai yang sangat erat dengan


pendidikan.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 12


B. Unsur-Unsur Cerpen
Dalam istilah lain, unsur-unsur cerpen sebagaimana unsur
karya sastra yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Hal ini telah
dijelaskan oleh Sadikin (2011:8) karya sastra dibangun oleh
dua unsur yaitu unsur untrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur
intrinsik yaitu unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari
dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra,
sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur yang membangun
karya sastra dari luarnya menyangkut aspek soialisasi,
psikologi
1. Unsur Intrinsik
a. Tema
Tema adalah gagasan sentral, yakni sesuatu yang
hendak diperjuangkan dalam dan melalui karya
fiksi.Wujud tema dalam fiksi, biasanya, berpangkal
pada alasan tindak atau motif tokoh.

b. Alur
Alur disebut juga plot adalah rangkaian peristiwa yang
direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan
jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan
penyelesaian.
Tahap-Tahap alur
1) Tahap perkenalanadalah tahap permulaan suatu
cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi
belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh,
reaksi antarpelaku, penggambaran fisik,

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 13


penggambaran tempat).
2) Tahap pertentangan/konflik adalah tahap dimana
mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku
(titik pijak menuju pertentangan selanjutnya)
konflik ada dua:
(1) Konflik internal adalah konflik yang terjadi
dalam diri tokoh.
(2) Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi
di luar tokoh (konflik tokoh dengan tokoh,
konflik tokoh dengan lingkungan, konflik
tokoh dengan alam, konflik tokoh dengan
Tuhan, dan lain sebagainya).
3) Tahap penanjakan konflik/komplikasi adalah tahap
dimana ketegangan mulai terasa semakin
berkembang dan rumit.
4) Tahap klimaks adalah tahap ketegangan mulai
memuncak (perubahan nasip pelaku sudah mulai
dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti
pada akhir cerita).
5) Tahap penyelesaian adalah tahap akhir cerita, pada
bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib
yang dialami tokohnya setelah mengalami
peristiwa puncak itu.
Macam-Macam Alur
1) Alur maju adalah peristiwa-peristiwa diutarakan
mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa
datang.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 14


2) Alur mundur adalah peristiwa-peristiwa yang
menjadi bagian penutup diutarakan terlebih
dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-
peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah
satu tokoh.
3) Alur campuran adalah peristiwa-peristiwa pokok
diutarakan.
C. Tokoh
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam
cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu
cerita.
Tokoh dalam Cerita
1) Tokoh utama adalah tokohyang memegang peranan
utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada
setiap satuan kejadian.
2) Tokoh pembantu adalah tokoh yang berfungsi
membantu tokoh utama dalam cerita. Bisa bertindak
sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang
tokoh utama.
3) Tokoh protagonis adalah tokoh yang memegang
watak tertentu yang membawa ide kebenaran.
4) Tokoh antagonis adalah tokoh yang berfungsi
menentang pelaku protagonis.
5) Tokoh tritagonis adalah tokoh yang dalam cerita
sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa
disebut dengan tokoh penengah.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 15


D. Latar
Latar adalah lingkungan tempat peristiwa terjadi.
Macam-Macam Latar
1) Latar tempat adalah latar dimana pelaku berada (di
sekolah, di kota, di ruangan, dan lain-lain).
2) Latar waktu adalah kapan cerita itu terjadi (pagi,
siang, malam, kemarin, dan lain-lain).
3) Latar suasana adalah dalam keadaan dimana cerita
terjadi (sedih, gembira, dingin, damai, dan lain-lain).
E. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah kedudukan pengarang atau acara
bercerita pengarang dalam ceritanya.Sudut pandang
dibedakan atas berikut.
1) Sudut pandang orang kesatu adalah pengarang
berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung
dalam cerita, sebagai pelaku utama. Pelaku
utamanya (aku, saya, kata ganti orang pertama
jamak: kami, kita).
2) Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang
berada di luar cerita. Pelaku utamanya (ia, dia,
mereka, kata ganti ketiga jamak, nama-nama lain).
F. Gaya Bahasa
Gaya bahasa dapat didefinisikan sebagai cara pemakaian
bahasa yang spesifik oleh seorang pengarang.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 16


G. Amanat
Amanat adalah ajaran moral atau pesan didaktis yang
hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui
karyanya itu.
2. Unsur Ekstrinsik
a. Nilai sosial adalah nilai-nilai yang berkenaan dengan
kehidupan masyarakat, contohnya adat yang hidup
dalam kelompok masyarakat tertentu, belum tepat
diterapkan dimasyarakat kita.
b. Nilai kejiwaan adalah nilai-nilai kebatinan atau
kerohanian. Contohnya mendalami jiwa orang lain
adalah penting, untuk dapat bergaul dengan
masyarakat secara baik.
c. Nilai moral adalah nilai-nilai mengenai ajaran baik,
buruk yang diterima umum mengenai perbuatan,
sikap, kejiwaan. Contohnya mengenai akhlak, budi
pekerti, sisila, dan lain-lain.
d. Nilai ekonomi adalah nilai-nilai yang mementingkan
khayal atau fantasi untuk menunjukan keindahan dan
kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan
kenyataan, contohnya sayang, suatu pekerjaan tidak
atau kurang diperjuangkan sungguh-sungguh,
sehingga belum tampak hasilnya ditinggalkan pergi.
e. Nilai politik atau perjuangan adalah nilai-nilai tentang
salah satu wujud interaksi sosial, termasuk persaingan,
antara kelas sosial yang tinggi dan kelas sosial yang
rendah.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 17


