Anda di halaman 1dari 16

PENDAHULUAN

Seperti tercantum pada PJPT II, dimana pengembangan bidang jasa termasuk pelayanan
infrastruktur dan jasa keuangan diarahkan pada terciptanya jaringan informasi, pelayanan
keuangan yang andal, efisien dan mampu mendukung industrialisasi serta upaya pemerataan.
Didalam sasaran Pelita VI disebutkan pula bahwa pembangunan sektor keuangan ditingkatkan,
diperluas dan diarahkan untuk memperbesar kemampuan sumber dana dalam negeri bagi
pembiayaan pembangunan nasional.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah tersebut, maka dibidang kelembagaan serta


instrumen pasar uang, Bank Indonesia harus memantapkan langkah-langkah kebijakan yang
dapat mendukung berkembangnya jenis-jenis pembiayaan lain kepada dunia usaha selain kredit
perbankan, utamanya surat-surat berharga. Perkembangan ini memang tidak bisa dihindarkan,
sejalan dengan kecenderungan sekurutisasi aset yang akan terus mewarnai industri keuangan
kita, Dalam kaitan ini, pengembangan pasar uang yang lebih luas dan mendalam merupakan
suatu kebutuhan yang sangat penting. Dengan adanya lembaga pemeringkat diharapkan dapat
memberi dukungan yang efektif bagi pengembangan pasar uang di Indonesia sehingga jenis
instrumen yang diperdagangkan akan dapat di lihat kwalitasnya dan semakin beragam tidak
terbatas hanya SBI. Beragamnya instrumen ini akan meningkatkan efisiensi dan pilihan
penanaman dana bagi bank-bank, tetapi juga akan lebih menambah instrumen untuk
pengendalian moneter oleh Bank Indonesia.

Untuk aktivitas pasar modal di Indonesia sendiri telah berlangsung cukup lama yaitu
sejak tahun 1912, dan ketika itu masih dilakukan sepenuhnya oleh penjajahan Belanda. Pada saat
itu, efek yang di perdagangkan ialah saham dan obligasi milik perusahaan dan pemerintahan
Hindia Belanda. Setelah melewati masa kemerdekaan, pemerintahan Indonesia mengambil alih
dan meneruskan kembali perdagangan efek yang telah dirintis oleh pemerintahan Hindia Belanda
itu.
Perkembangan pasar modal di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat
terutama setelah pemerintahan melakukan berbagai regulasi di didang keuangan dan perbankkan
termasuk pasar modal. Para pelaku di pasar modal telah menyadari bahwa perdagangan efek
dapat memberikan return yang cukup baik bagi mereka, dan sekaligus memberikan konsribusi
yang besar bagi perkembangan perekonomian negara kita

Pasar modal (capital market) adalah lembaga keuangan bukan bank yang mempunyai
kegitan berupa penawaran dan perdagangan efek. Selain itu juga merupakan lembaga profesi
yang berkaitan dengan transaksi jual beli efek dan perusahan publik yang berkaitan dengan efek.
Dengan demikian pasar modal dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli modal /
dana.

Pasar modal berbeda dengan pasar uang, dimana perbedaan terletak pada jangka waktu
atau jatuh tempo produknya. Pasar uang dikenal sebagai pasar yang menyediakan sarana
peminjaman dana dalam jangka pendek ( jatuh tempo kurang atau sama dengan satu tahun ).
Pasar modal mempunyai jangka waktu panjang, atau lebih dari satu tahun. pasar uang melakukan
kegiatan mengalokasikan dana secara efektif dan efesien dari pihak yang mempunyai
PEMBAHASAAN

PENGERTIAN PASAR UANG

Pasar uang secara universial didefinisikan sebagai pasar yang memperjual belikan mata
uang negara-negara yang berlaku di dunia. Pasar ini disebut juga sebagai pasar valuta asing /
valas / Foreign Exchange / Forex. Resiko yang ada pada pasar ini relatif besar dibandingkan
dengan jenis investasi lainnya, namun demikian keuntungan yang mungkin diperoleh juga relatif
besar. Contoh adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet, dan lain-lain.

