Anda di halaman 1dari 11

PT.

MULTI TERAINDO

INSTRUKSI KERJA
KALIBRASI VERNIER CALLIPER

No. Dokumen WI-DI-01

TipeDokumen Master Salinan No.

No. Revisi 01

Tanggal Berlaku 4 April 2019

Dibuat oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh

Nama : Titi Hayati Nama : Titi Hayati Nama : Sangap Simarmata


Jabatan : K.a Unit Dimensi Jabatan : K.a Unit Dimensi Jabatan : Manager Teknik
Tanggal : 4 April 2019 Tanggal : 4 April 2019 Tanggal : 4 April 2019

Catatan :Hanya salinan yang terkendali yang mendapatkan perbaikan

Halaman : 1 dari 10
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 3 dari 11

AMANDEMEN

Perubahan Keluar Masuk


Catatan
No. Tgl Nomor Hal. Rev. Ed. Nomor Hal. Rev. Ed.
1 4 April Persiapan –
2019 A 05 00 01 A 05 01 01 Pengkondisian alat /
UUT
2 Ketidakpastian baku
4 April 7 09 00 01 7 09 01 01 dari lapisan wringing
2019 ± √𝑘. 0,052

3
4
5
6
7
8
9
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 4 dari 11

I. RUANG LINGKUP

1. Rentang ukur untuk penunjukan vernier 0 – 150 mm


2. Metode parbandingan langsung terhadap gauge block standar yang sudah dikalibrasi.

II. DOKUMEN ACUAN :

1. JIS B 7507:2016 Vernier Calliper


2. Quick Guide to Precision Measuring Instrument – Mitutoyo (catalog No.E11003(3)).
3. Pengantar Kalibrasi dan Alat Ukur Dimensi Di Industri, Oleh Ir.H.Bimbing Atedi,
Revisi: APraba Drijarkara 2005-10-10 , Puspit KIM-LIPI.
4. KAN Guide On The Evaluation And Expression Of Uncertainty In Measurement,
KAN-G-01.
5. JCGM 100:2008, Evaluation of measurement data – Guide to the expression of uncertainty in
measurement
6. Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran Dimensional : A.P.Drijarkara, Puslit KIM-LIPI 25-10-
2005.

III. PERALATAN

 Gauge Block ( Balok Ukur)


 Thermohigrometer
 Tissue / Lap pembersih
 Meja Rata
 Waterpass
 Wash Bensin
 Kaca Pembesar
 Sarung tangan
 Lembar kerja
 Holder Guage Block
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 5 dari 11

IV. SYARAT KONDISI LINGKUNGAN

Suhu udara harus dikondisikan pada 20 ± 1 0C. Kelambaban udara relatif harus 55% ± 10% .
Kalibrasi tidak boleh dilakukan jika kondisi tersebut tidak tercapai.

V. KESELAMATAN KERJA

1. Gunakan sarung tangan ketika bekerja


2. Memakai alas kaki / sandal saat berada di dalam laboratorium.
3. Pastikan semua perangkat telah tersedia dan siap untuk digunakan.

VI. METODE KALIBRASI

Gambar: Balok Ukur (Standar) diposisi rahang Vernier Calliper

Gambar: Bagian-Bagian Vernier Calliper


No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 6 dari 11

Gambar: (Standard) Gauge Block Mitutoyo Serial 1801253

A. Persiapan
 Pengkondisian Alat
Alat yang akan dikalibrasi (UUT) dan standard, sebelum dikalibrasi dikondisikan berada
dalam ruangan dengan suhu 20 ±1 sekitar 24 jam, sampai keduanya memiliki suhu dan
kelembaban yang sama dengan suhu ruang kalibrasi.

1. Persiapan benda yang dikalibrasi


o Bersihkan vernier Calliper sebelum digunakan.
o Untuk membersihkan permukaan vernier calliper cukup dengan kain dan dibilas,
gunakan alkohol 95% atau wash bensin jika diperlukan.
o Gerakkan vernier calliper dari batas minimum ke batas maksimum, untuk
memastikan pergerakannya lancar. Alat dan standar dikondisikan dalam ruangan
yang terkondisi.

2. Persiapan Standar
Balok ukur harus dibersihkan sebelum digunakan agar tidak ada kotoran.
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 7 dari 11

B. Langkah kalibrasi :

1. Pemeriksaan kerataan muka ukur eksternal vernier calliper


 Gerakkan vernier calliper sampai batas minimum sampai kedua rahang saling
berimpit.
 Kemudian arahkan ke sumber cahaya dan lihat apakah ada celah atau cahaya yang
menembus ke arah permukaan rahang calliper atau tidak.