f. Nilai filosofis adalah nilai yang berdasarkan
pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi
mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan
hukumnya. Contohnya kesenangan itu yang
menjadikan orang putus asa dan mereka celaka.
g. Nilai didaktis adalah nilai yang berkaitan dengan
perubahan sikap dan tingkah laku kearah yang lebih
baik.
h. Nilai budaya adalah nilai yang disepakati dan
tertanam dalam suatu masyarakat, lingkungan
organisasi, lingkungan masyarakat yang mengakar
pada suatu kebiasaan.
i. Disiplin adalah tindakan yang menunjukkan perilaku
tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan
peraturan.
j. Peduli lingkungan adalah sikap dan tindakan yang
selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan
alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya
untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah
terjadi.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 18


Uji Kompetensi 1
me

Tugas 1
Kelompok

Kang Maksum
Oleh Achmad Mustofa Bisri

Masya Allah! Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun!


Tidak mungkin, tidak mungkin! Kang Maksum? Ah….

BERITA itu cepat beredar. Berita yang benar-benar


mengguncang kotaku. Di mana-mana—di pasar, di warung-
warung, di perkantoran, di sekolah-sekolah—berita itu
mendominasi pembicaraan. Seperti biasa, orang-orang pun asyik
menduga-duga dan menganalisis.

Waktu itu media massa cetak dan elektronik belum seperti


sekarang. Seandainya itu terjadi sekarang, pastlah beritanya akan
menjadi santapan gurih pers. Akan menjadi perbincangan berhari-
hari di media massa. Tinjauan dari berbagai sudut dan aspek pun
akan ramai dilontarkan para pakar dan narasumber yang sengaja
diundang.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 19


Untunglah, waktu itu pers belum seperti sekarang. Jadi, aku
masih bisa menghindar dari pembicaraan tentang berita itu.
Berhari-hari aku sengaja tidak keluar rumah agar tidak
mendengar orang membicarakan berita itu. Rasanya, aku belum
bisa menerima hal itu terjadi pada diri Kang Maksum.

Kang Maksum meninggal. Itu saja sudah mengejutkan. Selama di


pondok pesantren, saya belum pernah mendengar Kang Maksum
sakit meskipun sekadar pilek. Dia tipe orang yang begitu
perhatian menjaga kesegaran badannya. Setiap pagi dan sore,
pada saat mandi, Kang Maksum tidak hanya menimba–dengan
timba model senggot yang beratnya masya Allah—untuk dirinya
sendiri. Dia sengaja juga mengisi kulah-kulah untuk kawan-
kawan lain, terutama santri-santri kecil yang tak kuat menimba
seperti saya. Dia mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu
tidak untuk kepentingannya sendiri. “Ini membuat badanku
sehat,” katanya.

Ah, Kang Maksum!

Terbayang olehku wajah Kang Maksum yang ganteng, yang


selalu bersih seperti baru saja mandi. Masih terngiang-ngiang
bicaranya yang lembut dan suaranya yang merdu bila membaca
ayat-ayat Alquran atau membaca kasidah Al Barzanji. Tidak
mungkin, tidak mungkin! Kang Maksum? Ah….

Kang Maksumlah yang mengajariku qiraah; mengenalkanku


kepada nada-nada bayati, sika, dan hijazi di pesantren. Kang
Maksum juga yang sering memberiku ijazah doa-doa dan

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 20


berbagai wirid; mulai doa dan wirid agar mudah menghafal, agar
tenang menghadapi setiap orang, agar hati tenteram, hingga doa
aneh agar dapat melihat jin

Di pesantren kami, Kang Maksum memang dikenal sebagai santri


senior yang memiliki suara merdu setiap malam Jumat
saat berjanjenan, acara bersama-sama ber-shalawat nabi dengan
membaca karya madah Syekh Jakfar Al Barzanji, santri-santri
selalu menunggu-nunggu giliran Kang Maksum membaca
kasidah-kasidahnya. Terutama, saat melantunkan kasidah yang
dimulai dengan “Ya Rabbi shalli ‘alaa Muhammad, ya Rabbi
shalli ‘alaihi wa sallim” atau “Ya Rasulullah salaamun ‘alaik, ya
Rafi’asyaani wad-darajati.” Santri-santri lain yang kemudian
bersemangat menyahuti lantunan itu berusaha ngepas-
ngepaskan suara mereka dengan irama lantunan Kang Maksum.
Tapi mana mungkin. Di samping merdu, cengkok lagu Kang
Maksum memang sulit ditiru.

Di samping seni suara, Kang Maksum juga dikenal sebagai


pendekar silat yang lihai dan digdaya. Konon, dia punya
aji lembu sekilan yang membuatnya terbentengi dari pukulan dan
aji welut putih yang membuatnya sulit ditangkap. Setiap
pesantren mengadakan perayaan, seperti mauludan dan khataman,
dan ada atraksi pencak silat, Kang Maksum yang mandegani,
yang mengatur siapa-siapa yang tampil. Siapa-siapa yang tampil
dan untuk silat keseimbangan; siapa yang tampil melawan siapa.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 21


Sebenarnya banyak santri yang ingin belajar silat dan kejadukan
Kang Maksum. Tapi, kebanyakan tidak kuat melakukan
tirakatnya. Kalau, misalnya, hanya puasa seperti biasa, pasti
banyak yang mampu. Ini tidak. Ada puasa mutih, puasa dengan
berbuka nasi saja, tidak pakai lauk apa pun, selama 7 hari atau 40
hari. Ada puasa ngebleng, puasa sehari semalam tanpa buka. Ada
puasa pati geni, tidak hanya puasa sehari semalam tanpa buka,
tapi juga tanpa tidur. Bayangkan!

