Anda di halaman 1dari 9

MODUL 4

INTERAKSI GLOBAL DAN ADANYA PROSES SALING MEMPENGARUHI

Keterlibatannya ataupun interaksinya dengan orang lain ini yang disebut sebagai
kehidupan sosial. Didalam interkasi sosial tersebut akan selalu terjadi apa yang dinamakan
kerjasama, saling ketergantungan, saling pengaruh mempengaruhi, persaingan dan bahkan
mungkin konflik. Dalam kehidupan sosial yang merupakan kumpulan dari individu-individu
akan terbentuk suatu komunitas dari yang terkecil ataupun terdekat hingga yang
terbesar/terjauh. Setiap manusia akan menjadi anggota masyarakat dari yang terdekat yaitu
keluarga, rukun tetangga, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kotamadya, propinsi, negara,
sampai yang terjauh masyarakat dunia. Setiap individu akan berpartisipasi secara langsung
maupun tidak langsung dalam seluruh tingkatan masyarakat tersebut.
Perspektif global akan menekankan keanggotaan setiap manusia sebagai warga negara
dunia/global. Partispasi dan pengetahuan / knowledge merupakan 2 hal yang saling berkaitan
satu sama lain seperti sekeping mata uang. Pada sisi yang satu berisi partisipasi dan pada sisi
lainnya berisi pengetahuan. Orang tidak mungkin berpartispasi tanpa mengetahui bagaimana
cara berpartisipasinya, demikian juga sebaliknya untuk apa berpengetahuan kalau tidak
berpartisipasi. Partisipasi memerlukan adanya pengetahuan, sehingga di dalam partispasi
tersebut akan tercipta tujuan secara harmonis. Pengetahuan akan menyebabkan interaksi
sosial seperti kerjasama, saling ketergantungan dan saling pengaruh mempengaruhi
berlangsung secara harmonis, sehingga kompetisi ataupun persaingan yang menagarah pada
konflik/disharmoni dapat ditekan sampai ke tingkat yang paling rendah.
A. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS GEORAFI
Dilihat dari aspek geografi banyak peristiwa alam yang terjadi pada era globalisasi,
misalnya perubahan iklim, pemanasan global, gempa bumi, tsunami dan mobilitas
penduduk. Pembangunan industri secara besar-besaran banyak mempengaruhi perubahan
iklim. Menurut pembagaian iklim matahari, bulatan bumi kita dibagi menjadi iklim
tropis, sub tropis, sedang dan dingin. Pembagaian iklim matahari didasarkan pada sinar
matahari yang diterima di permukaan bumi kita. Berdasarkan pembagaian iklim
matahari maka negara yang ada dipermukaan bumi kita dikelompokan menjadi negara
yang beriklim tropis, negara yang beriklim sub tropis, negara beriklim sedang dan negara
beriklim dingin.
Sebelum era globalisasi dapat dikatakan keadaan iklim disetiap negara akan sama
dari waktu kewaktu sesuai dengan ciri khas yang sama, artinya iklim tersebut dapat di
perkirakan secara tepat, sedikit sekali terjadi perubahan iklim. Namun setelah banyak
industri besar yang dibangun terjadilah pemanasan bumi yang sangat berpengaruh bagi
kehidupan manusia. Keadaan yang langsung dapat dirasakan antara lain terjadi
perubahan iklim secara besar-besaran. Contoh di Indonesia yang termasuk negara tropis,
terjadi perubahan iklim yang sangat besar, pergantian musim kemarau dan musim
penghujan tidak jelas. Bulan April sampai Oktober biasa disebut musim kemarau
sekarang menjadi musim penghujan, sama dengan musim penghujan bulan Oktober-
April.
Perubahan iklim yang terjadi pada era globalisasi ditandai dengan adanya perubahan
cuaca yang sangat ekstrim, sehingga menimbulkan masalah bagi industri pertanian
pangan dan perkebunan, hujan terlalu deras sehingga menimbulkan bahaya banjir dan
tanah longsor, adanya angin puting beliung yang berbahaya bagi kehidupan manusia,
perubahan iklim juga mengakibatkan gelombang laut yang besar dan mengganggu
nelayan mencari ikan serta mengganggu palayaran.
B. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS SEJARAH
Sejarah mempelajari peristiwa masa lalu, konsep dasar sejarah; waktu, tempat dan
peristiwa. Sejarah dilihat dari pengaruh peristiwanya sejarah dapat di bedakan menjadi
sejarah lokal, sejarah nasional, sejarah dunia. Sejarah lokal memiliki lingkup dari sejarah
desa, sejarah kecamatan, sejarah kabupaten, sampai sejarah propinsi. Sejarah lokal sering
disebut sejarah mikro karena ruang lingkup sangat terbatas.
Sejarah lokal termasuk materi yang dipelajari di sekolah dasar. Materi sejarah lokal
tersebut mengutamakan daerah sekitar sekolah. Dengan sejarah lokal siswa menjadi
mengerti mengenal perkembangan sejarah daerahnya sendiri. Sejarah lokal memiliki arti
yang sangat penting untuk menghubungkan dengan dengan sejarah nasional. Siswa tidak
asing dengan sejarah tempat tinggalnya sendiri. Menurut Hugiono dan P.K Poerwantana
(1987:9) mendifinisikan sejarah sebagai berikut sejarah adalah gambaran tentang
peristiwa-peristiwa masa lampau yang dialami manusia , disusun secara ilmiah ,
meliputi urutan waktu , diberi tafsiran dan analisis kritis sehingga mudah dimengerti dan
dipahami. Menurut Sartono Krtodirdo (1992:59) secara singkat mengkonsepkan sejarah
sebagai bentuk penggambaran pengalaman kolektif pada masa lampau.
Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menelaah asal usul , perkembangan
serta peranan masyarakat di masa lampau berdasarkan metode dan metodologi tertentu.
ada beberapa tujuan pembelajaran sejarah :
a) Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat sebagai
sebuah proses dari masa lampau, masa kini dan masa depan
b) Melatih daya tanggap peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar
dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah dan metodologi keilmuan.
c) Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan
sejarah sebagai bukti peradaban bangsa Indonesia di masa lampau.
d) Menumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap proses terbentuknya bangsa
Indonesia melalui sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan
masa yang akan dating.
e) Menumbuhkan kesadaran dalam diri peserta didik sebagai bagian dari bangsa
Indonesia yang memiliki rasa bangga dan cinta tanah air yang dapat
diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan, baik nasional maupun
internasional.
Dengan belajar sejarah kita akan mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi dan
mampu belajar dari perubahan yang terjadi tersebut, sehingga kita mampu
mengantisipasi , mengahadapi dan mengatasinya di masa mendatang.
Contoh peristiwa searah : teradinya revolusi industry telah mengubah masyrakat
feudal (berdasarkan pada tanah agraris) ke masyarakat industry, sedangkan pada abad
sekarang ini yang terjadi revolusi informasi , sehingga Negara-negara ynag menguasai
teknologi informasi yang akan berjaya . malaise ekonomi dunia dan sekarang ini juga
terjadi krisis ekonomi di asia tenggara . bila keadaan ini tidak segera diatasi akan bisa
berpengaruh pada perekonomian dunia.
C. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS EKONOMI
Dilihat dari ekonomi, secara umum manusia ingin memenuhi kebutuhannya secara
baik dan tercipta kemakmuran. Menurut ekonomi bahwa: individu sebagai konsumen
dan produksen, individu tidak dapat memenuhi kebutuhannnya sendiri. Dalam kenyataan
hidup secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga keadaan ekonomi dalam
masyarakat; yaitu pertama ”pendapatan naik - kebutuhan turun” (keadaan ini yang paling
diharapkan), kedua ”pendapatan turun-kebutuhan tetap” dan ketiga ”pendapatan turun
dan kebutuhan naik” (keadaan ini sangat tidak diharapkan). Menurut Brown & Brown
(1980:241) mengemukakan bahwa ekonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang
cara bagaimana manusia melalui pranata-pranatanya memanfaatkan keterbatasan sumber
daya modal, sumber daya alam, dan tenaga kerja. untuk memuaskan kebutuhan
materinya. Menurut Earl E.Muntz (Firirchild, H.P dkk :1982:102) ekonomi adalah suatu
studi tentang cara bagaimana manusia mengorganisasikan sumber daya alam,
kemampuan budaya , dan tenaga kerja yang menopang dan meningkatkan kesejahteraan
materialnya.