JENIS-JENIS INSTRUMEN PASAR UANG

1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)


SBI adalah surat berharga yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan hutang yang berjangka
waktu pendek dan diperjual belikan dengan diskonto

2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)


SBPU adalah surat berharga yang diperjualbelikan secara diskonto dengan BI atau lembaga
lainnya yang ditunjuk sebagai pelaksanannya.

3. Sertifikat Deposito
Sertifikat Deposito adalah deposito berjangka dimana bukti simpananya dapat diperjual belikan.

4.Call Money
Call Money adalah pinjaman singkat antar bank yang sewaktu-waktu dapat ditarik dengan jangka
waktu berkisar antara 1 hari s/d 1 minggu.

5.Commercial Paper
Commercial Paper adalah surat utang tanpa jaminan dengan jangka waktu 2 hari s/d 270 hari.

6. Repurchase Agreement
Repurchase Agreement adalah penjualan suatu surat berharga disertai komitmen dari penjual
bahwa penjual akan membeli kembali surat berharga tersebut pada waktu dan harga tertentu.
7. Treasury Bills
Treasury Bills adalah surat utang yang diterbitkan oleh negara dengan jangka waktu 90 hari - 1
tahun

8. Promissory Notes
Promissory Notes adalah surat sanggup bayar yang membuktikan adanya utang piutang jangka
pendek antara.

CIRI-CIRI PASAR UANG

1. Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek.


2. Mekanisme pasar uang ditekankan untuk mempertemukan pihak yang mempunyai kelebihan
dana dan yang membutuhkan dana.
3. Tidak terikat pada tempat tertentu seperti halnya pasar modal.

kreditur dan debitur.

MANFAAT PASAR UANG

Manfaat menghimpun Dana dari Pasar Uang untuk perusahaan


1. Untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek
2. Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas
3. Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja
4. Untuk membayar karena kalah kliring

Manfaat investor yang Menanamkan Dananya di Pasar Uang


1. Untuk memperoleh penghasilan dengan tingkat suku bunga tertentu
2. Bermaksud membantu pihak yang benar-benar mengalami kesulitan keuangan
3. Spekulasi dengan harapan memperoleh keuntungan besar dalam jangka pendek dalam kondisi
ekonomi tertentu
Manfaat pasar uang bagi manajer keuangan
1. Manajemen keuangan merupakan salah satu bidang manajemen fungsional dalam suatu
perusahaan, yang mempelajari tentang penggunaan dana, memperoleh dana dan pembagian
hasil operasi perusahaan.
2. Dapat memperoleh dana dengan cepat
3. Terpenuhinya kebutuhan kredit jangka pendek untuk membiayai kebutuhan modal kerja
perusahaan, seperti bahan dasar, bahan pembantu untuk kelancaran proses produksinya

PESERTA PASAR UANG

1. Bank
2. Yayasan
3. Dana Pensiun
4. Perusahaan Asuransi
5. Perusahaan-perusahaan besar
6. Lembaga Pemerintah
7. Lembaga Keuangan lain
8. Individu Masyarakat
PERKEMBANGAN PASAR UANG

Perkembangan pasar uang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir diwarnai oleh dampak dari
kejadian –kejadian eksternal maupun internal. Beberapa hal diantaranya yaitu dampak krisis
Meksiko, peningkatan suku bunga domestik akibat konsolodasi bank-bank dan ketatnya
likuiditas perbankan serta munculnya jenis produk dan diversifikasi piranti pasar uang yang lain
maupun munculnya spekulasi valuta asing.

Dalam pada itu, kondisi pasar uang rupiah dalam tahun terakhir ditandai dengan meningkatnya
kebutuhan bank-bank akan likuiditas Rupiah kartena konsolidasi perbankan nasional dan
pertumbuhan permintaan kredit yang relatif tinggi, baik secara keseluruhan maupun untuk
sektor-sektor tertentu khususnya properti. Hal ini pada giliranya ikut mendorong naiknya suku
bunga pasar uang antar bank maupun suku bunga dana, khususnya suku bunga deposito
berjangka Rupiah. Perkembangan ini telah pula menyebabkan semakin melebarnya perbedaan
suku bunga dalam dan luar negeri.