Kang Maksum sendiri memang ahli tirakat. Sejak entah umur


berapa, konon sejak kecil dia ngrowod. Bukan hanya
puasa ndaud, sehari puasa sehari buka, tapi ndaud dengan
berbuka hanya umbi-umbian atau bulgur. Sudah ngrowod begitu,
setiap buka—kadang-kadang juga setiap sahur—Kang Maksum
makannya tidak lebih dari selapik cangkir.

***

Kelihatan sekali Kang Sofwan—seniorku dan kawan akrab Kang


Maksum di pondok pesantren—terburu-buru. Dengan singkat dia
menyampaikan berita itu. “Cepat sampean berpakaian,” katannya
memerintah. “Kita ke sana sekarang.” Aku masih
terguncang. Laa hawla walaa quwwata illa billah. Bagaimana
mungkin hal itu terjadi? Kang Maksum? Ah, rasanya tidak masuk
akal.

“Cepat!” hardik Kang Sofwan tidak sabar.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 22


Sampai di rumah Kang Maksum, kami lihat sudah banyak orang
yang datang. Beberapa di antaranya duduk-duduk di halaman dan
sebagian lain, yang kebanyakan kaum perempuan, berada di
dalam rumah. Semuanya diam atau berbisik-bisik. Sesekali isak
tangis terdengar meningkahi bagai irama gaib. Mbah Ghazali,
modin paling tua di tempat kami, baru selesai melakukan
tugasnya.

***

Siapa yang pernah membayangkan? Kang Maksum meninggal


terlindas kereta api! Tubuhnya menjadi tiga bagian! La hawla
wala quwwata illa billah!

Hanya karena kelihaian Mbah Modin Ghazalli, jenazah itu dapat


dipertautrapikan. Tapi, kebuncahan hati ini? Ah.

Berita itu cepat beredar. Berita yang benar-benar mengguncang


kotaku. Di mana-mana—di pasar, di warung-warung, di
perkantoran, di sekolah-sekolah—berita itu mendominasi
pembicaraan. Seperti biasa, orang-orang pun asyik menduga-duga
dan menganalisis. Waktu itu media massa cetak dan elektronik
belum seperti sekarang. Seandainya itu terjadi sekarang, pastilah
beritanya akan menjadi santapan gurih pers. Akan menjadi
perbincangan berhari-hari di media massa. Tinjauan dari berbagai
sudut dan aspek pun akan ramai dilontarkan para pakar dan
narasumber yang sengaja diundang.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 23


Untunglah, waktu itu pers belum seperti sekarang. Jadi, aku
masih bisa menghindar dari pembicaraan tentang berita itu.
Berhari-hari aku sengaja tidak keluar rumah agar tidak
mendengar orang membicarakan berita itu. Rasanya, aku belum
bisa menerima hal itu terjadi pada diri Kang Maksum.

Tapi, bagaimana menghindar dari pembicaraan tentang peristiwa


yang begitu dahsyat? Tidak keluar rumah pun, pembicaraan
peristiwa itu terus seperti menguntit dan menerorku. Seisi rumah
seperti tidak pernah bosan dengan topik itu. Akhirnya, aku
menyerah. Menerima kenyataan dan, meski sangat pahit,
berusaha wajar menyikapi peristiwa yang mengguncang itu.

Melihat tubuh Kang Maksum yang demikian, orang sulit


mengatakan bahwa peristiwa tragis yang menimpanya itu
merupakan kecelakaan.

Lalu? Pasti bunuh diri. Begitu kesimpulan orang-orang yang


tidak mengenal Kang Maksum memastikan. Namun, bagi yang
mengenalnya, seperti aku dan Kang Sofwan, bunuh diri adalah
hal yang paling mustahil dilakukan oleh Kang Maksum.

Di samping cukup memiliki pengetahuan agama, Kang Maksum


orang yang mencintai kehidupan.

Kah Zuhdi, alumnus pesantren kami yang lebih senior daripada


Kang Maksum dan Kang Sofwan, mencoba meyakinkan bahwa
almarhum Kang Maksum memang sengaja membiarkan dirinya
dilindas kereta api untuk menjajal “ilmu”.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 24


“Aku dengar, sebelumnya Kang Maksum pernah membiarkan
dirinya ditabrak sepeda, motor, dokar, dan truk. Dan, sejauh itu,
dia selamat-selamat saja, tak kurang suatu apa.”

“Jadi,” lanjut Kang Zuhdi, “kemungkinan besar itu merupakan


kelanjutan dari uji coba tataran ilmu kekebalan Kang Maksum.
Sayang, rupanya kali ini tidak berhasil.”

Mungkin banyak yang menerima kesimpulan Kang Zuhdi itu.


Tapi, aku dan Kang Sofwan, yang sedaerah dan kenal baik
dengan Kang Maksum serta keluarganya, tetap tak bisa
menerima. Tak ingin menerima. Tapi. (*)

1. Anda sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang


pengertian dan karakteristik cerita pendek. Sekarang,
buktikanlah pemahamanmu itu dengan menunjukkan
sekurang-kurangnya lima contoh cerita lainnya yang
berkategori cerpen. Sajikanlah hasilnya dalam rubrik berikut!