Pada prinsipnya setiap manusia merupakan produsen sekaligus konsumen terhadap
barang maupun asa. kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas , sementara prasarana dan
sarana untuk memenuhi kebutuhan tersebut terbatas. hukum ekonomi mengenal adanya
kaitan antara konsumen dan produsen serta penawaran dan permintaan . bila penawaran
turun(sedikit) sementara permintaan naik maka harga akan naik. fenomena yang nampak
dari hukum ekonomi bahwa, bila permintaan naik sementara penawaran turun(sedikit)
maka harga akan turun. Kebutuhan manusia, kebutuhan merupakan sesutau yang
diperlukan oleh manusia dlam rangka menaga kelangsungan hidup untuk mencapai
kesejahteraan hidup. macam-macam kebutuhan hidup manusia dibedakan sebagai
berikut:
a. Menurut intensitasnya kegunaan , kebutuhan terdiri atas kebutuhan primer ,
kebutuhan sekunder, kebutuhan tersier
b. Menurut bentuk dan sifatnya, kebutuhan terdiri atas kebutuhan jasmani dan rohani.
contoh : untuk memenuhi kebutuhan bahan mentah yang sangat dibutuhkan orang
Eropa pada musim dingin, menyebabkan mereka berbondong-bondong berlayar ke
Negara-negara lain seperti Indonesia untuk mencari rempah-rempah. untuk
memenuhi kebutuhan nya, mereka menadikan wilayah-wilayah yang kaya akan
bahan mentah sebagai wilayah aahannya, sehingga teradinya kolonialisme.
D. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS ANTROPOLOGI
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari orang (bentuk khas fisiknya), masyaraat,
dan budayanya. Kumpulan orang yang membentuk suatu masyarakat memiliki udaya
yang berkembang sejalan dengan invensi (penemuan) yang mereka punyai. Suatu invensi
baru perlu diciptakan untuk menggantikan invensi lama, seperti: traktor menggantikan
bajak atau mobil/kuda besi Jepang mengganti kuda dan keledai, makanan instan
menggantikan nasi dan sebagainya.
Salah satu invensi yang perlu dipelajari dalam perspektif global adalah perang, yang
teah terjadi sejak lama dan teah meminta korban jiwa maupun materi yang tidak sedikit.
Salah satu usaha yang ditempuh umat manusia di dunia ini dalam menghindarkan perang
adalah melalui pembentukan kerja sama, apakah itu politik , ekonomi dan sebagainya.
Salah satu kerjasama dunia yang akan menjadi topic adalah Persatuan Bangsa-Bangsa.
Perang dianggap sebagai invensi, karena ada suku I dunia ini yang tidak mengenal
perang, yaitu suku Lepchas dari Sikkim yang dlukiskan oleh Geoffrey Gover dalam
Himalayan Village.
Fakta ternyata menunjukkan bawa setiap orang dari suku apapun menginginkan
adanya perdamaian (peace). Ini terbukti dari adanya konsep perdamaian dalam banyak
bahasa. Hal ini mecerminkan kerinduan sebagian besar umat manusia akan keadaan
damai. Istilah damai dalam bahasa Perancis paix, bahasa Jerman Friede, bahasa Spanyol
adalah paz, bahasa Swedia adalah Fred, dan sebagainya (lihat lampiran 1). Setiap bahasa
daerah yang ada di Nusantara pun mengenal istilah aman dan damai.
E. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS SOSIOLOGI
Manusia merupakan mahkluk sosial, manusia selalu ingin diterima dilingkungannya.
Kemjauan iptek pada era globalisasi mengakibatkan hubungan manusia/hubungan sosial
kemasyarakatan mengalami perubahan baik secara lambat maupun secara cepat, baik
skala besar dalam arti antar negara/bangsa, maupun secara skala kecil dalam arti
hubungan antar kelompok dengan kelompok lain atau hubungan individu dengan
individu. Perubahan hubungan ini ada yang bersifat positif sesuai dengan harapan
sehingga hubungan harmonis, misalnya hubungan antara anggota ASEAN, menjadi lebih
baik dan ada perubahan yang negatif misalnya konflik di Maluku, di Timur Tengah dan
sebagainya.
