Anda di halaman 1dari 5

BADAN USAHA MILIK PEMERINTAH DAN BADAN LAYANAN UMUM

BUMN adalah Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk Perusahaan Perseroan
(PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 dan
Perusahaan Umum (PERUM) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor
13 Tahun 1998.
Badan usaha milik daerah (BUMD) adalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh
pemerintah daerah. Kewenangan pemerintah daerah membentuk dan
mengelola BUMD ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang
kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom.

Maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah sebagai berikut:


1. Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya
dan penerimaan negara pada khususnya.
2. Mengejar keuntungan.
3. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/ ataujasa
yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
4. Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh swasta
dan koperasi.
5. Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi
lemah, koperasi, dan masyarakat.

Bentuk-bentuk BUMN:
1) Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan jawatan adalah badan usaha pemerintah yang bertujuan memberikan pelayanan
umum (public service).
– Usahanya bersifat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, tidak semata-mata
mencari keuntungan.
– Modal berasal dari kekayaan negara yang dilimpahkan untuk departemen yang
bersangkutan.
– Status pegawai adalah pegawai negeri.
– Contohnya Perjan Pegadaian (sekarang Perum Pegadaian) dan Perjan Kereta Api
(sekarang PT Kereta Api).
2) Perusahaan Umum (Perum)
Perum adalah badan usaha pemerintah yang bertujuan melayani kepentingan umum di
bidang produksi, distribusi, dan konsumsi sekaligus untuk memupuk keuntungan.
– Usaha dijalankan dengan memegang penuh syaratsyarat efisiensi, efektivitas, dan
penghematan berdasarkan atas prinsip manajemen perusahaan yang baik serta
bentuk pelayanan yang baik terhadap masyarakat .
– Modal berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.
– Status pegawai adalah pegawai perusahaan perum.
– Contohnya Perum Perumnas dan Perum DAMRI.
3) Perusahaan Perseroan (Persero)
Persero merupakan bentuk BUMN yang didirikan pemerintah dalam rangka memupuk
keuntungan.
Keuntungan dalam arti memperoleh surplus atau laba dari hasil pelayanan berdasarkan
pengelolaan manajemen yang menguntungkan.
– Modal terbagi atas saham-saham (lebih dari 50%) milik negara.
– Status pegawai adalah pegawai swasta.
– Contohnya; PTPN, PT. Garuda Indonesia Airways dan PT Pelni.

Peran BUMN dalam pembangunan:


– Menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga mengurangi jumlah
pengangguran.
– Memberikan pengarahan serta bantuan untuk para pengusaha golongan ekonomi
lemah, baik itu untuk koperasi maupun UKM.
– Memberikan sumbangan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi secara nasional.
– Menjadi perintis usaha yang belum dilaksanakan oleh koperasi dan pihak swasta,
seperti menyediakan kebutuhan masyarakat dengan barang dan jasa yang bermutu
serta memadai.
– Pemerintah dapat melayani masyarakat secara maksimal dengan adanya BUMN.
– Menjadi sumber pendapatan negara dari pendapatan non pajak untuk mengisi kas
negara.
– Mencegah agar cabang-cabang produksi yang penting tidak dikuasai oleh sekelompok
masyarakat tertentu.
Peran BUMD dalam pembangunan:
– Membantu perkembangan industri kreatif di daerah.
– Bersama-sama dengan masyarakat mewujudkan kestabilan ekonomi.
– Memenuhi kebutuhan barang dan jasa untuk masyarakat.

Karakteristik BLU
Berdasarkan uraian pengertian dan asas BLU di atas dapat dilihat bahwa ciri karakteristik dari
BLU adalah:
a. Berkedudukan sebagai instansi di lingkungan pemerintah;
b. Menyediakan barang dan/atau jasa yang dijual kepada masyarakat;
c. Tidak mengutamakan mencari keuntungan;
d. Didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas;
e. Pejabat pengelola BLU dan pegawai BLU dapat terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan/atau
tenaga profesional non-PNS sesuai dengan kebutuhan BLU.

Syarat BLU
Suatu satuan kerja instansi pemerintah dapat diizinkan mengelola keuangan dengan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) apabila memenuhi persyaratan
substantif, teknis, dan administratif.

Persyaratan Substantif
Instansi pemerintah yang bersangkutan menyelenggarakan layanan umum yang
berhubungan dengan:
a. Penyediaan barang atau jasa layanan umum.
Contoh: pelayanan bidang kesehatan seperti rumah sakit pusat atau daerah,
penyelenggaraan pendidikan, serta pelayanan jasa penelitian dan pengujian.
b. Pengelolaan wilayah/kawasan tertentu untuk tujuan meningkatkan perekonomian
masyarakat atau layanan umum.
Contoh: otorita dan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet).
c. Pengelolaan dana khusus dalam rangka meningkatkan ekonomi dan/atau pelayanan
kepada masyarakat.
Contoh: pengelola dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah, pengelola penerusan
pinjaman, dan pengelola tabungan perumahan.

Persyaratan Teknis
a. Kinerja pelayanan di bidang tugas pokok dan fungsinya layak dikelola dan ditingkatkan
pencapaiannya melalui BLU sebagaimana direkomendasikan oleh menteri/pimpinan
lembaga/kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai dengan kewenangannya;
dan
b. Kinerja keuangan satker instansi yang bersangkutan sehat sebagaimana ditunjukan
dalam dokumen usulan penetapan BLU.

Persyaratan Administratif
Persyaratan administratif terpenuhi apabila instansi pemerintah yang bersangkutan dapat
menyajikan seluruh dokumen berikut:
a. Pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja pelayanan, keuangan, dan
manfaat bagi masyarakat;
b. Pola tata kelola;
c. Rencana strategis bisnis;
d. Laporan keuangan pokok;
e. Standar pelayanan minimal; dan
f. Laporan audit terakhir atau pernyataan bersedia untuk diaudit secara independen.

Badan Layanan Umum Daerah atau disingkat BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh
satuan kerja perangkat daerah atau unit satuan kerja perangkat daerah pada satuan kerja
perangkat daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai
fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan
Pengelolaan Keuangan Daerah pada umumnya.
BLUD merupakan bagian dari perangkat pemerintah daerah, dengan status hukum tidak
terpisah dari pemerintah daerah. Berbeda dengan SKPD pada umumnya, pola pengelolaan
keuangan BLUD memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-
praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti
pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. Sebuah satuan
kerja atau unit kerja dapat ditingkatkan statusnya sebagai BLUD.
Contoh dari SKPD dengan status BLUD adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Unit
kerja seperti puskesmas atau tempat rekreasi tidak tertutup kemungkinan ditingkatkan
statusnya sebagai BLUD.
AUDITING SEKTOR PUBLIK