Judul Cerpen Pengarang Sumber Inti Cerita

2. Secara berdiskusi kelompok, jawablah pertanyaan-


pertanyaan berikut!
a. Di mana dan kapan peristiwa dalam cerita itu terjadi?
b. Kata-kata “Konvensi” itu maksudnya apa?
c. Pesan-pesan yang disampaikan pengarang melalui
cerpennya itu apa saja?
d. Setujukah kamu dengan isi cerita itu dan adakah hal-hal
yang bertentangan dengan kayakinanmu sendiri?

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 25


e. Bagaimana hubungan kamu sendiri selama ini dengan
Tuhan? Ceritakanlah!

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 26


Kegiatan 2

Menemukan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek

Perhatikan penggalan cerpen


berikut.

Kang Maksum meninggal. Itu saja sudah mengejutkan. Selama di


pondok pesantren, saya belum pernah mendengar Kang Maksum
sakit meskipun sekadar pilek. Dia tipe orang yang begitu
perhatian menjaga kesegaran badannya. Setiap pagi dan sore,
pada saat mandi, Kang Maksum tidak hanya menimba–dengan
timba model senggot yang beratnya masya Allah—untuk dirinya
sendiri. Dia sengaja juga mengisi kulah-kulah untuk kawan-
kawan lain, terutama santri-santri kecil yang tak kuat menimba
seperti saya. Dia mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu
tidak untuk kepentingannya sendiri. “Ini membuat badanku
sehat,” katanya.

Untuk menemukan keberadaan suatu nilai dalam cerpen, kamu


dapat mengajukan sejumlah pertanyaan, misalnya, sebagai
berikut.

1. Mengapa tokoh A mengatakan hal itu berkali-kali?


2. Mengapa latar cerita itu di sekolah dan pada sore hari?

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 27


3. Mengapa pengarang membuat jalan cerita seperti itu?
4. Mengapa seorang tokoh dimatikan sementara yang lain
tidak? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti itu
akan membawamu pada simpulan tentang nilai tertentu
yang disajikan pengarang.

Tugas
1. Lakukan hal-hal berikut ini sesuai dengan instruksinya!
a. Bacalah kembali cerpen “Kang Maksum”!
b. Secara berkelompok, tunjukkanlah nilai-nilai
kehidupan yang terdapat dalam cerpen itu!
c. Mungkinkah nilai-nilai tersebut kamu aktualisasikan
pula dalam kehidupan sehari-hari?
d. Laporkanlah hasil diskusi kelompokmu itu dalam
format berikut!

Laporan Diskusi

Judul cerpen : ....

Pengarang : ....

Sinopsis : ....

....

Nilai-nilai

....
Pendalaman Materi
Kemungkinan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
....

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 28


2. Amatilah nilai-nilai yang berlaku di dalam kehidupan
masyarakatmu!
a. Nilai-nilai apa saja yang berkembang di dalamnya?
Sajikanlah sebuah cerita yang menjelaskan aplikasi
salah satu dari nilai-nilai itu!
b. Adakah nilai yang kamu anggap bertentangan
dengan nurani? Jelaskanlah!

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 29


B. Mendemonstrasikan Salah Satu Nilai Kehidupan yang
Dipelajari dalam Teks Cerita Pendek
Ind 1 Mentukan nilai-nilai kehidupan dalam teks cerita pendek.

Ind 2 Mempresentasikan teks cerita pendek dengan nilai


kehidupan.

PROSES PEMBELAJARAN B
KEGIATAN 1

Menentukan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Teks Cerita


Pendek

Entah sudah berapa puluh ribu, judul cerpen yang telah dikarang
dan telah jutaan pula manusia yang membacanya, dari sejak
zaman dulu hingga sekarang. Karya manusia yang satu ini terus
menerus dibaca dan diproduksi karena manfaatnya besar bagi
kehidupan. Manfaat yang langsung dapat kita rasakan adalah
bahwa cerpen memberikan hiburan atau rasa senang. Kita
memperoleh kenikmatan batin dengan membaca cerpen. Dengan
membacanya, seolah-olah kita menjalani kehidupan bersama
tokoh-tokoh dalam cerpen itu. Ketika tokoh utamanya mengalami
kesenangan, kita pun turut senang; ketika mengalami kegetiran
hidup, kita pun turut sedih ataupun kecewa.
Selain itu, dengan membaca suatu cerpen, kita bisa belajar
tentang kehidupan kita bisa lebih bijak dalam menghadapi
beragam peristiwa yang mungkin pula kita hadapi. Misalnya,
dengan adanya tokoh yang bersikap angkuh, kita menjadi tahu
bahwa sikap itu sering menimbulkan ketersinggungan bagi pihak-
pihak tertentu. Pelakunya sendiri menjadi orang yang dijauhi

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 30


orang lain. Sikap rendah hati ternyata mudah mengundang
simpati. Peduli pada orang lain, dalam sekecil apapun bantuan
yang diberikan, ternyata menjadi sesuatu yang benar-benar
berharga bagi orang yang membutuhkan.
Perhatikanlah kembali cuplikan berikut.
Aku masih terguncang. Laa hawla walaa quwwata illa billah
Akhirnya, aku menyerah. Menerima kenyataan dan meski
sangat pahit, berusaha wajar menyikapi peristiwa yang
menguncang itu.