Dilihat dari sosiologi era globalisasi banyak berpengaruh pada mobilitas sosial secara
vertikal maupun mobilitas sosial secara horisontal. Mobilitas vertikal yaitu perpindahan
status dari strata yang satu ke strata lainya. Perpindahan status bawah ke strata atas atau
sebaliknya dari strata atas kestrata bawah. Sosiologi megajarkan kepada kita bahwa
perilaku manusia dipengaruhi oleh kelompok tempat ia terlibat sebagai anggota dan oleh
interaksi yang terjadi pada kelompok itu. Jadi kalau saja manusia hidup menyendiri,
tidak saling berhubungan satu sama lain, maka tidak aka nada kegitan social yang
menjadi sasaran sosiologi. Perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi telah
menyebabkan interaksi manusia meluas ke tingkat global secara lebih intensif. Interaksi
bisa terjadi secara fisik maupun non-fisik melalui internet. Teknologi computer melalui
E-mail (electronic mail) menyebabkan dunia ini tanpa batas (borderless) secara non-fisik.
Secara fisik batas-bata wilayah setiap Negara berdasarkan hukum internasional mawsih
jelas. Setiap orang yang mampu mengakses teknologi ini bisa berkirim maupun
menerima berita dari seluruh dunia membaca koran, majalah, terbitan ilmiah, informasi
wisata, dan sebagainya dari seluruh penjuru dunia hanya dengan duduk di depan
computer di rumah masing-masing.
F. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS TRANPORTASI
Dari persfektif budaya, kita semua dapat mengamati dan merasakan perkembangan
alat transportasi dari watu ke waktu. Sejarah transportasi dimulai sejak manusia
menemukan roda sekitar tahun 3500 SM. Pada saat itu manusia menggunakan roda untuk
memindahkan barang. Kemudian roda berkembang menjadi alat transportasi yang tidak
hanya digunakan untuk memindahkan barang saja tetapi juga digunakan untuk manusia
itu sendiri. Alat transportasi dari mulai yang memanfaatkan tenaga manusia, yang
sampai saat ini juga masih digunakan, memanfaatkan tenaga hewan, tenaga bermotor,
kendaraan yang menggunakan tenaga jet, hingga kendaraan yang menggunakan tenaga
surya (matahari). Perkembangan transportasi yang terjadi dari waktu ke waktu tersebut
tidak terlepas dari pemikiran manusia yang terus menerus berfikir untuk menciptakan
sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi umat manusia dimuka bumi ini, dan terciptanya
sesuatu yang baru tersebut juga karena ilmu pengetahuan yang terus berkembang dan
maju terutama pengetahuan yang berhubungan dengan IPTEK. Dan perkembangan
transportasi ini juga sebagai salah satu perkembangan budaya. Revolusi industry yang
terjadi pada abad XVII berdampak positif bagi perkembangan dan kemajuan transportasi,
baik transportasi darat, perairan, maupun udara. Dengan berkembangnya alat transportasi
dan jalan sebagai prasarana transportasi, maka jarak yang jauh dapat ditempuh dengan
waktu yang singkat, dan tempat-tempat yang terpencil dapat dijangkau. Perjalanan dari
satu daerah ke daerah yang lain saat ini dapat ditempuh hanya dalam hitungan menit saja
dan perjalanan dari satu Negara kenegara yang lain dapat terjangkau dengan hitungan
jam dengan menggunakan transportasi udara, bahkan manusia saat ini pun dapat
mengunjungi planet-planet lain. Berkembangnya alat tranaportasi ini juga menjadi urat
nadi bagi perekonomian dalam proses distribusi hasil produksi ke pasar serta kepada
konsumen. Dengan berkembang dan makin majunya transportasi, konsep ekonomi
tentang kebutuhan dan sumber daya produksi, distribusi dan konsumsi, makin nyata
makna dan nilainya. Sejalan dengan proses yang demikian, konsep saling ketergantungan
mulai dari tingkat local, regional, nasional, internasional, bahkan juga tingkat global,
dapat terealisasikan.
Secara alamiah setiap orang, daerah, dan Negara tidak ada yang dapat memenuhi
kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain seberapapun besar kekayaan yang
dimilikinya. Disinilah letak kedudukan, fungsi, dan peranan saling ketergantungan.