Pesatnya perkembangan inovasi produk –produk keuangan yang berisiko tinggi juga yang
diwarnai perkembangan pasar uang di Indonesia,produk-produk, tyersebut tidak hanya terbatas
pada berkembangnya transaksi derivatif namun juga muncul beberapa produk keuangan baru
yang ikut mermalkan pasar uang di tanah air.
PENGERTIAN PASAR MODAL

Di dalam undang - undang pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pengertian pasar modal dijelaskan
lebih spesifik sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan
Efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan
profesi yang berkaitan dengan Efek.
Dengan demikian pasar modal dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli
modal.pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka
panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri.

JENIS-JENIS INSTRUMEN YANG DIPERJUAL BELIKAN DI PASAR MODAL

a. Saham

Saham adalah penyertaan modal dalam pemilikan suatu Perseroan Terbatas (PT) atau emiten.
Pemilik saham merupakan pemilik sebagian dari perusahaan tersebut. Ada dua jenis saham, yaitu
saham atas nama dan saham atas tunjuk. Saham yang diperdagangkan di Indonesia saat ini
adalah saham atas nama, yaitu saham yang nama pemiliknya tertera di atas saham tersebut.

b. Obligasi

Obligasi adalah surat pengakuan utang atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan penerbit
obligasi dari masyarakat. Jangka waktu obligasi telah ditetapkan dan disertai dengan pemberian
imbalan bunga yang jumlah dan saat pembayarannya juga telah ditetapkan dalam perjanjian.
c. Derivatif dari efek
Bentuk derivatif dari efek antara lain yaitu:
1) Right atau klaim

Right adalah bukti hak memesan saham terlebih dahulu yang melekat pada saham, yang
memungkinkan para pemegang saham untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan oleh
perusahaan sebelum saham-saham tersebut ditawarkan kepada pihak lain.

2) Waran

Menurut peraturan Bapepam, waran adalah efek yang diterbitkan suatu perusahaan, yang
memberi hak kepada pemegang saham untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada
harga tertentu untuk enam bulan atau lebih.

3) Obligasi konvertibel

Obligasi konvertibel yaitu obligasi yang setelah jangka waktu tertentu dan selama masa
tertentu, dengan perbandingan dan atau harga tertentu, dapat ditukarkan menjadi saham dari
perusahaan emiten.

4) Saham deviden
Keuntungan perusahaan dapat dibagi dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk saham
deviden. Alasan pembagian saham deviden adalah karena perusahaan ingin menahan laba milik
para pemegang saham yang bersangkutan di dalam perusahaan tersebut untuk digunakan sebagai
modal kerja.
5) Saham bonus
Perusahaan menerbitkan saham bonus yang dibagikan kepada pemegang saham lama.
Pembagian saham bonus dilakukan untuk memperkecil harga saham yang bersangkutan, dengan
maksud agar pasar lebih luas dan terjangkau bagi lebih banyak investor, serta dengan harga yang
relatif murah.
6) Sertifikat ADR/CDR
American Depository Receipts (ADR) atau Continental Depository Receipts (CDR) adalah
suatu resi (tanda terima) yang memberikan bukti bahwa saham perusahaan asing disimpan
sebagai titipan atau berada di bawah penguasaan suatu bank, yang dipergunakan untuk
memmpermudah transaksi dan mempercepat pengalihan penerima manfaat dari suatu efek asing
di Amerika.
7) Sertifikat reksa dana
Sertifikat reksa dana adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa investor menitipkan uang
kepada manajer investasi sebagai pengelola dana tersebut untuk diinvestasikan baik di pasar
modal maupun di pasar uang.