Cuplikan cerpen di atas Karakter religius yang tampak pada


kutipan tersebut adalah ketika tokoh ‘aku’ harus menerima
kenyataan akan musibah yang menimpa sahabatnya. Tiada
ucapan lain selain bertawakal hanya ke hadirat Allah SWT
melalui Laa hawla walaa quwwata illa billah

Tugas
1. Nilai-nilai kehidupan apakah yang dikisahkan di dalam
cuplikan-cuplikan berikut.
2. Diskusikanlah secara berkelompok dan tuangkanlah hasilnya
pada buku kerjamu seperi dalam format berikut.

Cuplikan Cerita Bidang Keterangan/


Kehidupan Alasan
1 2 3 4
Aku masih terguncang.
Laa hawla walaa
quwwata illa billah
Akhirnya, aku menyerah.
Menerima kenyataan dan
meski sangat pahit,

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 31


Cuplikan Cerita Bidang Keterangan/
Kehidupan Alasan
1 2 3 4
berusaha wajar
menyikapi peristiwa yang
menguncang itu
Dia tipe orang yang
begitu perhatian menjaga
kesegaran badannya.
Setiap pagi dan sore, pada
saat mandi, Kang
Maksum tidak anva
menimba dengan timba
model senggot yang
beratnya masya Allah.
Dia tipe orang yang
begitu perhatian menjaga
kesegaran badannya.
Setiap pagi dan sore, pada
saat mandi, Kang
Maksum tidak anva
menimba dengan timba
model senggot yang
beratnya masya Allah.
Kang Maksumlah yang
mengajariku qiraah;
mengenal- kanku kepada
nada-nada bayati, sika,
dan hijazi di pesantren.
Kang Maksum juga yang
sering memberiku ijazah
doa- doa dan berbagai
wirid; mulai doa dan
wirid agar mudah
menghafal, agar tenang
menghadapi setiap orang,
agar hati tenteram, hingga
doa aneh agar dapat
melihat jin.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 32


Cuplikan Cerita Bidang Keterangan/
Kehidupan Alasan
1 2 3 4
Dia sengaja mengisi
kulah-kulah untuk kawan-
kawan lain, terutama
santri-santri kecil yang
tak kuat menimba seperti
aku. Dia mengatakan
bahwa apa yang
dilakukannya itu tidak
untuk kepentingannya
sendiri. "Ini membuat
badanku sehat," katanya.

Keterangan:
1 = agama
2 = sosial
3 = peduli lingkungan
4 = disiplin

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 33


PROSES PEMBELAJARAN
B KEGIATAN 2

Mempresentasikan Sebuah Teks Cerita Pendek dengan Nilai


Kehidupan
Setiap pengarang akan menginterpretasikan atau menafsirkan
kehidupan berdasarkan sudut pandangannya sendiri. Tema
tentang cinta, misalnya. Karena masing-masing pengarang
memiliki interpretasi ataupun penafsiran yang berbeda-beda,
ceritanyapun menjadi berbeda-beda antara pengarang yang satu
dengan yang lainnya. Cerita itu tetap menarik sepanjang zaman
karena diungkapkan dengan berbagai cara oleh para
pengarangnya. Hal itu pula yang menyebabkan cerita itu menjadi
bermakna bagi khalayak; mereka tidak pernah bosan untuk selalu
menikmatinya.

Ketertarikan seseorang untuk membaca, pasti disebabkan oleh


adanya sesuatu bermakna dalam bacaan itu. Misalnya, seorang
petani akan membaca berita tentang naik turunnya harga. Hal itu
dilakukannya karena berita tersebut dianggapnya bermakna atau
bermanfaat bagi dirinya sebagai seorang petani. Berbeda lagi
kalau pembacanya itu seorang pelajar, mungkin ia akan lebih
tertarik pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
lomba karya ilmiah remaja. Bacaan tersebut dianggapnya
bermakna karena sesuai dengan dunia atau kebutuhannya.

Kebermaknaan itu tentunya dimiliki oleh bacaan-bacaan seperti


cerita pendek atau novel. Tentu saja faktor penyebabnya tidak
sama dengan bacaan yang bersifat nonfiksi, semacam berita.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 34


Seseorang membaca cerpen bukan untuk mendapatkan informasi.
Pada umumnya, seseorang membaca cerpen untuk tujuan
memperoleh hiburan ataupun pengalamanpengalaman hidup.
Adapun daya hibur sebuah cerpen bisa disebabkan oleh berbagai
faktor, misalnya karena alurnya yang surprise dan penuh kejutan.
Mungkin hal itu karena konflik cerita itu yang menegangkan.

Memang banyak hal yang menyebabkan suatu cerpen menjadi


bermakna bagi para pembacanya. Sebagaimana yang telah
diungkapkan terdahulu bahwa banyak unsur yang bisa
menjadikan cerpen atau bacaanbacaan lainnya menjadi bermakna
bagi pembacanya. Unsur penokohan, misalnya, bisa
menimbulkan kesan tersendiri. Kita terkagum-kagum oleh sifat
seorang tokoh yang ada di dalamnya. Bisa pula kita terpesona
oleh penyajian latar atau gaya bercerita pengarang yang
memukau dan menghanyutkan. Pilihan kata yang digunakan
pengarang, dapat juga menjadi penyebab ketertarikan seseorang
terhadap karangan itu. Perhatikan cuplikan cerpen berikut.

Perhatikan cuplikan cerpen berikut.