2. Pemeriksaan kesejajaran muka ukur eksternal vernier calliper


 Letakkan balok ukur dengan panjang sekitar 10% dari panjang skala vernier calliper
diantara kedua rahang, di tiga posisi yang berbeda, (ujung, tengah dan pangkal).
 Ulangi pengukuran sebanyak 3 kali pada tiap posisi kemudian baca nilai
penunjukannya.
 Lakukan hal yang sama, dengan meletakkan balok ukur diantara kedua rahang, untuk
balok ukur yang berbeda ( 50%, dan100% dari panjang skala vernier calliper).
 Hitung rata-rata dari setiap posisi serta tentukan nilai maksimum dan minimum
pengukuran pada setiap panjang balok ukur.
 Kesejajaran muka vernier calliper dihitung dengan pengurangan antara nilai
maksimum dan minimum.

3. Pengukuran penyimpangan penunjukan alat

 Letakkan Balok ukur acuan 5 mm diantara muka ukur vernier calliper sehingga
titik tengah balok ukur berimpit dengan titik tengah muka ukur vernier calliper.
 Baca penunjukan alat dan tuliskan dilembar kerja.
 Lakukan sebanyak tiga kali pengulangan.
 Lakukan pengukuran selanjutnya untuk balok ukur 10 mm, 15 mm, 20 mm, 25
mm, 50 mm, 75 mm, 100 mm, 125 mm dan 150 mm. Lakukan sebanyak tiga kali
pengukuran.
 Lakukan pengulangan (repeatability) sebanyak 10 kali, untuk penyimpangan
terbesar dari pengukuran tersebut.

4. Analisis hasil pengukuran


 Hitung penyimpangan penunjukan alat dari rata-rata penunjukan dikurangi
panjang balok acuan.
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 8 dari 11

 Hitung simpangan baku dari pengujian keterulangan (repeatability)


 Hitung ketidakpastian pengukuran

VII. PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN

Penentuan Error

Penentuan nilai Error pembacaan dengan persamaan berikut:

E = L - Ls

Dengan :
E = Error
L = penunjukan alat uji vernier calliper
Ls = Panjang standar gauge block

Adanya faktor yang mempengaruhi terhadap pengukuran vernier calliper , berpengaruh terhadap
penentuan nilai error; sehingga persamaannya menjadi:

E = L (1+ 𝛼θ) - Ls (1 + 𝛼 sθs) - Ldrift – Lw + G

dapat ditulis menjadi

E = L – Ls + L𝛼θ - Ls𝛼 sθs– Ldrift – Lw + G


Dimana:
E = Kesalahan Penunjukan Vernier Caliper (Error)
L = penunjukan vernier calliper
Ls = Penunjukan, nilai standar setelah dikoreksi ( = nilai nominal + nilai koreksi)
𝜃s = Suhu Standar
𝛼s = Koef. Muai thermal standar
𝛿𝜃 = Selisih suhu antara UUT dan standar
𝛿𝛼 = Selisih koefisien muai antara UUT dan standar
Ldrift = drift atau ketidak stabilan gauge standar, sejak terakhir kali kalibrasi
Lw = koreksi Lapisan wringing (jika menggabungkan gauge block)
G = Kesalahan geometris,

Perhitungan Ketidakpastian Kalibrasi

Sumber dari Ketidakpastian sebagai berikut:

a. Ketidakpastian Baku Pengulangan (Repeat)


b. Ketidakpastian Baku dari daya baca alat (UUT)
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 9 dari 11

c. Ketidakpastian Baku koreksi standar/ sertifikat


d. Ketidakpastian Baku dari selisih koefisien muai
e. Ketidakpastian Baku dari selisih suhu standar dan UUT
f. Ketidakpastian Baku dari dirft standar
g. Ketidakpastian Baku dari lapisan wringing
h. Ketidakpastian Baku dari kesalahan geometris

1. Ketidakpastian Baku Repeatability


𝑠𝑡𝑑 𝑑𝑒𝑣
𝑢= , dengan asumsi distribusi t`student.
√𝑛

Derajat kebebasan v = n-1 , dimana n = jumlah pengamatan

2. Ketidakpastian Baku Daya Baca (Resolusi) UUT atau Alat

𝑢 = ½ x resolusi alat (daya baca alat)


√3
Untuk distribusi rectangular dengan asumsi maka derajat kebebasan v = ∞

3. Ketidakpastian Baku Koreksi Standar / Sertifikat

Ketidakpastian baku gauge block standar diperoleh dari sertifikat kalibrasi, nilai ketidakpastian
bentangan relatif untuk tingkat kepercayaan 95% dengan faktor cakupan k = 2, maka:

