Anda di halaman 1dari 2

SISTEM INFORMASI PPI

(PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI) SURVEILLANCE

HAIs (Health care Associated Infection) merupakan infeksi yang didapat penderita selama
mendapatkan pengobatan untuk kondisi lain, tidak dalam masa inkubasi, bisa muncul setelah
perawatan di rumah karena perawatan di rumah sakit atau petugas kesehatan mendapatkan
infeksi saat bertugas pada health care setting.

Surveillance HAIs merupakan suatu proses yang dinamis, sistematis, terus menerus dalam
pengumpulan, identifikasi, analisis dan interpretasi data kesehatan yang penting di fasilitas
pelayanan kesehatan pada suatu populasi spesifik dan didiseminasikan secara berkala kepada
pihak-pihak yang memerlukan untuk digunakan dalam perencanaan, penerapan, serta
evaluasi suatu tindakan yang berhubungan dengan kesehatan (Kemenkes, 2017).

Pemantauan data secara sistematis, terus menerus dipopulasi dalam wilayah dan waktu
tertentu dapat dilakukan dengan 3 langkah, yaitu identifikasi, evaluasi, dan perencanaan.

Tujuan surveillance :

1. Tujuan utama : menurunkan HAIs dan biaya yang ditimbulkan


2. Tujuan khusus :
- kewaspadaan staf terhadap HAIs
- monitoring trend HAIs
- identifikasi masalah dan evaluasi program
- identifikasi area perawatan berisiko

Alur surveillance :

1. Pasien terpasang alat invasif (CVP/PICC, kateter urin, ventilator) >48 jam, dan
operasi dengan insisi
2. Observasi setiap shift : gejala infeksi dan lakukan tindakan pencegahan infeksi (isi
form bundle checklist) oleh penanggung jawab pasien
- Infeksi : 1) Hubungan IPCLN, isi form, dasar diagnosa
2) Hubungi IPCN, investigasi
3) Penatalaksanaan infeksi sesuai SOP
4) Laporan dan umpan balik dari IPCN
- Tidak infeksi : 1) Tabulasi dan interpretasi data oleh IPCLN
2) Laporan dan umpan balik dari IPCN

Jenis-jenis HAIs :

1. CLABSI (Central Line Catheter Associated Blood Stream Infection)


Infeksi pada aliran darah yang dikonfirmasikan dengan hasil laboratorium
pada central line atau kateter umbilical yang terpasang selama >2 x 24 jam.
2. CAUTI (Catheter Associated Urinary Track Infection)

Infeksi saluran kemih yang terjadi akibat pemasangan kateter urine menetap,
infeksi ditemukan dalam waktu >2 x 24 jam setelah pemasangan kateter menetap.

3. SSI (Surgical Site Infection)

Infeksi yang terjadi di daerah operasi akibat tindakan pembedahan. Ada 3 jenis
SSI, yaitu SSI superficial, SSI deep/dalam, dan SSI organ/rongga.

4. VAP (Ventilator Associated Pneumonia)


Infeksi pneumonia pada pasien yang menggunakan ventilator >2 x 24 jam.
5. VASC (Arterial Or Venous Infection)
Infeksi arteri atau vena yang terjadi dalam rentang waktu 2 x 24 jam.

Kendala pengumpulan data :

1. Data terlambat dikumpulkan


2. Rekap data dirapel
3. Tidak real time
4. Missed insiden