Mereka umumnya minta restu dan dukungan. Sebetulnya bosan


juga mendengarkan bicara sama satu dengan yang lain.
Semuanya mereka yang hampir pura-pura prihatin dengan
kondisi daerah dan rakyatnya, lalu memuji diri sendiri atau
menjelekkan calon-calon lain.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 35


Kepura-puraan juga bagian dari karakter seseorang. Seseorang
bersikap pura-pura baik, pura-pura mendukung, atau pura-pura
memihak karena dilatari oleh kepentingan. Inilah yang terjadi
dalam konteks kutipan tersebut. Namun, manusia seharusnya
menunjukkan karakter yang sesungguhnya sehingga tidak
menimbulkan kepura-puraan dalam dirinya kepada orang lain.

Kebermaknaan suatu cerita lebih umum dinyatakan dalam


amanat, ajaran moral, atau pesan didaktis yang hendak
disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya itu.
Amanat tersirat di balik kata-kata yang disusun, dan juga berada
di balik tema yang diungkapkan. Oleh karena itu, amanat selalu
berhubungan dengan tema cerita itu. Misalnya, tema suatu cerita
tentang hidup bertetangga, maka cerita amanatnya tidak akan
jauh dari tema itu: pentingnya menghargai tetangga, pentingnya
menyantuni tetangga yang miskin, dan sebagainya.

Tugas Kelompok

1. Kerjakan latihan berikut sesuai dengan instruksinya!


a. Berdiskusilah dan berkelompok setelah membaca sebuah
cerpen.
b. Temukanlah nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting
bagimu, baik sebagai seorang anak, pelajar, ataupun
warga masyarakat.
c. Sajikanlah hasil diskusi kelompokmu itu di dalam
format berikut. Kemudian, presentasikan secara

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 36


bergiliran di depan kelompok lainnya untuk mereka
tanggapi.

Judul cerpen : ....


Pengarang : ....
Sumber : ....
Kebermaknaan
a. .... c. ....
b. .... d. .....

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 37


Anda Perlu Tahu

Cerpen Nasihat Kiai Luqni, Nyai Sobir, dan


Perempua yang selalu Mengelus Dadaku juga
termasuk ke dalam kumpulan cerpen Konvensi
karya Achmad Mustofa Bisri.

Bacalah beberapa kutipan cerpen berikut dengan


saksama!

Nasihat Kiai Luqni


Karya Achmad
Mustofa Bisri
Kiai Luqni suaranya empuk, bicaranya sejuk. Tidak ber- kobar-
kobar. Bila membaca ayat-ayat Quran selalu dilagukan dengan
merdu. Ceramahnya mudah dicerna oleh berbagai lapisan
masyarakat, baik yang terpelajar maupun yang awam. Kadang-
kadang bicaranya diselingi dengan humor- humor segar yang
tidak vulgar. Lebih dari itu; Kiai Luqni dalam ceramahnya, tidak
pernah mengecam, menuding, atau apalagi mencaci orang. Tidak
pernah menggurui, apalagi bersikap seolah-olah penguasa agama
yang paling tahu kehendak Tuhan.

Di majelis haul, ribuan hadirin mengelu-elukan kedatangan da'i


kecintaan mereka, Kiai Luqni. Mereka yang dekat dari tempat

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 38


Kiai Luqni berjalan menuju ke rumah keluarga Kiai Akrom yang
dihauli, berhamburan menyambut dan menciumi tangannya.
Sementara yang jauh pada melambaikan tangan. Dengan
tersenyum, Kiai Luqni membalas sambutan itu dengan wajah
berseri-seri tanpa kesan bangga.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 39


Nyai Sobir
Karya Achmad
Mustofa Bisri

Kiai Sobir tidak membedakan siapa-siapa yang datang kepada


beliau. Siapa pun tamunya, pejabat tinggi atau rakyat jelata; laki-
laki atau perempuan; dari kalangan santri atau tidak; beliau
terima dengan gembira dan penuh penghormatan. Telinga beliau
dengan sabar menampung segala keluhan, curahan hati, bahkan
bualan tamu-tamunya yang beragam. Di hadapan beliau, semua
orang merasa benar-benar menjadi manusia yang merdeka.
Manusia yang dimanusiakan.

Mereka pun tak segan-segan mengutarakan keperluan- keperluan


mereka. Mulai dari mengundang ceramah, hingga mengundang
untuk peletakan batu pertama pem- bangunan mesjid atau
madrasah. Mulai dari minta doa restu, hingga minta utangan. Dari
minta air suwuk**) untuk anak yang rewel, hingga minta nasihat
perkawinan. Dari minta dicarikan jodoh, hingga minta dicarikan
mantu. Dari minta arahan menggarap sawah, hingga minta
dukungan untuk pilkada. Dari minta fatwa keagamaan, hingga
minta bantuan kenaikan pangkat (?)

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 40


Maka tak heran bila kepergian Kiai Sobir mendapat perhatian
yang begitu luas.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 41


Perempuan yang
selalu Mengelus
Dadaku
Karya Achmad
Mustofa Bisri

Nama kadang-kadang memang sesuai dengan pemilik nya;


seperti nama nabi Muhammad (orang yang terpuji) yang nyatanya
beliau memang terpuji dari segala seginya, lahiriah maupun
batiniahnya. Orang kaya yang bernama Sugiharto atau Suharto,
pastilah orang tuanya senang sekali karena harapannya yang
diwujudkan dalam nama terbukti sesuai dengan kenyataan.
Namun, sering kali anaknya dalam kenyataan, nama tidak sesuai
dengan pemilikn bahkan bertentangan. Ada orang yang namanya
Agune justru pribadinya sangat rendah; ada yang namanya Saleh
kelakuannya bejat; dan sebaliknya, ada orang yang sangat wira'i,
namanya Riba.