𝑘𝑡𝑝 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟
𝑢=
𝑘
Derajat kebebasan v = 60 (dari t`student),

4. Ketidakpastian Baku dari selisih koefisien muai

Ketidakpastian selisih koefisien muai u(δ𝛼) diestimasi sebesar ± 1e-6 0C (distribusi rectangular),
dengan temperatur laboratorium kalibrasi dikontrol pada suhu 20 ± 1 0C, sehingga 𝜃 s = 10C, maka
ketidakpastian baku selisih koefisien muai menjadi,

𝑢 (𝛿𝛼) 1𝑒−6
𝑢4= =
√3 √3

dengan koefisien sensitifitas (c4) = Ls.𝜃s


derajat kebebasan = ∞
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 10 dari 11

5. Ketidakpastian baku dari selisih suhu UUT dan Standar

Ketidakpastian selisih suhu UUT dan standar u (δθ) diestimasi sebesar ± 0,1 0C (distribusi rectangular).
Koefisien muai bahan UUT, 𝛼 s = 11,5 e-6 / 0C. Maka nilainya menjadi:
𝑢 (𝛿𝜃) 0,1
𝑢5= =
√3 √3
dengan koefisien sensitifitas (c5) = Ls.𝛼 s

1 100 2
Tingkat keraguan 0,2 atau 20% (asumsi), derajat kebebasan v = x( )
2 𝑅
maka derajat kebebasan v = 12,5

6. Ketidakpastian baku dari drift standar

Rentang kalibrasi untuk alat standar gauge block, y = 3 tahun, maka ketidakpastian drift standar u (Ldrift)
= ± y.(0,05 + 0,5 .10-6 .L), dimana : y adalah interval /waktu kalibrasi balok ukur , L adalah Panjang balok
ukur (mm).

𝐿𝑑𝑟𝑖𝑓𝑡
𝑢6 =
√3
1 100 2
Tingkat keraguan 0,2 atau 20% ( asumsi), derajat kebebasan v = x( )
2 𝑅
maka v = 12,5

7. Ketidakpastian baku dari lapisan wringing

Pengguana gauge block seandainya lebih dari satu gauge block maka, antara gauge block harus di
wringing agar ujung-ujung blocksaling menyatu. Ketidakpastian lapisan wringing u(Lw) adalah: ± √𝑘. 0,052
µm, dengan asumsi distribusi rectangular maka ketidakpastian baku lapisan wringing adalah:

𝑢 (𝐿𝑤) √𝑘.0,052
𝑢7= =
√3 √3

dengan koefisien sensitifitas (c7) = banyaknya balok yang di wringging - 1 atau n-1,
(dimana k = banyaknya wringing/ sambungan balok ukur)
1 100 2
Tingkat keraguan 0,2 atau 20% , derajat kebebasan v = x( ) , maka v = 12,5
2 𝑅

8. Ketidakpastian baku dari kesalahan geometris

Kesalahan geometris diestimasi ± 10 µ𝑚 akibat ketidakrataan muka ukur, Rekomendasi KAN untuk
ketidakpastian kesalahan geometris.
No. Dokumen : WI-DI-01
INSTRUKSI KERJA
No. Revisi : 01
Tanggal : 4 April 2019
PT MULTI TERAINDO KALIBRASI VERNIER CALLIPER
Halaman : 11 dari 11

10
𝑢8 = µ𝑚
√3
1 100 2
Tingkat keraguan 20% , derajat kebebasan v = x( )
2 𝑅
maka v = 2

Ketidakpastian gabungan
Gabungan dari masing-masing komponen, sehingga persamaannya menjadi:

𝑢c = √𝑢12 + 𝑢22 + 𝑢32 + 𝑢42 + 𝑢52 + 𝑢62 + 𝑢72 + 𝑢82

𝑢c= √(𝑐1𝑢1)2 + (𝑐2𝑢2)2 + (𝑐3𝑢3)2 + (𝑐4𝑢4)2 + (𝑐5𝑢5)2 + (𝑐6𝑢6)2 + (𝑐7𝑢7)2 + (𝑐8𝑢8)2

Ketidakpastian bentangan
Dengan asumsi distribusi normal, tingkat kepercayaan pada 95%, dengan faktor cakupan
k=2
U95 = k. 𝑢c

VIII. LAMPIRAN

1. Lembar kerja kalibrasi

-- akhir dokumen --