Anda di halaman 1dari 4

1

Definisi
Hipertensi didefinisikan sebagai meningkatnya tekanan darah melewati batas normal

kepada dinding pembuluh darah yang dimana akan berdampak pada gangguan

kardiovaskular. Batas normal tekanan darah telah diklasifikasikan yaitu tekanan sistolik

120mm Hg dan tekanan diastolic 90mm Hg. Namun, faktor resiko gangguan kardio vascular

semakin meninggi apabila tekanan darah seseorang sudah mencapai 115/75mm Hg dan

resikonya terus menmbesar setiap 20/10mm Hg peningkatan tekanan darah. Sehingga saat ini

dikenal adanya istilah pre-hipertensi yang dicetuskan oleh Joint National Community (JNC)

untuk mendeskripsikan tekanan sistolik diantara 120-140 mmHg.1 Sedikit berbeda dengan

orang dewasa, hipertensi pada anak-anak diukur dengan menggunakan persentil dilihat dari

umur, berat badan, jenis kelamin dan tinggi badan yang setidaknya diukur tiga kali pada

pengukuran yang berbeda.2

Klasifikasi

Berdasarkan etiologinya hipertensi dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu: Hipertensi

Primer atau hipertensi essential dan hipertensi sekunder atau hipertensi renal.

Hipertensi Primer (Hipertensi Essential)

Hipertensi primer diklasifikasikan sebagai hipertensi yang disebabkan oleh faktor

lingkungan dan/atau genetik. 90-95% dari total hipertensi adalah hipertensi primer. Belum

ada penelitian tegas yang menyatakan apa penyebab dari hipertensiprimer namun dalam

beberapa hasil penelitian disebutkan bahwa genetik sangat berperan dalam munculnya

hipertensi primer. Selain genetik, faktor lingkungan dan pola hidup merupakan hal yang bisa

menjadi penyebab hipertensi primer.3 Pada fenomena epigenetic, DNA methyalin dan

modifikasi histon bisa menjadi penyebab hipertensi primer.4

Hipertensi Sekunder

Hipertensi Sekunder adalah hipetensi yang penyebabnya diketahui secara pasti. Kasus
2

ini hanya sekitar 5% dari total penyakit hipertensi yang ada. Penyakit ginjal adalah hal yang

paling sering menyebabkan hipertensi tipe ini. Beberapa keadaan yang bisa menyebabkan

hipetensi sekunder adalah penggunaan obat- obatan, seperti: kokain, non-steroidal,

cycloporin, erythropoietin, dsb. Atau yang palin sering adalah karena mengalami gangguan

pada ginjal, seperti: gagal ginjal kronis, nefritis, dsb. Gangguan pada kardiovaskular dan

endokrin juga menjadi penyebab dari hipertensi sekunder.5

Hipertensi selain diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, yang sudah dipaparkan

pada bagian etiologi, juga diklasifikasikan berdasarkan tekanan darah yang diukur

mengunakan Sfigmomanometer atau yang lebih dikenal dengan Tensimeter. Ada dua versi

klasifikasi yaitu berdasarkan JNC (lihat table 2.1) dan berdasarkan WHO (lihat table 2.2).8

berikut adalah Klasifikasi berdasarkan keduanya:

Tabel 2.1. Klasifikasi Hipertensi berdasarkan Wold Health Organisation (WHO)

Tabel 2.1. Klasifikasi Hipertensi berdarkan Joint National Community (JNC)


3

Faktor Risiko

Hipertensi mempunyai banyak faktor resiko. Secara umum, faktor resiko hipertensi
12
digolongkan menjadi 2, yaitu Faktor resiko Essential atau tidak bisa diubah , seperti:

Keturunan dan Jenis Kelamin dan ada yang bisa diubah, seperti: Merokok dan pola tidur.

Keturunan

Dari hasil penelitian diketahui bahwa mempunyai orang tua, keduanya atau salah satunya

pernah atau masih menderita hipertensi maka mempunyai risiko lebih besar untuk terkena

hipertensi daripada orang yang kedua orang tuanya tidak pernah menderita hipertensi. Adanya

riwayat keluarga terhadap hipertensi dan penyakit jantung secara signifikan akan

meningkatkan risiko terjadinya hipertensi.12

Jenis Kelamin

Jenis kelamin mempunyai pengaruh penting dalam regulasi tekanan darah. Sejumlah fakta

menyatakan hormon sex mempengaruhi sistem renin-angiotensin. Secara umum tekanan

darah pada laki – laki lebih tinggi daripada perempuan. Pada perempuan risiko hipertensi

akan meningkat setelah masa menopause yang mununjukkan adanya pengaruh hormon.12

Merokok

Merokok dapat meningkatkan beban kerja jantung dan menaikkan tekanan darah.Menurut

penelitian, diungkapkan bahwa merokok dapat meningkatkan tekanan darah.Nikotin yang

terdapat dalam rokok sangat membahayakan kesehatan karena nikotin dapat meningkatkan

penggumpalan darah dalam pembuluh darah dan dapat menyebabkan pengapuran pada

dinding pembuluh darah. Nikotin bersifat toksik terhadap jaringan saraf yang menyebabkan

peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik, denyut jantung bertambah,

kontraksi otot jantung seperti dipaksa, pemakaian O2 bertambah, aliran darah pada koroner

meningkat dan vasokontriksi pada pembuluh darah perifer.13


4

Pola Tidur

Berdasarkan studi, secara singkat dikatakan bahwa pola tidur merupakan salah satu

faktor terjadinya hipertensi . Gangguan tidur, seperti: Deprivasi tidur dan/atau insomnia

menyebabkan durasi dan kualitas tidur menurun. Tidur membantu kita untuk mengatur

kembali hormon dan sistem saraf agar tetap sehat. Durasi dan kualitas tidur yang buruk

akan mengakibatkan ketidak seimbangan hormone, terutama yang berkaitan dengan

stress sehingga menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Pada saat kita tidur, tekanan

darah akan menurun dibandingkan dengan saat kita terjaga penuh. Hal ini dinamakan

―Nocturnal Dipping”.Hilangnya Nocturnal Dipping dikarenakan gangguan tidur

merupakan salah satu predictor hipertensi.14

Patofisiologi