Apa pun nama yang mungkin diberikan sesuai harapan orang


tuanya, aku yakin tak ada yang dapat mewakili sosok dan pribadi
perempuanku ini. Nama apakah yang sesuai untuk pribadi yang
begitu kompleks? Orang yang hanya sebentar bergaul dengannya,
pasti akan terkecoh. Bagaimana tidak? Dia bisa sangat lembut
bagai sutra, tap juga bisa keras bagai batu. Bisa tampak kuat dan

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 42


tegar bisa juga seperti rapuh tak berdaya. Bisa seperti nenes
nenek sabar dan lapang dada, bisa seperti anak-anak yang
emosional dan cepat marah. Bisa sangat alim dan membuat orang
yang paling kurang ajar sekalipun merasa segan dan keder; tapi
bisa juga bersikap sangat menggoda dan menggairahkan hingga
meruntuhkan iman orang yang paling alim sekalipun.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 43


TUGAS
KELOMPOK

Mari berdikusi dengan


temanmu, agar dapat
menemukan nilai-nilai
yang ada pada kutipan
cerpen dengan benar!!
Bentuklah kelompok secara mandiri yang terdiri dari 4-5
orang. Kemudian Kerjakan hal berikut dengan jujur dan
tanggung jawab!

1. Apakah di dalam teks cerpen di atas memuat sebuah Nilai


religius, moral, dan toleransi?
2. Temukanlah Nilai religius, moral, dan toleransi yang
terdapat dalam kutipan cerpen di atas!
3. Tulislah nilai-nilai yang ada di dalam kutipan cerpen di
atas tersebut dalam tebel berikut!
4. Presentasikan kerja kelompokmu di depan kelas dengan
santun dan percaya diri!

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 44


Tabel Analisis Konflik
Antartokoh dalam Cerpen

Judul Nilai-nilai yang ada Bukti Penjelasan


Cerpen di dalam kutipan Kutipan
cerpen

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 45


EVALUASI

Pilihlah jawaban yang tepat dan benar berikut ini!

1. Berikut ini unsur-unsur intrinsik cerpen, kecuali


a. tema d. setting
b. tokoh e. nilai moral
c. amanat

2. Yang termasuk contoh latar suasana dalam cerpen adalah


a. properti yang terdapat dalam suatu ruang kantor
b. keadaan damai di suatu daerah.
c. deskripsi gedung-gedung kota metropolitan.
d. waktu berlagsungnya peristiwa itu.
e. kondisi dan suasana hati pengarang

3. Nilai yang terdapat dalam cerpen yang menyangkut


masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar
manusia adalah nilai….
a. sosial
b. budaya
c. agama
d. politik
e. moral

4. Membaca cerpen tidak hanya mendapat hiburan semata,


tetapi juga ada nila-nilai kehidupan yang dapat kita ambil
dari cerpen tersebut. Salah satu nilai yang terkandung
dalam cerpen adalah nilai agama (relegius) adalah ….
a. nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia
dengan tuhan

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 46


b. nilai yang menyangkut atura-aturan yang terkait dengan
hubungan antar manusia dengan Tuhan
c. nilai yang menyangkut masalah baik buruk, sopan
santun, dan etika antar manusia
d. menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, dan
bahasa, dalam kehidupan sosialnya
e. nilai yang menyangkut hubungan antara manusia
dengan orang lain dalam kehidupan

5. Salah satu ciri alur cerpen yang baik adalah ….


a. memuat banyak konflik
b. berkembang sesuai dengan cerita
c. alur mengalir secara dramatik memuat masalah yang
dibahas dari awal hingga akhir cerita secara konsisten
d. harus memuat masalah kemanusiaan
e. memuat kehidupan masa lampau

6. Di pesantren kami, Kang Maksum memang dikenal


sebagai santri senior yang memiliki suara merdu setiap
malam Jumat saat berjanjenan, acara bersama-sama ber.
shalawat nabi dengan membaca karya madah Syekh
Jakfar Al Barzanji, santri-santri selalu menunggu-nunggu
giliran Kang Maksum membaca kasidah-kasidahnya.
Terutama saat melantunkan kasidah yang dimulai dengan
"Ya Rabbi shalli 'alaa Muhammad, ya Rabbi shalli 'alaihi
wa sallim atau "Ya Rasulullah salaamun 'alaik, ya
Rafiasyaani wad darajati." Santri-santri lain yang
kemudian bersemangat menyahuti lantunan itu berusaha
ngepas-ngepaskan suara mereka dengan irama lantunan
Kang Maksum. Tapi mana mungkin . Di samping merdu,
cengkok lagu Kang Maksum memang sulit ditiru.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 47


a. penakut d. religius
b. pemberani e. berani mati
c. mudah putus asa

kutipan cerpen dibawah untuk menjawab soal nomor 3


dan 4.
7. "Rokok habis, sialan!" gerutu suaminya sambil bangkit
dengan malas. Dihampirinya meja dan disambarnya
cangkir besar kopi yang sudah disediakan Tiah dari tadi.
Kopi itu dihirupnya dan dibuatnya berkumur-kumur
sebelum diminum. Tiah memejamkan mata. Sambil
ngeloyor ke kamar mandi, suaminya masih menggerutu,
"Setiap hari kopi dingin! Dasar perempuan kampung!"
Tiah mengelus dada
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah
a. jangan pernah menyayangi istri
b. kita harus saling menjaga kerukunan tetangga
c. jangan pernah melupakan istri
d. Suami yang baik harus mampu melihat situasi yang
terjadi di dalam rumah. Suami sangat dilarang untuk
bersikap arogan kepada istrinya
e. sebagai manusia kita harus mempunyai jiwa saling
tolong menolong kepada teman kita

