Anda di halaman 1dari 2

HEMATOLOGI

Menurut (Wallach, 2006) dalam (Ramadhani, 2010), pemeriksaan hematologi (darah)


lengkap adalah tes hematologi khusus yang digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis,
menunjang diagnosis, membantu diagnosis banding, memantau perjalanaan penyakit, menilai
beratnya sakit, menentukan prognosis.
Pemeriksaan hematologi meliputi pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan darah
khusus. Pemeriksaan darah rutin yang dilakukan tanpa indikasi meliputi: Haemoglobin (Hb),
Laju Endap darah (LED), hitung jumlah leukosit, hitung jenis leukosit, dan koreksi Hb dengan
hitung jumlah eritrosit. Pemeriksaan darah khusus: Hematrokit (Ht), retikulosit,
eosinoful,evaluasi hapusan; faal hemostatik (trombosit, PPT, aPPT, dll) serta pemeriksaan daya
tahan osmotic (Depkes RI, 1989)

MCV (Mean Corpuscular Volume)


Volume rata-rata sel darah merah dalam microcubik darah (HMT x 10) : jumlah eritrosit
(juta).
Nilai normal :
Dewasa : 80-90 U3
Anak : 82-92 U3
Bayi baru lahir : 96-108 U3
Penurunan MCV, terdapat pada pasien anemia mikrositik defisiensi besi, keganasan,
atritis, rheumatoid, talasemia, anemia sel sabit, HBC, keracunan timah, dan radiasi.
Peningkatan kadar MCV, terdapat pada anemia aplastik, anemia hemolitik, anemia
permisiosa, defisiensi asalm folat, penyakit hati kronis, hipotiroidisme, efek obat vitamin B12,
antikonvulsan, dan antimetabolik.
(Sutedjo, 2009)

DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=1782
Ramadhani, Bagus YS; Rotty, L.W.A.; Wantania, Frans. 2013. Gambaran Hematologi pada
Pasien Sindrom Koroner Akut yang dirawat di BLU RSU PROF. Dr. R. D. Kandou
Manado Tahun 2010. Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 1, Maret 2013, hlm.
12-16
Sutedjo, AY. 2009. Buku Saku Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemerkisaan Laboratorium.
Yogyakarta: Penerbit Amara Books