Perkembangan, kemajuan, dan pemanfaatan transportasi menjadi pendukung
pengembangan saling ketergantungan tersebut. Dalam pemanfaatan transportasi untuk
perdagangan antar daerah, antar kawasan, sampai antarnegara, yang terbawa itu tidak
hanya barang dagangan dan manusia yang memperdagangkannya saja, tetapi akan
terbawa juga kebiasaan, bahasa, agama, pengetahuan, dan IPTEK. Kontak dan
komunikasi serta interaksi sosial antar manusia yang datang dengan yang didatangi,
membawa dampak luas tidak hanya dalam aspek ekonomi, melainkan juga aspek-aspek
budaya, politik, bahkan juga psikologi. Semakin berkembang dan semakin majunya
transportasi di darat, di perairan, dan di udara, maka akan semakin meluasnya dan
semakin intensif interaksi sosial antardaerah, kawasan, dan antarnegara. Melalui kontak
yang demikian, proses transportasi kehidupan ini tidak lagi hanya terbatas di tingkat
local dan regional, melainkan telah menembus batas-batas nasional sampai ke batas
global. Saling ketergantungan, tidak lagi hanya dalam bidang ekonomi, melainkan juga
meluas ke bidang politik, dan yang paling bermakna dalam bidang IPTEK. Hal-hal
seperti itulah yang secara positif lebih meningkatkan kesejahteraan umat manusia di
dunia ini, sebagai dampak perkembangan, kemajuan dan pemanfaatan transportasi.
Namun dampak negative dari kemajuan transportasi ini juga terkadang dimanfaatkan
untuk hal-hal yang negative. Seperti penyelundupan orang jahat, teroris, obet-obat
terlarang, dokumen terlarang, dan lain sebagainya. Penyelundupan tersebut tidak hanya
ada pada batas-batas region dan antarnegara, melainkan telah sampai ke tingkat global.
Transportasi telah menjadi kebutuhan mutlak umat manusia dibumi ini dalam kehidupan
global saat ini. Namun dampak negatifnya harus diwaspadai.
G. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS KOMUNIKASI
Komunikasi itu tidak hanya menjadi milik otentik manusia. Tumbuh-tumbuhan dan
hewan pun memiliki cara berkomunikasi. Manusia sebagai makhluk hidup yang
berbudaya yang mengembangkan IPTEK, memiliki kemampuan, cara dan kiat
berkomunikasi yang beragam, yang juga berkembang serta dapat dikembangkan. Mulai
dari masyarakat sederhana sampai ke masyarakat modern, cara berkomunikasi ini
bertahap,beragam dan berkembang. IPTEK menjadi salah satu sarana komunikasi yang
makin berkembang tidak hanya terbatas secara lokal,regioanal,nasional,dan global
namun sampai mampu menembus di luar bumi. Dari perspektif budaya komunikasi
dengan segala bentuk cara dan saranya juga merupakan budaya yang memacu
perkembangan kebudayaan terutama setelah menggunakan bahasa serta lambang-
lambang ilmu pengetahuan. Sejalan dengan perkembangan kemajuan dan penggunaan
transportasi serta media elektronik (radio,TV,faksmile,internet) kontak interaksi sosial
umat manusia untuk berkomunikasi itu juga makin maju. Proses dan arus global
kehidupan manusia makin dipacu melalui komunikasi ini. Makin lam komunikasi ini
makin menjadi kebutuhan yang tidak dapat di lepas dari kehidupan manusia sehari-hari
yang menembus batas-batas ruang. Namun bagi kepentingan-kepentingan tetentu yang
harus di rahasiakan fenomena tertentu tidak boleh disebarluaskan kemajuan alat
komunikasi canggih seperti internet juga mengandung bahaya. Dengan memanfaatkan
internet, informasi dari berbagai penjuru dunia mengenai aspek apa saja yang di
kehendaki dalam waktu yang sangat singkat dapat di peroleh. Komunikasi dalam
globalisasi Pada abad ke-20, isu globalisasi telah berkembang di seluruh negara di dunia.
Dunia kini seolah tanpa sekat.