8. Apa yang menyebabkan konflik tokoh suami dengan


istrinya pada kutipan cerpen tersebut
a. tokoh suami marah karena sang istri tidak punya uang
b. tokoh suami menggerutu karena tidak ada kopi
c. tokoh suami tidak terima istrinya pergi ke kamar
mandi
d. tokoh suami dan istri berbeda paham dan pendapat
e. tokoh suami kesal karena rokoknya habis

9. Tuhan kalau mau memberi rezeki hamba-Nya memang


banyak jalannya. Syukur kepada Tuhan, kini rumahku pun

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 48


sudah pantas disebut rumah. Sepeda onthel-ku sudah
kuberikan pembantuku, kini ke mana-mana aku naik
mobil Kijang.
Unsur ekstrinsik yang terdapat dalam penggalan cerpen
tersebut adalah
a. ekonomi c. budaya e. moral
b. sosial d. agama

10. Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan cermat!


"Bu, saya tidak tahu," jawab Syabakhronni, "begitu saya
melihatnya, wajahnya seperti melekat terus di pelupuk
mata saya. Meski tidak perawan dan wajahnya tidak
cantik, tapi dia orang baik, Bu. Orang baik yang nasibnya
buruk. Saya ingin memperbaiki nasibnya dengan
menyuntingnya.
Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut
tentang.
a. Syabakhronni merebutkan hati sang ibu bahwa pilihan
perempuannya tepat
b. Syabakhronni bimbang dengan pilihan hidupnya
c. Syabakhronni merebutkan hati sang ibu bahwa pilihan
perempuannya tidak tepat
d. Ibu Syabakhronni sangat setuju dengan pilihan
anaknya
e. Syabakhronni ingin menikah

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 49


Refleksi

Apakah Anda sudah menguasai materi ini? Apasaja yang


Anda dapatkan setelah mempelajari materi ini?
Bersikaplah jujur terhadap diri sendiri untuk mengevaluasi
kemampuan Anda dalam memahami materi ini. Jika Anda
masih belum memahami, pelajari kembali materinya.
Sekarang lakukanlah refleksi dengan memberikan tanda
centang (v) pada kolom yang disajikan sesuai dengan
kemampuan Anda, berikan juga Alasannya.

Kompetensi Memahami Konflik Antartokoh dalam


Kumpulan cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari

Belum
Materi Mampu Alasan
mampu
Unsur-Unsur
Pembangun Cerpen
Konflik-Konflik
Antartokoh

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 50


GLOSARIUM

Unsur Intrinsik : Unsur yang menyusun sebuah karya


sastra dari dalam yang mewujudkan
struktur suatu karya sastra, seperti:
tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang,
gaya bahasa, dan amanat
Unsur Ekstrinsik : Segala unsur yang berada di luar
cerpen tersebut misalnya faktor sosial,
ekonomi, politik, agama, dan tata nilai
yang dianut masyarakat.
Alur : Rangkaian peristiwa yang direka dan
dijalin dengan seksama dan
menggerakkan jalan cerita melalui
kerumitan ke arah klimaks dan
penyelesaian
Tokoh : Pelaku yang mengenmban peristiwa
dalam cerita fiksi sehingga peristiwa
itu mampu menjalin suatu cerita.
Sudut Pandang : Visi pengarang, dalam arti bahwa ia
merupakan sudut pandangan yang
diambil oleh pengarang untuk melihat
peristiwa dan kejadian dalam cerita.
Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai
perbedaan agama, suku, etnis,
pendapat, sikap, dan tindakan orang
lain yang berbeda dari dirinya.
Fiktif : Bersifat fiksi, hanya terdapat dalam
khayalah cerita.
Argumentasi : Alasan untuk memperkuat atau
menolak suatu pendapat, pendirian,
atau gagasan.

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 51


DAFTAR PUSTAKA

.
Bisri, A. Mustofa. 2018. Kumpulan Cerpen Konvensi.
Yogyakarta. Diva Press.

Sadikin, Mustofa. 2011. Kumpulan Sastra Indonesia. Jakarta


BukuKita.
Sadiman, A. S, dkk. 2011. Media Pendidikan. Jakarta. PT Raja
Gradindo Persada.

Santoso,Wijaya Heru dan Wahyuningtyas. 2010. Pengantar


Apresiasi Prosa. Surakarta: Yuma Pustaka.

Sayuti, A. Suminto. 2010. Apresiasi Prosa Fiksi. Jakarta :


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumardjo dan Saini K.M. 2006. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta:


PT. Gramedia.

Sutardi, H. K. 2012. Penulisan Sastra Kreatif. Yogyakarta. Graha


Ilmu.

Thahar, H. E. 1999. Kiat Menulis Cerita Pendek. Bandung.


Penerbit Angkasa.

https://id.wikipedia.org/wiki/Mustofa_Bisri

LembarKerja Peserta Didik, Menganalisis Nilai-nilai Pendidikan Krakter| 52