PERANAN PASAR MODAL

Pasar modal mempunyai peran penting dalam kegiatan ekonomi secara makro. Pasar
modal dapat berperan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal.
Perusahaan yang memerlukan dana memandang pasar modal sebagai suatu alat untuk
memperoleh dana yang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan modal yang diproleh
dari sektor perbankan. Modal yang diperoleh dari pasar modal selain mudah cara
memperolehnya, biaya untuk memperoleh model tersebut juga relatif lebih murah.
Sementara itu, peranan pasar modal pada suatu negara adalah sebagai berikut (Sunariyah,
2003:7):
1. Sebagai fasilitas dalam melakukan interaksi antara pembeli dan penjual untuk menentukan
harga saham atau surat berharga yang diperjualbelikan.
2. Pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh hasil (return) yang
diharapkan. Keadaan tersebut akan mendorong perusahaan (emiten) untuk memenuhi keinginan
para investor. Pasar modal menciptakan peluang bagi perusahaan untuk memuaskan keinginan
para pemegang saham melalui kebijakan deviden dan stabilitas harga sekuritas yang relatif
normal.
3. Pasar modal memberi kesempatan kepada investor untuk menjual kembali saham yang
dimilikinya atau surat berharga lainnya. Dengan beroperasinya pasar modal, para investor dapat
melikuidasi surat berharga yang dimilikinya tersebut setiap saat.
4. Pasar modal menciptakan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam
perkembangan suatu perekonomian. Masyarakat umum mempunyai kesempatan untuk
mempertimbangkan alternatif cara penggunaan uang mereka.
5. Pasar modal mengurangi biaya informasi dan transaksi surat berharga. Bagi para investor,
keputusan investasi harus didasarkan pada tersedianya informasi yang akurat dan dapat
dipercaya. Pasar modal dapat menyediakan kebutuhan terhadap informasi bagi para investor
secara lengkap, yang apabila hal tersebut dicari sendiri maka akan memerlukan biaya yang
sangat mahal.

MANFAAT PASAR MODAL

Terdapat banyak manfaat yang akan diperoleh atas keberadaan pasar modal oleh emiten,
investor, lembaga penunjang, dan pemerintah. Manfaat-manfaat pasar modal antara lain adalah
(Agus Sartono, 1996:43):
1. Manfaat bagi emiten
Dalam kondisi dimana debt to equity ratio perusahaan lebih tinggi, maka akan sulit menarik
pinjaman baru dari bank. Oleh karena itu, pasar modal menjadi alternatif lain. Manfaat pasar
modal bagi emiten yaitu:
a. Jumlah dana yang dapat dihimpun berjumlah besar dan dapat sekaligus diterima oleh emiten
pada saat pasar perdana.
b. Tidak ada covenant sehingga manajemen dapat bebas (mempunyai keleluasaan) dalam
mengelola dana yang diperoleh perusahaan.
c. Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan dan ketergantungan
terhadap bank kecil. Selain itu, jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas.
d. Cost flow hasil penjualan saham biasanya akan lebih besar dari harga nominal perusahaan.
Emisi saham sangat cocok untuk membiayai perusahaan yang beresiko tinggi.
e. Tidak ada beban finansial yang tetap dan profesionalisme manajemen meningkat
2. Bagi investor
Pasar modal yang telah berkembang baik merupakan sarana investasi lain yang dapat
dimanfaatkan oleh investor. Bagi investor, investasi melalui pasar modal dapat dilakukan dengan
cara membeli instrumen pasar modal seperti saham, obligasi, ataupun sekuritas kredit
Investasi di pasar modal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan investasi pada sektor
perbankan. Melalui pasar modal, investor dapat memilih berbagai jenis efek yang diinginkan.
Adapun manfaat pasar modal bagi para investor adalah:
a. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tersebut akan
tercermin pada meningkatnya harga saham yang menjadi capital gain.
b. Sebagai pemegang saham, investor memperoleh deviden, sedangkan sebagai pemegang
obligasi, investor memperoleh tetap setiap tahun.

c. Bagi pemegang saham mempunyai hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS), serta hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) bagi pemegang
obligasi.
d. Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi, misalnya dari saham A ke saham B,
sehingga dapat mengurangi risiko dan meningkatkan keuntungan.
e. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen untuk memperkecil risiko
secara keseluruhan dan memaksimalkan keuntungan.
3. Bagi lembaga penunjang
Berkembangnya pasar modal juga akan mendorong perkembangan lembaga penunjang menjadi
lebih profesional dalam memberikan pelayanan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Keberhasilan pasar modal tidak terlepas dari peranan lembaga penunjang.

