Anda di halaman 1dari 8

Pendidikan Matematika

Integral Parsial, Soal, dan Pembahasannya

5 tahun lalu
Iklan
Ad

Pada pembahasan ini kita akan berlatih menemukan antiturunan dengan menggunakan
integral parsial. Selain itu, di bagian akhir pembahasan ini, kita juga akan menggunakan
metode tabulasi dalam melakukan proses integral parsial tersebut. Teknik integral
parsial dapat diterapkan dalam berbagai macam fungsi, dan secara khusus teknik
tersebut sangat berguna ketika dijumpai integran yang melibatkan perkalian fungsi-
fungsi aljabar dan transendental. Sebagai contoh, integral parsial akan sangat berfungsi
dengan baik untuk menyelesaikan,

Integral parsial didasarkan pada rumus turunan dari perkalian dua fungsi.

di mana u dan v adalah fungsi-fungsi yang terdiferensialkan dalam x. Jika u’ dan v’


kontinu, kita dapat mengintegralkan kedua ruas dari persamaan di atas dan memperoleh

Dengan menulis kembali persamaan di atas, diperoleh teorema berikut.

Teorema 1: Integral Parsial


Jika u dan v adalah fungsi-fungsi dalam x yang kontinu dan terdiferensialkan, maka

Rumus integral parsial ini menyatakan integral aslinya ke dalam bentuk integral yang
lain. Berdasarkan pemilihan u dan dv, akan lebih mudah menyelesaikan bentuk integral
yang kedua daripada bentuk aslinya. Karena pemilihan u dan dvsangatlah krusial dalam
proses integral parsial, berikut ini panduan dalam memilih u dan dv.
Panduan dalam Proses Integral Parsial

1. Cobalah untuk memisalkan dv sebagai bagian yang sangat rumit dari integran yang sesuai
dengan aturan dasar integral. Sehingga u merupakan faktor lainnya dari integran.
2. Cobalah untuk memisalkan u sebagai bagian dari integran yang turunannya lebih sederhana
dari u. Selanjutnya dvmerupakan faktor integral lainnya.

Perhatikan bahwa dv selalu memuat dxdari integran aslinya.

Untuk lebih memahami bagaimana menyelesaikan permasalahan integral dengan


menggunakan metode integral parsial, perhatikan beberapa contoh berikut.

Contoh 1: Integral Parsial

Tentukan,

Pembahasan Untuk menerapkan integral parsial, kita perlu untuk menuliskan integral
tersebut ke dalam

Terdapat beberapa cara untuk melakukan hal tersebut, yaitu

Panduan dalam pemilihan u dan dvsebelumnya menyarankan kita untuk memilih pilihan
pertama karena turunan dari u = x lebih sederhana dari x, dan dv = ex merupakan bagian
yang paling rumit dari integran yang sesuai dengan aturan dasar integral.
Sekarang, dengan integral parsial akan dihasilkan

Untuk memeriksa hasil pengintegralan ini, kita dapat menurunkan hasil tersebut untuk
mendapatkan integran aslinya.

Catatan Pada contoh 1 di atas kita tidak perlu menuliskan konstanta ketika
menyelesaikan

Untuk mengilustrasikan hal ini, cobalah mengganti v = ex dengan v = ex + C1kemudian


terapkan proses integral parsial untuk melihat bahwa kamu akan mendapatkan hasil
yang sama.

Contoh 2: Integral Parsial

Selesaikan,

Pembahasan Pada kasus ini, x2 lebih mudah diintegralkan daripada ln x. Selain itu,
turunan dari ln x lebih sederhana dari ln x. Sehingga, kita memilih dv = x2dx.

Dengan integral parsial diperoleh

Kita dapat memeriksa hasil ini dengan menurunkannya.

Satu hal yang mengejutkan dari penerapan integral parsial adalah pada integran yang
hanya memuat suku tunggal, seperti

Pada kasus ini, kita memisalkan dv = dx, seperti yang ditunjukkan oleh contoh berikut
ini.

Contoh 3: Integran dengan Suku Tunggal


Selesaikan,

Pembahasan Misal dv = dx.

Sekarang, dengan menerapkan integral parsial diperoleh

Dengan menggunakan antiturunan ini, kita dapat menyelesaikan integral tentu tersebut
sebagai berikut.

Daerah yang direpresentasikan oleh integral tentu ini ditunjukkan oleh gambar berikut.

Beberapa integral membutuhkan penggunaan berulang dari proses inegral parsial. Salah
satu contohnya adalah sebagai berikut.

Contoh 4: Penggunaan Berulang dari Integral Parsial

Temukan,

Pembahasan Faktor-faktor x2 dan sin xmerupakan bentuk yang sama-sama mudah


diintegralkan. Akan tetapi, turunan dari x2 lebih sederhana, sedangkan turunan dari
sin x tidak lebih sederhana. Sehingga, kita harus memisalkan u = x2.