Dimana semua orang yang berada di negaranya masing-masing dapat saling
berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka yang berada di negara lain. Kennedy dan
Cohen menyebutkan globalisme adalah sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa
dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa
sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa
terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal yang sama,
perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu,
Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial. Sebagian
menyebutkan, bahwa globalisasi merupakan pertukaran informasi oleh media dan
kemampuan berkomunikasi setiap orang. Bagaimana peranan komunikasi dalam
globalisasi tersebut? Dilihat dari globalisasi komunikasi dalam hubungan internasional
secara langsung dan tidak langsung semua orang dapat mengakses informasi secara
bebas melalui teknologi yang sangat maju karena globalisasi dapat mengubah
Globalisasi komunikasi yang didukung oleh kemajuan teknologi internet dan media
komunikasi lainnya menjadikan suatu negara tidak mungkin untuk menyensor seluruh
informasi yang beredar di dunia. Termasuk informasi yang memojokkan dan
melemahkan perannya dalam dunia internasional. Kemudahan akses inilah yang telah
melemahkan peran negara, karena segala informasi tentang negara tersebut dapat dengan
mudah diakses oleh masyarakat.

H. PERSPEKTIF GLOBAL DALAM KONTEKS KERJA SAMA INTERNASIONAL


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan dunia yang memperhatikan segala aspek
kehidupan umat manusia di negara-negara anggotanya. Oleh karena itu, lembaga ini
membawahi lembaga-lembaga khususnya yang menangani suatu aspek tertentu dari
kehidupan umat manusia ini. Sesuai dengan namanya ,PBB menangani masalah-masalah
internasional teruatama yang dialami oleh negara-negara anggotanya.
Seperti masalah-masalah yang hakikatnya terkait satu sama lain. Masalah
kependudukan ,tidak hanya menyangkut aspek demografi berkenaan dengan jumlah,
pertumbuhan dan perssebaran penduduk semata, melainkan menyangkut aspek-aspek
ekonomi,budaya,politik, sosiologi dan psikologi.
Masalah lingkungan hidup,yang dampak negatifnya mengahawatirkan tatanan
kehidupan global, tidak terlepas dari msalah kependudukan,industri, sumber daya,
kesehatan, dan tatanan alamiah pada umumnya.
Dalam lembaga PBB ini, perbedaan sistem politik, kemampuan ekonom, rasial,
agama, budaya dan bentuk pemerintahan negara-negara anggota, tidak menjadi hambatan
dalam mengajukan pendapat, baik negaranya sendiri maupun negara lain dan masalah
dunia pada umumnya. Tidak hanya masalah regionaal dan internasioanal dibahas PBB.
Kerjasama regioanal seperti kelompok Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN),
Kelompok Negara-negara Arab, Masyarakat Ekonomi Eropa, kelompok Negara-negara
Afrika, dan setrusnya. Kelompok – kelompom tersebut perhatian dan kepeduliannya
tidak hanya menangani masalah regional masing-masing melainkan juga menagani
masalah internasioanal dan juga masalah global. Masalah tersebut dibawa ke forum yang
lebih besar seperti forum PBB dengan organisasi-organisasi dibawahnya. Organisasi
independen yang bergabung dalam kelompok roma,yag anggota-anggotanya terdiri atas
berbagai keahlian seperti ilmuwan, budayawan, rohaniwan, pengusaha, pejabat dan lain-
lain,juga memperhatinkan, mengkaji, dan memprediksi masalah-masalah global seperti
masalah penduduk, pangan dan kelaparan,produksi pertanian ,konsumsi sumber daya
alam, industrialisasi, pencemaran, krisis energi, krisis pangan, dan lain-
lain. Ketergantungan antar wilayah, antar negara dan antar bangsa ,serta ketergantungan
antar ekonomi dan ekologi, merupakan tuntutan nyata yang mampu menyeimbangkan
antara kesejahteraan hidup umat manusia dengan kelestarian lingkungan. Oleh karena
itu, dunia internassional dituntut untuk memberikan bimbingan, agar ketimpangan antara
ekonomi dengan ekologi ini tidak terjadi. Karena jika degradasi lingkungan ini terjadi,
dampaknya tidak hanya menimpa negara yang menerima relokasi, melainkan akan
meluas ke dunia internasional, bahkan juga mencapai batas global.