4. Bagi manajer keuangan


a. Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu negara.
b. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.
c. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme menciptakan iklim berusaha yang
sehat serta mendorong pemanfaatan manajemen profesional

5. Bagi pemerintah
Perkembangan pasar modal merupakan alternatif lain sebagai sumber pembiayaan pembangunan
selain sektor perbankan dan tabungan pemerintah. Pembangunan yang semakin pesat
memerlukan dana yang semakin besar pula. Untuk itu perlu dimanfaatkan potensi dana
masyarakat. Adapun manfaat yang langsung dirasakan oleh pemerintah adalah:
a. Sebagai sumber pembiayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga tidak lagi
tergantung pada subsidi dari pemerintah.
b. Manajemen badan usaha menjadi lebih baik, karena mereka dituntut untuk lebih profesional
c. Meningkatkan pendapatan dari sektor pajak, penghematan devisa bagi pembiayaan
pembangunan serta memperluas kesempatan kerja.

Pasar Modal di Indonesia

Pasar Modal di Indonesia terdiri atas lembaga-lembaga sebagai berikut:

1. Badan Pengawas Pasar Modal


2. Bursa efek, saat ini ada dua: Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya
3. Perusahaan efek
4. Lembaga Kliring dan Penjaminan, saat ini dilakukan oleh PT. Kliring Penjaminan Efek
Indonesia (PT. KPEI)
5. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, saat ini dilakukan oleh PT. Kustodian Sentral Efek
Indonesia (PT. KSEI)

PERKEMBANGAN PASAR MODAL


Aktivitas pasar modal yang merupakan salah satu potensi perekonomian nasional,
memiliki peranan yang penting dalam menumbuhkembangkan perekonomian nasional.
Dukungan sektor swasta menjadi kekuatan nasional sebagai dinamisator aktivitas perekonomian
nasional. Pun demikian, di Indonesia, ternyata pasar modal masih didominasi oleh pemodal
asing. Idealnya, dalam pasar modal perlu ada keseimbangan antara pemodal asing dengan
pemodal lokal.Pasar modal Indonesia masih dianalogikan dengan arena judi, bukan sebagai
sarana investasi. Akibatnya, hal ini menyebabkan peningkatan fluktuasi dan merugikan investor
minoritas.

Indonesia memiliki 2 bursa efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya
(BES), yang masing-masing dijalankan oleh perseroan terbatas. Pada September 2007, Bursa
Efek Jakarta dan Surabaya digabungkan (merger) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui
merger ini diharapkan dapat makin memberikan peluang bagi perusahaan ke pasar modal.

Melalui penggabungan ini, biaya pencatatan menjadi lebih murah, karena hanya mencatatkan
saham secara single listing, sudah terakreditasi pada BEI. Sementara itu, bagi anggota bursa,
dengan menjadi anggota bursa atau pemegang saham BEI, akan langsung menembus pasar. Bagi
investor penggabungan ini menjadikan makin banyaknya pilihan investasi, karena tidak ada lagi
pembedaan pasar BES dan BEJ, karena produk investasi ditawarkan dalam satu atap, BEI.

KESIMPULAN

Pasar uang dan pasar modal mempunyai peranan besar bagi perekonomian suatu Negara.
karena pasar uang dan modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi
keuangan. Dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas atau wahana yang
mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak
yang memerlukan dana (issuer).

Dengan adanya pasar uang dan pasar modal perusahaan tidak akan mengalami kesulitan
dalam menemukan debitur yang bersedia untuk memberikan pinjaman sehingga perusahaan
dapat memperoleh dana segar melalui penjualan Efek saham melalui prosedur IPO atau efek
Utang(obligasi).
DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/25369790/Pasar-uang

http://www.scribd.com/doc/23424572/Pasar-Uang-Dan-Pasar-Valuta-Asing

http://www.scribd.com/doc/28255284/Makalah-Pasar-Modal

http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_11544/title_pasar-modal/

http://coki002.wordpress.com/pengertian-saham-dan-jenis-jenis-saham/

Kuncoro, Mudrajad, 2001, Manajemen Keuangan Internasional, Edisi Kedua, Cetakan Pertama,
BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.

Husnan, Suad, 2002, Manajemen Keuangan: Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang),
Buku 1, Edisi 4, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
Yuliati, Sri Handaru dan Prasetyo, Handoyo, 2002, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan
Internasional, Edisi Kedua, Andi, Yogyakarta.

TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN

PERKEMBANGAN PASAR UANG DAN PASAR MODAL DI INDONESIA


DISUSUN OLEH:

SYLVIA ANGGRAENI

02.08.115

UNIVERSITAS WIDYATAMA

BANDUNG
2010