Sehingga, dengan integral parsial didapatkan

Penggunaan pertama dari integral parsial ini berhasil dalam menyederhanakan integral
aslinya, akan tetapi integral yang ada di ruas kanan masih belum sesuai dengan aturan
dasar integral. Untuk menyelesaikan bentuk integral ini, kita dapat menerapkan integral
parsial lagi. Untuk saat ini, misalkan u = 2x.
Sekarang, dengan menerapkan integral parsial kita memperoleh

Dengan menggabungkan kedua hasil di atas, kita mendapatkan

Ketika melakukan penerapan berulang dari integral parsial, kita harus hati-hati untuk
tidak menukar subsitusi dalam proses yang berurutan. Misalnya, pada Contoh 4,
substitusi pertamanya adalah u= x2 dan dv = sin x dx. Jika pada proses integral parsial
yang kedua kita mengganti substitusinya dengan u = cos x dan dv = 2x, kita akan
memperoleh

yang meniadakan proses integral parsial sebelumnya dan kembali lagi kepada integral
aslinya. Ketika melakukan integral parsial yang berulang, kita juga harus
memperhatikan kemunculan dari pengali konstan dari integral aslinya. Sebagai contoh,
hal ini terjadi pada Contoh 5.

Integral pada Contoh 5 merupakan integral yang penting. Contoh 5 tersebut dapat
digunakan untuk menentukan panjang dari busur parabolis.

Contoh 5: Integral Parsial

Tentukan,

Pembahasan Bagian yang paling rumit dari integran yang dapat dengan mudah
diintegralkan adalah sec² x, sehingga kita harus memisalkan dv = sec² x dx dan u = sec x.

Dengan menerapkan integral parsial kita mendapatkan

Contoh 6: Menemukan Titik Pusat

Suatu bagian dari mesin dimodelkan sebagai daerah yang dibatasi oleh grafik y=
sin x dan sumbu-x, 0 ≤ x ≤ π/2, seperti pada gambar di bawah ini. Tentukan titik pusat
dari daerah tersebut.
Pembahasan Pertama kita tentukan luas dari daerah yang dimaksud.

Sekarang kita dapat menentukan koordinat titik pusat sebagai berikut.

Kita dapat menentukan integral dari absis titik pusat dengan menggunakan integral
parsial. Untuk melakukannya, kita misalkan dv = sin x dx dan u = x. Hal ini akan
menghasilkan v = –cos x dan du = dx, sehingga

Akhirnya, kita mendapatkan

Sehingga titik pusat dari daerah yang dimaksud adalah (1, π/8).

Semakin sering kita berlatih dalam melakukan integral parsial, kemampuan kita dalam
menentukan u dan dv akan meningkat. Rangkuman berikut ini merupakan daftar
beberapa integral yang sering muncul dilengkapi dengan anjuran dalam
pemilihan u dan dv.

Rangkuman Pengintegralan secara Parsial

1. Untuk integral-integral yang berbentuk

misalkan u = xn dan dv = eax dx, sin axdx, atau cos ax dx.


2. Untuk integral-integral yang memiliki bentuk

misalkan u = ln x, arcsin ax, atau arctan ax dan dv = xn dx.


3. Untuk integral-integral dengan bentuk

misalkan u = sin bx atau cos bx dan dv = eax dx.

Metode Tabulasi

Dalam permasalahan yang membutuhkan penerapan berulang dari integral parsial,


metode tabulasi, seperti yang diilustrasikan oleh Contoh 7, dapat membantu dalam
menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode ini dapat berfungsi dengan baik untuk
integran-integran yang berbentuk xn sin ax, xn cos ax, dan xneax.
Contoh 7: Penggunaan Metode Tabulasi

Selesaikan,

Pembahasan Misalkan u = x2 dan dv = v’ dx = sin 4x dx. Selanjutnya, buat tabel tiga


kolom yang dapat ditunjukkan sebagai berikut.

Hasilnya didapatkan dengan menjumlahkan nilai-nilai yang dihubungkan oleh tanda


panah tersebut. Sehingga diperoleh,

Semoga bermanfaat, yos3prens.


Iklan

Universitas Negeri Surabaya, Jalan Ketintang, Surabaya 60231, Indonesia

Bagikan ini:
Terkait

 10+ Soal dan Pembahasan Limit Fungsi Trigonometri


 12 Februari 2015
 dalam "Kalkulus"

 Integral Trigonometri


 30 September 2014
 dalam "Kalkulus"

 Teknik Integral: Substitusi Trigonometri


 28 Oktober 2014
 dalam "Kalkulus"

Kategori: Kalkulus, Kelas XII, Materi SMA, Topik Matematika

Tag: Antiturunan, Centroid, Identitas trigonometri, Integral, Integral


parsial, Integran, Metode tabulasi, Titik pusat, Trigonometri, Turunan
Tinggalkan sebuah Komentar

Pendidikan Matematika
Kembali ke atas
Iklan